
Rangga memarkirkan mobilnya di halaman rumah sakit. Ia menggenggam tangan Melati.
"Sayang, kamu yakin akan menjenguk mama Willy"
"Ya bie, bagaimanapun mama Elly adalah nenek Nabila"
"Tapi aku takut nanti kamu disakiti lagi dengan kata kata mama Willy"
"Bie... percayalah aku tak akan terluka lagi dengan kata kata mama mas Willy,kamu yang menjadi kekuatan aku saat ini.. Aku sudah kebal mendengar semua ucapannya. Lagi pula aku tak akan memikirkan kata katanya lagi. Aku sudah bahagia banget saat ini, aku tak ingin meracuni hatiku dengan memikirkan semua ucapan mama. Kamu dan Nabila adalah hal terpenting dalam hidupku saat ini. Aku hanya akan memikirkan kalian"
"So sweet banget sih, istri aku ini"ucap Rangga mencubit pipi Melati dan mengecup bibirnya.
Rangga dan Melati turun dari mobil dan berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruang rawat inap yang diberitahukan kak Shinta.
Shinta menghubungi Melati dan mengabarkan jika mantan mertuanya itu masuk rumah sakit karena serangan jantung. Tapi Shinta tak memberitahukan penyebab mamanya jatuh sakit.
Sampai di depan ruangan rawat itu, Melati mengetuk pintunya. Terdengar suara kak Shinta.
"Silakan Masuk"
Melati dan Rangga membuka pintu dan masuk ke ruang itu. Tampak mama Willy yang lagi terbaring dan didampingi oleh Willy, Shinta dan Lani. Deni suami Shinta dirumah menjaga anaknya dan anak Willy.
"Selamat siang ..."ucap Melati
"Selamat siang. Melati... sini duduk dekat kakak"
"Terima kasih kak"ucap Melati dan berjalan mendekat ke ranjang mama Willy dengan tangannya terus menggandeng Rangga.
Rangga lalu memeluk bahu Melati.
"Apa kabar ma.. sudah baikan"
"Aku baik baik saja. Siapa yang memberitahukan aku sakit "
"Kak Shinta... "
"Kamu senang sekarang, kamu sudah lama ingin melihat aku beginikan. Aku tahu Melati, aku salah denganmu dulu. Itu sebabnya kamu datang ingin memastikan apakah aku sekarang sedang meratapi nasibku. Maaf, jika dulu aku pernah berkata kasar denganmu. Kamu datang ingin melihat kehancuran aku bukan."
"Ma... Mela nggak mengerti ucapan mama"
"Jangan pura pura kamu Melati. Aku akui hatiku saat ini sakit dan teeluka, kamu bisa puas sekarang karena mungkin doamu sudah terkabul"
__ADS_1
"Ibu Elly, mengapa ibu jadi marah. Mela bermaksud baik dengan menjenguk ibu, karena Mela masih menghargai ibu sebagai neneknya Nabila.. "ujar Rangga
"Ma.. mana Melati mengerti ucapan mama. Karena Melati tidak tahu penyebab mama sakit. Aku cuma mengabarkan jika mama terkena serangan jantung ringan.Mengapa mama berkata begitu."ucap Shinta
"Siapa yang menyuruh kamu mengabarkan pada Melati "ujar mama
"Ma.. seharusnya mama senang Melati mengunjungi mama"ucap Willy. Lani hanya terdiam memperhatikan Rangga yang memeluk Melati.
"Maaf ma jika kedatangan aku tidak mama harapkan. Kalau begitu aku pamit dulu, semoga mama lekas sembuh.. permisi"ucap Melati
"Mela.. apa kabar Nabila. Apa ia sudah masuk sekolah. Jika kamu perlu uang buat biaya sekolah Bila, katakan pada mas ya"
"Maaf mas.. terima kasih tawarannya. Tapi saat ini aku masih bisa membiayainya. Aku permisi mas.. "ucap Melati dan menarik tangan Rangga meninggalkan ruangan itu. Ia tak mau Rangga nanti terbawa emosi jika berdebat dengan Willy.
Shinta mengantar Melati sampai keluar ruangan.
"Mela.. maafkan mama ya. Mama saat ini masih syok mengetahui papa ternyata telah mengkhianatinya selama puluhan tahun"
"Maksud kakak apa"tanya Mela kaget
"Sebenarnya mama jatuh pingsan ketika kami lagi merayakan ulang tahun mama, dan datang seorang wanita mengaku sebagai anak papa... Jangankan mama, aku saja sebagai anaknya sangat kaget menerima kenyataan ini. Papa yang sangat aku banggakan ternyata sama saja dengan adik dan suamiku. Mereka semua sama sama pengkhianat"ucap Shinta sambil terisak
"Kak Shinta yang sabar ya. Aku yakin kak Shinta bisa menghadapi semua ini. Bukankah kita sudah merasakan bagaimana sakitnya dikhianati suami"
"Mela... aku ingin seperti kamu. Melepaskan suami yang telah tega mengkhianati kita dan memulai hidup baru, tapi aku takut aku tak sanggup membiayai hidupku. Kamu tahukan, aku tidak memiliki keahlian apa apa. Karena walaupun kita mencoba memperbaiki hubungan kita yang telah retak dengan suami, itu tak bisa membuat kita melupakan pengkhianatan mereka. Setiap kita menyendiri semuanya akan terbayang kembali. Saat ini yang bisa aku lakukan hanya berusaha mengobati luka hatiku dulu"
"Kak Shinta.. kita wanita juga berhak bahagia. Jika memang sudah tak sanggup jangan dipaksakan buat bertahan. Tapi jika memang bisa diperbaiki, itu lebih baik. Karena kak Shinta hidup dengan mas Deni sudah lebih dari sepuluh tahun. Sudah mengenal pribadi masing masing."
"Ya Mela, saat ini kak Shinta sedang berusaha memperbaiki keretakan yang terjadi dalam rumah tangga kakak. Mela..apa kakak masih boleh bertemu kamu"
"Mengapa tidak.. kak Shinta bisa menemui aku, di toko roti.Aku dari pagi hingga sore ada di sana "
"Terima kasih Mela.. Hati hati. Semoga kamu selalu bahagia.. "
"Terima kasih kembali. Kakak yang sabar ya. Semoga akan indah pada waktunya"
"Semoga Mela.. "
Rangga yang berdiri tak jauh dari Melati tampak memberikan senyumnya pada Shinta. Ia lalu membalasnya sambil menunduk.Shinta masuk keruang rawat kembali.
"Mengapa kamu lancang mengabarkan Melati"ucap mama begitu Shinta masuk
__ADS_1
"Ma.. bagaimanapun mama adalah neneknya Nabila. Melati berhak juga tahu kabar tentang mama "
"Kamu hanya ingin mempermalukan mama, kamu ingin Melati mentertawakan mama dan mengasihani mama. Mama tahu jika mama pernah salah dengan mengatakan agar ia bisa menerima pengkhianatan Willy dengan sabar. Pasti ia hanya ingin membalikan perkataan mama"
"Ma.. mengapa mama selalu aja berburuk sangka dengan Melati. Padahal Melati benar benar tidak tahu tentang penyebab mama sakit. Seharusnya mama sadar setelah mama merasakan bagaimana sakitnya dikhianati. Wanita mana yang rela berbagi suami, maaf Lani... apalagi itu sahabat kita sendiri. Pasti sakitnya jauh lebih sakit ketika suami mengkhianati kita dengan sahabat kita dari pada wanita yang tak kita kenal.
"Kak.. aku tahu,aku salah karena telah merebut suami sahabat aku sendiri. Tapi itu semua juga tidak pernah aku mau. Tapi mungkin ini sudah menjadi garis takdirku.. "
"Dan apakah kamu juga bisa mengatakan jika takdirlah yang membuat Yana juga menjadi istri Willy setelah kamu. Apa kamu bisa dengan rela menerimanya. Kamu saja yang bersuamikan karena hasil merebut suami orang, tidak rela ketika suami kamu kembali direbut orang lain, apa lagi aku dan Melati yang menjadi istri pertama. Aku benci dengan pengkhianatan, aku benci dengan wanita yang menggoda suami orang.. apakah mereka pikir akan bisa bahagia setelah memadamkan kebahagiaan orang lain. Aku baru saja mencoba untuk mengobati luka hatiku karena pengkhianatan suami ku harus lagi terluka ketika mendapati kenyataan jika papa aku juga lelaki yang sama bej*tnya dengan adik dan suamiku "teriak Shinta
"Kak Shinta sadarlah... ini dirumah sakit. Mengapa Kak Shinta yang histeris, seharusnya mama yang lebih terluka dengan pengkhianatan papa... "
"Kamu sebagai lelaki tentu saja tidak merasakan bagaimana sakitnya ketika dikhianati suami. Terkadang aku merasa menyesal, mengapa aku dilahirkan dari papa dan mama. Papa dan Willy yang berbuat, aku yang mendapat karma atas perbuatan kalian"
"Mengapa kakak selalu menyalahkan aku atas pengkhianatan suami kakak.. "
"Apa salahku.. Tuhan... mengapa aku harus hidup dalam keluarga seperti ini"ucap Shinta menangis
"Shinta sudahlah.. kamu pikir mama tidak terluka dengan pengkhianatan papa kamu. Lebih terluka mama dari kamu. Mama telah dibohongi dan dikhianati puluhan tahun lamanya. Saat ini mama ingin penjelasan dari papa kamu, tapi apa yang ia lakukan. Ia seenaknya menghilang setelah kejadian ini tanpa berani bertanggung jawab"
"Mama tahu kan sekarang sakitnya dikhianati, tapi mengapa mama tidak juga mau meminta maaf atas kesalahan mama yang telah mendukung pengkhianatan Willy dan Lani"
"Maaf Kak.. aku sepertinya tak kak Shinta inginkan ada disini. Sepertinya aku juga membuat kak Shinta tak nyaman"
"Maaf Lani.. tapi bagaimanapun aku memang tak pernah suka dengan wanita penggoda suami orang. Tidak ada wanita baik baik yang mau merebut kebahagiaan wanita lain"
"Kak.. mengapa hanya wanita sebagai istri kedua yang selalu disalahkan, seharusnya sebagai istri pertama juga harus menyadari jika suami tak mungkin tergoda dan mencari wanita lain jika memang istrinya sempurna. Pasti karena ada kekurangan dari istrilah makanya suami mencoba mencari yang lain."
"Tidak ada manusia yang sempurna begitu juga seorang istri. Dan tidak semua lelaki mencari wanita lain karena istri yang kurang sempurna, jika memang dasar lelakinya yang jal*ng sekalipun istrinya bagai malaikat tetap akan tergoda dengan wanita lain. Contohnya Willy, apa kurangnya Melati, cantik, baik dan sabar. Tetap saja tergoda dwngan wanita lain dan yang parahnya wanita itu jauh banyak kekurangan dari Melati "
"Shinta.. mulutmu keterlaluan. Kamu sama saja itu menghina Lani. Mengapa Melati terus yang kamu bela, ia sudah berpisah dari Willy. Jadi jangan kamu ungkit masalah itu lagi. "ujar mama
"Semoga mama juga bisa tabah nanti menghadapi semua kebohongan dan pengkhianatan papa seprti kata kata mama dengan Melati, jika lelaki mencari wanita lain pasti karena istri pertamanya memiliki kekurangan. "ucap Shinta dan meninggalkan ruang rawat mamanya.
Sampai di luar ruangan, Shinta terduduk di lantai sambil memegang kedua lututnya dan menangis.
"Tuhan... berilah aku kesabaran dan ketabahan agar aku bisa kuat bertahan dengan semua yang aku alami saat ini. Aku sudah berusaha mencoba melupakan pengkhianatan suami ku tapi pengkhianatan papa seakan kembali menorehkan luka dihatiku. Aku seakan ditakdirkan harus hidup dengan lelaki lelaki pengkhianat disekelilingku. Papa, suamiku dan adikku... "
*********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1