Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Lima Belas


__ADS_3

Setelah satu jam kepergian Lani, Kak Shinta datang ke rumah. Ia melihat rumah tampak sangat sepi.


Shinta bertanya dengan bibi, dimana mamanya.


"Bi, mama dimana.. "


"Ada di kamar mbak"


"Tumben jam segini mama di kamar. Lani mana bi"


"Mbak Lani baru saja pergi dengan orang tuanya"


"Maksud bibi orang tua Lani datang ke sini"


"Iya mbak, kalau nggak salah mbak Lani mau pulang ke rumah orang tuanya mbak"


"Berarti Lani kembali ke orang tuanya"gumam Shinta


"Iya mbak, sebab mbak Lani banyak membawa pakaiannya dan pakaian Bobby "


"Baiklah bi, aku ke kamar mama dulu. Terima kasih"


Shinta mengetuk pintu kamar mamanya. Terdengar sahutan dari dalam.


"Masuklah... "

__ADS_1


Shinta membuka pintu dan melihat ibunya duduk termenung dekat jendela kamar.


Shinta menghampiri mamanya dan duduk di samping mama.


"Aku dengar Lani di jemput orang tuanya ma"


"Iya, mama kasihan lihat bobby.. "gumam Mama


"Apa Lani bertengkar dengan Willy ma. Mengapa ia kembali ke orang tuanya"


"Kamu tahukan Shinta, jika Willy dan Lani memang tak pernah akur, tapi mama sangat berharap Willy dapat memperbaiki hubungannya dengan Lani. Cukup dulu mama membuat rumah tangga Willy dan Melati berantakan. Mama ingin Willy belajar dari pengalaman, dan memperbaikinya bersama Lani. Dari pada Willy seperti saat ini, hidup sendiri hanya bersama anak wanita yang tidak jelas asal usulnya. Mending ia memulai membina rumah tangga yang baik bersama Lani. Biar Alvin mama yang jaga. Willy dan Lani beli rumah baru. Tapi, sepertinya Willy dan Lani sama sama keras, mereka tak ada yang mau mencoba memperbaiki dari awal lagi"


"Mama, mama jangan sedih. Willy sudah dewasa, bukan anak anak lagi. Biar ia mengambil keputusan dalam hidupnya sendiri tanpa campur tangan kita lagi. Jika pilihannya salah, ia harus bisa menerima semua akibatnya. Jika kita masih ikut campur dan ia kembali gagal, ia pasti akan menyalahkan kita. Ia tak akan bisa belajar bertanggung jawab nantinya.. "


"Mama takut Willy kembali salah memilih wanita buat pendamping hidupnya. Memang Lani dan Willy memulai hubungan dari kesalahan, tapi Lani sudah menunjukkan jika ia memang mencintai Willy dengan ia mau meninggalkan kedua orang tuanya dan lebih memilih Willy.. "


"Apa Willy cerita jika ia saat ini lagi dekat dengan wanita. Mama berharap jika memang Willy akan membina rumah tangga lagi, ia dapat memilih wanita yang benar benar tahu siapa dirinya dan dapat menerima dirinya apa adanya. Mama takut aja Willy kembali pada ibunya Alvin. Mama nggak suka dengan wanita itu. Bukan hanya karena latar belakang pekerjaannya saja tapi juga karena ia yang tak punya hati, dengan teganya meninggalkan anaknya,walau bersama ayahnya, tapi apa pantas seorang ibu pergi meninggalkan anak yang masih sangat kecil.. "


Mendengar ucapan mama, Shinta mengurungkan niatnya semula yang datang ingin mengatakan jika Willy telah menikah kembali dengan Yana.


"Mama yang sabar ya. Kita doakan saja Willy dapat memilih wanita yang benar yang akan menjadi pendamping hidupnya, yang dapat merubah sikap dan sifat jeleknya selama ini. Dan jika Willy masih salah melangkah lagi, itu bukan salah mama, karena ia telah dewasa seharusnya ia dapat berpikir dulu sebelum bertindak. Aku tak bisa ikut campur terlalu dalam masalah rumah tangga Willy, karena ia bukanlah anak anak lagi"


"Mama hanya kepikiran kata kata Lani. jika ia tak bisa lagi bertahan dsngan Willy, karena ia tak mau nanti jika Bobby makin besar, ia pasti akan bertanya mengenai ayahnya yang tak pernah ada dirumah dan tak pernah memberikan kasih sayang selayaknya. Ia tak mau Bobby hidup dengan ayah yang tak bertanggung jawab seperti Willy. Shinta, mama nggak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyadarkan Willy. Mama kasihan lihat Lani dan Bobby yang tak pernah dapat perhatian yang cukup dari Willy. Jika memang Lani salah, mengapa Bobby juga dapat balasannya . Bagaimanapun Bobby tetap anaknya Willy, walau ia lahir dari kesalahan orang tuanya, tapi anak itu tidak bersalah, mengapa Willy tidak pernah menyadari itu. Lani tak salah jika ia selalu marah dengan Willy. Kamu tahu Shinta, mengapa mama selalu membela lani karena mama kasihan dengan nasibnya yang tidak pernah dianggap oleh Willy sejak mereka menikah. Melati sudah mendapatkan kebahagiaannya, tapi Lani masih saja tersiksa dengan sikap dan perlakuan Willy"


"Melati memang berhak mendapatkan kebahagiaan setelah banyak penderitaan yang dilaluinya. Itu juga buah dari ketulusan dan keikhlasannya selama ini. Aku juga berharap Lani dan Willy sama sama mendapatkan kebahagiaan. Dengan mereka ikhlas menerima semua cobaan hidup yang pernah mereka lalui"

__ADS_1


"Mama juga akan mencoba ikhlas menerima semua yang terjadi dalam hidup mama.. "


"Apakah itu berarti mama akan memaafkan semua yang pernah papa lakukan"


"Mama akan mencoba memaafkan dan mengikhlaskan, tapi bukan berarti mama menerima papa kamu kembali. Biarlah begini saja, Papa dengan kehidupannya, begitu juga dengan mama. Mama akan terus jalani hidup seperti saat ini saja"


"Aku rasa memang lebih baik begitu ma. Mama dapat memaafkan kesalahan papa, karena dendam tidak ada gunanya. Semua sudah terjadi, tak akan bisa kembali. Aku tidak mengharapkan mama kembali dengan papa, tapi dengan mama bisa memaafkan papa aja aku sudah sangat senang. Karena bagaimanapun jahatnya papa, ia tetap papa aku. Jika mama tidak baikan dengan papa, aku juga akan merasa canggung menemui papa. Aku tak mau dikatakan membela papa nantinya. "


"Mama tak mungkin marah jika kamu menemui papa kamu. Karena mama tidak mungkin bisa menghapus darah yang mengalir ditubuhmu. Cuma mama saat ini memang belum bisa menerima kehadiran papa kamu, baik di rumah ini atau hanya sekadar bertemu. Mama sedang belajar memaafkan dan mengikhlaskannya. Jika nanti mama sudah siap, mama pasti akan bertemu papa kamu"


"Ya ma, aku mengerti dengan keadaan mama saat ini, karena aku pernah berada pada posisi mama sekarang. Susah menerima pengkhianatan suami kita, apa lagi mama yang telah dikhianati puluhan tahun"


"Semoga kamu dan Deni bisa menjalani rumah tangga ini tanpa mengingat kembali apa yang pernah dilakukan Deni dulu padamu "


"Iya ma. Sampai saat ini mas Deni sudah membuktikan jika ia benar benar telah berubah dan telah melupakan wanita itu"


"Baguslah nak, kamu juga berhak bahagia"


Shinta memeluk mamanya erat Ia tahu saat ini mamanya pasti sedang memikirkan nasib anak anaknya. Terutama Willy, yang masih saja belum berubah.


*****************************


Terima kasih untuk semua yang tetap setia membaca novel ini.


Mampir yuk ke novel terbaru aku yang berjudul

__ADS_1


CINTA SUCI ALESHA



__ADS_2