
Riana langsung kesal setelah mendapat telepon dari Risa. Dia sungguh ceroboh sampai lupa tidak memblokir Risa, padahal Damar sudah di blokir. Dia pikir Risa tidak akan pernah menghubunginya lagi.
Tanpa pikir panjang Riana memblokir nomor Risa. Dia tak mau lagi di ganggu oleh mereka.
Iqbal yang melihat Riana seperti kesal langsung bertanya.
"Sayang kamu kenapa? Kok seperti kesal gitu?" ucap Iqbal.
"Ini tadi ada telepon dari Risa. Dia marah - marah katanya gara - gara aku suaminya di turunkan jabatannya. Apa benar Damar di turunkan jabatannya mas?" ucap Riana.
"Iya kinerjanya gak bagus jadi mas ganti, berani banget itu Risa yang, apa kamu ganti nomor saja agar tidak di ganggu terus?" ucap Iqbal
"Sudah aku blokir kok, tapi nanti kalo dia ganggu terus bakal aku ganti no ponsel ku. Oia gimana Kiara? Apa sudah bangun?" ucap Riana.
"Sudah kok sekarang sedang mandi dengan bi Ratmi." ucap Iqbal yang langsung duduk di samping Riana sambil menonton Tivi.
"Oh ya sudah kalo begitu." ucap Riana.
"Kamu kok suka banget nonton drama Korea?" ucap Iqbal.
"Ya suka aja liatin pemainnya yang tampan." ucap Riana.
"Berarti aku kurang tampan ya, sampai kamu suka liatin aktor Korea." ucap Iqbal sedih.
"Ya enggaklah mas, pokoknya kamu paling tampan dari aktor Korea itu." ucap Riana merayu sambil memeluk tubuh Iqbal dari samping.
Dari arah dalam Kiara berlari sambil memanggil mamahnya.
"Mamah..." ucap Kiara sambil berlari langsung memeluk Riana.
__ADS_1
"Aduh.. Anak cantik sudah wangi sekali, mau kemana nih, kita jalan - jalan ke taman aja apa? Kayaknya enak nih sore gini ke taman." ucap Riana.
"Ayo mah kita ke taman Kiara pengin es krim yang di jual di taman." ucap Kiara.
"Ayo kita ke taman, tanya sama papah mau gak ketaman? Kalo gak mau kita berdua aja yang kesana." ucap Riana.
"Pah kita ke taman bertiga yuk." ucap Kiara.
"Cium pipi papah dulu ya, nanti papah mau." ucap Iqbal.
Kiara mencium kedua pipi papahnya dan akhirnya mereka bertiga otw ke taman. Di taman banyak sekali anak - anak yang berlarian.
Kiara ikut berlarian dengan anak - anak itu, karena mereka juga teman Kiara di TK nya.
Kebetulan ada Ayu dan anaknya Silvi sedang berjalan - jalan juga sore ini.
"Loh mbak Riana tumben nih jalan ke taman? Apa sama Kiara?" ucap Ayu
Saat melihat Kiara, Silvi langsung berlari menghampiri Kiara.
"Mbak Ayu setiap sore kesini apa?" ucap Riana.
"Enggak juga sih, kalo pas Silvi ngajak aja aku baru kemari." ucap mbak Ayu.
Lalu tak berapa lama lewatlah Rati di depan mereka, kebetulan Iqbal sedang menemani Kiara dan Silvi main bola.
"Eh mbak Ri itu si Rati kok mendekat ke pak Iqbal apa dia gak tahu kalo ada kita disini?" ucap Ayu.
"Kayaknya matanya sudah ketutup sama ketampanan suamiku jadi yang di lihat hanya suamiku." ucap Riana terkekeh
__ADS_1
"Loh mbak Ri gak takut apa suaminya kepincut janda itu?" ucap Ayu.
"Kita lihat saja dari sini mbak, bagaimana respon mas Iqbal di deketin janda g*tal itu." ucap Riana
Ayu tidak mengerti apa yang Riana bicarakan, namun dia juga ikut melihat ke arah Iqbal dan anak - anak untuk melihat respon dari Iqbal.
Sesuai dugaan Riana, Iqbal terlihat dingin sekali merespon sapaan dari Rati. Malah Iqbal terlihat sangat tidak nyaman. Dia berusaha menghindar dari Rati. Karena merasa kasihan dengan suaminya, Riana langsung menghampiri Iqbal.
"Eh ada mbak Rati, jalan - jalan juga ya?" ucap Riana.
Rati kaget karena Riana mendatangi dia dan Iqbal dia langsung berubah kesal.
"Iya mbak, kalo begitu permisi ya aku masih ada urusan." ucap Rati ketus.
Rati sangat kesal karena Riana mengganggunya yang sedang mendekati Iqbal. Riana tertawa melihat raut wajah Rati yang kesal.
"Mas ngapain Deket - Deket sama wanita itu? Naksir ya sama dia." ucap Riana
"Siapa juga yang naksir, yang ada kan dia duluan yang dekati aku. Aku geli sama dia untung saja istriku yang cantik ini bantuin aku buat usir dia." ucap Iqbal.
"Masa sih?ya sudah kita pulang yuk udah mau Maghrib." ucap Riana.
Kemudian dia berpamitan dengan Ayu dan Silvi anaknya, mereka pulang ke rumah masing - masing. Di sepanjang jalan pulang Kiara bercerita dengan semangat tentang kegiatannya sore ini.
"Mah Pah besok kita main ke taman lagi ya, Kiara seneng kesana banyak teman." ucap Kiara.
"Iya kita ke taman saat papah libur ya, atau kalo papah gak libur kita pergi berdua aja, nanti janjian sama Silvi." ucap Riana.
"Iya mah." ucap Kiara senang.
__ADS_1
Mereka berjalan bertiga sepanjang jalan tersenyum senang, Riana pun ikut senang karena melihat anaknya juga senang.