
Athallah sang direktur perusahaan telah tiba di kantor, dia turun dari mobil dengan kacamata hitam yang bertengger dihidung mancungnya,bak seorang pangeran, namun terlihat memang seperti pangeran, karena kharisma yang dimiliki dan didukung dengan wajah dan penampilan yang menghampiri dengan kata SEMPURNA, semua orang tidak tahu, bahwa seorang Athallah pernah diselingkuhi oleh isterinya, entah apa yang menyebabkan isteri Athallah memilih berselingkuh dari seorang Athallah, dan hal itu adalah kesalahan besar yang dilakukannya, Athallah memiliki prinsip sekali ludah yang sudah dibuang, tidak akan menjilatnya kembali, begitupun dengan isterinya, sekali dibuang tidak akan mengambilnya kembali, walaupun sang mantan isteri bersikukuh mempertahankan statusnya.
Athallah turun dari mobilnya, tanpa seorang asisten, karena Lukman sebagai asisten, telah duluan sampai di kantor, itupun atas perintahnya sendiri. Lukman menyambutnya dan mempersilahkan memasuki kantor
Karyawan menyambutnya dengan menundukkan badan dan memperlihatkan sebuah senyuman
"Pagi Pak" sapa seorang manager sambil menundukkan badan
"Hm" ucap Athallah
Dia pun berlalu memasuki lift yang menuju ruangannya, sedangkan Lukman yang berjalan di belakangnya terus mengikuti sampai mereka memasuki ruangan, Lukman selain sebagai asisten dia juga sebagai sekretaris
Masuk dalam ruangan Athallah langsung menduduki kursi kebesarannya, sedangkan lukman masih berdiri di depan meja Athallah
"apa agenda hari ini" ucap Athallah to the point
"Jam 10 ada rapat penting dengan klain diruang meeting,"jawab Lukman
__ADS_1
"dan setelah waktu shalat Zuhur, ada peninjuan lapangan di lokasi, dan jam 15.00 ada kunjungan ke pesantren" ucap Lukman secara detail
"ok. sekarang kan baru jam 09.00, masih ada waktu di kantor"
kata Athallah
"yah benar"ucap Lukman
"kamu jangan terlalu formal man, ini kan kita hanya berdua" ucap santai Athallah, mengingat Lukman adalah juga sepupunya
"Man, selama ini kamu bekerja bersama saya, apa kamu punya masalah" tanya Athallah karena mengingat repotnya Lukman sebagai asisten dan sekretarisnya.
"apa kamu ngga merasa terbebani dengan 2 pekerjaan sekaligus" tanya Athallah
"merasa terbebani tidak sih ka' cuma apa kakak ngga bermaksud mencari sekretaris gitu," ucap Lukman,
dalam benak lukman kapan akan mendapatkan pendamping kalau dia hanya bekerja trus dan mengikuti sepupunya itu kemana pun pergi.
__ADS_1
Athallah memikirkan ucapan Lukman, dia jadi berpikir juga lebih baik dia mencari sekretaris karena mengingat Lukman juga butuh kehidupan lainnya.
"kalau saya mau sekretaris, apa kamu bisa mendapatkannya sesuai dengan kinerja kamu selama ini" tanya Athallah ragu juga melepaskan Lukman sang sepupunya karena takut pekerjaannya akan terbengkalai nantinya.
"Kalau ingin seperti saya, susah untuk mencarinya,hehheeh" canda Lukman
"banyak kok di luaran sana, bahkan dalam kantor ini ini yang kinerjanya melebihi saya ka'" sambung lukman untuk meyakinkan Athallah
"kalau kamu memang yakin akan hal itu, kamu bisa melakukan seleksi untuk menggantikan kamu sebagai sekretaris, trus cara kamu untuk mendapatkan itu gimana?"tanya Athallah
"kakak tinggal duduk aja, biar itu menjadi urusan saya" kata Lukman yakin
"hmhm ka' apa bisa kalau karyawan disini saja yang ikut seleksi sekretaris kakak" ucap Lukman ragu
"itu terserah kamu,semua saya serahkan ke kamu, yang terpenting itu kinerjanya" ucap Athallah
"hmhm, ka' waktunya sekarang untuk meeting" ucap Lukman melihat ke arah jam besar yang ada dalam ruangan.
__ADS_1
Athallah pun bersiap untuk melaksanakan meeting bersama Lukman.