
Lani hanya terdiam mendengar papanya memarahi Willy. Ia tak berani membela ,takut papanya makin marah. Karena ia sadar selama ini Willy memang salah.
Willy selama ini tak pernah menganggapnya ada, hanya Lani yang selalu bertahan dengan pernikahan ini sedang Willy dari pertama menikah sudah ingin berpisah.
Saat Yana masih menjadi istrinya Willy, ia hanya dianggap angin lalu. Tak pernah sedikitpun Willy memperhatikan dirinya dan Bobby. Willy hanya ada buat Yana.
Jika saat ini, Willy lebih memilihnya , Lani juga tahu itu karena ia sudah berpisah dengan Yana. Tapi Lani tak peduli. Ia masih akan menciba bertahan dengan pernikahannya. Ia ingin buktikan pada semua terutama pada orang tuanya jika ia tak salah pilih. Willy tetap akan menjadi miliknya seutuhnya.
"Sekarang kamu katakan aja apa maksud kamu datang , Willy..."
"Seperti yang aku katakan tadi ,pa..aku ingin memperbaiki rumah tanggaku dengan Lani."
"Kamu bagaimana Lani, apa pendapatmu. Apa kamu mau menerima Willy kembali"
"Pa..aku mau menerima Willy kembali dan aku juga ingin mencoba memperbaiki hubungan kami. Semua ini aku lakukan demi Bobby. Aku mau ia hidup bersama kedua orang tua kandungnya. Aku nggak mau nanti ia menjadi anak korban broken home"
"Apa memang alasan kamu hanya Bobby aj, tidak ada yang lain"
"Pa..apa nanti jika aku berpisah dari Willy di jamin akan mendapat suami yang lebih baik dari Willy. Apa aku akan dijamin mendapatkan kebahagiaan dari pasangan baruku. Lebih baik aku memperbaiki hubunganku dengan Willy. Kami sama sama sudah tahu kejelekan dari pasangan kami."
"Berapa istrimu saat ini, Wil"
"Hanya Lani seorang pa..."
"Papa tak bisa memaksa kalian berpisah, tapi papa ingatkan padamu lani...ini keputusan kamu, jadi jika suatu saat Willy berbuat sesuatu yang tidak kamu sukai lagi jangan pernah kamu mengeluh lagi. Cobalah kamu selesaikan berdua masalah diantara kalian."
"Iya, pa. Cuma Wil, walau aku telah memaafkan dan menerima kamu kembali, bukan berarti aku juga akan kembali ke rumah mama atau ikut kamu. Aku akan tetap di sini menyelesaikan kuliahku. Dan aku harap kamu menjaga kepercayaanku. Jangan karena aku jauh darimu, kamu kembali mencari istri lagi. Setiap akhir pekan aku harap kamu bisa luangkan waktu buat datang. Aku akan beri kamu waktu tiga bulan ini untuk membuktikan keseriusan kamu memperbaiki hubungan rumah tangga kita. Dan jika kamu tidak bisa membuktikannya , maaf aku akan minta pisah..."
"Baiklah Lan, aku akan buktikan jika aku serius ingin berubah menjadi pribadi yang lebih abik lagi. Karena nggk mungkin aku akan terus begini. Anak anakku akan semakin besar"
"Saya sebagai orang tua Willy mengucapkan banyak terima kasih karena bapak sudah memberi kesempatan lagi buat Willy agar dapat memperbaiki rumah tangganya dengan Lani"
"Aku melakuan ini demi cucuku. Karena aku melihatnya sangat gembira dikunjungi ayahnya"
"Apapun yang menjadi alasan bapak saya tetap mengucapkan terima kasih. Dan sekali lagi saya minta maaf mewakili Willy, karena selama menikah Lani tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kenyamanan..."ucap Mama Elly.
__ADS_1
"Maaf pa...aku mau izin bawa Lani dan Bobby buat jalan dan menginap nanti di hotel "
"Mengapa harus tidur di hotel. Di sini masih banyak kamar. Kamu masih suami Lani yang sah bukan. Kamu bisa tidur bersama Lani dan Bobby sama Oma Elly nya"
"Kami tak mau merepotkan ibu dan bapak"jawab mama Elly
"Kami nggak merasa direpotkan. Lagi pula apa yang membuat kami repot, tak ada"ujar mama Lani
"Baiklah bu...tapi biar kan aja Willy membawa Bobby dan Lani jalan"ucap Mama Willy lagi
"Ma, pa...aku minta izin ikut Willy dan mama Elly ya besok. Aku mau ada acara minggu depan dengan teman temanku. Jadi sejalian aja aku ikut Willy pulang. Aku juga ingin bertemu teman teman sekolah dulu..."
"Bagaimana sekolah Bobby"
"Pa..sekolahkan punya papa"
"Walau papa yang punya ,tapi bukan berarti Bobby bisa libur sesuka hatinya. Kamu bisa pergi satu hari sebelum acara"
"Jadi kapan aku bisa mengumpul sama teman teman, pa"
"Pa...biarkan saja. Nanti Bobby bisa minta izin dengan gurunya"ucap mama Lani
"Bobby besok kita ikut Oma pulang"ucap Lani senang
"Betul ma...hore besok Bobby ikut ayah dan Oma"ucap Bobby sambil melompat.
"Sekarang Bobby makan dulu,kita mau pergi jalan dengan ayah dan Oma"
"Mama nggak usah ikut...kalian bertigalah pergi. Mama di rumah aja, Capek..."
"Nanti pulang dari jalan ,Bobby pijat kaki Oma biar nggak capek lagi"
"Terima kasih sayang...kamu memang cucu Oma yang paling pengertian dengan Oma"
"Bobby sayang banget sama Oma..."ucapnya sambil mengecup pipi Oma Elly nya
__ADS_1
Papa dan mama Lani melihat aja apa yang dilakukan cucunya.
"Bagaimana aku bisa memisahkan Bobby cucuku dengan Ayah dan Omanya. Ia begitu menyayangi mereka. Walau aku tahu Lani memang salah karena telah merebut Willy dari Melati,tapi aku tak mungkin menghukumnya terus. Selama ini ia telah menerima balasan atas perbuatannya. Ia terus saja diperlakukan tidak baik oleh Willy. Mungkin saja saat ini Willy sudah menyadari semua kesalahannya. Dan mungkin ini saatnya Lani merasakan kebahagiaan. Semoga saja ini memang pilihan terbaik buat kehidupan Lani ke depannya"
Setelah makan Bobby langsung mandi dan berpakaian.
"Ayah...ayo kita pergi lagi. Bobby mau main seperti waktu itu. Kita naik bom bom car berdua , dan main bola basket berdua ya, yah"
"Iya...tapi kalau kalah jangan menangis ya"canda Willy
"Nggak akanlah...kan Bobby udah gede. Bobby tak akan cengeng lagi"
"Bobby, kalau main jangan capek capek ya. Nanti kalau terlalu capek kamu bisa sakit nak"ujar Mama Lani
"Bobby nggak akan sakit Oma.... Bobby kuat. Mama cepat nanti Bobby mengantuk..."teriak Bobby
"Iya sebentar lagi nak..."teriak Lani dari dalam kamar.
Dalam perjalanan menuju mal, Bobby tampak senang banget. Ia terus bercanda selama perjalanan.
Di Mal semua permainan Willy lakukan berdua anaknya. Lani tampak selalu tersenyum melihat anaknya yang sangat bahagia.
"Bobby ....kamu adalah alasan mama bisa kuat. Walau mama sebenarnya tak yakin ayahmu akan berubah tapi mama rela menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi demi melihat kebahagiaan kamu. Mama akan mencoba bertahan apapun yang akan terjadi."
Setelah puas bermain, Willy mengajak Bobby makan. Sehabis makan barulah mereka pulang.
Sampai di rumah ,Bobby telah tertidur. Willy menggendong dan membaringkan Bobby di samping mamanya.
"Kamu udah pulang...Bobby keliatan senang banget kamu datang. Lani sudah mau menerima kamu kembali, mama harap kamu jangan lagi bertingkah. Cukup Lani aja yang menjadi istrimu. Jika ada yang kamu tak suka dari sikapnya,kamu bisa bicarakan baik baik. Jangan lagi bertengkar. Yang akan menjadi korban atas keegoisan orang tua adalah anak. Mama harap kamu dan Lani bisa membina rumah tangga dengan baik"
"Ya ma. Aku mau tidur. Besok kita bicara lagi"
"Ya..pergilah. Mungkin Lani sudah menunggumu"
Willy keluar dari kamar anaknya menuju kamar Lani,kamar yang dulu ia tempati ketika baru menikah dengan Lani. Willy berjalan pelan,ia ragu akan masuk ke kamar itu.
__ADS_1
******************
Terima kasih untuk semua pecinta novel ini. Maaf jika alur tidak sesuai dengan pikiran pembaca.Tetap setia ya membaca novel ini karena novel ini hanya tinggal empat bab lagi menjelang tamat...