Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 44


__ADS_3

Terlihat Risa dan Damar berdiri di depan meja mereka. Damar menyapa dengan menundukkan wajahnya ke Iqbal dan Bu Kartika.


Dia menyeret istrinya supaya tidak berbicara yang tidak - tidak di depan keluarga Bosnya.


"Ih apaan sih Mas, aku kan mau menyapa mantan sahabatku, masa gak boleh sih." ucap Risa.


"Udah ayo kita duduk di meja kita saja, gak usah menyapa Riana. Kamu mau karir aku hancur gara - gara Kamu?" ucap Damar lirih.


Bu Kartika menoleh ke arah Riana dan Iqbal dia bertanya.


"Apa kalian kenal dengan kedua orang ini? Sepertinya wanita ini kenal denganmu Ri?" ucap Bu Kartika.


"Selamat sore Ibu, perkenalkan saya Risa mantan sahabat dari Riana. Dan ini Damar mantan suami dari Riana." ucap Risa memperkenalkan diri.


Riana merasa sangat malu terhadap calon mertuanya itu, dia rasa jika mertuanya mau membatalkan pernikahannya dengan Iqbal, dia akan menerimanya.


"Oh kamu yang merebut suami dari sahabatmu ya? Masih punya muka kamu muncul di hadapan Riana?" ucap Bu Kartika.


Riana kaget calon mertuanya bisa berkata seperti itu. Riana melihat Risa langsung tak bisa berkata apapun lagi.


"Maaf ya Bu, bulan saya merebut suami dari Riana, tapi suami Riana sendiri yang lebih tertarik denganku yang bisa memberikan keturunan daripada Riana yang m*ndul." ucap Risa.


Iqbal sedari tadi hanya diam saja, dia ingin melihat sejauh mana Risa akan mempermalukan Riana. Karena dia mempunyai sesuatu yang bisa membuat Risa diam.


"Heh jaga ya omongan kamu, Menantuku tidak m*ndul, dia dinyatakan sehat karena dia sudah periksa ke dokter kandungan." ucap Bu Kartika emosi.


Riana merasa geram dengan perkataan dari Risa. Saat dia akan ngomong Iqbal langsung angkat bicara.


"Sudah ngomongnya? sekarang boleh aku yang bertanya. Bisa di jelaskan siapa itu Tommy?" ucap Iqbal tepat sasaran.


Risa langsung melotot mendengar perkataan Iqbal. Dia tidak menyangka jika akan mendengar nama itu disini. Apalagi dari seorang Iqbal yang tidak dia kenal.


"Si..si.apa itu? Aku tidak kenal." ucap Risa tergagap.


"Benarkah tidak kenal?" ucap Iqbal

__ADS_1


Kemudian dia mengambil ponsel dari sakunya, dia mencari sebuah foto dan memperlihatkan ke Risa. Betapa kagetnya Risa melihat foto itu, di foto itu dirinya sedang berada di cafe bersama dengan Tommy. Damar pun kaget, melihat foto itu, dia mengarahkan tatapan ke arah Risa.


"Lalu siapa dia? kenapa dia ada bersama denganmu di cafe? Aku masih banyak foto dan video yang bisa saja aku berikan ke suamimu itu." ucap Iqbal


"Apa maksud semua ini? Bisa kamu jelaskan Risa? Foto dan video apa?" ucap Damar.


"Kamu pasti akan menyesal Damar jika kamu tau siapa sebenarnya istrimu ini. Kamu membuang berlian demi batu kerikil. Kasihan sekali kamu Damar. Tapi aku berterima kasih karena kamu telah membuang berlian itu, akhirnya aku bisa memiliki berlian itu." ucap Iqbal.


Risa ketar - ketir mendengar perkataan dari Iqbal, dia berfikir akan ada perang dunia ketiga di rumah.


Damar yang sudah emosi langsung menarik tangan Risa untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia membawa Risa untuk pulang.


"Huft akhirnya mereka pergi juga, pusing aku dengar perkataan Risa." ucap Iqbal.


"Mas Memang mas punya foto dan video apa?" ucap Riana.


"Oh itu foto perselingkuhan Risa dan pria bernama Tommy, Mas Memang sempat menyelidiki Risa dan itu yang mas temukan." ucap Iqbal.


"Maksud mas, Saat Risa bersama dengan Damar, dia selingkuh? Berarti anak yang di kandungnya kemungkinan anak dari selingkuhannya itu?" ucap Riana sedikit kaget.


Riana hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Sudah.. Sudah jangan di bahas lagi kita makan lagi saja, kasihan itu makanannya dianggurin, setelah ini kita langsung pulang saja ya, mamah capek pengin istirahat." ucap Bu Kartika.


"Iya mah." ucap Riana.


Mereka memakan makanan itu hingga habis, dan segera pulang ke rumah.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah yang megah itu. Setelah menidurkan Kiara di kamarnya, Iqbal mengantar Riana ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh pelayan di rumah.


"Sayang ini kamar kamu, padahal aku maunya kamu tidur di kamarku, tapi aku takut di terkam sama mamah." ucap Iqbal.


"Akunya juga gak mau tidur di kamarmu, kita belum sah." ucap Riana.


"Awas aja kalo sudah sah, gak akan aku biarin kamu tidur sampai pagi." ucap Iqbal genit.

__ADS_1


"Ih udah sana Mas, aku mau istirahat capek seharian ini belum istirahat." ucap Riana.


"Sun dulu ya, baru aku pergi. Biar aku semangat nih." ucap Iqbal lagi


Riana sangat malu dengan kelakuan calon suaminya ini, dia menengok kanan kiri karena takut di lihat oleh orang.


Dengan menjinjit dia menc**m pipi Iqbal. Merasa tidak puas Iqbal meraih tengkuk Riana dan menc**m bibir Riana, tidak hanya kecupan yang di beri namun lum*Tan yang lumayan lama. Sampai Riana kehabisan nafas.


"Nah ini baru sun yang bener. Makasih ya sayang aku jadi semangat lagi. Bye selamat malam dan selamat istirahat ya." ucap Iqbal.


Riana tersipu malu dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar dia memegang bibirnya masih terasa.


Riana guling guling di ranjang, dia seperti ABG yang baru jatuh cinta. Padahal lebih dari itu pun dia pernah merasakannya. Tapi kenapa terasa berbeda saat yang melakukannya itu Iqbal.


Riana membersihkan diri kemudian dia lanjut tidur agar besok lebih fresh lagi.


Pagi harinya, saat Iqbal bangun dan menuju ke dapur, dia melihat Riana sedang membantu si mbok memasak makan pagi, dia tidak melihat mamahnya, mungkin masih tidur karena kecapean kemarin.


"Sayang kok kamu yang masak? Kan sudah ada si mbok?" ucap Iqbal


"Eh sudah bangun mas? Mau aku buatkan kopi atau teh? Gak apa - apa lah lagian aku bingung tadi bangun pagi mau ngapain jadi bantuin si mbok." ucap Riana.


"Oh ya sudah gak papa, aku mau kopi buatin dua ya buat papah juga, tadi aku lihat papah di teras belakang aku mau kesana." ucap Iqbal.


"Oke mas, nanti aku kesana." ucap Riana.


Riana membuatkan kopi untuk Iqbal dan papahnya. Tak lupa dia juga bawa pisang goreng yang tadi di buat oleh si mbok.


"Ini mas, Pah kopinya, silahkan di nikmati." ucap Riana.


"Makasih ya Nak." ucap pak Bagaskara


"Mamah belum bangun apa Pah?" tanya Iqbal setelah Riana pergi ke dapur lagi.


"Gak sudah bangun tadi, kayaknya masih mandi, bentar lagi juga keliatan kok." ucap Pak Bagaskara

__ADS_1


Akhirnya yang di bicarakan muncul dari arah dalam rumah, Bu Kartika sudah rapi. Sepertinya dia kan pergi hari ini.


__ADS_2