
Arne pun menunggu suaminya pulang dan tak sabar ingin melihat reaksi Anderson tentang kehamilannya. Arne ingin suaminya terlebih dahulu yg tahu soal kabar bahagia ini. Barulah kemudian akan diberitahukan pada anggota keluarganya yg lain.
Mia pun diminta membantunya menyiapkan makan malam spesial untuk suaminya. Dan Arne ingin merayakan sedikit tentang kebahagiaan ini bersama suaminya. Dan Mia tak mengerti kenapa nyonyanya tiba-tiba memasak banyak menu spesial. Pikirnya mungkin tuannya sedang berulang tahun.
Dan akhirnya Anderson pun pulang ke rumah. Dirinya tak sabar ingin bertemu istrinya setelah 2 hari mereka tak bertemu. Anderson pun langsung disambut senyuman istrinya tersebut. Mereka pun berpelukan melepas kerinduannya. Dan Mia menyaksikan momen itu dengan kedua matanya, tatapannya pun berubah menjadi kesal dan iri. Anderson pun sempat melihatnya, dan sedikit curiga pada pembantu barunya.
"Apa kabarmu?" tanya Anderson.
"Aku baik-baik saja.. Kau sendiri?" tanya Arne.
"Aku sedikit kesepian dan tidur di hotel." ucap Anderson.
"Baiklah, sekarang aku sudah pulang dan sudah memasak makanan lezat, lebih baik kau segera mandi." ucap Arne.
"Kau tak lelah melakukannya?" tanya Anderson.
"Tidak, sudah bersiaplah aku menunggu di bawah." ucap Arne.
"Sebentar ya." ucap Anderson bergegas.
Tak berapa lama, Anderson pun turun ke bawah dan melihat istrinya sendirian. Pembantunya itu tampaknya sudah masuk ke kamarnya. Dan Anderson lebih leluasa bersama istrinya makan di meja.
"Wah, hidangan spesial? Ada apa ini?" tanya Anderson.
"Aku hanya sedang bahagia." ucap Arne.
"Benarkah? Karena bertemu denganku?" balas Anderson.
"Bisa dibilang salah satunya." ucap Arne.
"Salah satunya, berarti ada alasan lain?" tanya Anderson.
"Iya, kita makan dulu nanti aku beritahu." ucap Arne.
"Baiklah." ucap Anderson.
Mereka pun menikmati masakan Arne, dan Anderaon sangat menyukainya setelah dua hari ini makan diluar. Dan setelah dua hari Anderson menunggu kedatangan istri tercintanya, akhirnya mereka bisa bertemu dan makan berdua. Terlebih istrinya memasak makanan untuk mereka membuat Anderson tak bisa berpaling dari istrinya.
Setelah makan, mereka duduk santai menikmati buah dan berbincang mengenai perjalanan Arne dengan Kenzi. Tentunya Arne berbelanja banyak barang, dan Anderson sudah tak terkejut lagi soal itu.
"Tadi kau mau bicara apa?" tanya Anderson.
"Oh itu, baiklah.. Ikut aku ke kamar." ucap Arne.
"Ke kamar? sepertinya kejutannya membuatku semangat." ucap Anderson mengikuti istrinya yg menarik tangannya.
"Sst.. " ucap Arne.
Mereka pun tiba di kamar mereka, dan Anderson diminta duduk di pinggir ranjang. Anderson masih bingung apa kejutan istrinya.
"Apa ini? Apakah ada sesuatu yg ingin kau berikan?" tanya Anderson penasaran.
__ADS_1
"Bukalah." ucap Arne memberikan kotak kecil.
"Hadiah?" tanya Anderson tersenyum lalu membukanya.
Dilihatnya ada tiga testpack dengan hasil positif. Seketika Anderson terdiam dan tak percaya apa yg dilihatnya. Dirinya kemudian menenangkan diri dan meyakinkan atas apa yg ia lihat.
"Sayang.. Ini milikmu?" tanya Anderson.
"Tentu saja, mana mungkin milik wanita lain aku tunjukkan padamu." ucap Arne tertawa kecil.
"Terimakasih sayang.." ucap Anderson langsung memeluknya.
"Aku juga senang sekali dia hadir secepat ini." ucap Arne.
"Aku sukses.." ucap Anderson.
"Eh.."
"Iya aku sukses membuatmu hamil." ucapnya bangga.
"Iya dan aku belum memeriksakannya ke dokter." ucap Arne.
"Kapan kau mengecek ini?" tanya Anderson.
"Tadi pagi saat aku masih di hotel.. Aku merasakan mual yg hebat dan Kenzi memeriksa tubuhku." ucap Arne.
"Aku sangat senang, besok kita ke rumah sakit.." ucap Anderson.
"Tapi kita kan harus mengajukan janji dulu." ucap Arne.
"Baiklah aku akan bertanya padanya." ucap Arne.
"Kita akan kesana pagi-pagi sekali sebelum berangkat kerja. Kau ijin sebentar saja pada kakek, aku juga akan ijin untuk masuk siang." ucap Anderson.
"Sebentar aku harus memastikannya dulu dengan dr.Reina." ucap Arne.
Setelah menghubungi dr.Reina, Arne pun tersenyum karena seniornya itu mau membantunya. Dan tentunya Anderson sangat tak sabar untuk melihat hasil pemeriksaan calon anaknya.
Anderson pun akan lebih manjaga istrinya berkali-kali lipat lebih ketat dari sebelumnya. Arne diminta untuk tidur cukup, makan tepat waktu dengan makanan gizi seimbang, bahkan Arne tak boleh kekurangan air. Dan Anderson langsung meminta Arne istirahat malam itu setelah tahu kalau istrinya yg baru kembali sedang hamil.
"Sekarang kau harus istirahat lebih awal, kau baru saja pulang dari jalan-jalan tubuhmu pasti lelah." ucap Anderson.
"Iya, ku memang agak lelah." ucap Arne.
.....
Esok harinya, mereka pun pergi lebih awal dari sebelumnya. Dan Arne sudah menyiapkan sarapan, hingga Mia hanya tinggal membersihkan rumah saja. Mereka pun berangkat pagi itu untuk bertemu dr.Reina.
Hingga tibalah mereka di rumah sakit, dan Arne langsung disapa oleh rekan-rekannya. Begitu juga dengan Anderson yg masih dikenal oleh mereka. Arne pun langsung menuju ke ruangan dr.Reina.
"Silahkan Arne dan Anderson." ucap dr.Reina.
__ADS_1
"Terimakasih." ucap Arne.
"Kapan kau mengeceknya?" tanya dr.Reina.
"Kemarin pagi senior." ucap Arne.
"Oh, berarti kalian baru tahu ya .." ucap dr.Reina.
"Benar." ucap Anderson.
"Arne ayo coba kita cek ke sana." ucap dr.Reina membawa Arne ke tempat tidur.
Perut Arne pun dicek dan ditempelkan alat. Lalu gambar di monitor menampakkan sebuah kantung kecil yg berisi janin mereka.
"Lihat kantung kecil ini adalah janin kalian." ucap dr.Reina menunjukkan.
"Tunggu, apa aku tak salah lihat, ada dua kantung." ucap Anderson si paling teliti.
"Kau memang teliti profesor Anderson, sepertinya Arne hamil anak kembar." ucap dr.Reina.
"Sayang, anak kita kembar." ucap Anderson.
"Selamat ya kalian berdua.." ucap dr.Reina lalu menjelaskan banyak hal pada pasangan itu.
Beberapa mereka sudah tahu garis besarnya karena mereka berdua seorang dokter. Tapi ada beberapa hal penting lain yg dijelaskan oleh dr.Reina yg baru mereka tahu.
"Anderson, kau paham kan penjelasanku?" tanya dr.Reina.
"Tentu, aku akan menjaga Arne dengan baik." ucap Anderson.
"Dan Arne, kau harus menjaga kondisimu di usia kehamilan saat ini. Karena ini kondisi rentan seperti yg sudah kujelaskan." ucap dr.Reina.
"Iya senior, aku mengerti." ucap Arne.
"Baiklah, jangan lupa minum vitamin, makan dan istirahat yg teratur. Kau boleh berolahraga ringan jika ada keluhan kau harus menghubungiku." ucap dr.Reina.
"Oke, terimakasih senior." ucap Arne.
"Ya.. Selamat ya sekali lagi." ucapnya.
"Terimakasih Reina, kami permisi dulu." ucap Anderson.
"Iya silahkan." ucap dr.Reina.
Keduanya pun langsung menebus vitamin dan pergi bekerja. Arne pun langsung menghubungi Jeny untuk memberitahu kabar bahagia ini. Pastinya Jeny sangat senang mendengarnya. Apalagi Jakson yg begitu bersemangat sampai meminta Arne cuti beberapa minggu atau bulan. Tapi Arne ingin mencoba bekerja sampai tahu batas kemampuannya.
"Aku senang sekali hari ini." ucap Anderson.
"Kau sangat teliti bahkan bisa melihat kantung itu ada dua." ucap Arne.
"Sayang, gelar profesorku tak didapat dengan mudah.. Aku sudah melalui ratusan bahkan mungkin ribuan kasus." ucap Anderson.
__ADS_1
"Aku paham.." ucap Arne.
Anderson pun mampur ke toko roti dan membelikan istrinya roti sebagai camilan di kantor. Arne pun senang menerimanya. Karena kadang perutnya agak sulit jika mencerna makanan, dan sering memuntahkannya.