
Lani pulang tergesa setelah mendapat telepon dari Willy yang mengabarkan jika mamanya masuk rumah sakit karena jatuh di kamar mandi.
Mama saat ini sedang ditangani dokter. Mama langsung stroke. Karena pembuluh darahnya pecah akibat terjatuh.
Mama akhirnya ditempatkan di ruang ICU. Karena masa kritisnya belum berakhir.
Lani berlari menuju ruang yang dikatakan Willy. Ia melihat Bobby yang berada dalam pelukan Willy sambil menangis.
"Apa yang terjadi , mengapa mama sampai di rawat" ucap Lani cemas
"Bibi bilang dari sore mama memang sudah mengeluh pusing karena tensi mama yang lagi tinggi. Mungkin mama ke kamar mandi dengan kepala yang pusing, jatuh jadinya"
"Aku dari sore memang udah pergi...andai aja aku tahu mama sakit , aku nggak akan pergi"
"Ma...oma kenapa. Oma nanti pasti sembuhkan ma"
"Iya nak , Oma pasti sembuh. Bobby doakan ya"
Lani dan Willy menginap di rumah sakit menunggu mama sadar.
Keesokan harinya dokter mengatakan jika masa kritis mama telah berlalu,hanya menunggu kesadaran mama. Tapi dokter mengatakan kemungkinan mama akan mengalami stroke.
Willy mengabarkan pada papa Erwin dan Melati jika mama saat ini sedang di rawat.
Melati ditemani Rangga dan Nabila datang menjenguk mama di rumah sakit. Semua sudah berkumpul di sana. Ada papa Erwin dan kak Shinta beserta suami dan anaknya.
################
Setelah dua hari mama akhirnya sadar dan dipindahkan ke ruang perawatan.
Melati dan Rangga serta Nabila hampir setiap hari menyempatkan diri menjenguk mama setelah Nabila pulang sekolah.
Mama yang telah sadar menangis. Ia tak bisa berucap dengan jelas karena pengaruh dari stroke yang dideritanya.
Mama hanya menangis dan mencoba coba menggerakan tangannya tapi tak jua bisa.
Melati dan Nabila mendekati tempat tidur mama.
"Ma...maafkan aku. Ini Nabila cucu mama"ucap Melati
"Oma...maafkan Bila. Kalau Oma telah sembuh , Bila janji akan menginap di rumah Oma. Bila mau ikut kemanapun Oma bawa"ucap Nabila menangis
Mama Elly berusaha memegang Nabila. Melati yang melihatnya membantu mengangkat tangan mama dan meminta Nabila memeluknya.
Mama Elly kembali menangis ketika Nabila memeluknya.
Cukup lama Nabila memeluk Oma nya. Semua yang ada di ruangan itu tak bisa menahan air mata melihat Mama Elly dan Nabila yang berpelukan sambil menangis.
Setelah Nabila melepaskan pelukannya, Bobby anak Lani yang giliran memeluk Oma nya. Oma Elly tambah berurai mata ketika melihat Bobby cucu kesayangannya.
Lebih dari satu jam Nabila dan Melati berada di ruangan itu. Ketika malam mau menjelang Melati pamit.
"Ma...Mela pamit dulu. Besom Mela dan Nabila datang lagi. Mama jangan banyak pikiran, biar mama cepat sembuh. "ucap Melati menggenggam tangan Mama Elly.
"Oma, Bila pamit dulu. Bila besok datang lagi ya. Oma cepat sembuh. Nanti Bila nginap di rumah Oma"
__ADS_1
Mama Elly berusaha bicara dengan terbata mengatakan sesuatu pada Nabila. Mama Elly meminta maaf karena selama ini telah mengabaikan cucunya. Dan mama Elly juga mengatakan jika ia juga menyayangi Nabila.
Melati tak bisa lagi menahan air matanya. Ia memeluk Mama Elly . Begitu juga Nabila ,ia memeluk Omanya.
Rangga yang telah datang memjemput ,menunggu di mobil. Di dalam mobil akhirnya tangisan Melati pecah.
"Papi...aku merasa sangat jahat dan bersalah. Aku kemarin sempat berdebat dengan mama. Aku menyesal tak membujuk Nabila agar mau ikut pergi dengan mama. Aku tak menyangka mama akan sakit seperti ini"
"Jangan merasa bersalah seperti ini ,sayang. Kamu melakukan semua itu juga demi kebaikan Nabila. Bukan kita yang melarangnya, tapi memang Nabilanya yang nggak mau. Jika kita yang melarang, barulah kita yang salah"
"Tapi pi...aku tetap merasa bersalah"
"Kamu sudah minta maaf bukan..."
"Iya, pi..."
"Kalau gitu jangan terlalu kamu pikirkan lagi. Semua ini sudah takdir dari Tuhan, kita hanya menjalankannya. Kita cukup berdoa buat kesembuhan mama Elly"
"Iya, pi"
Rangga menjalankan mobilnya pelan menuju kediamannya.
################
Melati selalu mematikan ponselnya di malam hari. Itu semua atas permintaan Rangga. Hanya ponsel Rangga yang aktif dua puluh empat jam.
Ketika menghidupkan ponselnya kembali, Melati melihat ada banyak panggilan tak terjawab dan pesan masuk. Melati melihay semua itu dari kak Shinta. Ia menghubungi Melati jam tiga malam sampai waktunya sholat subuh.
Melati membaca pesan yang di kirim kak Shinta. Setelah membacanya, Melati snagat kaget. Ia langsung terduduk di tepi ranjang.
Rangga yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat istrinya yang menangis.
"Mama Elly,pi..."
"Kenapa dengan mama Elly"
"Mama Elly telah meninggal jam tiga pagi tadi. Aku baru tahu setelah membuka pesan dari kak Shinta. Ia telah berulangkali menghubungiku, tapi tak bisa karena ponselku tak aktif"
"Innalillahi wainailaihi rojiun..."
"Pi, kita harus segera ke rumah mama. Aku mau siapkan Nabila dulu. Aku titip Arsha dengan kak Rachel aja ya , pi"
"Biar aku hubungi kak Rachel agar cepat datang"
Setelah memakaikan baju Nabila dan menyiapkan apa saja yang dibutuhkan Arsha, Rangga dan Melati beserta Nabila pergi ke rumah Mama Elly.
Rumah duka tampak sudah sangat ramai. Melati langsung masuk membawa Nabila ke hadapan jenazah Omanya.
"Sayang, Oma Elly telah meninggalkan kita semua buat selamanya"ucap Melati, ia membuka kain penutup wajah Oma Elly.
"Bunda, apa Oma tidak bisa hidup lagi. Itu Oma apa akan dikubur..."tanya Nabila
"Iya , sayang"
"Oma...."teriak Nabila dan memeluk jenazah Omanya.
__ADS_1
"Oma..maafkan Bila. Bila sayang Oma...bangunlah Oma"teriak Nabila sambil menangis.
Semua pelayat dan keluarga yang melihat Nabila menangis sambil memeluk jenazah Omanya ikut menitikan air matanya.
Nabila duduk di samping jenazah Omanya. Begitu juga Bobby. Ia juga menangisi jenazah Omanya.
Setelah dimandikan, dan didoakan jenazah segera di bawa ketempat peristirahatan terakhirnya.
Melati dan Nabila mengantar jenazah Omanya sampai terkubur.
Papa dan Mama Lani datang ketika jenazah akan dikuburkan.
##############
Seminggu setelah meninggalnya Oma Elly, Lani dan Bobby pamit kembali ke rumah orang tuanya Lani.
"Wil, aku dan Bobby pamit. Supir yang dikirim papa telah datang. Aku minta maaf karena tak bisa mendampingimu lebih lama lagi. Karena Bobby sudah lama libur sekolahnya.
"Ya , Lan. Aku minta maaf tak bisa mengantarmu, karena masih ada pelayat yang datang."
"Nggak apa , Wil"
"Ayah, Bobby pamit dulu. Ayah jangan sedih lagi. Oma ada di surga"
"iya nak. Nanti ayah pasti akan datang lagi menemui kamu"
" Ya , ayah..Bobby tunggu kapanpun ayah akan datang"
"Lani, apa kamu benar tak ingin tinggal di sini"
"Nggak Wil, aku akan menyelesaikan kuliahku, dan aku juga tidak bisa saat ini tinggal bersamamu. Kita seperti awal menikah aja. Karena jika setiap hari bertemu aku takut pernikahan kita seperti dulu lagi, dimana aku dan kamu hanya bertengkar terus. Mungkin lebih baik kita tinggal terpisah"
"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan kamu"
"Aku pamit... jangan lupa saling menjaga kepercayaan...."
"Maaf ,Wil. aku belum bisa sepenuhnya percaya padamu. Mungkin lebih baik kita hidup terpisah dulu. Karena jika kita selalu bersama, aku takut kita akan bertengkar terus seperti dulu."
"Iya...hati hati."
Lani dan Bobby berangkat bersama supir yang di kirim oleh papa Lani.
****************************
END
Terima kasih buat seluruh pembaca setia novel ini. Ini lah akhir kisah dari novel Sahabatku Maduku ( air mata Melati)
Lani kembali bersama Willy ,tapi mereka tinggal terpisah. Beda kota tapi masih sama sama Sumatera. Saat ini anak anak mereka telah dewasa.
Anak Lani tidak mengenal saudaranya yang lain ,karena yang ia tahu hanya mamanya istri ayah Willy.
Tapi anak Melati tahu semua tentang anak ayahnya, walau belum pernah bertemu dengan anak Lani, tapi Nabila tahu nama nama saudaranya(anak Lani dan Willy saat ini udah dua orang). Anak Melati kenal dan dekat dengan anak Yana karena sering bertemu.
Seperti yang aku katakan dari awal kisah ini ada yang dari imajinasiku,tapi itu semua untuk menutupi nara sumber.
__ADS_1
Jika ingin tahu kisah yang sebenarnya chat pribadi aja, jangan di kolom komentar. Takut nanti jadi tahu siapa nara sumber sebenarnya.
Sekali lagi saya ucapkan terima kasih buat para pembaca setia