
Sudah seminggu setelah acara pertunangan Riana dan Iqbal. Mereka berdua sedang mempersiapkan acara pernikahan yang akan di laksanakan dua Minggu lagi.
Riana sudah tidak bekerja lagi menjadi sekretaris Iqbal dia sekarang tinggal bersama dengan papahnya di desa.
"Pah nanti mas Iqbal mau jemput aku ke kota kita mau fitting baju. Aku bakal nginep di rumah mas Iqbal ya? Paling besok aku pulang Pah." ucap Riana.
"Baiklah hati - hati ya nak." ucap pak Raka.
Tak berapa lama Iqbal datang bersama dengan Kiara. Saat sampai Kiara langsung berlari memeluk pak Raka.
"Kakek Raka.. Kiara kangen.." ucap Kiara.
"Eh cucu cantik kakek, capek ya nak, sini masuk dulu. Ri bawakan minum buat Iqbal dan Kiara." ucap pak Raka.
Riana yang baru saja mencium tangan calon suaminya langsung masuk ke dapur mengambil minum.
"Pagi Pah, gimana kabar?" ucap Iqbal.
"Baik nak kamu gimana kabar, pasti lebih sibuk ya setelah Riana resign?" ucap Pak Raka.
"Lumayan lah Pah, tapi aku malah senang Riana resign biar dia fokus ke aku dan Kiara nantinya." ucap Iqbal.
Kiara masih duduk di pangkuan pak Raka. Sambil bermain tangan pak Raka.
"Silahkan di minum mas." ucap Riana dan dia langsung duduk di samping mas Iqbal.
"Kita berangkat sebentar lagi ya Mas, kamu istirahat dulu, pasti capek kan?" ucap Riana.
"Iya sayang, kasihan juga Kiara dia juga pasti capek." ucap Iqbal.
Setelah istirahat selama tiga puluh menit, mereka bertiga berpamitan ke pak Raka.
"Hati - hati kalian ya Nak. Tolong jaga Riana." ucap pak Raka.
"Iya Pah pasti Iqbal jaga Riana." ucap Iqbal.
Mobil Iqbal keluar dari halaman rumah. Berjalan perlahan keluar dari desa yang asri itu. Melewati kebun teh yang sangat luas.
"Mas nanti kita langsung fitting baju, atau mampir dulu ke rumah?" ucap Riana.
"Kita langsung Fitting baju saja, karena tadi mas janjian jam 3 sore. Nanti Mama tunggu di sana." ucap Iqbal.
Riana hanya manggut-manggut saja. Riana menoleh ke belakang ternyata Kiara sudah tertidur mungkin dia capek.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di butik yang di di rekomendasikan oleh Bu Kartika. Bu Kartika sudah berada di sana bersama dengan pemiliknya Bu Rosi namanya.
"Eh nak Riana, sudah sampai capek gak perjalanannya, nanti nginep kan?" ucap Bu Kartika.
"Iya mah, nanti aku nginep di rumah. Ayo sekarang saja fitting nya." ucap Riana.
"Gak istirahat dulu kamu nak? Baru sampai loh." ucap Bu Kartika
"Gak usah Mah, nanti saja istirahatnya di rumah, biar cepet selesai kasihan mamah sudah lama nunggu disini." ucap Riana.
"Ya sudah ayo, jeng Rosi apa bajunya sudah ready?" tanya Bu Kartika.
"Sudah jeng, tinggal di coba saja nanti kalo ada yang masih kurang bisa langsung di perbaiki." ucap jeng rosi
Riana mengikuti jeng rosi ke kamar ganti, sedangkan Iqbal mengikuti pelayan laki - laki untuk mencoba baju juga.
Bu Kartika dan Kiara duduk manis di sofa menunggu Riana dan Iqbal selesai memakai baju pengantinnya.
Iqbal selesai duluan dia keluar memakai jas berwarna putih terlihat sangat mempesona. Dia berjalan menuju ke tempat Bu Kartika dan Kiara berada.
Saat Iqbal sampai ternyata Riana sudah memakai gaun pengantinnya, Iqbal terpesona melihat Riana memakai baju pengantin itu.
Iqbal terpaku sejenak saat melihat Riana hingga Riana menoleh ke arah Iqbal, ternyata Riana pun sama dia terpesona dengan ketampanan Iqbal baju mereka sangat serasi.
Dia pun menghampiri Riana yang sedang bercermin. Bu Kartika dan Kiara juga menghampiri Riana.
"Nak kamu cantik banget memakai baju ini." ucap Bu Kartika
"Iya Tante cantik banget." ucap Kiara.
"Makasih ya Mah, Kiara." ucap Riana.
Iqbal tidak bisa berkata apa - apa dia hanya diam memandang Riana dengan tatapan memuja.
"Mas jangan liatin aku kayak gitu dong kan aku jadi malu." ucap Riana.
"Kamu cantik banget sayang. Jadi pengin cepet nikah deh. Mah bisa di percepat gak akad nikahnya?" ucap Iqbal bercanda.
"Ish kamu ini sabar dong wong tinggal dua Minggu lagi. Pasti udah gak sabar nih asah keris." ucap Bu Kartika.
"Ah mama bisa aja." ucap Iqbal malu - malu." ucap Iqbal.
Mendengar percakapan ibu dan anak ini Riana menjadi malu juga karena yang menjadi objek pembicaraannya dia.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu? Sudah pas belum baju pengantin Riana?" ucap Bu Kartika ke Iqbal.
"Sudah pas cantik, ya kan Tante Ros." ucap Iqbal.
"Iya Iqbal, kamu pintar cari calon istri. Sudah cantik baik lagi." ucap Rosi.
Sedikit banyak Rosi mengetahui Riana dari Bu Kartika jadi Rosi menyimpulkan jika Riana adalah sosok yang baik, tidak seperti menantunya Bu kartika yang dulu. Perangainya sangat tidak sopan.
"Berarti ini sudah boleh di lepas ya, aku mau ganti dulu ya, takut bajunya kotor." ucap Riana.
"Eh iya ayo kita ganti." ucap Rosi.
"Aku juga mau ganti baju dulu ya Mah. Setelah ini kita makan dulu, lapar soalnya." ucap Iqbal.
Setelah semua selesai berganti pakaian mereka semua pergi ke restoran yang ada di dekat butik itu.
Sambil menunggu pesanan Bu Kartika bertanya soal Sofia, yang sampai saat ini belum ada kabarnya.
"Bagaimana dengan Sofia? Kok sampai saat ini tidak ada kabarnya? Apa dia sudah berubah pikiran tidak mau menemui anaknya?" ucap Bu Kartika.
Kiara sudah mengetahui jika ibu kandungnya ingin menemui dirinya, awalnya Kiara menolak karena dia tidak mau bertemu dengan ibunya, tapi dengan bujuk rayu Riana dan Bu Kartika akhirnya dia mau menemui ibunya, tapi sampai sekarang Iqbal belum bisa menghubungi Sofia, menurut orang kepercayaan Iqbal, jika Sofia saat ini sedang berada di luar negeri.
"Terakhir saat aku hubungi dia akan menemui Kiara akhir Minggu ini mah, saat dia pulang dari luar negeri." ucap Iqbal.
"Berarti dia masih mau bertemu dengan Kiara?" ucap Bu Kartika
"Iya masih mah, nanti aku dan Riana bakal temenin Kiara kok pas bertemu dengan Sofia." ucap Iqbal.
Makanan yang Iqbal pesan pun sudah datang mereka menyantap makanan itu dengan nikmatnya.
"Ya sudah kalo kalian yang akan menemani Kiara, mamah harap Sofia berubah menjadi lebih baik." ucap Bu Kartika.
Riana masih sibuk menyuapi Kiara, sampai makanannya sendiri di abaikan. Iqbal berinisiatif untuk menyuapi Riana.
Bu Kartika yang melihat keharmonisan anaknya itu tersenyum bahagia.
Tiba - tiba dari arah luar resto berjalan dua orang pria dan wanita menghampiri meja Riana.
Dengan pongahnya si wanita menyapa.
"Eh ada calon pengantin, selamat ya akhirnya kamu laku juga." ucap wanita itu ke Riana.
Riana menoleh ke sumber suara, Riana sangat geram saat melihat wanita itu. Orang yang tidak ingin Riana temui saat ini.
__ADS_1