
Karena hari semakin malam para penghuni kost kembali ke kamar masing - masing. Riana pun tertidur dengan cepat karena badannya merasa lelah.
Pagi harinya Riana bangun dengan malas - malasan karena dia masih lelah, Riana ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap ke kantor.
Iqbal sudah menghubungi Riana jika sekarang dia sedang di jalan sebentar lagi sampai di kost. Riana hanya sarapan roti karena dia tidak ingin Iqbal menunggu lama.
Saat Riana keluar dari kamarnya, dia heran karena semua penghuni kost berkumpul di depan kamar Siska. Riana menghampiri mereka dan bertanya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul disini? Apa kalian gak kerja?" ucap Riana.
"Eh kamu Ri, sudah mau berangkat? Ini ada yang kehilangan pakaian dalam lagi, kali ini si Nuri yang kehilangan." ucap Siska yang sudah berpakaian rapi untuk pergi kerja.
"Kapan terjadinya? Bukankah tadi malam kita disini sampai malam kok bisa ada maling lagi." ucap Riana.
"Kayaknya Dia beraksi saat pagi buta Ri, jadi kita pada gak tau. Ini kita mau lapor ke penjaga kost jika masalah ini sudah meresahkan." ucap Riri.
"Oh ya, Ya sudah aku berangkat dulu ya, maaf kalo aku gak bisa ikut kalian. Nanti aku bantu bilang ke pemilik kost jika kalian gagal bilang ke penjaga kost." ucap Riana.
"Aku juga berangkat ya guys, sudah siang soalnya. Maaf juga aku gak bisa ikut. Ayo Ri kita ke depan bareng." ucap Siska mengajak Riana ke depan.
"Iya gak papa, kalian berangkat saja, biar ini kami yang urus." ucap Riri dan Nuri.
Riana dan Siska berjalan ke arah depan gerbang kost. Di sana sudah ada mobil Iqbal yang menunggu.
"Kamu mau ikut aku Sis? Sekalian jalan searah juga kan." ucap Riana.
"Gak ah, nanti aku jadi obat nyamuk, ini di Radit sudah di jalan bentar lagi juga nyampe. Sana kamu pergi dulu, kasihan tuh ayang sudah nunggu lama." ucap Siska.
"Ya sudah aku berangkat dulu ya." ucap Riana yang kemudian dia memeluk Siska.
"Iya bye Riana." ucap Siska
Riana menghampiri mobil yang terparkir. Dia masuk ke dalam mobil. Iqbal tersenyum melihat Riana masuk ke dalam mobil.
"Maaf ya Mas lama nunggunya, tadi ada sedikit masalah di kost." ucap Riana.
"Masalah apa? sampai kamu terlihat khawatir gitu." ucap Iqbal.
__ADS_1
Riana kemudian menceritakan semua yang terjadi kepada Iqbal. Tanpa dia tutupi, setelah selesai bercerita Iqbal kemudian berbicara.
"Berarti sudah tidak aman kost kamu itu Yang. Kamu pindah saja dari sana, aku punya apartemen kamu bisa memakai apartemen itu." ucap Iqbal.
"Nanti aku pikirkan lagi deh mas, aku sudah betah tinggal di sana, penghuni kost semuanya baik." ucap Riana.
Tanpa terasa mereka berdua sudah sampai di kantor. Saat mereka masuk banyak pasang mata melihat mereka sambil berbisik.
"Mas kenapa pada bisik - bisik melihat kita, padahal biasanya juga enggak." ucap Riana
Iqbal hanya mengendikan bahunya saja. Riana berjalan dengan rasa heran. Dia mengikuti Iqbal berjalan ke arah ruang kerjanya.
Sebelum Riana masuk ke dalam lift. Dia di panggil oleh Nova. Dia meminta ijin Iqbal untuk berbicara dengan Nova sebentar.
Iqbal pun mengijinkan Riana untuk bicara dengan Nova. Riana menghampiri Nova yang sedang berdiri tak jauh dari lift.
"Ada apa Nov? Tumben panggil aku pagi - pagi gini." ucap Riana.
Nova mengajak Riana untuk duduk di kursi yang ada di sekitar sana.
"hah? Kamu tahu dari mana jika aku mau menikah dengan Mas Iqbal?" ucap Riana.
Nova langsung mengambil ponselnya dan dia menunjukkan pengumuman di grup kantornya.
Riana melongo membaca pengumuman Yang ada di grup itu. Pantas saja orang yang bertemu dengannya berbisik - bisik sambil tersenyum.
"Ish apa - apaan Mas Iqbal ini, kenapa dia memberi pengumuman seperti itu. Tadi pas aku tanya dia pura - pura tidak tahu." ucap Riana cemberut.
"Ih jangan cemberut gitu, berarti mulai hari ini kamu harus aku panggil Bu bos." ucap Nova menggoda Riana.
"Aku belum menikah dengan Mas Iqbal, jadi panggil aku seperti biasa saja. Ya sudah ya aku kembali ke atas." ucap Riana.
"Iya.. Aku juga mau kerja. Bye Ri, sampai ketemu nanti siang ya." ucap Nova.
Riana kembali masuk lift untuk pergi ke lantai tempat dia kerja. Sesampainya dia di meja kerjanya, dia langsung membuka tab yang berisi jadwal Iqbal untuk hari ini.
Riana berjalan ke arah ruangan Iqbal, setelah di persilahkan masuk, Riana langsung masuk ke dalam.
__ADS_1
"Selamat pagi pak Iqbal, satu jam lagi anda ada pertemuan dengan CEO PT Suka Makmur." ucap Riana.
"Kamu jangan terlalu formal dong Ri, kan kita sedang berduaan aja." ucap Iqbal.
"Ish Mas Kita harus profesional, kan lagi di jam kerja. Oia aku mau tanya kenapa mas bikin pengumuman hubungan kita di grup kantor? Nanti banyak yang iri sama aku gimana mas?" ucap Riana.
"Mas sengaja bikin pengumuman supaya tidak ada lagi yang membicarakan kamu yang tidak - tidak lagi. Lagian nanti jika kita sudah menikah kamu di rumah saja, gak usah kerja lagi." ucap Iqbal.
"Lah kok gitu sih? Aku seneng loh bisa kerja disini bantuin mas." ucap Riana.
"Gak usah, kamu bantu aku di rumah saja." ucap Iqbal.
Sepertinya Iqbal serius mengenai Riana yang tidak boleh bekerja lagi saat dia sudah menjadi Istri Iqbal.
Setelah selesai dengan urusannya dengan Iqbal, Riana pamit untuk mempersiapkan bahan meeting dengan PT Suka Makmur,
Saat sedang mempersiapkan bahan - bahan meeting telp di meja Riana berbunyi.
"Ya halo Riana disini." ucap Riana.
"Halo Bu Riana saya uti resepsionis, ada orang yang ingin bertemu dengan pak Iqbal dari PT. Suka Makmur." ucap Uti.
Riana melihat jam di tangannya, padahal waktu pertemuannya masih kurang dari tiga puluh menit tapi orangnya sudah datang.
"Baik Uti suruh mereka tunggu di ruang meeting ya, nanti saya kesana menemui mereka." ucap Riana.
"Baik Bu." ucap Uti.
Uti mempersilahkan dua orang itu ke ruang meeting untuk menunggu pak Iqbal nya.
Riana menelepon Iqbal jika orang dari PT Suka Makmur sudah datang. Tapi Iqbal maunya ketemu mereka sesuai jadwal yaitu 30 menit lagi.
Riana meminta ijin untuk menemani mereka sambil menunggu jam bertemu dengan Iqbal.
Setelah mendapat ijin dari Iqbal, Riana segera pergi ke ruang meeting dengan membawa bahan yang di butuhkan.
Saat masuk ke ruang meeting dia melihat ada dua orang Yang sedang duduk membelakangi Riana. Pria dan wanita, Saat Riana mendekati mereka berdua betapa terkejutnya dia setelah melihat siapa yang ada di hadapannya.
__ADS_1