Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tujuh Belas


__ADS_3

Sejak kepergian Lani sebulan yang lalu,Willy belum juga menyusulnya ke kota tempat tinggal Lani.


Mama Elly sangat marah dan memanggil Willy datang ke rumah.


"Ada apa ma, aku sibuk.Katakan aja langsung apa yang ingin mama bicarakan"ucap Willy begitu ia duduk di sofa ruang keluarga rumah mamanya


"Kamu belum juga menyusul Lani, dan meminta maaf"


"Ma, itu maunya Lani bukan. Mengapa aku yang harus minta maaf."


"Pikiran kamu dimana Willy. Kamu itu bukan anak anak lagi. Semua yang dilakukan Lani karena kesalahan kamu. Kamu itu sudah harus menata hidupmu agar lebih teratur lagi. Jangan hanya mengutamakan nafsu aja"


"Maunya mama apa sebenarnya"


"Mama mau kamu menyusul Lani dan memintanya kembali, dan kamu mulai membina rumah tangga yang baik. Jangan ada lagi wanita wanita lain dalam rumah tanggamu. Cukup Lani saja"


"Ma, harus berapa kali aku katakan, jika aku tak bisa lagi hidup berumah tangga dengan Lani, aku bukan saja tak mencintainya. Setiap aku melihat Lani, aku akan teringat rumah tanggaku dulu dengan Melati yang kandas"


"Mengapa Lani yang kamu salahkan atas perceraian kamu dengan Melati. Kamu dan Lani sama sama salah, tak akan terjadi hubungan jika hanya salah satu pihak yang setuju. Kamu seharusnya malu dengan Melati, setelah berpisah dengannya hidupmu makin nggak benar. Kamu mulailah membina rumah tangga yang benar, jangan sampai tua kamu terus begini"


"Ma, aku akan mulai membina rumah tangga lagi, tapi mungkin tidak bersama lani. "


"Kalau memang kamu ingin membina rumah tangga lagi, mama harap kamu mencari wanita yang benar. Yang bisa menerima kamu apa adanya dan tahu dengan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga"


"Ma, aku sebenarnya sudah menikah dan saat ini aku tinggal bersama istriku itu"


"Apaaa... kamu jangan bercanda Willy"


"Aku nggak bercanda ma, aku sudah menikah hampir tiga bulan lalu dan saat ini istriku lagi hamil muda"


"Kenapa kamu menikah diam diam begini. Dan apa kamu sudah tidak menganggap mama lagi. Kamu menikah dengan siapa, anak siapa, di mana orang tuanya tinggal"


"Ma tanya satu satu. Aku mau jawab yang mana dulu pertanyaan mama"


"Cepat kamu ceritakan siapa istrimu itu, mengapa tidak pernah kamu bawa ke rumah ini"


"Ma, aku menikah kembali dengan Yana "


"Maksud kamu apa, jangan bilang Yana, selingkuhan kamu itu, wanita nggak benar itu"


"Ma, Yana itu istriku, mama harus menjaga ucapan mama"


"Jadi benar wanita itu yang kembali kamu nikahi"

__ADS_1


"Ya ma.. "


Mama Elly langsung berdiri dan menampar Willy


"Kamu sadar nggak dengan apa yang kamu lakukan. Kamu jangan bodoh Willy, Lani yang jauh lebih baik dari wanita itu kamu campakkan. Dan kamu lebih memilih wanita yang nggak jelas asal usulnya itu"


"Ma, Aku mencintai Yana. Dan ia juga telah berubah. Ia saat ini sedang berusaha menjadi ibu rumah tangga yang benar. Dan juga ia saat ini lagi hamil anakku ma"


"Mama nggak mau tahu, mama tak akan pernah menganggap wanita itu menantu mama. Mama rasa kamu memang sudah tidak waras lagi"teriak mama Elly


"Ma, maafkan aku. Walaupun mama tidak pernah menganggap Yana, tapi ia tetap istriku. Aku sekarang sedang berusaha menjadikan ia istri dan ibu yang baik buat anak anakku.Mama,suka ataupun tidak, Yana saat ini lagi mengandung anakku. Cucu mama.. "


"Mama tidak akan pernah menganggap anak yang dikandungnya itu cucu mama. Sekarang mama harap, kamu tinggalkan rumah ini. Mama tak mau melihat wajah kamu lagi, sampai kamu menyadari kesalahan kamu yang lebih memilih menikahi wanita yang tak jelas itu dari pada Lani yang jelas dari keluarga mana dan juga telah terbukti kesetiaan dan pengorbanannya yang telah banyak buatmu"


"Ma, apa aku harus mengulangnya sampai ribuan kali baru mama mengerti, jika aku tak pernah mencintai Lani "


"Kamu bisa saja mencintai Lani, jika kamu membuang pikiran kamu yang selalu saja menyalahkan Lani atas kandasnya rumah tanggamu dengan Melati. Apa kamu tidak sadar jika Melati menggugat cerai kamu setelah kamu berselingkuh dengan Yana, bukan dengan Lani. Jika kamu ingin membenci dan menyalahkan seseorang, maka Yana lah yang paling bersalah di sini. Tapi kamu masih saja terus mengejarnya. Apa yang dipakai wanita itu sehingga membuat kamu menjadi gila begini"


"Sudahlah ma, aku rasa pembicaraan kita tak akan ada gunanya. Karena kita sama sama merasa benar dan sama sama lagi emosi. Aku pamit dulu.... "


Willy meninggalkan mamanya yang masih syok mendengar ia kembali menikah dengan Yana.


Ketika Willy sudah menjauh, mama masuk kamar dan menangis.


#####################


Sementara di kota lain tempat Lani tinggal bersama orang tuanya, Lani kembali masuk kuliah.


Ia juga dimintai papanya menjadi kepala yayasan pendidikan milik orang tuanya yang telah dibangun papa Lani sejak dua tahun lalu.


Papa Lani memang sengaja membuat yayasan pendidikan itu buat tabungan masa depan cucunya Bobby.


Lani membawa Bobby setiap ia ke yayasan. Dan meninggalkannya bersama mama jika ia ada jadwal kuliah.


Lani yang siang ini pulang kuliah langsung menuju kamar anaknya Bobby.


"Sayang mama, mana nih. Kok nggak ada suaranya "


"Mama... sudah pulang kuliah"ucap Bobby berlari memeluk Lani


"Sudah sayang, kamu sudah makan"


"Sudah tadi sama Oma... "

__ADS_1


Mama Lani yang mendengar suara Lani menuju kamar Bobby.


"Kamu sudah pulang nak... "


"Sudah ma, aku mau ganti baju dulu"


"Lani mama mau bicara... "ucap mama sambil duduk di tepi ranjang


"Silakan ma.. "


"Lani, apa kamu tak ada niat buat mengurus surat perceraian kamu dengan Willy"


"Ma, aku sudah katakan sama mama, aku belum mau bercerai dengan Willy"


"Tapi apa lagi yang kamu pertahankan dengan pernikahan kamu ini"


"Ma, jika aku bercerai dengan Willy, apa ada lelaki yang baik mau denganku setelah mendengar kisahku"


"Pasti akan ada lelaki yang bisa menerima kamu apa adanya. Asal kamu juga mulai merubah sikapmu menjadi lebih baik"


"Ma, maaf. Saat ini aku masih betah begini. Aku belum berpikir untuk berumah tangga lagi. Aku takut nantinya rumah tanggaku sama seperti saat ini. Biarlah aku menikmati hidupku seperti ini dulu"


"Tapi Bobby makin besar, ia juga membutuhkan sosok seorang ayah"


"Papa bisa menjadi sosok Opa dan ayah sekaligus buat Bobby, ia tak akan kurang kasih sayang"


"Bagaimana jika Bobby bertanya tentang ayahnya"


"Aku akan katakan sejujurnya. Jika ayahnya ada di luar kota. Apa sulitnya, ma"


"Lani, kamu masih muda. Apa kamu tak ingin merasakan kasih sayang seorang suami "


"Tak ada di dunia ini lelaki yang tulus mencintaiku ma, jika tahu statusku hanyalah seorang janda"


"Mengapa kamu berkata begitu. Melati aja yang janda bisa dapat lelaki yang baik, dan benar benar mencintainya"


"Itu karma baik bagi Melati karena ia selalu saja berbuat baik, belum tentu aku juga mendapatkan lelaki seperti itu. Ma, sudahlah. Jika suatu saat aku telah siap berumah tangga lagi. Aku akan beri tahu mama.. "


"Mama harap secepatnya kamu bisa melupakan kisah pahitmu bersama Willy dan bisa membuka hati lagi buat lelaki lain "lirih mama dan meninggalkan Lani.


"Ma, maafkan aku. Aku takut memulai lagi berumah tangga, aku takut nanti karma itu datang, saat aku benar benar mencintai suamiku ada wanita lain yang merebutnya"


*****************

__ADS_1


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2