
Risa ketakutan melihat wajah Damar yang sedang marah itu. Risa hanya menundukkan wajahnya sambil meremas bajunya.
"Risa jawab aku!!" ucap Damar.
Tiba - tiba dari arah luar ada seorang satpam yang menghampiri Damar dan Risa.
"Selamat siang Bapak Ibu, mohon jangan ribut di tempat ini, jika ada masalah lebih baik kalian meninggalkan cafe ini, karena kalian telah mengganggu pelanggan yang lainnya." ucap satpam.
Damar melihat ke sekelilingnya, benar saja pelanggan lainnya sedang melihat dia dan Risa, ada juga yang merekam mereka.
"Maafkan saya pak baik saya akan pergi dari sini, sekali lagi saya mohon maaf ya pak." ucap Damar.
Pak satpam itu hanya mengangguk saja. Kemudian Damar menarik tangan Risa untuk pergi dari cafe itu.
Damar menyuruh Risa untuk naik ke motor yang dia pakai.
"Mas nyuruh aku naik motor ini? Aku gak mau, lebih baik mas pergi sendiri saja." ucap Risa.
"Cepat naik, kita pulang sekarang!!" ucap Damar.
Risa kaget di bentak oleh Damar, mau tak mau dia menuruti Damar untuk naik ke motor itu.
Motor melaju ke arah rumah mereka. Sepanjang perjalanan pulang Risa masih misuh - misuh karena merasa kepanasan.
Setelah sampai di rumah Damar menarik Risa ke dalam rumah.
"Risa cepat jelaskan apa ini? Sejak kapan kalian berselingkuh di belakangku? Dan apa benar anak yang dalam kandunganmu itu bukan anakku? Aku sungguh menyesal memilih kamu daripada Riana." ucap Damar.
Risa merasa sakit saat Damar mengatakan itu, selalu saja dia kalah dari Riana.
"Maksud kamu apa mas?!! Kamu menyesal menikahi ku? Anak dalam kandungan ini adalah anakmu. Dan aku tidak berselingkuh." ucap Risa masih teguh dengan jawabannya itu.
"Kamu tidak mau jujur Ris? Baiklah setelah Anak itu lahir aku mau tes DNA, jika dia bukan anakku, aku akan langsung menceraikan mu." ucap Damar.
"Dan ingat selama menunggu kamu melahirkan aku hanya akan memberi kamu uang untuk kebutuhanmu saja. Tidak akan aku kasih semua gajiku ke kamu." ucap Damar.
Kemudian dia mengambil ponsel Risa di saku celananya dan mengotak Atik ponselnya. Dia membuka aplikasi m-banking di ponsel Risa. Dia mentransfer seluruh uang yang ada di rekening Risa ke rekeningnya sendiri.
"Dan aku ambil semua uang yang ada di rekeningmu, untuk mengganti uangku yang kamu berikan ke pria s*alan itu." ucap Damar.
Damar melempar ponsel Risa ke sofa, dan dia pergi dari rumah menuju ke kantornya kembali.
__ADS_1
Risa mengambil ponselnya dia kesal karena di rekeningnya tinggal 2 juta saja. Yang tadinya ada uang 50 juta.
"Arrrgh Br*ngs*k, bagaimana aku bisa hidup dengan uang 2 juta." ucap Risa.
Risa sangat kesal, mungkin hari ini adalah hari paling sial baginya. Dia tidak habis pikir kenapa bisa ada Damar di cafe, Apakah Damar mendengar saat dia sedang bertelepon dengan Tommy?
Risa yang masih dengan rasa emosi. Tiba - tiba ponselnya berbunyi terus. Saat melihat ternyata banyak orang yang menandai dirinya pada sebuah postingan video.
Risa penasaran apa yang ada di video itu. Saat melihat video itu dia bener - bener kaget, karena kejadian di cafe tadi bisa langsung Viral di media sosial.
"Arrrgh Siapa yang memposting video itu di tok-tok." ucap Risa.
Caption video itu membuat Risa marah.
"Kepergok Selingkuh Oleh Suami sah."
Banyak komentar menghujat Risa. Ada juga yang mengenal Risa. Karena wajah Risa terlihat sangat jelas sedangkan wajah Damar dan Tommy tidak begitu terlihat karena mereka membelakangi kamera yang merekam.
'Wah Pelakor malah selingkuh.'
'Eling Mba kamu sedang hamil'
'Karma itu nyata'
Risa merasa sangat kesal sekali tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa. Banyak juga pesan masuk ke dalam Ponselnya menanyakan kebenaran berita viral itu. Namun Risa mengabaikan itu semua, dia tak ingin menjawab apapun, karena dia masih pusing.
*****
Di Sebuah mall terbesar di kota, Bu Kartika dan Riana sedang berbelanja bersama, Kiara tidak ikut karena dia harus sekolah.
Riana di paksa Bu Kartika untuk menemaninya berbelanja di mall, karena tidak ada kerjaan akhirnya Riana menyetujui ajakan dari calon ibu mertuanya itu.
Mereka masuk ke sebuah butik ternama di mall, Bu Kartika sibuk memilih baju sedangkan Riana duduk di sofa yang di sediakan oleh pemilik butik.
Dia membuka media sosialnya dan dia sangat terkejut dengan berita yang sedang viral, "Kepergok Selingkuh Oleh suami sah"
Riana merasa miris dengan kehidupan mantan suaminya itu, Dulu dia selingkuh sekarang di selingkuhi oleh selingkuhannya. Ah bingung menyebutnya apa.
Tuhan memang adil, akhirnya terbukalah kebusukan yang di tutupi rapat oleh Risa. Bukan Riana yang membuka itu, tapi malah orang lain.
Saking seriusnya Riana melihat video itu, dia tidak tahu jika saat ini Bu Kartika sudah duduk di sebelahnya sambil ikut melihat video itu.
__ADS_1
"Wow video yang menarik itu, akhirnya karma sedang berjalan ya Nak. Dulu kamu yang di selingkuhi sekarang mantan suami kamu merasakan apa yang kamu rasakan dulu." ucap Bu Kartika
Riana seketika kaget mendengar suara Bu Kartika. Dia menoleh ke arah samping melihat Bu Kartika sambil tersenyum.
"Ya tuhan itu memang adil ya mah." ucap Riana
"Iya kejahatan pasti akan ada balasannya." ucap Bu Kartika.
"Loh mamah sudah selesai pilih bajunya?" ucap Riana.
"Sudah nih, kamu beneran gak mau beli Ri? Mama yang bayar kok." ucap Bu Kartika.
"Gak lah mah, di rumah sudah banyak baju yang jarang aku pakai, nanti malah mubazir." ucap Riana.
"Ya sudah kita pergi ke toko perhiasan aja yuk, mama mau ambil pesanan mama." ucap Bu Kartika.
"oh ayo mah." ucap Riana.
Setelah membayar baju yang di beli oleh Bu Kartika, Mereka berdua keluar dari butik menuju ke toko perhiasan langganan Bu Kartika.
Bu Kartika memang memesan beberapa set perhiasan untuk seserahan nikahan Iqbal dan Riana.
Saat sampai di toko perhiasan itu, Bu Kartika di arahkan ke sebuah ruangan untuk pelanggan VIP, karena perhiasan yang di pesan oleh Bu Kartika nominalnya gak kaleng - kaleng.
Baru pertama kali Riana masuk ke ruang VIP ini, dia merasa takjub karena ruangan itu walaupun kecil tapi sangat nyaman.
Kemudian masuk beberapa orang dengan membawa perhiasan yang di pesan oleh Bu Kartika.
"Ri menurut kamu cantik tidak perhiasan - perhiasan itu?" ucap Bu Kartika sambil menunjuk perhiasan yang di jejer di meja.
"Cantik mah, kalo di pake mamah pasti tambah cantik lagi, mamah pinter ya pilih perhiasan." ucap Riana.
"Siapa bilang perhiasan ini untuk mamah, ini perhiasan untuk kamu kok, makanya mama bawa kamu ke sini. Jika ada yang tidak cocok nanti bisa kita ganti gitu." ucap Bu Kartika enteng.
Riana menutup mulutnya karena terkejut. Dia tidak menyangka akan di beri perhiasan semahal itu. Karena di toko perhiasan ini terkenal dengan harganya yang fantastis, apalagi ini gak hanya satu set tapi ada 3 set.
"Mah apa ini tidak kebanyakan, kayaknya satu set saja cukup mah." ucap Riana.
"Gak ah, kapan lagi mamah bisa beliin perhiasan bagus ini." ucap Bu Kartika enteng.
Riana tidak bisa berkata apa - apa lagi. Dia hanya menurut saja apa kata Bu Kartika.
__ADS_1
"Kalian gimana jika mertua beliin perhiasan sebanyak itu? Pasti senang kan? Aku hanya bisa berandai andai saja" curhat authornya.