
Kehamilan Melati sudah memasuki bulan ketiga. Mual, muntah yang dirasakan Melati sudah berkurang, hanya sesekali saja ia merasakannya.
Yang anehnya sekarang gantian Rangga yang selalu merasakan mual dan muntah bahkan terkadang sampai ia lemas. Ditambah kepala yang sering pusing. Itu sudah hampir sepuluh hari ini Rangga rasakan.
Rangga jadi sering nggak masuk kerja, dan manjanya makin bertambah. Setiap Melati mau berangkat ke toko roti, jika ia tak masuk kerja pasti Rangga juga tak mengizinkan Melati ke toko. Ia pasti akan meminta Melati sepanjang hari menemani dirinya tidur.
Seperti pagi ini, kembali Rangga merasakan mual dan muntah. Bangun tidur, ia langsung ke kamar mandi ketika merasakan itu.
Melati yang baru selesai membuat sarapan mendengar suara muntahan Rangga dari kamar mandi.
"Bie.. muntah lagi ya. Apa nggak sebaiknya kita ke rumah sakit. Takutnya ada masalah dengan kesehatan kamu"ucap Melati sambil terus memijat tengkuk Rangga. Setelah dirasakan perutnya agak enakan Rangga membasuh mulutnya.
"Mengapa ya.. mual dan muntahnya makin kerasa tiap pagi.. "ucap Rangga yang berjalan dengan pelan karena lemas. Melati memapah Rangga menuju tempat tidur.
"Tunggu ya bie, aku buatkan teh hangat dulu"ucap Melati dan meninggalkan Rangga.
"Ini bie, diminum dulu."ucap Melati menyodorkan gelas berisi teh hangat
"Terima kasih sayang, sini duduk dekat aku. Aku mau tidur dipahanya kamu"ucap Rangga
Melati naik ketempat tidur dan bersandar di kepala ranjang. Rangga tidur di paha sambil memeluk kaki Melati.
"Sudah hubungi om Dicky, bie"
"Sudah nanti janjian jam sepuluh. Sebelum ke tempat om Dicky aku mau tidur dulu. Badanku lemas banget sayang. "
"Kamu sudah hubungi kantor mengabarkan tidak masuk kerja lagi"
"Sudah.. sayang. Apakah begini rasanya jika wanita hamil muda yang setiap hari mual dan muntah "
"Iya, bie.. atau jangan jangan kamu hamil juga, bie"canda Melati dan ia tertawa
"Kamu ya.. suami lagi lemas begini dibecandain. Awas ya jika nanti aku sudah agak enakan, aku hukum kamu "
"Ya deh, papi yang ganteng dan baik hati, apakah papi mau sarapan, biar bunda ambilkan.Bunda suapin deh"
"Benar ya sayang, disuapin.. "
"Iya papi sayang... "
"Kamu... bikin aku gemas aja"ujar Rangga dan mengecup perut Melati sambil tangannya mengelus perut.
"Sekarang papi pindah ke bantal dulu kepalanya ,biar bunda ambilkan sarapannya"
"Bunda buat sarapan apa"
"Bubur sumsum.. kan dari malam kepala papi pusing, nggak ada selera makan. Siapa tahu jika makan bubur mau"
"Kamu memang istriku yang terbaik deh. Seharusnya kamu yang dilayani karena hamil, ini malah aku yang harus dilayani. Maafin aku ya sayang"
"Nggak apa apa papi, bunda juga sudah nggak merasakan ngidam lagi kok. Papi tunggu sebentar ya, bunda ke dapur dulu ambil buburnya"
"Sayang... aku makin menyayangi kamu, walau kamu sedang hamil muda kamu masih juga melayani aku. Tanpa ada manja sedikitpun. Aku yang seharusnya melayani kamu jadi kebalikan, kamu yang melayani aku. Tanpa ada keluhan... "
Melati masuk ke kamar dengan semangkok bubur. Ia melihat Rangga sudah tertidur.
__ADS_1
Melati mengusap pipi Rangga dengan lembut.
"Kasihan banget kamu, pasti tersiksa karena mual dan muntah tadi. Kamu tampaknya sangat lelah banget"
Melati tidur disamping Rangga sambil terus mengusap dan memandangi wajah suaminya.
"Kamu ganteng banget bie, aku tak pernah menyangka akan menikah denganmu. Padahal aku yakin diluar sana banyak wanita yang antri untuk mendapatkan cintamu,tapi beruntungnya aku yang akhirnya kamu pilih untuk menjadi pendamping hidupmu "gumam Melati
"Sudah puas mengagumi wajah ganteng suamimu ini"ucap Rangga mengagetkan Melati yang sedang memandangi wajahnya.
"Bie.. ngagetin aja. Hubby dari tadi nggak tidur ya, cuma pura pura tidur"
"Aku senang kamu lihatin terus"
"Bagaimana sekarang, masih terasa mual dan muntahnya"
"Dikit... "
Melati mengambil bubur yang diletakan diatas nakas.
"Bie, duduk lah. Biar aku suapin buburnya. Setelah itu baru ke dokter. Nanti dari tempat dokter, istirahatnya di toko aja ya. Biar sekalian aku bisa jagain kamu. "
"Sayang... aku jadi merepotkan kamu ya"
"Nggak kok,masa cuma begini aja dibilang repot. Ini kan memang kewajiban aku sebagai istri buat melayani kamu"
"Sayang.. aku nggak salah pilih istri deh.. kamu memang yang terbaik "
###############
Setelah sarapan, Melati dan Rangga menuju rumah sakit. Melati yang menyetir mobilnya setelah berdebat ketika Rangga tak mengizinkan ia menyetir karena takut dengan kandungannya.
"Selamat Pagi, Om.. "ucap Rangga begitu masuk ruang kerja dokter Dicky
"Selamat pagi.. silakan duduk Rangga.. Melati"
"Terima kasih om"ucap Melati
"Kali ini siapa yang sakit... "
"Aku om, sudah hampir satu minggu ini aku tiap pagi selalu merasakan mual dan muntah. Seperti Melati kemarin. Saat ini Melati malah sudah jauh lebih baik, jarang mual dan muntahnya.Aku sudah minum obat maag, asam lambung juga,tapi mualnya nggak berkurang juga"
"Apa mungkin kini kamu yang hamil.. "canda om Dicky
"Om Dicky, bisa aja....."ujar Rangga juga tertawa.
"Coba om periksa dulu"
Rangga tidur di ranjang dan mulai diperiksa om Dicky. Setelah periksa, ia dipersilakan duduk kembali.
"Bagaimana om, Rangga sakit apa"tanya Melati
"Dari pemeriksaan yang om lakukan, sepertinya Rangga baik baik saja,nggak ada yang salah dengan kesehatannya "
"Tapi mengapa aku selalu mual dan muntah setiap pagi hari Om "
"Yang om tahu memang ada gejala kehamilan yang malah dirasakan oleh sang calon ayah. Dan itu sama persis yang biasa dialami ibu yang sedang hamil. Mungkin kamu mengalami itu"
__ADS_1
"Apa itu berbahaya om"tanya Melati cemas.
"Nggak.. sebenarnya ini hanya masalah psikologi. Ini terjadi karena rasa kecemasan yang berlebihan dari suami setelah mengetahui istrinya hamil dan melihat istrinya yang ngidam. Ini juga karena rasa cintanya yang besar pada sang istri sehingga ia juga merasakan apa yang biasanya dialami ibu hamil.Ini disebut dengan istilah couvade syndrome.. atau kehamilan simpatik dalam bahasa Indonesia"
"Jadi solusinya apa om, apa ada obatnya"
"Ini nggak ada obatnya,tapi om nanti beri kamu vitamin aja agar tubuh kamu tidak begitu cepat letih dan lelah setelah mengalami mual dan muntah. Sebaiknya kamu nikmati saja, dengan begitu kamu bisa merasakan apa yang dirasakan oleh ibu ibu hamil pada umumnya "
"Baiklah om jika begitu... "
"Kamu perbanyak aja olah raga dan istirahat cukup, rasa itu akan hilang perlahan nantinya"
"Ya om.. terima kasih"
"Sama sama.. ini resep obatnya diambil di apotik ya"
"Ya om, kalau begitu kami pamit dulu"
"Om.. permisi. Terima kasih"ucap Melati
Rangga dan Melati meninggalkan ruang kerja om Dicky.
Sepanjang perjalanan menuju toko roti Melati senyum senyum sendiri, Rangga yang melihatnya menjadi heran.
"Sayang, mengapa senyum senyum. Kamu tadi melihat dokter Aldi ya.. "
"Nggak.. kalau aku lihat berarti kamu juga tahu dong,kan aku jalannya dengan kamu"
"Kalau bukan karena melihat dokter Aldy mengapa kamu dari rumah sakit tadi senyum senyum saja"
"Apa hubungannya sih bie, jika aku senyum senyum dengan dokter Aldy"tanya Melati dengan tetap memandang ke depan karena tak ingin konsentrasi menyetirnya terbagi
"Adalah hubungannya.. kamu setiap habis periksa kandungan pasti selalu bahagia, kamu senang ya dengan dokter Aldy"tanya Rangga dengan cemberut
"Hubby.. hubby.. jangan berburuk sangka , jika aku tersenyum setiap habis periksa karena aku senang banget anak dalam kandungan aku sehat, bukan karena habis ketemu dokter Aldy. Ngapain aku senang dengan lelaki lain jika disamping aku telah ada lelaki yang sangat sempurna"
"Kamu sekarang sudah pintar gombal ya. Jadi mengapa dari tadi senyum senyum terus"ucap Rangga.
Melati tak menjawab pertanyaan Rangga karena mereka telah sampai di depan toko. Ia segera turun .
Rangga yang belum mendapat jawaban mengejar Melati.
"Sayang... jawab dulu pertanyaan aku"ujar Rangga menahan tangan Melati agar tak masuk ke toko.
"Papi sayang... dengar ya,aku senyum senyum dari tadi karena aku senang mendengar perkataan om Dicky yang mengatakan sakit yang kamu rasakan dengan gejala mual dan muntah itu karena rasa simpati dan sayang kamu pada istri yang sedang hamil. Aku jadi semakin yakin jika kamu memang sangat menyayangi aku"
"Jadi selama ini kamu nggak percaya jika aku sangat mencintai dan menyayangi kamu"
"Aku percaya.. tapi sekarang aku jadi makin yakin.. "
"Kamu tuh.. aku pikir kamu senyum senyum karena suka sama dokter Aldy.. kamu sudah membuat aku cemburu, kamu harus dihukum"ucap Rangga, ia langsung ******* bibir Melati.
Melati memukul pelan dada Rangga agar melepaskan lum*tannya. Rangga melepaskan pagutan mereka setelah puas ******* bibir istrinya.
"Hubby... malu ah. Ini kan ditempat umum. Lihat Mira dan Novi jadi bengong gitu melihatnya."ucap Melati dan langsung masuk tanpa mengucap salam dengan Mira dengan menundukkan wajahnya.
Rangga menyusul Melati masuk ke dalam toko dengan mengaruk kepalanya yang tak gatal. Ia baru menyadari banyak mata melihat adegan ciumannya.
__ADS_1
*******************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini