Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Seratus Tiga puluh Tujuh


__ADS_3

Mama Elly mendengar Nabila menangis, lalu berdiri dan duduk di samping Nabila.


"Nabila , kenapa menangis. Apa Oma ada salah bicara..."


"Nggak , Oma.."


"Kalau begitu jangan menangis. Nanti papi dan bunda kamu bisa jadi salah paham dengan Oma..."


"Oma...Bila mau ke dalam dulu"ucap Nabila dan berdiri dari duduknya.


"Tunggu ,sayang. Oma belum selesai bicaranya. Nabila belum jawabkan apa Nabila mau ikut Oma atau tidak"


"Oma...Bila tak bisa ikut Oma"ucap Nabila dan berlari menuju ruang istrirahat.


Sampai di dalam ia langsung memeluk papinya dan menangis.


"Bila kenapa , sayang"ucap Rangga kuatir


"Bila nggak mau ikut Oma pergi, Bila mau ikut kalau papi dan bunda juga ikut"


"Loh kalau nggak mau ikut ya nggak apa apa, kenapa Bila menangis"


"Oma bilang, Bila sudah besar. Nggak mungkin selamanya Bila harus pergi terus dengan papi dan bunda. Apa benar , pi"


"Bila..mungkin maksud Oma bukan begitu sayang. Oma itu ingin Bila belajar mandiri. Bila harus belajar pergi tanpa ada papi dan bunda"ujar Melati


"Papi...jadi kalau Bila sudah besar nggak boleh ikut papi dan bunda lagi. Kalau gitu , Bila nggak mau besar besar. Bila mau segini terus"


Rangga tersenyum mendengar ucapan anak gadisnya.


"Siapa bilang kalau Bila sudah besar nggak boleh ikut papi dan bunda. Sampai Bila segede bunda , Bila masih boleh ikut kemana papi dan bunda pergi. Maksud Oma itu, papi dan bunda tidak mungkin selamanya mengikuti Bila pergi. Jika nanti papi dan bunda sudah tak sanggup berjalan, Bila harus bisa pergi tanpa papi dan bunda"

__ADS_1


"Jika papi dan bunda tak bisa jalan, Bila akan belikan kursi roda biar papi dan bunda tetap bisa ikut kemana Bila pergi"


Mendengar ucapan Bila , Rangga sangat terharu... ia langsung memeluk erat Nabila dan meneteskan air mata.


"Semoga kamu tetap menyayangi papi dan bunda sampai kami menua dan tiada lagi. Kamu putri papi, yang sangat papi sayangi"


"Bila juga sayang papi..."


"Pi, sebaiknya kita keluar . Nanti mama kira kita lagi membujuk Nabila biar nggak mau ikut"


"Aku nggak peduli apapun pendapat dari ibu Willy. Jika putriku yang nggak mau ikut, ia bisa apa"


"Nggak bisa begitu ,pi. Nanti nama papi yang jelek. Karena di kira papi ingin menguasai Nabila. Jika hanya aku yang disalahkan, bagiku tak apa. Karena aku sudah terbiasa dan tahu bagaimana sifat mama"


"Ayo, papi temani kamu temui Oma lagi"


"Tapi papi...Bila takut nanti Oma sedih jika Bila masih terus menolak buat ikut"


"Oma pasti mengerti..."


"Maaf ,ma. Harus menunggu..."


"Nggak apa. Ayo , Nabila mau ikut Oma kan"


"Bila mau ikut Oma ke rumah, tapi nanti papi jemput lagi kalau Bila udah mau tidur. Boleh ya ,Oma"


"Loh kok papi jemput. Besok kan Nabila libur. Kita mau ke tempat adiknya Nabila. Jadi malam ini menginap di rumah Oma, besok malam kita menginap di hotel. Oma akan cari hotel yang paling bagus, biar Nabila bisa tidur dengan nyaman"


"Papi..."rengek Nabila dan memeluk Rangga. Melati yang melihat itu jadi tak enak. Ia tak ingin nanti suaminya yang disalahkan mama.


"Maaf bu Elly, Bila bilang saat ini tak bisa ikut ibu ke tempat adiknya. Lain kali jika ia telah bisa pergi tanpa papi dan bundanya , ia akan ikut. Tapi jika ibu ingin mengajak Nabila pergi kapan pun itu ,asal tidak menginap ia akan ikut. Karena Bila belum terbiasa tidur tanpa papi dan bundanya"

__ADS_1


"Masa Bila masih harus tidur dengan papi. Anak gadis tak boleh tidur sama papi terus. Apa lagi saat ini Nabila sudah mulai besar. .."ucap Mama Elly sama Nabila


Rangga tampak menyunggingkan senyumnya dengan terpaksa.


"Ibu Elly salah tangkap perkataan Bila, ia bukannya tak bisa tidur tanpa saya...tapi ia belum terbiasa pergi jauh tanpa papi dan bundanya. Saya juga mengerti posisi saya yang hanya ayah sambungnya. Saya tidak mungkin melakukan sesuatu diluar batas wajar. Saya menganggap Nabila anak kandung saya ,jadi saya tidak akan mungkin macam macam"ucap Rangga sedikit tersinggung. Ia lalu berdiri dan menggenggam tangan Nabila membawanya pergi dari sana.


"Ma...maksud Bila itu ,ia belum pernah pergi tanpa aku dan papinya. Ia takut nanti menjadi rindu dan ingin bertemu. Sedangkan kita juah. Jadi ia takut nanti jadi tak bisa tidur karena karena rindu"


"Iya, mama mengerti. Tapi Melati, kamu seharusnya memberi pengertian pada Nabila agar jangan terlalu manja pada papinya dan apa apa harus mengikuti kata papinya. Ia harus tahu jika ayah kandungnya Willy, jadi ia juga harus ikuti kata kata Willy. Nabila itu anak gadis , tidak baik dilihat jika ia terlalu dekat dengan papi tirinya. Kecuali jika itu ayah kandungnya"


"Ya, Ma. Aku tidak pernah menutupi siapa ayah kandungnya. Dari kecil aku sudah kenalkan mas Willy sebagai ayah kandungnya. Jika memang ia dekat sama Rangga, karena dari kecil ia sudah terbiasa hidup bersama Rangga. Rangga juga tidak pernah melarang Nabila buat dekat dan kenal dengan keluarga ayahnya. Jika saat ini Nabila belum bisa dekat dengan mama dan mas Willy, aku mohon maaf. Itu semua perlu waktu. Karena ia dulu hanya mengenal keluarga Rangga sebagai keluarganya. ..."


"Jadi menurut kamu ini semua salah mama. Karena selama ini mama yang tidak datang mengunjungi Nabila. Membuat ia tidak bisa dekat dan akrab...begitu"


"Aku nggak bilang begitu , Ma..."


"Mama tahu Mela... semua ini memang salah mama yang dulu mengabaikan kehadiran Nabila. Untuk itu mama ingin menebus semua kesalahan mama, makanya mama mau Nabila menginap di rumah mama agar ia bisa lebih mengenal dan lebih dekat dengan mama. Mama ingin mengganti hari hari yang telah mama lewatkan dulu, mama ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama Nabila"


"Iya, Ma. Aku mengerti. Tapi perlu waktu untuk mendekatkan diri. Aku akan berusaha memberi pengertian pada Nabila nantinya. Mama bisa lihat sendiri , Nabila lebih dekat dan terbuka dengan papinya Rangga."


"Baiklah ,Mel. Mama pulang dulu. Mama sangat berharap jika suatu saat Nabila mau mama ajak pergi ke tempat Bobby. Biar ia mengenal siapa adik adiknya...."


"Iya, Ma..."


"Mama pamit dulu..."


"Baik ma, hati hati..."


Mama Elly pergi meninggalkan Toko Roti Melati dengan sedikit kecewa. Ia sangat berharap jika Nabila mau ikut.


*******************

__ADS_1



Terima kasih banyak buat semua yang tetap setia membaca novel ini....


__ADS_2