
Weni dengan langkah pelan masuk ke dalam rumah tantenya. Ia masih memikirkan Willy dan Rangga. Dua lelaki tampan yang mencintai Melati.Dan sepertinya sama sama mencintai Melati.
Weni dikagetkan dengan kehadiran mama dan papanya.
"Mama.. papa.. kapan datang, kok Weni nggak diberi kabar"ucap Weni memeluk mamanya.
"Papa ada proyek di kota ini, makanya papa bawa mama sekalian. Tapi papa nggak bisa menginap. Mama yang akan menginap di sini"ujar papa Weni
"Mama tumben ngikut papa ke sini. Katanya malas ke kota ini, banyak kenangan pahit, begitukan mama selalu ngomong"
"Mama kangen banget sama anak gadis mama. Apa nih yang kamu bawa"
"Roti.. enak banget deh ma. Mama mau coba"ucap Weni dan membuka bungkusan roti itu.
"Enak banget, kamu beli dimana"ucap mama Weni ketika telah mencoba roti buatan Melati.
"Itu toko roti langganan aku kak, yang punya masih muda dan orangnya cantik. Kira kira seusia Weni"ujar tante Weni
"Ini Weni beli ditoko roti milik Melati Pa. Istri teman Weni yang anak kenalan papa itu"
"Oh.. jadi ini buatan toko roti Melati.Kalau Melati yang buat pasti enak"
"Memang papa sering makan masakan Melati, kok langsung percaya kalau Melati yang buat pasti enak"
"Tentu aja papa pernah nyicipin masakannya "
"Oh ya Pa. Ternyata Rangga teman Weni tuh suami kedua Melati. Tadi Weni bertemu dengan suami pertamanya, wajahnya mirip banget dengan papa"
"Apa... "ucap papa dan tersedak
"Papa.. walaupun enak jangan makan terburu buru dong. Tersedak jadi nya"ucap Weni dan mengambil minum buat papanya.
__ADS_1
"Kamu ketemu suami pertama Melati.."
"Iya.. mengapa papa kaget begitu. Apa papa juga kenal dengan suami pertama Melati. Kalau nggak salah Willy namanya"
"Hhmmm.. papa ingat sekarang, apa Rangga suami Melati itu lelaki yang pernah kamu ceritakan. Kalau kamu suka dengannya, tapi orangnya cuek banget"ucap papa mengalihkan pembicaraan
"Sudah ah Pa.. jangan ceritakan Rangga. Dia sudah jadi suami orang"
"Kamu memang harus menjauhi Rangga. Jangan sampai kamu tertarik dengan lelaki yang sudah bersuami. Tak ada enaknya. Kamu harus berbagi cinta, berbagi waktu dan perhatian. Dan yang lebih parahnya, jika kamu tidak ingin diketahui istri pertamanya kamu harus bersembunyi dari pergaulan dan dunia luar"ucap mama Weni sambil memandangi suaminya.
"Mama, aku tak mungkin mau lagi sama Rangga. Selain karena ia telah beristri juga karena Rangga itu tidak pernah menyukai aku, memandang aku lebih aja tak pernah. Ia juga terlalu mencintai istrinya, tak mungkin merebut hatinya yang sudah sepenuhnya buat istrinya. Dari pada makan hati terus mikirin orang yang tak pernah sedetikpun mikirin kita, mending cari lelaki lain"
"Bagus nak.. kamu tidak boleh merusak rumah tangga Melati. Kasihan anak itu, telah banyak cobaan hidup yang ia lalui diusia yang masih muda ini"gumam papa
"Papa seperti nya sangat dekat dan sangat mengenal Melati"
"Ya.. papa pernah sangat dekat dengannya.Oh ya papa harus pamit dulu. Masih ada urusan yang harus papa kerjakan"
"Baru saja duduk, sudah pergi lagi. Makanya aku dulu lebih memilih kuliah di sini, karena papa juga jarang di rumah. Sekali di rumah terkadang bertengkar aja dengan mama "
"Papa hanya bisa bicara, apa masalah dalam keluarga papa semuanya bisa papa atasi"ucap mama Weni
"Ma.. aku lagi nggak mau berdebat. Weni papa pergi dulu ya.. "ucap papa dan mengecup kepala Weni
Setelah papa pergi dan menghilang dengan mobilnya Weni kembali mendekati mamanya.
"Mama.. mengapa sih sering marah kalau Papa akan pergi. Bukankah papa mau pergi kerja. Bisnis papa kan emang di luar kota semua"
"Nggak ada apa apa sayang.. papa kan sudah bilang dalam setiap rumah tangga pasti ada masalahnya.. "
"Mama.. aku jarang melihat mama pergi ke pesta atau acara apapun berdua papa. Kalau aku besok sudah menikah, aku mau seperti Rangga dan Melati selalu mesra dimanapun berada dan selalu berdua.. "
__ADS_1
"Jangan pernah jadi istri kedua jika kamu ingin selalu berdua kemanapun bersama suami kamu"
"Mama bukan istri kedua papa kan.. mengapa papa dan mama jarang pergi berdua. Semenjak aku dewasa, aku selalu memikirkan itu. Mengapa mama dan papa jarang tampil berdua. "
"Sudahlah Weni.. suatu saat nanti papa dan mama akan menceritakan alasannya padamu. Sekarang kita makan ya.. mama sudah lapar nih. Besok kita jalan ya. Mama sudah puluhan tahun tidak ke kota ini. Semua nya tampak sudah sangat berbeda.. "
"Oke ma.. besok aku kenalkan juga mama dengan Melati istri teman aku itu. Orangnya baik banget deh"
"Mantan istri Willy.. "
"Mama kok langsung ingat dengan nama suami Melati.. hebat. Ingatan mama tajam juga."
"Apa ia memiliki anak"
"Ya.. anaknya Melati dan Willy ada satu. Anaknya cantik banget. Aku jadi heran apa yang menyebabkan Willy mau melepaskan Melati dan putri nya cantik itu... "
"Kamu jangan terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga orang. Dan jangan terlalu dekat dengan Melati, mama takut nanti kamu masih mengharapkan Rangga,jika kamu masih ada di sekitaran mereka"
"Ma.. aku kan sudah bilang, aku tak mungkin mengharapkan Rangga lagi. Ia tak pernah mencintai aku. Aku melihat sendiri jika Rangga sangat mencintai Melati"
"Bagus lah jika begitu. Mama ingatkan lagi,kamu jangan pernah mendekati lelaki yang sudah beristri. Karena sekali kamu terjerat cintanya, kamu akan sulit melepaskan. Kamu akan menyesali seumur hidup jika kamu menikah dengan suami orang dan kamu menjadi perusak rumah tangga seseorang, karena kamu tidak akan pernah merasakan kebahagiaan setelah kamu pernah merampas kebahagiaan orang lain"
"Mama seperti orang yang berpengalaman saja"
"Mama hanya mengingatkan kamu.. "
"Iya ma.. aku akan selalu ingat dan berusaha selalu untuk tidak pernah merusak dan mengganggu kebahagiaan rumah tangga seseorang karena aku juga tak mau suatu saat semua itu menjadi bumerang bagi hidupku"
Mama Weni memeluk anaknya dan mengusap kepala anaknya.
"Mama tak mau kamu menjadi istri kedua karena mama sudah merasakan tidak enaknya menjadi kedua, walau kita dicintai tapi kita tidak pernah merasakan kebahagiaan yang nyata, kita selalu dihantui rasa ketakutan diketahui istri tua dan dikejar rasa bersalah.Dan lebih parah adalah sangsi sosial yang kita dapat, Kita selalu dipandang hina sama masyarakat jika mereka tahu jika kita hanyalah istri kedua.
__ADS_1
*********************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.