
Rangga hanya diam duduk dibelakang kemudi tanpa berniat menjalankan mobilnya. Sampai beberapa saat saling diam,Melati akhirnya angkat bicara.
"Bie.. mengapa diam saja. "
"Aku terkadang nggak habis pikir Mel dengan sikapmu. Mengapa kamu bisa menerima semua perlakuan kasar mama Willy. Apa selama kamu menjadi istri ia selalu juga berkata kasar begitu"
"Bie.. aku nggak apa apa. Aku baik baik saja. Lihat aku tetap tersenyumkan"
"Bibir kamu tersenyum, tapi matamu tak bisa berbohong jika kamu saat ini lagi sedih"
"Bie.. aku sedih karena melihat kak Shinta, kasihan ia sangat terpukul mengetahui papa memiliki keluarga lain. Aku tahu bagaimana dekatnya Kak Shinta dengan papa, ia selalu membanggakan papa"ucap Melati mendekat kearah Rangga dan memeluknya. Melati mengecup leher Rangga .
"Aku pikir kamu sedih karena ucapan mama Willy"
"Aku sudah katakan, jika aku tak akan bersedih lagi dan aku tak mau meracuni hatiku dengan memikirkan kata kata mama."ucap Melati makin memperat pelukannya.
"Kamu sekarang sudah bisa menggodaku ya sayang"ucap Rangga mengecup pucuk kepala Melati
"Kamu yang ajarin."
"Aku nggak suka Willy yang bertanya tentang biaya sekolah Nabila. Jika ia memang mau memberi, mengapa harus menunggu kamu memintanya. Mana tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Tapi biarkan saja ,Willy mau memberi uang buat Nabila atau tidak, aku tak masalah. Nabila itu anakku sekarang yang menjadi tanggung jawabku sepenuhnya.Kita langsung pulang ke apartemen ya. Mumpung Nabila masih dengan mami. Aku mau bercinta siang ini denganmu. Sepertinya enak ya melakukannya siang hari"
"Ih.. pikirannya langsung mesum. Terima kasih my hubby.. karena mau bertanggung jawab dengan Nabila. Kamu memang papi terbaik buat Nabila.. "
"Aku mesum sama istri nggak apalah..,sayang. Mela.. aku sudah menganggap Nabila seperti anak kandung sendiri, jadi aku harus sepenuhnya bertanggung jawab pada kamu dan Nabila"
Rangga lalu mulai mengendarai mobilnya, Melati ingin melepaskan prlukannya tapi ditahan Rangga.
"Peluk saja terus sayang, sepertinya enak nyetir sambil dipeluk"
"Enak.. sih enak tapi aku pegal kalau harus duduk miring begini sambil meluk kamu"ucap Melati sambil memajukan bibirnya
Rangga lalu mengecup bibir Melati. Melati tersenyum dan membalas mengecup pipi Rangga sebelum membetulkan posisi duduknya.
"Sejak aku menikah dengan Rangga, aku seperti puber kembali. Seperti ABG lagi. Aku nggak malu lagi mengekspresikan sayangku dengan Rangga. Apa aku ketularan mesumnya Rangga ya. Aku merasa seperti ABG yang lagi pacaran "
Melati tanpa sadar tersenyum sendiri, Rangga yang melihat Melati tersenyum menggodanya. Rangga mengusap paha Melati dengan tangan kirinya.
"Apaan sih.. tangannya dikondisikan tuh. Konsentrasi nyetir"ucap Melati
"Kamu kenapa senyum senyum sendiri, pasti lagi bayangin main kuda kudaan siang harikan"
"Idih... kamu kira pikiran aku semesum kamu apa"
__ADS_1
"Bohong.. malu ya sayang, ketahuan kalau lagi pengin juga"
"Ngomong apaan sih bie.. kamu yang pengin kali"
"Siapa bilang aku pengin... tapi aku pengin banget"ucap Rangga sambil tertawa. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Baru saja masuk ke apartement mereka, Rangga langsung menggendong Melati dan menghempaskan ke atas kasur. Rangga langsung naik ke kasur dan mengukung tubuh Melati di bawah tubuhnya.
Rangga mengecup dahi, hidung, dan pipi Melati. Setelah puas di wajah,Rangga mulai turun ke leher Melati. Menghisap dan menggigit kecil meninggalkan tanda kepemilikan.
Melati akhirnya mendesah juga dengan apa yang dilakukan Rangga, membuat ia tersenyum
"Mendesahlah sayang, jangan ditahan"bisik Rangga.
"Bie.. "lirih Melati
Rangga melecuti seluruh pakaian Melati, setelah itu baru pakaiannya. Rangga kembali bermain main ditubuh Melati sebelum ke inti permainan. Setelah melakukan penyatuan tubuh mereka,Rangga lalu membawa kepala Melati ke dalam dadanya.
"Sayang... terima kasih karena mau menerima dan menjadikan aku sebagai sandaranmu"ucap Rangga dan mengecup bibir Melati
"Bie.. aku yang sangat berterima kasih, karena kamu mau menerima aku yang banyak kekurangan ini"
"Bagiku tidak ada satupun kekurangan pada dirimu sayang.. kau adalah wanita yang paling sempurna dimataku"
"Aku menganggap semua kekurangan yang kamu katakan itu sebagai kelebihan dari dirimu. Jandamu itu membuat kamu lebih dewasa dan bisa mengimbangi sifat emosiku. Miskin, aku tak pernah memandang seseorang dari hartanya, malahan aku bersyukur dengan keadaanmu itu, kamu jadi bergantung padaku. Tidak pendidikan, aku tidak mengharapkan istri yang berpendidikan tinggi yang akan membuat ia memandang rendah pada suaminya.. "
"Bie.. aku sangat bersyukur Tuhan menjadikan kamu jodohku. Aku merasa bahagia banget karena mendapatkan cinta dan perhatian yang sangat melimpah darimu. Dengan kehadiran kamu disisiku,membuat aku kuat menghadapi dunia. Aku telah melupakan semua kepedihan hidup yang pernah aku jalani. Kamu adalah dunia ku saat ini. Aku hanya ingin selalu berada dan berputar disekitaran dirimu saja."
"Sayang.. kita harus saling jujur jika ada dari kita melakukan kesalahan. Karena kehancuran rumah tangga berawal dari kebohongan"
"Bie.. aku sangat menyayangi kamu"
"Aku juga menyayangi kamu lebih dari apapun.. "ucap Rangga dan memeluk punggung Melati erat.
"Tidurlah... nanti sore lanjut ronde kedua ya"bisik Rangga
"Bie... pikirannya mesum melulu"
"Biar cepat Nabila dapat adik... "
Melati memukul dada Rangga pelan karena tangan Rangga yang tidak lagi memeluk punggungnya tapi sudah bermain didadanya. Rangga hanya tertawa melihat Melati yang cemberut karena saat ini Rangga sudah kembali menaiki tubuhnya.
Rangga masih tertidur ketika Melati bangun dari tidurnya sehabis ronde kedua. Melati mandi dan setelah itu memasak buat makan malam mereka. Melati sengaja masak lebih buat mami Rangga dan kak Shinta yang saat ini telah menetap di sini karena suaminya yang membuka bisnis baru bersama papi Rangga.
__ADS_1
Melati asyik dengan spatulanya ketika tiba tiba ia merasakan pelukan dipinggangnya. Rangga yang baru bangun tidur, dan hanya memakai boxer memeluk erat Melati dan meletakan kepalanya dibahu Melati sambil mengecupnya.
"Bie.. geli ah. Aku lagi masak, nanti gosong "
"Banyak banget masaknya sayang.. "
"Kita makan malam dirumah mami. Papi juga datang sekalian bicara bisnis dengan suami kak Rachel"
"Mami sudah tahu kamu masak begini banyak. Nanti mami masak juga, mubazir jadinya "
"Aku sudah hubungi Kak Rachel, aku sudah bilang jangan masak biar aku aja "
"Bagaimana mami nggak makin sayang denganmu, punya menantu rajin dan baik banget begini"
"Mami yang sangat baik.. aku beruntung banget punya mertua dan ipar yang baik seperti kak Rachel"
Melati membalikkan badannya menghadap Rangga.
"Sayang.. aku besok mau shopping ya dengan kak Rachel"
"Bawa Nabila dan Syifa juga"
"Ya.. kalau mami mau ikut, sekalian dengan mami. Tapi kata kak Rachel mami ada pertemuan sih"
"Pergilah.. beli apa saja kamu mau. Gunakan kartu kredit yang aku berikan. Jangan pakai uang kamu terus. Aku mau uang dari hasil usahamu, buat kamu tabung saja.Kali ini aku akan marah jika kamu tak mau menggunakan kartu kredit yang aku berikan itu. Berarti kamu tak menganggap aku suami kamu, mengapa nggak mau menggunakan uangku"
"Iya bie... tapi nanti jangan kaget jika tagihan kartu kreditnya membengkak "
"Itu tak masalah sayang. Jika itu bisa membuat kamu senang "ucap Rangga mengecup dahi Melati
"Mandi lagi... sebentar lagi semua masakan matang. Kita kerumah mami lagi"
"Iya sayang.. tapi mau ini sekali lagi"ucap Rangga dan langsung ******* bibir Melati rakus sampai Melati kehabisan nafas baru Rangga melepaskan pagutan mereka.
Setelah itu Rangga langsung berlari ke arah kamar sebelum Melati mengomel.
"Rangga... "teriak Melati setelah sadar dan menghirup udara sebanyak banyaknya.
"Awas ya nanti malam dihukum lagi dua ronde lagi, karena memanggil namaku"teriak Rangga dari dalam kamar
"Dasar mesum... "teriak Melati. Rangga yang mau masuk ke kamar mandi mendengar ucapan Melati langsung tertawa terbahak bahak.
************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini