Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Dua puluh Sembilan


__ADS_3

Nabila makan bersama mama Elly dan Willy. Ia menyantap makanan yang mama Elly masak dengan lahap.


"Kamu suka masakan Oma...."


"Ya,Oma.Kata bunda apapun itu makanan harus kita makan.Nggak boleh pilih pilih...."


"Bunda selalu mengajarkan hal baik begitu ya sama Nabila,apa lagi pesan bunda"


"Makanan harus dihabiskan ,nggak boleh ada sisa.Nanti makanan bisa sedih dan menangis"


"Nabila ,jika liburan nanti mau ikut Oma.Kita jalan jalan ke tempat adik Nabila...."


"Adiknya ...Bila"


"Iya,Bobby namanya.Itu adiknya Bila juga"


"Anaknya tante Lani.Berarti Bila udah gede ,adik Bila banyak banget"gumam Bila.


Setelah selesai makan Bila menonton film kartun kegemarannya ditemani mama Elly dan Willy.


"Willy,kamu ayah kandungnya Nabila.Kamu juga ada hak atas Nabila. Coba kamu pinta sama Melati agar mengizinkan tiap akhir pekan, Nabila tidur di sini"


"Aku nggak yakin Melati akan mengizinkan ,Ma.Lagi pula hak asuh Nabila memang ada pada Melati"


"Tapi kamu hanya meminta dua hari dalam seminggu untuk Nabila dapat bersamamu"

__ADS_1


"Rangga pasti juga tak mengizinkan"


"Rangga bukan ayah kandungnya,ia tak ada hak buat melarang"


"Memangnya papi kenapa ,Oma"ucap Nabila mendengar nama papi nya di sebut.


"Nggak ada apa apa ,Bila."


Mendengar jawaban dari Omanya ,Nabila kembali menonton.


"Ini juga buat kebaikan kamu.Kamu bisa lihat, saat ini anakmu lebih dekat dan sayang dengan ayah sambungnya dari kamu ayah kandungnya. Dan apa kamu mau nantinya Nabila makin jauh denganmu dan melupakan kamu "


"Aku tak mau meminta hak aku ma. Karena aku sadar kewajiban aku sebagai ayah belum aku penuhi. Rangga yang memang lebih berhak atas Nabila dari aku.Ia menyayangi dan menjaga Nabila dengan sepenuh hatinya. Aku malu jika harus meminta izin setiap akhir pekan Nabila harus bersamaku.Biar aja semua atas keinginan Nabila sendiri.Jika ia mau menginap di sini ,aku akan sangat senang.Tapi aku tak akn memaksa jika Nabilanya tak menginginkan.Nanti ia bisa tak nyaman...."


"Tentu saja aku ingin Nabila menyayangiku seperti ia menyayangi Rangga,jika perlu lebih.Tapi hati tak bisa di paksa ,ma.Ia akan tahu tampat ternyaman ia berada. Aku tahu Nabila merasa nyaman bersama Rangga,dan aku sadar itu karena Rangga yang selalu ada di samping Nabila sejak kecil...."


"Mama ingin sekali Nabila tinggal bersama mama.Pasti mama tidak akan kesepian lagi.Pasti akan lebih menyenangkan ditemani cucu cewek yang mulai besar...."gumam Mama


"Dulu mama tidak menyukai Nabila"


"Siapa bilang mama tak menyukai Nabila.Tak ada seorang Oma yang tidak menyayangi cucunya.Mungkin mama sedikit mengabaikannya karena dulu mama kecewa dengan Melati"


"Ini yang ingin aku tanyakan sama mama,dari dulu aku ingin tahu,apa sebenarnya yang membuat mama tak menyukai Melati.Dari pertama aku menikah aku tahu mama tak suka pada Melati. Tapi aku selalu membantah jika Melati mengatakan itu. Aku selalu menyalahkan Melati ,menuduhnya yang tak suka mama. Padahal aku sendiri menyadari sebenarnya mama tak pernah menyukai Melati..."


"Itu hanya karena mama belum mengenal pribadinya. Kamu menikah dengannya terkesan buru buru. Baru mengenal tiga bulan kamu udah minta nikah. Pertama mama mengira kamu minta nikah secepatnya karena Melati hamil.Jadi mama menduga Melati sengaja menjebakmu,sehingga ia hamil dan kamu harus menikahinya. Prasangka mama diperkuat setelh melihat kondisi orang tua Melati. Mama kira ia menjebakmu dan ingin menikahimu setelah tahu kamu anak yang cukup berada"

__ADS_1


"Aku sudah menduganya. Mama tak menyukai Melati hanya karena ia dari keluarga tak punya"


"Mama sudah mencarikan kamu jodoh yang baik,tapi kamu menolaknya. Dan kamu malahan mengancam mama ,kamu akan pergi dari rumah jika mama tak merestui pernikahan kamu dengan Melati.Itu yang membuat mama mulai tak menyukai Melati.Karena Melati kamu pertama kalinya membantah perkataan mama dan melawan mama.Sebelum mengenal Melati kamu selalu menurut apapun yang mama katakan. Apa salah mama jadi tak menyukai Melati.Nanti setelah anak anak kamu dewasa ,kamu akan tahu rasanya sakit hati ketika anak kita lebih memilih dan mendengar perkataan pasangannya dari kita orang tuanya"


"Itu sebenarnya tidak ada hubungan dengan Melati. Aku aja yang memang sangat mencintai Melati.Jadi aku tak ingin mama menghalangi pernikahanku .Melati mengatakan jika ia tak akn menikah jika tanpa restu orang tua.Makanya aku mengancam mama agar merestui hubungan kami...."


"Tapi cintamu begitu cepat pudar. Kamu dengan mudahnya mengkhianati Melati dengan sahabatnya"


"Mama mau tahu,jujur aku mulai mendekati Lani itu karena aku melihat keakraban mama dengannya.Aku ingin mama bahagia. Dan aku mulai berpikir untuk mengkhianati Melati sejak aku mendengar ucapan mama pada Lani, jika mama sangat menginginkan menantu seperti dirinya...."


"Mama memang lebih menyukai dan dekat dengan Lani dari Melati... Melati anaknya sangat pendiam,ia juga tak supel seperti Lani."


"Melati sebenarnya juga supel.Tapi ia sedikit kurang percaya diri.Itu semua karena ia berasal dari keluarga tak punya.Teman temannya banyak yang lebih menyukai Melati dari Lani"


"Sudahlah Willy.Semua sudah terjadi,tak akan dapat kembali.Sekarang kamu perbaiki sifat dan kelakuan burukmu.Kamu akan semakin tua.Apa kamu akan hidup begini selamanya. Mama minta kamu introspeksi dirimu,jangan mencari wanita aja yang ada dalam pikiranmu.Jika kamu sudah yakin bisa berubah,barulah kamu memikirkan pendamping hidupmu. Jika pun kamu harus hidup sendiri sampai tua,itu tak masalah.Kamu tinggal mendekatkan diri pada semua anak anakmu.Kelak kamu sudah tua ,mereka bisa tempat kamu mengadu dan bersandar. Jika hubungan kamu tidak baik dengan anak anakmu,bagaimana nanti kamu bisa minta tolong.Mereka pasti mengabaikanmu. Itulah sebabnya mama meminta hak mu untuk mengasuh Nabila.Itu semua untuk kebaikan kamu. Apa lagi Nabila anak tertua kamu.Ia nanti yang akan bisa menyatukan adik adiknya kelak"


"Tapi aku tak mau nanti Nabila jadi terpaksa tinggal di sini"


"Nabila akan merasa terpaksa hanya pertama kali.Nanti jika ia telah sering di sini,pasti ia bisa menyesuaikan diri. Setelah Nabila terbiasa menginap di sini ,kita bisa membujuknya untuk tinggal bersama di sini"


"Aku juga ingin Nabila tinggal bersamaku,agar ia bisa dekat denganku. Dan aku juga ingin Nabila bisa menyayangi aku seperti ia menyayangi Rangga.Hati ini terasa tertusuk ketika melihat darah daging kita,anak kandung kita lebih menyayangi pria lain yang tak ada hubungan darah . Tapi aku juga tak bisa menyalahkan siapa siapa. Karena semua ini kesalahan diriku sendiri.Aku yang telah mengabaikan dan tak pernah memberi perhatian pada anakku sendiri.... "


************************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini.

__ADS_1


__ADS_2