Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
Bab Sembilan puluh Sembilan


__ADS_3

Melati sedang menemani Nabila bermain ketika mama Elly datang bersama Shinta.


"Selamat siang, Mel. Selamat siang Nabila cantik"ucap Kak Shinta mengagetkan Melati


"Selamat siang ma, kak Shinta. Silakan duduk"


"Nabila main apa..."tanya Mama Elly


"Nabila, itu Oma, Nabila harus jawab jika ditanya"


"Oma.. Oma Nabila ada dirumah"


"Ini Omanya Nabila juga sayang, jadi Bila harus sopan dan menjawab setiap perkataan Oma ya"


"Baik bunda. Selamat siang Oma, selamat siang tante.. "


"Selamat siang anak pintar. Nabila sudah sekolah"tanya Shinta


"Sudah.. baru aja pulang"


"Mama, kak Shinta mau minum apa, teh,kopi atau minum yang lain"


"Apa aja Mel, yang penting bisa diminum"canda Shinta


"Ya jelaslah Kak, yang bisa di minum. Masa aku beri kakak air sumur . Aku tinggal sebentar ya ma, kak Shinta"


Melati lalu membuat teh buat Mama Elly dan kak Shinta serta membawa Sepiring kue.


Shinta melihat pembeli di toko roti Melati cukup ramai. Pembeli datang silih berganti.


"Toko roti kamu ramai juga ya Mel. Makin sukses aja"


"Alhamdulillah kak,banyak yang suka dengan rasanya "

__ADS_1


"Kamu nggak bermaksud membuka cabang"


"Rangga nggak izinkan kak,takut nanti aku nggak ada waktu buat keluarga lagi"


"Kamu tampak sangat bahagia dengan perkawinan kamu sekarang"


Melati tersenyum memandang ke arah Mama Elly sebelum menjawab.


"Iya kak, alhamdulillah Rangga selalu memberikan semua perhatian dan juga kasih sayangnya buatku. "


"Rangga kelihatan sangat mencintai kamu. Oh ya Mel, aku dan mama datang ingin meminta maaf denganmu"


"Minta maaf apa kak... aku rasa mama dan kak Shinta tak ada salah"


"Ma... bicaralah, katanya ada yang mau mama katakan dengan Melati"


"Melati, mama mau minta maaf atas kesalahan mama selama ini"


"Kesalahan apa ma, Mela rasa mama nggak ada salah dengan Mela"


"Itu sudah lama Mela lupakan, Mela sudah ikhlas dengan semua yang pernah terjadi dalam hidup Mela. "


"Jika saja mama tak ikut campur dengan masalah keluarga kamu, mungkin sampai saat ini kamu dan Willy masih bersama."


"Mungkin ini sudah takdir kami ma. Kami hanya sebentar dipertemukan"


"Mama juga minta maaf atas nama Willy, karena selalu saja memberi kamu luka dan sakit hati"


"Ma... Mela benar benar telah mengikhlaskan semua yang terjadi dalam hidup Mela. Mungkin Tuhan mempertemukan Mela dulu dengan Mas Willy sebelum akhirnya Mela bertemu dengan lelaki yang benar benar bisa menerima Mela apa adanya"


"Kamu memang berhak mendapatkan kebahagiaan. Setelah kesabaran kamu selama ini mencoba menerima semua perbuatan Willy. Mama saja yang tak menyadari ketulusan kamu. Seandainya mama dulu tidak merestui pernikahan Willy dan Lani, saat ini kamu dan Willy pasti sedang berbahagianya. Mama telah salah, yang pada akhirnya membuat Willy sangat menderita "


"Melati mengerti dengan semua sikap mama. Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anaknya. Mela juga minta maaf sama mama, karena selama Mela menjadi menantu mama Mela banyak kekurangannya. Mela tidak bisa menjadi menantu seperti yang mama harapkan."

__ADS_1


"Kamu nggak salah Mel. Kamu sudah berusaha menjadi istri yang baik, tapi karena mama dibutakan oleh harta, mama tidak dapat melihat kebaikan dan ketulusan kamu. Mama terlalu mengagungkan harta dan kekayaan,padahal harta tidak menjamin kebahagiaan seseorang. Terbukti saat ini, Willy tidak pernah merasakan kebahagiaan lagi sejak berpisah denganmu. Ia tidak lagi konsentrasi berbisnis, sehingga menjadi bankrut. Mama rasanya tak pernah lagi melihat senyuman di wajah Willy. Seandainya waktu bisa diulang kembali, mama ingin kamu dan Willy dipertemukan kembali sebagia suami istri. Karena mama baru sadar, wanita yang paling dicinta oleh Willy kamu. Jujur, sampai detik ini Willy masih mencintaimu dan masih berhadap bisa kembali padamu.. "Ucap Mama Elly bertepatan dengan kedatangan Rangga .


Rangga mendengar ucapan terakhir mama Willy menjadi sedikit marah.


"Maaf bu Elly, tidak sepantasnya ibu berkata begitu pada wanita yang masih memiliki suami. Dan tolong sampaikan pada Willy, jangan pernah mengharapkan Melati lagi, karena aku tak akan pernah mengalah atau melepaskan Melati lagi, kecuali aku mati"


"Bie.. jangan ngomong gitu.Kamu tak akan meninggal.. "ucap Melati memegang tangan Rangga yang berdiri disampingnya.


"Aku sudah berusaha memperbaiki hubunganku selama ini dengan Willy, aku sudah berusaha menerimanya dengan baik tiap kali ia datang, jangan membuat semua kembali rusak karena perkataan ibu tadi. Karena jika aku tahu masih ada cinta dan Willy masih berharap kembali dengan Melati, aku tak akan pernah mengizinkan ia bertemu dengan Melati. Aku paling tak suka, apa yang menjadi milikku dilirik orang apa lagi jika ada orang yang berniat merampasnya dariku"


"Hubby... tenang. Nggak boleh emosi, nanti sakit kepala lagi"


"Sayang... aku tak mau jika ada orang yang ingin memiliki kamu,karena kamu itu hanya milikku seorang "


"Iya kamu jangan salah paham, mama hanya bicara begitu, bukan berarti Mas Willy benar benar masih mengharapkan aku. Itu hanya pemikiran mama saja "


"Maaf Rangga . Maafkan perkataan mama. Jangan dipikirkan ucapan mama. Aku yang pertama kali menentang jika memang Willy berniat ingin kembali pada Melati. Karena aku tahu bagaimana rasanya sakit yang sering Willy berikan buat Melati. Saat ini Melati sudah bahagia bersamamu. Aku juga ikut senang melihatnya. Sudah cukup selama ini air mata yang Melati keluarkan untuk Willy. Aku berharap kamu mencintai Melati selamanya, jangan pernah kecewakan Melati"ucap Shinta


"Aku tak akan pernah meninggalkan Melati, kak. Aku juga dapat merasakan apa yang Melati rasakan dulu.Aku akan berusaha semampuku membuat Melati selalu tersenyum dan tak akan ada lagi air mata"


"Aku sangat bersyukur Mela mendapatkan jodoh yang baik. Ini bisa menjadi pelajaran hidup buat Willy. Jangan lagi pernah bermain api jika tak ingin terbakar. Dan hargai sesuatu yang menjadi milik kita sebelum ia meninggalkan kita selamanya. Aku selalu mendoakan Mela bahagia selamanya "


"Terima kasih kak, aku juga mendoakan kakak mendapatkan kebahagiaan.. "ucap Melati tulus.


"Mama, tidak ada yang perlu mama katakan lagi bukan, sebaiknya kita pulang. Melati dan Rangga pasti ingin istirahat. Melati, terima kasih ya. Nabila ,tante dan oma pamit dulu ya. Rangga maaf jika kedatangan kami mengganggu. Aku pamit dulu"ucap Shinta membawa Mamanya pergi. Shinta nggak enak karena Rangga mendengar perkataan mamanya yang mengatakan Willy masih mengharapkan Melati.


"Mama, seharusnya mama nggak boleh berkata begitu. Seandainya Melati bertengkar gara gara ucapan mama bagaimana"


"Mama nggak melihat ada Rangga... "


"Melihat atau tak melihat, itu tak pantas diucapkan. Jika memang Willy masih mengharapkan Melati biarlah jadi rahasia dirinya. Willy tidak bisa memberikan kebahagiaan buat Melati dan jangan pernah ia memiliki niat untuk merampas kebahagiaan Melati saat ini. Jika Willy benar benar mencintai Melati, ikhlaskan Melati bahagia bersama Rangga."


Shinta mengendarai mobil meninggalkan toko roti milik Melati.

__ADS_1


****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2