
Willy kembali ke rumah orang tuanya keesokan hari. Ia bisa bekerja dengan tenang karena Naya di jaga bibi dan mama.
Sepulang kerja Willy mampir ke perusahaan Rangga.
"Selamat sore, Ngga"
"Selamat sore, Wil. Ada yang bisa aku bantu"
"Rangga, aku mau kali ini menjemput Nabila sekalian bawa ke rumah mama.Nanti aku antar malam ke rumahmu "
"Mengapa mendadak begini, Wil. Kamu nggak kabari dari kemarin"
"Aku ada waktu saat ini, Rangga. Aku tak bisa jika harus berjanji dahulu, takutnya ketika sudah janji akunya nggak ada waktu"
"Melati tau kamu mau bawa Nabila"
"Nggak, aku langsung kesini menemui kamu"
"Aku hubungi Melati dulu ya. Bukannya aku nggak izinkan kamu membawa Nabila, tapi aku hanya ingin mengabarkan Melati sekalian minta dibawakan pakaian ganti buat Nabila sama supir"
Rangga lalu menghubungi Melati.
"*Iya, pi. Ada apa... "
"Sayang, Willy minta izin mau bawa Nabila jalan ke rumah mamanya. Malam nanti baru di antar Willy kembali ke rumah "
"Apa Nabila ada tugas sekolah nggak pi buat besok "
"Sepertinya udah papi kerjakan kemarin dengan Nabila... "
"Jika sudah dikerjakan, ya nggak apalah pi. Nabila juga harus mengenal Oma dari ayahnya"
"Sayang, kamu bisa nggak minta tolong supir antarkan pakaian Nabila"
"Baiklah pi, apa Nanti mas Willy langsung yang menjemputnya "
"Aku juga sekalian, biar aku yang beri tahu Nabila jika ia harus ke rumah Oma nya bersama ayah Willy. Lagi pula aku takut jika hanya Willy yang menjemput, guru tak memberi izin, karena gurunya hanya mengenal aku dan kamu "
"Baiklah pi. Ini aku minta supir antar pakaian Nabila dulu... "
"Iya sayang, Arsha lagi ngapain"
"Itu lagi main... "
"Salam buat gantengnya papi dan cantik nya papi, bundanya "
"Papi, kayak nggak ketemu berapa hari aja"
"Sayang, udah ya... "
"Iya pi*.... "
Rangga lalu menutupi sambungan ponselnya.
"Baiklah Wil, apa kamu nggak keberatan menunggu. Karena aku akan menjemput Nabila setengah jam lagi"
"Oke, Rangga. Aku tunggu"
Setelah setengah jam Rangga dan Willy mengendarai mobilnya di jalan menuju sekolah Nabila.
Rangga masuk ke dalam sekolah dan menjemput Nabila. Dan mengatakan jika ia akan di bawa ayah Willy ke rumah Omanya.
"Ini pakaian Nabila, mau ganti di mobil atau dirumah ayah Willy aja... "ucap Rangga
"Papi, kenapa papi nggak ikut sekalian "
"Kan ayah mau berdua dengan Bila"
"Apa Bila nanti harus menginap dirumah ayah"
"Nggak nak, kenapa"
"Bila nggak mau, pi. Bila mau tidur dirumah sma bunda dan papi aja"
"Iya, nanti malam Bila di antar lagi sama ayah ke rumah"
__ADS_1
"Kenapa bukan papi yang jemput Bila"
"Bila mau papi yang jemput "
"Iya, Bila mau papi aja yang jemput"
"Oke, papi nanti bilang sama ayah, sekarang ganti pakaian Bila di dalam mobil. Bila bisa lakukan sendiri atau papi bantu"
"Bila bisa sendiri, pi"
Nabila masuk mobil dan mengganti pakaiannya. Setelah itu Rangga membawa Nabila kehadapan Willy.
"Willy, maaf Nabila nggak mau kamu antar pulang, ia mau aku yang jemput. Jadi nanti setelah kamu bermain dengan Nabila, kamu bisa hubungi aku. Biar aku yang jemput Nabilanya ke rumah kamu"
"Oh, gitu ya. Jadi Nabila maunya dijemput papi"ucap Willy sama Nabila
"Iya ayah, Bila mau papi aja yang jemput "
"Baiklah, sekarang kita berangkat ya... "
"Papi, Bila pamit dulu. Papi hati hati ya"
"Iya nak, Bila juga hati hati"
"Bila sayang papi "ucap Nabila dan mencium pipi Rangga.
Willy melihat semua interaksi Nabila dan Rangga tanpa kedip.
"Nabila tampak sangat menyayangi Rangga. Aku juga ingin suatu saat Nabila bisa menyayangiku seperti ia menyayangi Rangga"
Willy menjalani mobilnya menuju rumah kediaman mama Elly.
"Kita mau kemana, Yah"
"Ke rumah Oma Elly, Oma nya Nabila"
"Oma Nabila.... "
"Iya, Oma Nabila yang dari ayah, bukan Oma dari papi"
"Tentu saja nak,setiap Oma pasti baik dan menyayangi cucunya"
"Apa sebelum ini Bila pernah ketemu Oma"
"Tentu saja pernah, waktu ayah dan bunda juga Nabila masih tinggal serumah, Oma Elly sering main sama Nabila"
"Ayah dan bunda pernah tinggal satu rumah sama Nabila"
"Iya nak"
"Seperti Bunda, Papi dan Bila juga adik Arsha"
"Iya, dulu kita tinggal serumah"
"Kenapa sekarang ayah nggak tinggal serumah lagi sama bunda dan Bila"
"Karena papi sekarang yang tinggal serumah dengan bunda dan Nabila"
"Gitu ya... "
"Nabila,apa Nabila sayang ayah"
"Tentu, bukankah ayah baik dengan Bila. Bunda bilang kita harus baik jika orang itu baik pada kita. Dan jika orang itu jahat, kita nggak boleh langsung marah, karena orang itu jahat pasti ada sebabnya. Tapi Bila belum mengerti maksud bunda apa"
"Bila sangat pintar. Bunda mengajarkan pada Bila agar Bila baik pada semua orang, itu mungkin maksud bunda "
"Iya mungkin, yah"
"Nabila, mana yang lebih Bila sayang,Papi apa ayah"
"Nabila sayang ayah, tapi lebih sayang lagi dengan papi. Papi baik banget sama Bila. Papi nggak pernah marahi Bila. Kalau bunda pernah juga marah jika Bila salah, kalau papi nggak pernah marah. Baik banget papi Nabila itu"ucap Nabila dengan mata berbinar. Tampak jika ia sangat menyayangi Rangga.
"Pasti Nabila bangga ya punya papi baik banget"
"Iya, Yah. Bila sangat senang punya papi baik banget "
__ADS_1
"Bila nggak senang punya ayah seperti Ayah Willy "
"Senang juga ayah...."
"Kamu memang anak yang pintar. Itu rumah Oma sudah dekat. "
"Oh, itu rumah Oma.... "
Willy membawa Nabila masuk dan langsung menuju ke ruang keluarga di mana mama Elly duduk sambil menjaga Naya.
"Selamat sore, Oma.... "ucap Nabila.
Mama Elly memandangi wajah Nabila intens.
"Selamat sore. Apa ini Nabila. Kamu sudah besar sayang"
Mama Elly langsung berdiri dan memeluk Nabila. Ia lalu mengajak Nabila duduk di sebelahnya.
"Kamu sudah gede. Makin cantik aja"
"Oma, apa kabar. "
"Sehat, kamu udah sekolah, kelas berapa "
"Sudah Oma, Bila kelas dua SD"
"Apa kamu juara kelas, nak"
"Tentu Oma, papi selalu mengajarkan Nabila. Jika Bila tak belajar, papi nggak akan belikan es krim"
"Anak pintar.... Kamu sudah makan, biar Oma suapin ya... "
"Sebentar lagi Bila makan, Oma. Bila bisa makan sendiri, Bila kan udah gede. Udah jadi kakak. Ini anak siapa, Oma"
"Ini anak ayah, adiknya Nabila juga"ucap Willy
"Adik Bila... "tanya Nabila heran
"Iya, ini anak ayah berarti adik Bila juga. Sama seperti adik Arsha... "
"Oh, jadi adik Bila banyak, Yah. Bobby anaknya tante Lani juga adiknya Bila, kata bunda"
"Iya nak.... "
"Bila menginap di sini ya... "ujar mama Elly masih terus memeluk Nabila
"No.... Bila nggak mau tidur selain di rumah bersama papi dan bunda.Bila biasanya tidur harus dipeluk papi. Nanti kalau papi nggak ada, Bila takut nggak bisa tidur"
"Bila bisa tidur sambil peluk ayah...."ujar mama Elly
"Apa Nabila tidur berdua papi"tanya Willy
"Bukan, Nabila tidur sama Kak Syifa. Tapi sebelum Nabila tidur biasanya papi temani Bila dan Kak Syifa dulu. Papi akan bercerita atau tanya tentang sekolah, sampai kami tertidur. Baru papi pergi ke kamar bunda"
"Oh, gitu ya"
"Nanti biar Oma yang cerita sampai Nabila tertidur. Sesekali nggak apakan tidur di rumah Oma "
"Lain kali aja, Oma. Bila harus sekolah "
"Biar Oma yang antar Nabila sekolah"
"Bila belum izin papi dan bunda. Bila juga sudah minta papi tadi jemput Bila. Lain kali kalau libur Bila tidur sini.... "
"Bila janji kalau liburan tidur di rumah Oma ya..."
"Oke, Oma. Bila janji lain kali jika liburan Bila akan menginap di sini. "
Bila lalu mendekat ke tempat tidurnya Naya dan memegang tangan Naya mengajak bicara.
"Nabila, anak yang pintar. Melati berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang baik dan pintar. Maafkan Oma yang mengabaikan kamu"
**********************
Terima kasih banyak buat semua pembaca setia novel ini.
__ADS_1