
Yanthi dan papa Erwin lagi berdebat ketika Weni baru pulang dari kerjanya. Mereka tak menyadari kehadiran Weni.
"Jadi kamu mau bilang jika rumah ini akan segera diambil Elly"
"Rumah ini memang aku beli dari uang perusahaan ma.. "
"Kamu juga punya gaji sebagai seorang pimpinan perusahaan.. "
"Gaji aku selama ini kuanggap telah habis buat kebutuhan hidup selama ini, aku nggak mau ambil harta apapun itu dari uang Elly. Aku selama ini telah menyakiti dan membohongi Elly"
"Aku harus bagaimana... apakah kita harus ngontrak. Dan saat ini kamu belum ada kerjaan. Uangmu juga semuanya kamu kembalikan. Aku tahu,jika aku salah telah menikah denganmu, tapi aku juga selama ini menderita. Bukan Elly aja yang sakit hati. Aku juga, aku tak bisa bebas melakukan apa apa. Belum lagi sekarang, jika orang tahu jika status aku hanya lah orang ketiga dalam rumah tangga kalian, aku pasti akan mendapat cemooh dan hinaan dari orang orang sekitar.. "
"Itu sudah menjadi risiko kita. Kita harus menghadapinya .Kita yang telah melakukan kesalahan, jadi kita harus bisa bertanggung jawab dan menerima setiap risikonya. "
"Mengapa dulu tidak kamu ceraikan saja aku ketika Weni masih kecil. Aku pernah minta pisah tapi kamu tak mau, kamu bilang kamu bisa mengatasi semua ini. Tapi apa buktinya. Disaat usia sudah tua dan aku tak bisa melakukan apa apa, baru kamu bilang kita harus bisa terima segala risiko atas perbuatan kita.. "
"Apa yang papa dan mama pertengkarkan"ucap Weni mengagetkan keduanya.
"Weni.. sejak kapan kamu pulang.. "
"Jadi benar, mama sudah tahu dari awal jika papa sudah berkeluarga. Tapi mama masih mau menikah dengan papa. Sekarang mama bisa mengatakan padaku, jangan pernah mau jadi istri kedua. Mengapa itu tidak mama sadari dulu, jangan bilang kalian lakukan ini karena dasar cinta. Cinta tidak harus memiliki. Jika mama benar benar mencintai papa, seharusnya mama membiarkan papa bahagia dengan keluarganya, bukan malahan merampas kebahagiaan. Itu namanya egois. "
"Weni, maafkan mama.. "
"Jadi tante krmarin membohongi aku agar aku tak marah dengan mama, dengan mengatakan jika mama menikahi papa karena tidak tahu papa telah berkeluarga. Kalian pernah saling mencintai, lalu terpisah karena mama harus sekolah ke luar kota bertemu lagi dan menikah. Aku pikir cerita tante itu benar, jika mama memang tak mengetahui papa telah berkeluarga. Aku pikir papa yang telah membohongi mama. Ternyata mama yang lebih jahat dari papa. Mama tetap mau menikah dengan papa walau tahu jika papa telah menikah. Aku malu punya mama seperti mama... "teriak Weni
__ADS_1
"Weni.. kamu tak mengerti dengan keadaan mama saat itu. Kamu tahu, mama saat itu masih sangat mencintai papa. Mama tak mau berpisah lagi dengan papa. Mama sudah berusaha melupakan papa dan begitu juga dengan papa. Tapi cinta kami terlalu kuat, kami tak mau lagi berpisah dan akhirnya menikah "
"Mama hanya nikah siri dengan papa... "
"Iya nak.. "
"Aku tak mengerti dengan alasan orang, atas nama cinta lah mereka berbuat kesalahan. Mama sadar jika yang mama lakukan itu kesalahan besar. Seandainya suami aku di ambil wanita lain dengan alasan mereka saling mencintai, apa mama rela.Apa mama tidak akan marah dengan wanita itu. Ma.. aku tak mau menerima karma atas perbuatan jahat kalian, aku harap kalian minta maaf segera dengan mama Willy. Aku saja yang tak pernah dicintai dan dianggap, sakit hati dan sangat terluka ketika mengetahui orang yang kita cintai telah menikah. Padahal aku bukanlah siapa siapa Rangga. Apa lagi mama Willy, yang jelas jelas istri sah nya papa. Apakah mama sebagai wanita tidak ada perasaan, dengan teganya mentakiti hati sesama wanita"
"Weni.. maafkan mama. Mama tahu ini salah, tapi mama harus bagaimana, semua telah terjadi"
"Tinggalkan segera rumah ini, jika ini memang uang dari mama Willy yang papa gunakan buat membelinya. Aku sudah kerja, kita hidup seadanya saja. Aku juga akan mengganti semua uang yang papa gunakan buat sekolah dan semua kemewahan yang papa berikan selama ini. Dengan menyisihkan uang gajiku"
"Weni, ini tidak sesederhana pemikiran kamu. Bagaimana kita bisa hidup hanya dengan uang gajimu, apa lagi itu harus disisakan buat mengganti uang yang terpakai dari mama Willy. Kamu jangan naif nak. Biaya hidup sekarang sangat besar"
"Yang besar bukan biaya hidup, tapi biaya buat gaya hidup"
"Aku tak tahu harus bagaimana lagi, Ma. Kita harus pergi ma. Ini rumah bukan hak kita. "ucap Weni mulai terisak.
Saat semua terdiam dengan pikiran masing masing terdengar suara ketukan pintu, Weni membuka pintu itu. Ia kaget melihat siapa yang datang.
"Tante... mau apa.. "
"Aku mau masuk. Ini rumahku. Kamu tak berhak bertanya aku mau apa. Apa yang akan aku lakukan terserah denganku"ucap mama Elly mendorong tubuh Weni
"Waw ..kebetulan, kalian berkumpul semua. Aku sudah menemui ketua Rt setempat mengatakan jika aku keberatan rumah hasil uang perusahaan aku ditempati oleh Wanita lain dan aku telah meminta pak Rt mengusir kalian semua karena tinggal tanpa izin dirumahku"
__ADS_1
"Mama, dengar dulu. Aku akan segera mengosongkan rumah ini, tapi beri aku waktu buat mencari kontrakan untuk Yanthi dan Weni"ucap papa Erwin
"Aku tidak punya waktu lagi .Sudah cukup puluhan tahun kalian menempati rumah dari hasil merampok uangku. Dan kamu wanita jal*ng,aku tak mengira kamu serendah itu, sudah tahu lelaki masih memiliki istri, kamu masih saja mau menikah dengannya. Apa kamu sudah tak bisa mencari lelaki lain. "
"Elly.... maafkan aku. Aku tahu aku bersalah padamu. Tapi aku saat ini tak bisa berbuat apa apa, nasi sudah menjadi bubur"
"Kamu yang aku anggap teman,karena kamu mengaku telah melupakan hubungan diantara kalian,ternyata menusuk aku dari belakang. Kamu sengaja tinggal dekat rumahku buat mendekati suami aku lagi. Mengapa kalian tidak jujur jika kalian mau menikah lagi. Aku pasti dengan sukarela melepaskan lelaki pecundang seperti ini. Aku tak perlu lelaki seperti kamu ada disamping aku. Aku bisa membesarkan anak anak tanpa kamu"
"Ma.. maafkan kami"
"Tidak mungkin aku bisa memaafkan kalian yang telah membohongi aku selama ini. Sekarang juga angkat kaki dari rumahku ini. Dan juga beri tahu adikmu, jika ia juga harus mengembalikan uang yang dipinjamnya dari Erwin buat membangun rumahnya. Karena itu uangku. Jika ia tak mau aku buat malu, aku tunggu hingga tiga hari kedepan ia melunasi hutangnya"
"Tante.. maafkan mama dan papa juga tante aku. Aku akan mengganti semua uang yang pernah papa gunakan"
"Dengan apa kamu menggantinya"
"Aku akan menyisihkan sebagian gaji aku untuk membayarnya"
"Seumur hidupmu tidak akan bisa melunasinya"
"Aku akan berkerja keras untuk mendapatkan uang yang banyak, tapi aku mohon jangan usir tante aku, rumah itu juga tak sepenuhnya memakai uang papa bukan".
"Aku juga masih punya sedikit belas kasihan, aku tak meminta uang yang digunakan Erwin buat membesarkan kamu selama ini, anggap saja aku bersedekah buat Erwin, karena bagaimanapun ia ayah dari anakku. Aku hanya minta kosongkan rumah ini, kembalikan mobil yang biasa kamu dan mama kamu pakai. Keduanya kembalikan. Dan juga uang pinjaman tante kamu yang seratus juta, aku tunggu tiga hari dirumahku. Jika kamu atau mama kamu tak tahu rumahku, kamu bisa tanyakan papa kamu. Tapi aku yakin mama kamu masih ingat rumahku, karena ia pernah menjadi tetangga kami"
Setelah mengucapkan itu, Elly pergi meninggalkan rumah itu tanpa mau mendengar kata kata dari Erwin dan Yanthi.
__ADS_1
********************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini