
Mama Willy mencari informasi mengenai istri baru anaknya. Ia baru mengetahui jika Willy hanya menikah siri dan istrinya pernah kerja di bar.
"Apa yang Willy lakukan ini, mengapa ia begitu bodohnya menikahi seorang bartender. Apa tidak ada wanita lain yang bisa ia nikah lagi"
Mama Willy dan Lani pergi menemui Yana.Ia mendatangi Yana ketika Willy pergi kerja.
Mama mengetuk pintu rumah dimana Melati pernah tinggal. Tak lama terdengar langkah kaki membuka pintu rumah itu. Yana melihat Lani.
"Mau apa kamu datang lagi"
"Aku hanya mengantar mamanya Willy yang ingin bertemu denganmu "
Yana lalu memandangi wanita yang bersama Lani. Ia melihat wajah wanita itu memang mirip dengan Willy.
"Silakan masuk... "ucap Yana
Mama masuk diikuti Lani. Mereka duduk diruang tamu dan Yana meminta pembantunya membuatkan minuman.
"Ada perlu apa ya ibu datang kesini, Willy lagi kerja"ucap Yana
"Aku ingin melihat wajah wanita yang menjadi istri baru anakku. Ternyata kamu jauh dibawah Lani dan Melati. Aku tak mengerti apa yang membuat Willy menyukai dirimu"
"Mengapa tidak ibu tanyakan itu pada Willy. Yang jelas ia lebih memilih dirimu dari pada menantu disamping ibu itu"
"Apa yang kamu inginkan sebenarnya dari Willy. Kamu tahukan Willy saat itu sudah memiliki dua istri"
"Willy yang menginginkan aku. Ia yang inginkan aku memuaskan nafsunya, mungkin dua istrinya tidak bisa memberikan kepuasan atau tidak pandai bermain diranjang"
"Dasar l*nte ,pel*cur..kamu pasti yang menyerah kan dirimu. Bukankah kamu hanya seorang bartender "ucap Lani emosi
"Jika aku memang l*nte,berarti kamu tahu itu memang sudah menjadi kewajiban aku memuaskan para pelangganku,karena itu memang pekerjaanku. Tapi kamu yang mengaku bukan pel*cur tapi dengan senang hati memuaskan nafsu Willy. Mana yang lebih hina aku apa kamu"
"Kamu hanya mengejar uang anak aku aja bukan"ucap mama Willy
"Ibu.. dengar baik baik. Jika aku hanya mengejar uang, masih banyak lelaki yang lebih kaya dari Willy yang bisa aku jadikan mangsa, mengapa harus Willy yang usahanya saja sudah hampir bangkrut"
"Apa maksud kamu"
"Apakah ibu tidak tahu jika saat ini, para investor sedang ingin menarik uang mereka kembali."
"Jangan bicara omong kosong"
"Jika ibu tidak percaya bisa tanyakan dengan Willy"
"Aku datang kesini hanya ingin mengatakan padamu, tinggalkan Willy. Biar Lani aja yang menjadi istri satu satunya dari Willy. Bukankah kamu bilang Willy akan bangkrut, jadi tak ada yang bisa kamu harapkan dari Willy"ujar mama
__ADS_1
"Mengapa ibu tidak meminta agar Willy aja yang meninggalkan aku.. karena aku akan senang hati jika Willy yang meminta. Jika aku yang meninggalkan Willy, aku takut nanti ia menjadi stres, setelah ditinggal Melati yang sangat ia cintai dan aku juga harus meninggalkannya pula. Karena ia sangat mencintai Melati dan juga aku. Maaf ibu.. Willy mengatakan ia tak pernah mencintai Lani, mengapa bukan Lani saja yang meninggalkan Willy.. apakah kamu tidak malu masih mau bertahan padahal Willy sudah sering mengatakan jika ia tak pernah mencintaimu, ia hanya terpaksa denganmu karena menghormati ibunya"
"Aku ini istri sah nya Willy. Kamu jangan asal bicara. Kamu yang hanya istri siri ,yang harus pergi"
"Kamu istri sah nya Willy,tidak salah bicara kamu. Kamu menikah tanpa izin dan juga Willy memalsukan identitasnya dengan mengatakan masih lajang, pernikahan kamu tidak sah jika Melati mau menggugatmu. Lagi pula apa gunanya status istri sah, jika kamu tak pernah dianggap. "
"Sudah cukup.. aku orang tua nya Willy tidak akan pernah menerima kamu sebagai menantuku. Aku tak akan pernah mengakuinya, aku tak sudi punya menantu seorang bartender"
"Aku juga tak perlu pengakuan dari ibu,Willy aja bagiku sudah cukup. Dengan seluruh cinta dan perhatiannya. Buat apa ada disamping ibu jika tidak ada cinta dari suami, betul begitu ibu Lani"
"Kamu jangan sombong ya. Melati yang jauh lebih segala galanya dari kamu aja diduakan oleh Willy, apalagi kamu yang hanya sampah"
"Jika aku sampah.. kamu pantas disebut apa.. kotoran hewan"
"Dasar jal*ng"ucap Lani ingin menampar Yana, tapi cepat ditangkisnya.
"Jangan coba coba menyentuhku. Aku bisa melaporkan kamu ke polisi. Apa kamu siap mendekam dipenjara. Kamu tahu kan aku ini kerja di bar.. aku bisa saja minta bantuan preman untuk menyakitimu.. jadi jangan coba mencari masalah denganku jika kamu tak mau aku melakukan sesuatu yang buruk padamu.Aku minta kalian pergi dari sini"
"Kamu mengusirku. Ini rumah anakku, kamu jangan macam macam"
"Aku tak mau membuat ibu malu dan sakit hati, jika aku minta Willy yang mengusir kalian, pasti Willy dengan senang hati akan melakukannya. Jadi pergilah sebelum kalian lebih sakit hati lagi.. "
"Aku belum selesai bicara.. aku pasti akan datang lagi. Ingat.. kamu sebaiknya meninggalkan Willy anakku"
Lani dan mama Willy pergi dari rumah itu dengan emosi dan amarah yang ditahan. Ia tak mengira jika Yana tak bisa digertak dan lebih berani dari yang mereka pikirkan.
Lani membawa mama Willy buat makan siang di salah satu restoran.
"Bobby nanti menangis nggak Lan,kalau lama lama ditinggal"
"Bobby kan sudah besar ma. Bukan bayi lagi. Sudah satu tahun lebih umurnya. Bibi pasti bisa mengatasinya.. kita makan dulu aja. Aku sumpek dirumah terus"
Lani masuk diikuti mama Willy, mereka memilih duduk di dekat jendela.
"Mama lihat sendirikan.. wanita jal*ng itu sombong benar, aku hanya geram melihatnya"
"Kamu sabar Lan.. biar mama bicara dengan Willy, mama juga nggak ingin punya menantu yang bekerja di bar. Mama takut Willy hanya dijebak, apa benar itu anaknya Willy, mama ragu. Tapi mama minta jika Willy pulang, kamu tahan emosi. Jangan berkata kasar. Kamu harus mengalah dulu.. "
"Mela.. "gumam Lani, melihat Melati yang masuk dengan Rangga dan Nabila.
"Siapa Lan"
"Melati bersama suami barunya.... "ucap Lani menunjuk dengan mulutnya.Mama melihat ke arah yang ditunjuk Lani.
"Jadi itu anaknya bu Mia. Memang tampan. Mengapa ia mau dengan Melati. Apa yang ia lihat didiri Melati, padahal ia bisa saja mendapatkan yang jauh lebih dari Melati"
__ADS_1
Rangga melihat Lani.Ia lalu membuang mukanya ketika melihat Lani yang tersenyum dengannya.
"Mengapa aku selalu bertemu wanita gila itu. Tahu ada wanita itu aku tak akan masuk,"
Rangga memeluk Melati dan menggendong Nabila yang berjalan disamping Melati.
"Papi.. mau itu"tunjuk Nabila pada gambar es krim.
"Iya sayang.. tapi duduk dulu ya.. "ucap Rangga dan mendudukan Nabila di kursi buat anak anak.
Ketika Melati akan duduk,ia melihat mama Willy yang sedang memperhatikan dirinya. Melati lalu tersenyum ke arah mama Willy.
Mama Willy berdiri dan mendekat kearah Nabila. Dan ingin menggendongnya, tapi Nabila menangis ketika akan digendong.
"Bu.. maaf. Ibu siapa. Mengapa ingin menggendong anak saya begitu"ucap Rangga dan mengambil Nabila dari kursi itu. Rangga lalu mendiamkan Nabila yang menangis.
"Ini mama Willy,Ngga"lirih Melati
"Mengapa.. salah jika saya mau menggendong cucu saya"
"Salah.. karena ibu menakutkan Nabila. Jika ibu ingin menggendongnya, ibu bisa merayunya dulu. Jangan buat kaget begitu, Nabila bisa mengira ibu akan menyakitinya"
"Papi.. "ucap Nabila dan memeluk Rangga erat.
"Kamu bukan ayahnya,mengapa kamu yang mengatur..."
"Saat ini aku papinya.. Nabila menjadi tanggung jawabku sekarang. Ibu hanya sekadar neneknya saja.. ibu juga tak ada hak atas Nabila.. "
"Kamu Mel.. apa yang kamu lakukan sehingga Nabila bisa lupa begini dengan neneknya sendiri. Kamu sengaja ingin menghapus garis keturunan Nabila. Apa karena suami kamu sekarang lebih kaya.. "
"Ma... aku nggak pernah melakukan apa apa. Aku tak mungkin bisa menghapus darah keturunan Nabila, karena bagimanapun Nabila tetap anak Willy dan juga cucu mama. Tapi mungkin Nabila lupa dengan mama karena mama yang jarang bertemu dengannya."
"Apa kamu juga membuat ia melupakan Willy"
"Cukup bu.. aku tak mau ibu atau Willy menyalahkan Melati terus. Seharusnya ibu introspeksi diri, mengapa Nabila bisa lupa dengan nenek kandungnya. Aku minta ibu menjaga ucapan ibu dengan Melati, karena aku tak akan tinggal diam jika ada orang yang menyakiti Melati, ia sekarang istriku. Tak ada hubungan apa apa lagi dengan ibu, ibu hanya nenek Nabila. Sekali lagi aku ingatkan.. jaga omongan ibu kepada Melati. "
"Sayang... ayo kita pergi aja dari sini. Nabila.. beli es krim nya ditempat lain aja ya nak. "
Rangga lalu menggendong Nabila dan memeluk bahu Melati, membawanya keluar dari restoran itu.
"Sombong banget kamu sekarang Melati. Sekarang kamu bisa lakukan itu karena kamu dapat suami yang kaya.. saat ia meninggalkan kamu nanti, baru kamu tahu rasa"
**********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1