
Willy yang dalam keadaan setengah sadar melajukan mobilnya menuju kediaman bunda Melati. Ia berpikir Melati pasti ada di sana.
Rumah kediaman bunda Melati saat ini sedang di renovasi oleh Rangga,dengan menambahkan bangunan baru didepannya karena tanah yang masih luas.
Sampai di rumah bunda, Willy turun dari mobil dengan sempoyongan. Ia lalu masuk kedalam pagar rumah. Willy berteriak memanggil nama Melati.
"Melati.. Keluarlah sayang, maafkan aku. Kamu masih mencintai aku kan, aku akan melakukan apapun agar kamu memaafkan aku.. "teriak Willy sambil menangis.
Rangga dan Melati yang baru saja keluar dari rumah maminya,dan akan pulang ke apartement mendengar suara teriakan memanggil nama Melati.
"Seperti ada orang yang teriak memanggil nama kamu sayang"
"Ya.. bie. Aku juga mendengarnya"
"Seperti suara Willy... "
"Mengapa mas Willy teriak teriak... mungkin salah dengar... "
"Papi tenapa... "tanya Nabila
"Nggak ada sayang.. kita pulang lagi ya. Besok Nabila bisa main lagi dengan kak Syifa"ucap Rangga masih membujuk Nabila yang tak mau ikut pulang.
Willy berjalan mendekat ke rumah kediaman Rangga dengan masih sempoyongan. Ia melihat Rangga, Melati dan Nabila yang akan masuk ke mobil.
"Melati sayang... apakah itu Nabila anak kita. Melati aku mau kita kembali seperti dulu lagi, jangan tinggalkan aku.. "ucap Willy mendekati Melati. Rangga langsung menghadang Willy.
"Mau apa kamu.. sudah aku bilang, jangan pernah mendekati apalagi menyentuh Melati. Aku tak akan membiarkan siapapun mendekati istriku . Makanya kamu itu harus menggunakan otak dalam melakukan sesuatu jangan nafsu saja yang diperbesar, setelah sekarang berpisah baru kamu menyesal "teriak Rangga.
Mami dan Rachel, serta Rifo suami Kak Rachel keluar mendengar teriakan Rangga.
"Bie.. tahan emosimu. Tak ada gunanya meladeni orang mabuk.Malu bie, nanti tetangga pada mendengar.. "ucap Melati memegang lengan Rangga
"Mas Willy, pulanglah. Mas sudah sangat mabuk. Aku juga tak akan penah kembali dengan kamu, mas. Aku sudah memiliki keluarga baru. Kita jalani saja kehidupan kita masing masing dan jangan lagi mengingat masa lalu. Aku minta mas jangan pernah lagi memancing emosi Rangga"ujar Melati
"Ada apa Rangga... "tanya mami yang keluar dari dalam rumah
"Oh.. kebetulan ada ibu disini. Apa ibu tahu jika anak ibu ini telah berselingkuh dengan istri saya, ia telah merebut istri saya. Saya sangat mencintai Melati, saya ingin kembali dengan Melati"
"Willy... kamu pasti mabuk. Sebaiknya kamu pulang. Tak baik berkeliaran dalam keadaan mabuk malam malam begini"ujar mami
"Aku tidak mabuk, aku sadar. Nabila.. ini ayah nak. Sini sayang, ayah kangen"
"Papii... "teriak Nabila ketakutan melihat Willy yang akan mendekatinya.
__ADS_1
"Willy... cukup. Aku tahu Nabila anak kandungmu.Aku tak melarang kamu mendekatinya, tapi aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti atau menakutinya. Pergilah sebelum kesabaran aku habis, aku tak mau memukulmu di depan Nabila yang akan membuat ia menjadi trauma.. "
"Bang.. tolong bawa Willy menjauh, jangan sampai ia dan Rangga berkelahi"ucap Melati pada suami Rachel.
Rifo memegang lengan Willy membawanya menjauh dari rumah. Willy mencoba memberontak, tapi karena ia mabuk badannya menjadi lemas.
Rifo membawa Willy masuk ke dalam mobilnya. Rangga mendekati bang Rifo.
"Bang bantu aku mengantar ia pulang ke rumah ibunya. Abang yang menyetir mobilnya, ikuti mobil aku "
"Baik, Ngga... aku ambil dompet dulu"
Rangga meminta Melati dan Nabila tetap di rumah mami, ia akan mengantar Willy pulang.
Rangga mengendarai mobilnya dan Bang Rifo mengendarai mobil Willy dengan Willy yang berada di kursi belakang.
Sampai di rumah mamanya Willy, Rangga mengetuk pintu dengan sedikit keras agar cepat dibuka.
"Ya.. tunggu sebentar"ucap suara mama Willy.
"Siapa ma, bertamu malam malam"tanya Lani yang keluar dari kamarnya.
Mama Willy dan Lani membuka pintu rumah ia melihat Rangga dan Willy yang dipapah abang Rifo karena ia yang sudah sangat lemas.
"Tolong ibu dan kamu sebagai istrinya, ingatkan Willy jangan pernah mendekati dan mengharapkan Melati lagi, karena ia telah menjadi istriku. Aku tak segan melakukan kekerasan jika ia masih saja berusaha mendekati Melati. Aku tak akan pernah melepaskan Melati lagi. Karena sesuatu yang telah aku dapat dan aku genggam tak akan pernah akan aku lepaskan... "
Rangga lalu pergi meninggalkan rumah Willy tanpa menunggu jawaban dari mama Willy dan Lani.
"Ayo bang.. kita pulang "
Setelah Rangga pergi dari halaman rumahnya, mama Willy dan Lani menghampiri Willy yang tertidur di lantai.
"Willy.. apa yang terjadi. Mengapa kamu mabuk. Dan apa benar kamu mendatangi melati "tanya Mama dengan nada tinggi
"Willy... jawab pertanyaan mama"ucap Lani dengan nada yang tinggi juga
Willy bangun dari tidurnya dan mencoba mengembalikan sedikit kesadarannya setelah mama menyiram dengan air wajahnya.
"Dari mana kamu, apa benar kamu mendatangi Melati. Buat apa kamu masih saja mendekati Melati... "
"Ya.. aku memang masih mendekati Melati. Aku masih berharap kami bisa bersama kembali. Aku masih mencintai Melati. Aku tak bisa lupakan Melati"
"Sadar kamu Wil.. Melati tak akan mau kembali padamu. Ia telah mendapatkan suami yang lebih segalanya darimu.. "ucap Lani dengan emosi
__ADS_1
"Aku akan berusaha agar ia bisa kembali lagi padaku, bersama Melatilah aku merasakan keluarga yang sebenarnya. Bersama Melati aku baru merasakan memiliki istri yang sesungguhnya. Aku sungguh menyesal telah mengkhianati Melati. Aku akan melakukan apa saja jika Melati mau kembali denganku"
"Jangan bodoh kamu. Kamu ingin merendahkan harga dirimu dengan memohon mohon kembali pada Melati. Ia bisa besar kepala nantinya. Kamu cukup ubah kelakuan kamu, dan jalani rumah tangga dengan Lani dengan baik. Jangan tergoda lagi dengan wanita lain. Kamu tak akan pernah puas jika kamu masih mencoba mencari yang sesuai dengan hatimu. Cobalah menerima Lani istrimu apa adanya, apa kamu tidak takut nanti kena penyakit karena berganti pasangan terus."ujar mama.
"Kamu keterlaluan Willy, kamu tidak pernah menghargai aku sedikitpun. Padahal aku telah mau menerima kamu apa adanya. Mengapa kamu tidak melakukan hal yang sama, cobalah menerima aku dan mencintai aku. Aku sudah meninggalkan segalanya untukmu, tapi kamu tak juga pernah menghargai pengorbanan aku"
"Karena kamulah penyebab semua ini. Jika saja aku tidak tergoda denganmu, mungkin saat ini aku dan Melati masih suami istri "
"Kamu saja yang jal*ng,buktinya kamu juga tergoda wanita lain. Jangan mengkambing hitamkan semua padaku. Mengapa hanya aku yang selalu disalahkan. Kamu pikir aku juga tak pernah menyesali semuanya. Tapi aku berusaha menerima semuanya karena aku tahu ini pilihanku, jadi aku harus siap menjalaninya"
"Sudahlah.. aku pusing. Aku mau istirahat. Terlalu banyak yang aku hadapi hari ini.. "ucap Willy dan masuk ke kamarnya.
Melati akhirnya menginap di rumah mami. Mereka tidur di kamar Rangga dulu. Melati sudah hampir tertidur ketika Rangga pulang mengantar Willy.
"Sayang.. belum tidurkan"ucap Rangga memeluk Melati yang tidur membelakangi dirinya. Melati lalu membalikkan badannya.
"Hubby.. kamu sudah pulang"
"Maaf ya sayang, aku selalu terbawa emosi melihat Willy. Aku takut kamu akan kembali bersama dengannya jika ia selalu saja mendekati kamu"ucap Rangga membawa Melati ke dalam pelukannya.
"Bie, terima kasih karena tadi sudah berusaha menahan emosimu demi Nabila. Tapi aku rasa ketakutan kamu sebenarnya tak beralasan,bie.Karena aku tak ada niat kembali dengan mas Willy, karena kaca yang sudah pecah tak akan pernah utuh kembali walau telah disatukan"
"Sayang.. berjanjilah kamu tak akan meninggalkan aku apapun yang terjadi"
"Seharusnya aku yang meminta itu padamu, jangan pernah tinggalkan aku,karena aku sadar kamu lebih segalanya dari aku. Dan pasti banyak wanita di luar sana yang siap menjadi kekasihmu"
"Aku tak akan meninggalkan kamu,sayang"ucap Rangga dengan tangan yang mulai menggerayangi tubuh Melati.
"Hubby... tangannya nakal"
"Biar Nabila cepat dapat adik.. "bisik Rangga
"Alasan hubby aja. Memang dasarnya aja mesum"
"Ha.. ha.. mesum.. mesum.. tapi kamu cintakan"ucap Rangga membawa Melati kedalam pelukannya.
*******************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1