
Saat Risa dan Damar sampai di rumah. Damar langsung menarik Risa ke dalam kamar. Damar langsung bertanya ke Risa.
"Cepat jelaskan siapa pria yang ada di foto yang di kasih liat oleh pak Iqbal?" ucap Damar.
"Itu bukan aku mas, kamu gak percaya sama aku?" ucap Risa.
"Gak karena pak Iqbal tidak mungkin berbicara seperti itu jika dia tidak memiliki bukti, jadi kamu katakan sebenarnya." ucap Damar.
"Kalo gak percaya sama aku ya sudah, aku sudah bilang bukan aku ya bukan aku." ucap Risa
Damar frustasi karena Risa tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Dia bingung harus percaya sama siapa.
Damar keluar dari kamar dia duduk di sofa, dia masih memikirkan semua omongan dari Iqbal.
Sebenarnya Damar merasa menyesal telah menceraikan Riana dan memilih Risa. Karena kehidupan dia setelah bercerai dengan Riana terasa sangat sulit.
Dahulu saat masih dengan Riana dia bisa memberikan uang yang cukup kepada ibunya kalau sekarang dia hanya bisa memberi sedikit uang untuk ibunya.
Damar berfikir dia harus mencari tahu sendiri siapa pria yang bersama dengan Risa. Dia tidak akan memaafkan Risa jika Risa menduakan dirinya.
Karena Damar merasa lelah dia berjalan menuju ke kamarnya. Saat akan masuk ke kamarnya dia seperti mendengar seseorang berbicara.
Kebetulan pintunya agak terbuka sedikit, dia melihat Risa yang memunggunginya seperti sedang bertelepon dengan seseorang. Damar agak mendekat ke arah pintu. dia mendengar Risa sedang memarahi seseorang.
"Kenapa kamu menghubungiku lagi? Urusan kita sudah selesai kan, dan aku ingatkan anak ini bukan anakmu tapi anak suamiku." ucap Risa.
Degh..
"Apa maksud Risa? Apa anak yang di kandungnya bukan anakku?" ucap Damar dalam hati.
Dia masih mendengarkan percakapan Risa dengan seseorang yang ada di balik teleponnya.
"Apa kamu bilang? Awas aja sampai kamu lakukan itu. Iya oke kita ketemu besok di cafe D." ucap Risa jengkel.
Dia langsung mematikan teleponnya. Kemudian meletakkan ponselnya di meja samping ranjang.
"Dasar pria br*ngs*k, sampai kapan aku seperti ini. Semoga saja ini yang terakhir." ucap Risa.
__ADS_1
Saat itu juga Damar masuk, berpura - pura tidak mendengar apapun. Risa kaget melihat Damar masuk tanpa suara seperti itu.
Risa takut Damar mendengar percakapan dirinya dengan Tommy. Akan sangat bahaya untuk hidupnya jika Damar mengetahui tentang Tommy.
Tanpa mengatakan apapun Damar merebahkan diri di sisi ranjang satunya. Dia tidur memunggungi Risa.
Risa yang melihat itu hanya diam saja, dia tidak berani bertanya apapun ke Damar, karena dia tidak mau bertengkar lagi dengan Damar.
Akhirnya Risa ikut merebahkan diri di samping Damar.
Sebenarnya Damar itu belum tidur dia masih kepikiran perkataan Risa tadi saat bertelepon.
Damar akan mengikuti Risa secara diam - diam besok. Karena merasa lelah, akhirnya Damar tertidur.
****
Pagi harinya Damar seperti biasa terbangun karena mendengar alarm di ponselnya. Dia bergegas mandi dan bersiap untuk mengikuti Risa pagi ini.
Damar melihat Risa sudah terbangun saat Damar sudah selesai mandi. Mereka masih mode diam. Damar memakai bajunya dan bersiap sebentar lalu dia keluar dari kamar menuju ke ruang makan.
Di meja makan sudah tersedia nasi goreng dengan telur ceplok yang di buat oleh si mbok.
Setelah selesai sarapan Damar mengendarai mobilnya menuju ke kantor, lalu dia meminjam motor dari satpam kantor
"Gus pinjam motornya ya." ucap Damar.
"Memang bapak mau kemana? Kok gak bawa mobil saja?" ucap Agus
"Mau pulang bentar, ada berkas yang ketinggalan di rumah, kalo pake mobil nanti macet Gus. Boleh ya, ini buat kamu." ucap Damar sambil memberikan uang pecahan 100 ribu 3 lembar.
"Wah ini buat saya pak? Terima kasih ya pak, silahkan di bawa motor saya." ucap Agus menyerahkan kunci motor pada Damar.
Setelah mendapat kunci dari Agus, Damar melajukan motor dengan kecepatan sedang. Dia berhenti tak jauh dari rumahnya. Dia menunggu Risa keluar dari rumah.
Tak berapa lama menunggu, terlihat mobil berhenti di depan gerbang rumahnya. Dan Risa langsung masuk ke mobil itu.
Saat mobil berjalan dengan cepat Damar mengikuti mobil itu hingga berhenti di cafe D.
__ADS_1
Damar memarkirkan motor Agus agak jauh dari Risa. Melihat Risa masuk ke dalam cafe, cepat - cepat Damar memakai masker dan topinya kemudian mengikuti Risa masuk.
Damar mengedarkan pandangan ke penjuru cafe, akhirnya dia menemukan Risa sedang duduk dengan seorang pria yang ada di foto yang di tunjukan pak Iqbal.
"Wanita J*l*Ng ngomongnya tidak tau siapa pria itu, eh ini malah bertemu disini." ucap Damar dalam hati.
Damar sengaja duduk tak jauh dari tempat duduk Risa dan pria itu. Ingin sekali dia menghampiri mereka berdua tapi dia tahan karena dia ingin mengetahui semuanya.
"Tom ini terakhir kalinya aku datang menemui kamu, tolong jangan ganggu aku lagi. Sebenarnya apa maumu?" ucap Risa.
"Aku tidak akan pernah berhenti mengganggumu sayang, karena ada bagian diriku yang bersamamu." ucap Tommy.
"Sudah aku bilang jika anak yang aku kandung ini anak dari Damar bukan anakmu." ucap Risa.
"Hahahaha... Silahkan saja kamu berkata seperti itu tapi aku yakin sekali jika anak itu anakku. Oia uang ku sudah habis, bisa kamu transfer lagi untukku?" ucap Tommy.
"Apa!! aku gak punya uang Tom." ucap Risa.
"Baiklah jika kamu tidak memberiku uang foto dan video kita akan aku kirim ke suamimu, biar kamu jadi gelandangan." ucap Tommy.
"Oke akan aku kasih uangnya, tapi jangan kamu kirim foto dan video itu." ucap Risa takut
Damar akhirnya tahu kemana uang seratus juta yang dulu katanya hilang, ternyata di berikan ke pria itu.
Dan sekarang uang Damar akan di kasihkan lagi ke pria itu?. Damar langsung berdiri dan merampas ponsel Risa dan memasukannya ke saku celananya.
"Hei.. Apa yang kamu laku..kan.." ucap Risa tergagap setelah tahu yang merampas ponselnya adalah Damar.
"Mas Damar kenapa ada disini? bukannya mas lagi di kantor?" ucap Risa takut.
"Kamu bilang tidak mengenal pria itu, tapi ini apa!? Kamu bahkan mau memberinya uang? tidak akan kau biarkan kamu menggunakan uangku lagi." ucap Damar.
Risa bingung harus berkata apa, karena dia merasa kepergok. Sedangkan Tommy melihat pertengkaran Risa dengan duduk tenang sambil meminum teh yang sudah di pesannya.
Tommy berdiri lalu memperkenalkan diri ke Damar.
"Halo bro, namaku Tommy Mantan kekasih Risa. Karena aku gak mungkin dapat uang dari Risa lagi sebaiknya aku beritahu disini saja ya. Anak yang di kandung Risa itu sebenarnya Anakku, jika kamu tidak percaya buka ponselmu, aku sudah mengirim foto dan video Risa bersamaku. Layanan Risa sungguh memuaskan. Sudah dulu ya aku akan pergi, silahkan urus urusanmu dengan Risa." ucap Tommy
__ADS_1
Kemudian Tommy meninggalkan Damar dan Risa. Damar segera membuka ponselnya. Dia sangat terkejut melihat foto dan video yang ada di ponselnya.
"Risa apa - apa an ini?! Bisa kamu jelaskan?" ucap Damar.