Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 42


__ADS_3

Malam harinya Iqbal dan keluarganya datang mereka semua menyalami satu persatu keluarga dari Riana. Iqbal sedari tadi melihat sekeliling mencari dimana Riana.


"Kamu cari apaan bal?" tanya Bu Kartika yang duduk di samping kiri Iqbal


Iqbal hanya nyengir karena ketahuan sedang mencari sesuatu.


"Lagi cari calon istri kok gak keliatan yah." ucap Iqbal, tersenyum malu.


Pak Bagaskara yang duduk di sebelah kanan Iqbal berbisik.


"Matanya jangan jelalatan gitu bal, malu tuh di liatin tamu yang lainnya." ucap pak Bagaskara.


Iqbal menengok ke kanan dan kiri ternyata dia sedang di liatin oleh ibu - ibu sambil menahan senyum. Karena mereka tahu Iqbal sedang mencari Riana.


Acara pun di mulai setelah sambutan dari kedua belah pihak akhirnya Riana di panggil ke luar untuk pemasangan Cincin pertunangan.


Riana menghipnotis seluruh orang yang hadir di rumahnya, dia begitu cantik dan anggun. Riana keluar di apit oleh kedua sahabatnya. Nova dan Siska.


Iqbal terpaku melihat kecantikan Riana. dia sampai melongo dan tidak mendengar apa yang MC katakan. Sampai Bu Kartika menyenggol lengan anaknya itu.


"Bal cepat pasangkan Cincinnya kok malah bengong." ucap Bu Kartika.


Seakan tersadar Iqbal langsung meminta maaf dan memasangkan cincin ke jari manis Riana. Dia berbisik.


"Sayang kamu cantik banget sih." ucap Iqbal.


Riana tersipu malu mendengar pujian dari Iqbal. Kemudian gantian Riana yang memasangkan cincin di jari Iqbal.


Acara pun di lanjutkan dengan sesi foto - foto. Semua keluarga berebut untuk berfoto dengan Riana dan Iqbal.


Di sudut lain, para sesepuh sudah duduk dengan santai mengobrol sambil menikmati makanan yang di sediakan. Di sana ada pak Raka, pak Bagaskara, Bu Kartika dan budhe Ria.


"Maafkan kita pak Raka, jika kedatangan kami mendadak seperti ini. Padahal baru kali ini kita bertemu, tapi sudah langsung mengadakan acara lamaran sebesar ini." ucap pak Bagaskara.


"Kedatangan keluarga Iqbal bukan suatu yang mendadak kok, seminggu yang lalu saat Iqbal kemari, dia sudah menceritakan rencananya kepada saya, jadi kita sebagai orang tua hanya memfasilitasi niat dari mereka." ucap pak Raka.


"Benar itu pak Raka, kita hanya bisa mendukung niat mereka yang penting mereka bahagia." ucap Bu Kartika.

__ADS_1


"Bolehkah saya bertanya?"ucap pak Raka.


Bu Kartika dan pak Bagaskara mengernyitkan keningnya.


"Silahkan pak, mau tanya apa ya? Bikin deg - deg kan aja pak Raka ini." ucap pak Bagaskara


Pak Raka tertawa melihat calon besannya panik.


"Tenang saja kok pak Bagas, saya cuma mau tanya apa benar kalian sudah tahu masa lalu dari Riana anak saya? Kenapa dia bercerai dengan suami pertamanya?" ucap pak Raka.


Bu Kartika dan pak Bagaskara bernafas lega. Lalu Bu Kartika yang menjawab pertanyaan dari pak Raka.


"Sudah pak Raka, Iqbal sendiri yang bercerita dengan kami sebelum Riana mau menikah dengan Iqbal. Dan kami tidak mempermasalahkan itu, dan tidak yakin juga apa yang di katakan oleh mantan mertua Riana, yang katanya (maaf) mandul." ucap Bu Kartika.


"Terima kasih kalian tidak mempermasalahkan itu, saya hanya takut jika Riana akan merasakan sakit untuk kedua kalinya. Dan saya senang kalian bisa menerima Riana dengan tangan terbuka." ucap pak Raka.


Di lain tempat Risa yang sedang memainkan ponselnya di buat terkejut oleh postingan Riana. Disana ada foto Riana dengan seorang cowok tampan sedang memamerkan cincin yang di jarinya. Dengan caption "Menuju Halal"


"Cih Lebay banget j*nda aja ada acara lamaran segala. Tapi kok sepertinya aku kenal dengan laki - laki ini? Ah dia kan bos mas Damar, wah berhasil juga nih j*nda gat*l menggaet bosnya." ucap Risa.


Damar yang melihat Risa sedang misuh - misuh sambil melihat ponsel seketika dia penasaran dan mendekat ke arah Risa.


"Kenapa kamu marah - marah gitu Ris?" tanya Damar.


"Nikah liat mas, mantan kamu mengadakan acara lamaran dengan mewah padahal dia janda." ucap Risa.


"Sudahlah biarkan saja, jangan mencampuri urusan mereka, calon suami Riana adalah bos aku loh, kalo kamu macam - macam nanti karir ku yang terancam." ucap Damar.


"Ih kok gitu sih, mas masih cinta sama Risa? Aku istri kamu loh sekarang." ucap Risa.


"Aku cuma gak ingin karir ku hancur karena kecerobohan kamu, sudahlah jangan berbuat macam - macam lagi." ucap Damar kesal.


Risa hanya diam saja mendengar perkataan dari Damar.


Terdengar ketukan pintu dari luar. Segera Risa membuka pintu itu, ternyata yang datang adalah Bu Ratna.


"Ibu kenapa ke sini malam - malam? Mas Damar sudah tidur." ucap Risa sinis.

__ADS_1


"Memang aku gak boleh ke rumah anak ku sendiri? Cepat panggil Damar ibu mau bicara!!" ucap Bu Ratna.


"Bicara apa Bu? Sama aku saja deh, mas damar capek seharian kerja." ucap Risa.


"Panggil atau ibu yang panggil Damar." ucap Bu Sulastri.


Dengan sangat terpaksa Risa memanggil suaminya di dalam kamar.


"Mas ada ibu di luar, katanya mau ketemu denganmu cepat sana temui ibu." ucap Risa.


"Ibu? ada apa? Malam - malam kesini?" ucap Damar yang langsung bangun dan berjalan keluar kamar.


"Ya gak tau maksa buat ketemu kamu, mungkin ada yang penting." ucap Risa yang mengikuti Damar dari belakang.


Damar menemui Ibunya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Ibu.. Sudah lama? Ada apa malam - malam kemari? Risa kamu buatkan minuman buat Ibu." ucap Damar.


"Iya.. " ucap Risa lalu dia ke dapur.


Setelah damar duduk di dekat ibunya langsung saja Bu Ratna berbicara maksud dia ke rumah ini malam - malam.


"Begini Damar apa benar kamu kasih ibu jatah hanya separuh dari biasanya?"ucap Bu Ratna.


"Maafin Damar Bu. Iya aku yang bilang ke Risa buat kasih ibu separuh dari biasanya karena aku harus menabung buat biaya lahiran Risa." ucap Damar.


"Ya gak bisa gitu dong Mar! Kamu tahu sendiri Bapak kamu sudah pensiun uangnya gak cukup buat hidup ibu Sama bapak kamu." ucap Bu Ratna


Risa yang datang dari dapur langsung menyambar sebelum Damar berbicara.


"Ibu apaan sih, sudah beruntung kita masih mau kasih jatah ke Ibu, tapi malah gak terima!." ucap Risa.


Damar langsung melotot mendengar Risa berbicara seperti itu, dia merasa Risa tidak menghormati Ibunya.


"Risa!! Diam kamu!!" ucap Damar.


"Maafin Risa ya Bu, iya nanti Aku tambahin lagi tapi mulai bulan depan ya Bu." ucap Damar.

__ADS_1


"Ajari itu Istri kamu jangan suka melawan sama Ibu, kalo buka karena dia sedang hamil anakMu gak sudi ibu punya menantu seperti dia." ucap Bu Ratna.


Kemudian Bu Ratna pergi dari rumah Damar dengan penuh amarah. Dia pikir setelah Damar bercerai dengan Riana hidupnya akan seperti dulu, tapi malah sebaliknya, setelah bercerai Damar seperti di atur oleh Risa.


__ADS_2