Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.100 Pencarian


__ADS_3

Jakson pun menghubungi pihak kepolisian karena tindakan Martha jelas berbahaya sampai menikam Richard suaminya sendiri. Dan saat ini Richard belum sadarkan diri, hingga pihak berwajib tak bisa mendapatkan informasi darinya.


Para pelayan pun tak tahu apa yg dibicarakan Martha dengan tuannya karena memang mereka diminta menjauh. Hanya saja memang prilaku Martha diluar normal, dan tertawa tepat setelah menikam Richard dengan pisau.


Setelah diselidiki, Martha mendapatkan pisau dari meja makan. Hanya pisau kecil tapi cukup tajam untuk menikam seseorang. Dan kini pihak berwajib hanya bisa melihat segalanya dari cctv serta pengakuan dari saksi yg berada di rumah tersebut.


Jakson pun meminta perlindungan untuk Arne dan Jeny dengan menaruh beberapa orang di apartmennya. Lalu meninggalkan beberapa orang di rumah sakit tempat Arne bekerja.


Jakson merasa Arne akan menjadi target Martha selanjutnya. Dan pengejaran masih berlangsung hingga kini. Martha juga sudah mendapatkan uang dari Richard hingga dirinya bisa bebas berkeliaran menggunakan uang tersebut.


.


.


Sementara Martha, dirinya mengunci diri di dalam kamar. Entah bagaimana otaknya waras jika untuk melarikan diri dan membalas dendamnya. Martha pun tadi berhenti di tengah jalan saat naik taksi dan mempir ke toko ponsel untuk membeli ponsel. Setelah itu, Martha pergi naik kendaraan umum menuju ke villa yg diberitahukan oleh Richard.


Tibalah Martha disini, di villa milik Richard dimana Aini berada. Dan wanita itu terus mengunci diri di dalam kamarnya. Martha pun menyusun rencana untuk melenyapkan Boy dan Arne sekaligus. Dirinya menganggap Boy dan Arne adalah akar dari permasalahan putrinya. Dan kini Martha mulai menampakkan gejala penyakit jiwanya. Martha tertawa-tawa, marah lalu menangis. Hingga dr.Luna dan perawat yg mendengarnya merasa curiga.


"Apa yg terjadi dengan nyonya?" tanya perawat.


"Sudahlah biarkan saja.."


"Dia benar, kita hanya bekerja dan yg terpenting kita dibayar untuk merawat putrinya. Berhentilah kepo dan ikut campur." ucap dr.Luna.


Sementara Martha di dalam kamarnya mencari-cari alamat Arne dan Boy. Melalui ponsel pintarnya, Martha mencari jalur terbaik untuk menemui Arne di rumah sakit tempatnya bekerja. Lalu mencaritahu dimana Boy bekerja saat ini lewat sosial media.


Disini Martha nampak masih bisa melakukan hal normal, meski mentalnya tak stabil. Setelah mengetahui dimana Boy berada wanita itupun loncat-loncat kegirangan. Lalu membanting-banting barang di kamarnya sangking kesalnya.


Dan ketiga orang yg berada di bawah pun sudah mulai curiga dengan gelagat aneh Martha. Mereka pun tetap diam karena belum bisa menghubungi tuan mereka. Sementara Aini selalu tenang tanpa ada suara seperti biasanya.


.


.


Di sebuah apartemen, nampak Cindy terkejut mendengar kabar kalau Richard ditikam oleh Martha. Ditambah lagi, kini Martha psikologis dan mentalnya tak stabil. Pastilah terjadi hal buruk di rumah Richard.


Setelah tahu kabar tersebut, Cindy pun pergi ke rumah sakit tempat Richard di rawat. Dan dirinya bertemu dengan Jakson disana.


"Tuan." sapanya.


"Kau mau apa kemari?" tanya Jakson.


"Aku ingin menjenguknya, kalau bisa merawatnya tuan." ucap Cindy.


"Lakukanlah tapi jangan berbuat hal konyol, karena aku bisa melakukan apapun." ucap Jakson.


"Terimakasih tuan." ucap Cindy.

__ADS_1


Cindy pun menjaga dan merawat Richard yg belum sadarkan diri. Kondisinya yg tak muda lagi pun membuat dirinya lemah. Dan Cindy akan merawatnya setiap hari.


Jakson yg melihatnya pun salut pada Cindy yg masih menemani Richard padahal tahu kalau Richard sudah hampir kehilangan segalanya. Bahkan kini tak sadarkan diri.


"Apa alasanmu melakukan ini? Kau bisa saja pergi bukan?" tanya Jakson.


"Seorang wanita memberiku nasihat kalau kita bisa memperbaiki diri jika mencoba berubah." ucap Cindy.


"Apa kau tulus padanya.?" tanya Jakson.


"Iya tuan, aku tulus padanya." ucap Cindy.


"Kuharap kau tak begitu ambisius dan serakah seperti Martha." balas Jakson.


"Aku bahkan tak berani menginjakkan kakiku yg kotor di rumah Richard." ucap Cindy.


"Kau rawat dia, aku masih ada urusan.. Di depan akan ada penjaga." ucap Jakson.


"Baik tuan, aku mengerti." ucap Cindy.


Jakson pun pergi terlebih sudah ada Cindy yg akan merawat Richard. Wanita itu nampak tulus dan belum menunjukkan wajahnya yg sebenarnya.


.


.


Sementara itu, polisi terus mencari ke semua tempat yg mungkin didatangi Martha termasuk villa tempat putrinya berada. Mereka pun menempuh jarak yg cukup jauh untuk tiba disana. Dan Martha dengan cepat berpindah dari satu tempat ke tempat yg lain.


Setelah Martha pergi, satu jam kemudian polisi pun datang ke villa tersebut. Dr.Luna dan perawat disana pun terkejut melihat polisi tiba disana pada dini hari.


"Permisi.. Tolong bukakan pintunya..!"


"Iya sebentar." ucap dr.Luna.


"Kami dari kepolisian.. Apa ibu Martha ada disini?" tanyanya.


"Sepertinya dia ada di kamar atas pak, ada apa ya?" tanyanya.


"Dia adalah pasien rumah sakit jiwa dan juga telah melakukan kejahatan dengan menikam suaminya sendiri." ucap petugas.


"Apa..??" ucap dr.Luna terkejut.


Kini dr.Luna menyadari sikap aneh Martha seharian ini. Dan dirinya melihat mobilnya hilang di garasi villa tersebut beserta kuncinya. Setelah dicek kembali lewat cctv Martha membawanya kabur belum lama ini.


"Pak.. Nyonya Martha kabur dengan mobilku.. Ini tayangan cctvnya." ucap dr.Luna setelah para petugas tak menemukannya.


"Baiklah dokter, kami akan melacak mobil anda tolong berikan ciri-ciri dan nomor platnya."

__ADS_1


"Baik pak." ucap dr.Luna lalu memberitahu segalanya yg ia tahu termasuk sikap aneh Martha.


Para perawat pun ketakutan setelah mendengar kabar tersebut. Mereka takut jika Martha datang lagi dan menyerang mereka.


.


.


Sementara Martha, dirinya pun berhasil kabur dan mengelabui semuanya. Kini dirinya memilih menginap di hotel untuk malam ini sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke tempat Boy berada.


Target pertamanya adalah Boy, untuk itu Martha harus menemukannya besok. Untuk malam ini, Martha pun menginap di hotel. Dan dirinya pun tertawa kegirangan dan menari-nari di kamarnya. Lalu marah-marah lagi saat mengingat Boy dan Arne. Apalagi suaminya yg tega ingin menceraikannya.


"Boy..!! Arne..!! Kalian harus menerima akibatnya..!"


"Lalu Richard?? Apa dia sudah mati atau belum ya?? Hahahahaha.."


Tingkahnya pun akan membuat siapa saja takut jika melihatnya. Dan lagi, Martha selalu makan seperti orang rakus. Sampai pelayan yg membawakan makanan pun tak percaya kalau Martha yg akan menghabiskan banyak pesanan makanan tersebut.


.


.


Esok harinya, Martha pun menuju ke apartemen Boy dan menunggu di sekitar sembari memantaunya. Setelah Boy muncul sekitar sore hari saat pulang bekerja, Martha pun dengan cepat mengikutinya. Boy pun tak menaruh curiga apapun, karena Martha menyamar sebagai petugas kebersihan. Ya sebelumnya Martha mencuri pakaian petugas kebersihan.


Lalu saat mereka hendak naik lift, Martha pun bersikap biasa saja. Begitu juga Boy yg menganggap hal ini biasa saja.


Hingga pada akhirnya, mereka berada di dalam lift berdua saja. Martha pun tersenyum menyeringai dan Boy melihatnya lewat pantulan pintu lift. Boy pun seketika merinding melihat petugas wanita itu tersenyum menyeringai.


"Hahahaa.." ucap Martha lalu berbalik.


"Nyo-nya Martha.." ucap Boy.


"Kau tak memanggilku mama lagi? Aku kecewa Boy.." ucap Martha.


"Anda mau apa?" tanya Boy mundur dan menjaga jarak.


"Mau bicara denganmu.. " ucapnya.


"Silahkan." ucap Boy.


"Kenapa kau berselingkuh dari Aini?? Haa?? Cepat jawab.." ucap Martha lalu mengeluarkan pisau hingga Boy terkejut.


"Maafkan aku nyonya, aku salah .." ucap Boy.


"Maaf?? Hahahaa.. Tingtong jawabanmu salah.." ucap Martha lalu menikam Boy dari depan.


Boy yg tak siap pun sudah mencoba melawannya, tapi pisaunya sudah menancap di perutnya. Dan dengan sisa tenaganya Boy pun mendorong Martha hingga jatuh agar pisaunya yg menancap tidak lebih dalam lagi.

__ADS_1


Pintu lift pun terbuka, dan Martha kabur dari sana dengan cepat.


"Tolongg...! Tolong aku.." teriak Boy dan tak lama beberapa petugas keamanan datang.


__ADS_2