
Saat ini Risa sudah berada di rumahnya dia masih berfikir kenapa Damar bisa sampai turun jabatan? Pasti ini ulah dari Riana.
Dia tidak suka jika Damar masih menjabat menjadi direktur di kantor cabang perusahaan suaminya itu.
Sejak Risa ketahuan pergi bersama Tommy, Damar memilih untuk tidur terpisah dari Risa. Dia tidak ingin menyentuh perempuan yang sudah di sentuh oleh pria lain.
Damar kini merasakan apa yang Riana rasakan, sakitnya di khianati oleh orang yang dicintainya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, mobil Damar sudah terparkir di halaman depan. Dia masuk ke dalam rumah , dan melihat Risa duduk di ruang tamu.
Risa menunggu damar pulang karena dia ingin bertanya kenapa sampai dia turun jabatan.
Damar yang melihat Risa langsung acuh tak acuh dia terus saja berjalan menuju ke kamar tamu.
__ADS_1
"Mas tunggu dulu, kamu belum jelasin kenapa Sampai kamu turun jabatan seperti itu." ucap Risa.
Damar berhenti dan berbalik dengan ogah - ogahan.
"Aku juga gak tahu kenapa sampai aku turun jabatan, mereka hanya bilang kinerjaku buruk jadi sudah tidak pantas menjadi direktur." ucap Damar.
"Alasan yang tidak masuk di akal. Harusnya kamu protes mas, kenapa malah menerima begitu saja." ucap Risa.
"Daripada aku di pecat lebih baik turun jabatan kan, kamu tidak terima aku jadi manager, kalo iya silahkan angkat kaki dari rumah ini." ucap Damar emosi.
"Apa!! Kamu bertemu Riana dan memakinya? Kamu G*la Ris, jangan - jangan gara - gara Kamu aku turun jabatan. Kan aku sudah bilang jangan pernah usik Riana. kenapa kamu tidak pernah mendengarkan ku sih." ucap Damar.
"Loh kok malah nyalahin aku sih mas, salahkan Riana saja sana. Pasti dia yang meminta suaminya buat turunin jabatan kamu." ucap Risa tidak terima
__ADS_1
"Memang itu salah kamu Ris, kamu terus saja menghina Riana. Sudahlah aku capek ingin istirahat." ucap Damar yang langsung pergi ke kamarnya.
Risa tidak terima di salahkan gara - gara jabatan Damar di turunkan. Dia langsung mencari ponselnya dan menghubungi Riana.
"Halo Ri, kenapa suamimu menurunkan jabatan Mas Damar? Apa salah Mas Damar sehingga dia sekarang jadi manager? Pasti kamu kan yang meminta suamimu menurunkan jabatan Mas Damar." ucap Risa.
"Maksud kamu apa Ris? Aku tidak pernah ya ikut campur masalah pekerjaan, kalo pun Mas Damar di turunkan jabatannya pasti ada alasan tersendiri dan itu bukan karena aku. Sudahlah kamu jangan pernah menganggu aku terus. Oke." ucap Riana yang langsung mematikan teleponnya.
Risa sangat kesal karena dia belum selesai ngomong tapi langsung di matikan saja teleponnya.
"Sial, kenapa hidupku jadi begini? Aku pikir menjadi istri dari damar bisa membuat aku bahagia, tapi kenyataannya malah begini." ucap Risa dalam hati.
"Ini semua gara - gara Tommy, jika saja dia tidak menghubungiku lagi pasti tidak akan pernah seperti ini." kesal Risa.
__ADS_1
Risa mulai menyalahkan orang - orang di sekitarnya, padahal dia sendiri yang salah. karma sedang berjalan mendekat ke Risa.