Sahabatku Maduku

Sahabatku Maduku
BAB 47


__ADS_3

Riana dengan setia menunggu Bu Kartika yang sedang membayar perhiasan - perhiasan yang di pesannya itu.


Ponselnya bergetar, terpampang nama Iqbal. Riana pun menggeser tombol hijau ke atas.


"Halo sayang, apa masih di mall?" tanya Iqbal.


"Iya mas masih nih." ucap Riana.


"Oh ya sudah kalian tunggu Mas ya, mas jemput Kiara dulu nanti mas kesitu bareng Kiara ya." ucap Iqbal


"Oh oke mas, nanti ketemu di food court mall ya mas, sepertinya kita akan cari makan disana." ucap Riana.


"Oh oke deh, Mas mau otw nih, bye sayang muach." ucap Iqbal.


Riana mematikan telepon sambil tersipu malu. Ada - ada saja calon suaminya itu.


Bu Kartika yang sudah selesai membayar semua perhiasannya langsung menghampiri Riana yang sedang duduk di sofa.


"Ayo Ri, katanya lapar kita ke food court saja." ucap Bu Kartika.


"Ayo mah, tadi mas Iqbal telepon katanya mau ke mari bersama Kiara. Dan aku sudah bilang kalo kita tunggu di food court." ucap Riana.


"Oh ya sudah kalo begitu, ayo kita ke sana sekarang." ucap Bu Kartika.


Mereka berdua berjalan menuju ke food court yang ada di lantai 4 mall itu. Riana begitu senang melihat banyak makanan berjejer disana.


"Kamu mau makan apa Ri?" ucap Bu Kartika yang sedang melihat sekeliling karena dia bingung mau makan apa.


"Aku bingung mah, semuanya pengin aku coba." ucap Riana sambil nyengir.


"ish kamu ini, ya sudah beli aja semuanya tapi dengan catatan harus kamu makan sampai habis jangan Sampai ada yang sisa." ucap Bu Kartika.


Riana nyengir saja, dia tak mungkin memakan semua makanan yang ada di sana.


Akhirnya dia memilih makan - makanan khas Korea, kebetulan Bu Kartika juga suka dengan makanan dari negeri ginseng itu.

__ADS_1


Riana dan Bu Kartika duduk di kursi yang sudah di sediakan di food court itu. Di meja mereka sudah ada beberapa makanan yang sudah mereka beli, ada Bibimbab, Kimchi, kimbab, Odeng dan gorengan khas negeri ginseng.


Mereka memakan makanan itu sambil mengobrol santai.


Tak berapa lama, Iqbal datang bersama dengan Kiara. Iqbal langsung menemukan Riana karena mereka duduk di dekat jendela yang langsung kelihatan dari pintu masuk food court.


"Wah pesta nih? Banyak banget makanannya? Apa akan habis?" ucap Iqbal yang langsung duduk di samping Riana. Sedangkan Kiara duduk di samping Bu Kartika.


"Ini pesanan Riana semua jadi ya mama ikut makan saja. Kamu mau sayang?" ucap Bu Kartika ke Kiara.


"Mau nek itu yang gak pedes aja, yang di bungkus sama rumput laut." ucap Kiara.


Bu Kartika mengambilkan kimbab lalu menyuapkan ke mulut Kiara. Dia memakan kimbab sambil menggeleng kan kepala saking enaknya.


Iqbal menyenggol lengan Riana sambil menunjuk dengan dagunya ke arah Kiara.


"Apa? Mau di suapi juga?" ucap Riana.


"Iya sayang masa cuma Kiara yang di suapi aku juga gak mau kalah dong, suapi aku." ucap Iqbal.


Lalu Riana mengambil kimbab dan menyuapkan ke Iqbal. Iqbal merasa senang sekali di suapi oleh calon istrinya.


Bu Kartika mencebikkan bibirnya. Dia merasa risih dengan kebucinan anaknya itu.


"Kalian ini bikin iri saja, jadi pengin cepet pulang ketemu sama papa." ucap Bu Kartika.


Seketika Riana dan Iqbal tertawa mendengar perkataan Ibunya. Saat sedang asik makan tiba - tiba muncul Sofia menghampiri meja mereka.


"Selamat siang Mas, Mah. Halo Kiara sayang." ucap Sofia menyapa anaknya.


Mereka kaget karena Sofia tiba - tiba datang. Karena janjian ketemuan dengan Kiara itu besok.


"Siang Sofia, kamu kesini sama siapa?" tanya Bu Kartika bersikap ramah.


"Saya sendirian ma, habis beli mainan buat Kiara, malah lihat kalian disini jadi aku hampiri saja." ucap Sofia.

__ADS_1


"Oh gitu ya sudah sini ikut duduk di sini."ucap Bu Kartika.


Sofia langsung duduk di samping Kiara. Kiara masih merasa canggung karena ini kali pertama dia bertemu dengan ibu kandungnya.


"Halo sayang, ini mama beli mainan buat Kiara, pasti Kiara suka." ucap Sofia.


"Makasih mah." ucap Kiara singkat.


"Kiara mau gak main sama mama? Mama pengin banget main sama Kiara." ucap Sofia.


Kiara merasa bingung untuk menjawabnya, dia menengok ke arah Papa nya dan neneknya. Mereka hanya menatap Kiara sambil tersenyum.


"Maaf mah Kiara gak mau, Nenek ayo kita pulang sekarang, Kiara capek pengin istirahat." ucap Kiara setengah merengek.


"Iya sayang sebentar lagi kita pulang, ini mamah Sofia mau ngobrol dulu sama Kiara, mau ya." ucap Bu Kartika.


Kiara menggeleng kan kepalanya tanda dia tak mau, Sofia yang melihatnya hanya pasrah saja. Dia tidak bisa memaksa jika Kiara tidak mau.


"Oia selamat ya sebentar lagi kalian menjadi suami istri, aku doakan semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan." ucap Sofia dengan suara berat.


"Iya terima kasih." ucap Iqbal singkat


Iqbal merasa ucapan selamat dari Sofia tidak tulus. Jadi dia menjawab sekedarnya saja.


Karena Kiara sudah rewel minta pulang akhirnya mereka pulang.


"Maaf Sofia sepertinya Kiara masih belum mau berlama - lama denganmu. Kita akan pulang dulu ya, mungkin kapan - kapan lagi bertemu dengan Kiara." ucap Bu Kartika.


Kiara begitu menempel dengan Riana. Membuat Sofia begitu cemburu. Karena dia ibu kandungnya tapi kenapa Kiara lebih menempel ke Riana.


"Baiklah mah, aku ngerti dan tidak akan memaksa Kiara, karena disini aku yang salah sudah meninggalkan Kiara sedari kecil." ucap Sofia.


Iqbal mengambil Kiara dari gendongan Riana, kini Kiara berada di gendongan Iqbal. Tangan satunya Iqbal menggandeng tangan Riana.


Kemesraan itu membuat Sofia panas, harusnya aku yang ada di sana kenapa malah wanita lain? Itu yang ada di pikiran Sofia.

__ADS_1


__ADS_2