
Hari ini wisuda nya Rangga. Mami, papi dan Melati serta Nabila ikut ke kampus mendampingi Rangga. Kak Rachel tidak hadir karena ia akan datang ketika pesta pernikahan Rangga esok saja.
Semua sudah sampai di kampus dan menyaksikan wisuda nya Rangga. Setelah semua acara wisuda selesai,mami dan papi serta Melati dan Nabila foto bersama.
Papi dan mami membawa Nabila pulang setelah acara foto foto selesai. Tinggal Melati yang menemani Rangga karena akan ada pesta kecil bersama teman temannya.
"Mel... ayo kita ketempat teman temanku. Aku kenalkan kamu dengan mereka"ujar Rangga
"Hhhmmmm...Nabila bagaimana, Ngga"
"Mami tak izinkan kita membawa Nabila. Takut Nabila kecapean dan nanti sakit, padahal aku ingin mengenalkan Nabila juga pada teman temanku. Mami terlalu protektif dengan Nabila, mungkin karena terlalu sayang"
"Nabila sangat beruntung memiliki Oma dan papi yang sangat menyayanginya"
"Karena Nabila pantas buat disayangi... ia anak yang baik dan lucu. Sama seperti ibunya"ujar Rangga dan memegang tangan Melati menuju ke arah temannya. Rangga ingin mengenalkan Melati.
"Hai semuanya... kenalkan nih istri gue, Melati"ucap Rangga dengan temannya
"Melati"ucap Melati sambil menyalami satu persatu temannya Rangga
"Apa bro... nggak salah nih. Pacaran aja nggak pernah, langsung udah punya istri aja lu"ucap teman Rangga yang bernama Eka
"Gue serius.. gue udah nikah satu tahun yang lalu.. tapi pestanya baru akan gue adakan bulan depan, Lu semua harus datang ya"
"Bening banget Ngga.. istri lu"ucap Arif, membuat Febby memandangi Arif dengan mata melotot.
"Pasti langsung patah hati deh Weni jika dengar ini"ucap Linda
"Siapa yang patah hati"ucap seorang wanita yang baru muncul.
"Panjang umur Lu, baru aja diomongin"ucap Febby
"Oh ya semuanya.. kenalkan ini papa aku.."ujar Weni
Satu persatu Rangga dan teman temannya menyalami papa Weni. Tiba giliran Melati, papa Weni dan juga Melati sangat kaget.
"Papa... "gumam Melati
"Mela.. kamu sedang apa disini "
"Mela mendampingi suami Mela Pa.. "
"Suami.. memangnya yang mana satu nih suami kamu"ujar Weni
"Weni.. ini Melati, istriku"ucap Rangga
"Istri.. kamu bercanda ya.. nggak lucu Ngga"
__ADS_1
"Aku nggak lagi bercanda, ini istriku. Kami menikah sudah hampir satu tahun"
"Aku nggak mengerti maksud kamu, Ngga"
"Kami menikah tapi belum mengadakan pesta, makanya aku belum memberitahukan semua. Bulan depan rencananya kami akan mengadakan pesta. Kalian semua harus hadir ya"
"Mengapa kamu harus menyembunyikan ini semua, Ngga"lirih Weni
"Aku sebenarnya tidak bermaksud menyembunyikan dari kalian semua. Tapi ada alasan yang membuat aku ketika itu tidak bisa memberitahukan semuanya saat aku menikah dulu"
"Maaf semuanya.. sepertinya aku nggak bisa ikut pesta dengan kalian. Aku pulang saja dengan papaku"ucap Weni.
"Weni.. papa mau bicara dengan Melati sebentar"
"Papa kenal dengannya.. "
"Ya.. ia anak kenalan papa.. "
"Mengapa tidak bicara di sini saja"
"Ada hal yang penting akan papa bicarakan dengan Melati sebentar. Semuanya om tinggal dulu ya... "
Papa Weni mengajak Melati sedikit menjauh dari tempat teman teman Rangga.
"Mela.. kamu pasti kaget melihat papa tadi"
"Ya.. Mel. Anak dari istri kedua papa. Papa harap kamu jangan memberitahukan ini semua pada mama dan Willy"
"Apa mama, Kak Shinta dan Willy tidak tahu jika papa memiliki istri yang lain.. "
"Nggak Mel.. "
"Berarti papa sudah membohongi dan menduakan mama selama ini. Mengapa papa lakukan itu Pa. Aku tahu bagaimana perasaan mama,kak Shinta dan Willy nanti jika tahu papa telah membohongi mereka selama ini.. Sudah berapa lama papa menikah lagi"
"Sudah hampir dua puluh lima tahun..Mel. Dan papa harap kamu dapat tetap menyimpan rahasia ini. "
"Aku tak tahu harus bagaimana pa. Apa harus menyembunyikan kebenaran ini terus. Jika aku pura pura tak tahu sama saja aku membenarkan perbuatan papa. Padahal jelas jelas perbuatan papa salah.. aku sudah merasakan bagaimana rasanya sakit dan terluka ketika kita dikhianati dan diduakan begini"
"Mel.. papa mohon, kamu tahu mama kan. Papa nggak mau mama Elly tahu, karena ia bisa melakukan segala cara buat memisahkan papa dan mama Weni. Papa mencintainya. Papa nggak mungkin meninggalkan Mama Weni. Dan perlu kamu tahu, mama Weni dulunya tetangga kami. Papa nggak mau nanti mama membuat onar dengan menggaggu keluarga mama Weni"
"Apa papa tak mencintai mama "
"Entahlah.. sejak papa mengenal mama Weni, papa merasa hidup papa lebih berarti dan berwarna. "
"Mengapa papa tidak menceraikan mama ketika papa akan menikah lagi ketika itu"
"Papa nggak tega melakukan itu karena saat itu umur Willy masih lima tahun dan Shinta masih delapan tahun. Papa nggak mungkin meninggalkan anak yang masih kecil kecil"
__ADS_1
"Berarti mama Weni tahu jika papa sudah menikah, mengapa ia masih mau menjalin hubungan dengan papa"
"Melati.. terlalu panjang jika menjelaskan semuanya. Papa mohon, jangan sampai mama dan Willy tahu semua ini"
"Aku benci pengkhianatan dan kebohongan.. Aku tak bisa janji untuk tutup mulut selamanya pa"ujar Melati sambil menangis. Ia bisa bayangkan hancur hati mama Willy ketika tahu telah dibohongi begitu lamanya.
Ditempat Rangga dan teman temannya berada. Weni tampak masih kaget dengan semua yang terjadi.
"Jadi ini sebabnya kamu tak pernah membalas semua perhatian dariku Ngga"tanya Weni
"Aku sudah dari pertama mengatakan padamu, jika aku tak bisa dan tak mau berhubungan dengan wanita manapun"
"Tapi mengapa kamu tidak jujur saja, agar aku tak pernah berharap kamu akan membalas semua cinta dan perhatian aku selama ini"
"Weni benar Ngga.. mengapa kamu tak pernah jujur jika kamu sudah beristri. Tak salah jika Weni berpikir, kamu selama ini tak menerima cintanya hanya karena kamu ingin cepat menyelesaikan kuliahmu. Kamu selalu menjawab jika kamu tak ingin berpacaran agar bisa selesai kuliah secepatnya "
"Ya.. aku nggak salah bicara begitukan. Dan aku menikah baru satu tahun ini, sebelum menikah memang itu alasan aku mengapa aku tak pernah mau berhubungan dengan wanita manapun "
"Sebelum menikah kamu pasti sudah pacaran kan. Mungkin sejak kamu baru masuk kuliah, makanya kamu selalu menutup hatimu buat wanita manapun "
"Aku memang sudah mengenalnya sejak aku mulai kuliah, tapi kami belum pacaran karena saat itu Melati masih milik orang lain. "
"Maaf Ngga.. aku masih belum bisa terima kebohongan kamu. Aku pamit dulu.. "ucap Weni dan menghampiri papanya dan Melati
"Apa papa sudah bicaranya"ucap Weni mengagetkan Melati dan papanya
"Sudah.. "
"Kalau begitu kita pulang lagi,pa"
"Kamu tadi bilang akan mengadakan sedikit pesta bersama teman temanmu"
"Nggak jadi Pa... kepalaku pusing. Papa sudah lama mengenal Melati "
"Sudah Weni.. aku mohon maaf jika kehadiran aku membuat kamu tak nyaman."ucap Melati
"Kamu cantik.. nggak salah Rangga memilih kamu sebagai istrinya. Selamat ya atas pernikahan kalian. .. "ucap Weni sambil memandangi Melati dari ujung rambut sampai kaki.
"Melati memang sangat cantik, pantas Rangga memilihnya sebagai istri. Rangga sampai mau menunggu ia putus dari pacarnya untuk dapat memiliki Melati. Pasti Melati memiliki sesuatu yang istimewa sehingga bisa menaklukkan hati Rangga. Aku harus merelakan Rangga, walau saat ini hatiku masih belum ikhlas. Tapi aku tak boleh lagi mencintai suami orang"
Rangga dan Melati
*****************************
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini