Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Tujuh puluh Dua


__ADS_3

Rangga dan temannya masih asyik menikmati malam yang bertabur bintang di tepi pantai.


Rangga melihat Melati menahan dingin dengan melipat kedua tangannya di dada. Ia lalu berdiri ingin mengambil selimut.


"Hai... gue pamit sebentar ya.Gue titip Melati. Kalian jangan macam macam ya sama istri gue. Orangnya pemalu banget, jadi jangan dibecandain."ujar Rangga berdiri dari duduknya.


"Sayang.. tunggu sebentar ya.. "ucap Rangga dan mengecup bibir Melati


"Gila Lu ya Ngga.. setiap detik nyosor aja"ucap Eka


"Biarin... kan sudah halal"teriaknya Rangga sambil berlari


"Melati.. Lu beruntung banget ya. Rangga tampak sangat mencintaimu"ujar Linda


"Rangga memang lelaki yang sangat baik, aku tak pernah berhenti bersyukur karena dipertemukan dan akhirnya menikah dengannya"


"Kamu kenal Rangga dimana,Mel"tanya Febby


"Tetangga dekat rumah bundaku dulu"


"Berarti sudah lama banget kenalnya"


"Bukan.. Rangga baru empat tahun jadi tetangga dekat rumah bundaku "


"Berarti kamu sudah kenal Rangga dari empat tahun yang lalu.. sejak ia masih sekolah menengah"


"Iya... "


"Berarti sudah lama kamu pacaran dengan Rangga"tanya Weni


"Kami tidak ada pacaran, setelah dekat langsung nikah. Karena saat aku pertama mengenal Melati, dia masih berstatus istri orang. Setelah ia pisah baru kami makin dekat dan aku memutuskan langsung menikah, itulah sebabnya aku menutupi pernikahan ini"ucap Rangga yang baru datang dan menyelimuti Melati.


"Maksud lu"ucap Febby


"Melati sudah pernah menikah sebelum dengan gue dan sudah memiliki anak satu. Setelah perceraiannya dan masa iddahnya habis, aku langsung menikah tanpa pacaran karena pacaran setelah menikah lebih mengasyikkan, kita tak perlu ada batasan,sebab sudah halal. Seperti ini nih"ucap Rangga sambil menangkup pipi Melati dan ******* bibirnya


"Gila benar Lu,ternyata diam diam lu tuh bucin juga "ucap Arif


"Lu nggak mikir kami yang jomblo dan juga perasaan Weni yang pernah menyukai lu,dari tadi nyosor aja"ucap Eka


"Gue kan nggak pernah pacaran dengan Weni,mengapa Weni harus marah, betulkan Wen"


"Hhhmmmm...iya. "dehem Weni


"Berarti Melati janda ketika nikah dengan Lu "tanya linda


"Ya.. tapi Melati mah janda rasa gadis.. daripada dapat gadis rasa janda.. "ucap Rangga sambil mengacak rambut Melati


"Lu apain si Rangga,mengapa bisa jadi bucin begini Mel"ucap Febby


"Nggak ada aku apa apain.. "jawab Melati malu


"Tapi kok Rangga bisa beda ya sama kamu. Kalau dengan teman ia cuek, tapi dengan kamu, lihatlah meleleh gue. Gue kira mau ngapain Rangga tadi pamit, nggak tahu nya mengambil selimut buat Melati. Kalau tahu Rangga seromantis ini sudah gue pelet Rangga dari pertama mengenalnya"ucap Linda


"Mengapa harus Lu pelet Rangga, gue rela memberikan semua cinta dan perhatian gue tanpa harus dipelet "ujar Eka


"Lu tanpa pelet aja sudah menempel terus dengan gue.. kayak lem"


"Gue cinta sama Melati setelah melihat kelembutannya. Dan juga kebaikannya. Hatinya cantik secantik wajahnya ini"ucap Rangga sambil mencubit pelan pipi Melati.


"Rangga.. malu ah. "gumam Melati

__ADS_1


"Ini semua sahabat gue.. Lu tak perlu malu,Mel"


"Gue sudah mengantuk.. gue pamit dulu ya"ucap Weni berdiri dan berjalan menuju kamarnya.


"Gue juga mau tidur, udara dingin membuat gue ingin memeluk Melati terus biar hangat,kalau gue peluk di sini nanti semua protes lagi.Sekalian gue mau main kuda kudaan..ha.. ha"ujar Rangga sambil tertawa


"Rangga.. kok ngomongnya begitu."ujar Melati


"Aku gendong ya, biar cepat sampai ke ke kamar"ucap Rangga dan langsung menggendong Melati.


Temannya Rangga melihat kepergiannya dan Melati sampai masuk ke kamar mereka.


"Gila ya.. gue tak pernah mengira jika Rangga bisa melakukan hal hal yang romantis begitu. Melihat dan mengenalnya selama ini gue kira Rangga pasti orangnya kaku, ternyata perhatian banget begitu. Pasti Weni tambah menyesal karena tidak dapat memiliki Rangga. Lu lihatkan Weni yang biasanya bawel jadi pendiam karena nggak percaya jika orang yang selama ini ia cintai sudah menikah dan ternyata sangat sangat romantis dan perhatian dengan pasangannya"ucap Linda


"Melati beruntung banget. Padahal ia janda dengan anak satu bisa mendapatkan lelaki tampan, mapan dan perhatian seperti Rangga"ujar Febby.


"Kalau janda seperti Melati mah pasti banyak lelaki lajang yang mau.. bening banget begitu"ucap Eka


"Jangan jangan Rangga selingkuhannya Melati sejak ia masih menikah, karena itu ia bercerai"ujar Febby


"Gue nggak yakin Rangga begitu, karena ia pernah berkata ia sangat membenci yang namanya perselingkuhan dan pengkhianatan"ucap Arif


"Tapi Rangga bilang ia menutupi pernikahannya karena ia dan Melati yang langsung menikah setelah Melati bercerai "


"Sudah.. bubar lagi, mengapa jadi gosipin Rangga.. dosa tahu. Lagi pula jika Rangga dengar, bisa berabe"


"Yuk ah bubar... "


"Febby.. Lu tidur bareng gue ya.. "


"Gila Lu.. kaliankan belum nikah"


"Napa... Lu mau. Tidur tuh bareng Linda.. "ujar Arif


"Lu pikir gue mau ngapain. Jangan berpikir yang bukan bukan ya... gue cuma tidur bareng. Lagian Febby tunangan gue. Gue cabut da.. da"ucap Arif dan Febby berlari menuju kamarnya.


Linda juga langsung berlari menuju kamar Weni. Tinggal Eka yang bingung sendiri, mau tidur dimana. Karena mereka hanya menyewa tiga resort.


"Woi.. gue jadinya tidur dimana... "teriak Eka


"Tidur diteras resort yang ditempati Weni dan Linda aja"teriak Arif kembali


Didalam kamarnya Melati yang telah selesai membersihkan wajah nya langsung tidur disamping Rangga yang sudah menunggunya.


"Sayang.. cepetan dong. Aku sudah kedinginan nih, pengin dipeluk"ucap Rangga merentangkan tangannya.


Melati langsung masuk ke dalam pelukan Rangga dan menenggelamkan kepalanya ke dada bidang Rangga. Melati langsung mengendus dada Rangga. Ia sangat menyukai bau badan Rangga yang sangat maskulin.


"Sayang.. jangan begitu, kamu langsung membangunkan adik kecilku"gumam Rangga


"Dasar kamu nya aja yang mesum Ngga.Katanya dingin, kok nggak pakai baju"


"Biar cepat nanti kalau pengin.Sayang..kita menikah sudah setahun, masa kamu masih panggil nama aja. Dosa loh, nyebut suami hanya dengan namanya"


"Lalu aku harus panggil apa.. "


"Sayang.. mas.. atau ayang beb.. "


"Aku tak biasa panggil begitu,Ngga"


"Dengan Willy kamu bisa panggil mas.. "

__ADS_1


"Kamu mau aku panggil mas juga"


"Nggak ah.. aku nggak mau disamakan dengan Willy"


"Jadi panggil apa dong"


"Sayang atau ayang atau yang aja.. "


"Sayang... malu ah Ngga"


"Pokoknya harus mau.. kalau nggak mau aku akan hukum kamu tiap malam"


"Hukum apa.. "


"Kamu harus melayani aku tiga ronde setiap malam"


"Gila.. itu sih enak ama kamu.. sayang "


"Tuh kan bisa.. coba ulangi lagi panggilnya"


"Nggak.. kamu sudah dengarkan tadi"


"Ulang nggak "ucap Rangga menggelitik pinggang Melati


"Sayang... sudah.. geli "


"Ulangi lagi dong sayang.. "


"Nggak mau.. "


"Aku gelitik lagi nih"


"Iya... iya... sayang.. sayang.. sayang"ujar Melati sambil tertawa


"Baik baik ngomongnya, nggak boleh sambil tertawa"


"Iya sayangku.. cintaku.. "ucap Melati dan mengecup bibir Rangga


"Sayang.. aku maunya kamu panggil cintaku deh.. "


"Nggak lucu ah"


"Iya dong sayang.. kalau kamu panggil sayang juga nggak seru dong, aku kan sudah panggil kamu sayang"


"Jadi aku harus panggil apa nih... "


"Cintaku.. atau disingkat cin aja"


"Nggak ah... say aja. Singkatan dari sayang"


"Okelah.. dari pada panggil nama. Sayang,aku mau malam ini kamu beri aku lebih ya"


"Maksud nya kamu apa yang minta lebih"


"Aku mau kita lakukan malam ini tiga ronde"gumam Rangga


"Nggak mau.. "


"Harus mau"ucap Rangga dan mulai melecuti pakaian Melati. Rangga menyatukan tubuh mereka setelah itu.


Rangga dan teman temannya kembali ketika siang harinya.

__ADS_1


*********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2