
Arne pun bersenang-senang dengan suaminya menikmati bulan madu mereka yg tertunda. Anderson pun dengan sabar menuruti keinginan istrinya tersebut. Setiap harinya mereka ke pantai dan menikmati waktunya di tempat ini.
Kulit Arne sampai mulai kecoklatan karena terkena paparan sinar matahari. Tapi wanita itu tak peduli karena warna kulitnya bisa kembali semula jika dirawat dengan baik.
Anderson juga tak keberatan asalkan istrinya bahagia. Jika lelah mereka hanya akan istirahat di hotel yg ada di dekat pantai. Tentunya hal yg disukai Anderson adalah berada di kamar hotel daripada diluar ruangan.
Apalagi mereka masih masa romantisnya pasangan baru. Semangat muda keduanya pun membuat hari mereka kian menggairahkan.
Di hari terakhir mereka pun membeli beberapa souvenir untuk oleh-oleh keluarga dan kerabat. Tentunya Arne membeli banyak sekali oleh-oleh karena banyak yg ingin ia beri.
"Sayang banyak sekali.." ucap Anderson.
"Banyak yg ingin kuberi, karena tak enak jika ada yg tak kebagian." ucap Arne.
"Tapi, kau juga harus memperhitungkan koper kita." ucap Anderson.
"Kau benar sayang, bagaimana ini?" ucap Arne bingung.
"Kita beli koper saja lagi untuk oleh-olehmu." ucap Anderson memberi saran.
"Oke.. Ayo nanti kita mampir membeli koper." ucap Arne.
"Iya, kau belanjalah sepuasnya, nanti kita beli koper baru." ucap Anderson.
Arne pun dengan senang hati membeli banyak oleh-oleh untuk teman-temannya. Dan tentunya Anderson menemaninya sampai lelah. Setelah itu, mereka mampir ke sebuah toko untuk membeli koper.
Saat sedang membeli koper ada peringatan akan muncul badai beberapa jam kedepan. Hal itu membuat Anderson meminta Arne mengambil asal koper lalu langsung membayarnya agar mereka tak terjebak badai saat diluar hotel.
"Sayang cepat ambil apa saja, kita harus sampai hotel sebelum badai datang. " ucap Anderson.
"Jadi akan ada badai? Baiklah.." ucap Arne langsung memilih koper yg sekira muat untuk oleh-olehnya lalu membayarnya.
Mereka pun lantas kembali ke hotel dengan semua persiapan yg disiapkan. Dan mereka tiba di hotel tepat waktu sebelum badai menyerang. Angin kencang diiringi hujan pun membuat suasana menjadi sedikit menyeramkan di luar sana.
Akhirnya mereka hanya menikmati waktu di kamar dan istirahat. Entah sampai kapan badai ini berhenti, yg jelas mereka akan berpindah tempat saat semuanya sudah aman.
"Kita tak bisa kemana-mana." ucap Arne.
"Bukankah lebih nyaman disini?" balas Anderson.
__ADS_1
"Iya nyaman sekali, sampai membuatku lelah." ujar Arne.
"Ya, kau juga menyukainya kan." ucap Anderson.
"Ya kau menang Anderson." ucap Arne.
Dan saat badai menyerang pasangan itu sibuk bermesraan di dalam kamar hotel. Mereka hanya menghabiskan waktu di atas ranjang, makan lalu tidur. Begitulah memang honeymoon yg sesungguhnya.
.....
Disisi lain, Angel yg baru hendak berangkat tiba-tiba penerbangannya ditunda dan hal itu membuatnya semakin kesal. Berita mengenai badai pun disiarkan membuat penerbangan ke negara tujuan Angel ditunda sampai badai reda.
"Sial mau sampai kapan aku menunggu??" gumam Angel emosi.
Angel pun menunggu di bandara berjam-jam, hingga lelah dan memilih menginap di hotel terdekat. Angel pun semakin tak tenang karena rencananya selalu gagal dan tersendat. Hal itu membuatnya semakin gila karena tak bisa mencapai tujuannya.
Dan penerbangan pun ditunda sangat lama karena badainya memang tak bisa diprediksi sampai kapan. Hal itu membuat Angel harus pasrah dan menerimanya sembari menunggu dengan sabar. Ditambah lagi orang-orangnya tak bisa dihubungi karena signal di sana juga terkena efeknya.
Setelah satu hari, barulah badai berhenti. Dan Angel langsung mendapat informasi soal jadwal penerbangannya. Hal itu membuatnya senang karena bisa menghampiri Anderson dan merusak honeymoon mereka.
"Akhirnya kesempatanku datang juga.." ucap Angel dalam hati.
.....
Sementara Anderson dan Arne mereka sudah cukup lama berada di dalam kamar hotel. Saat tahu badai sudah berhenti, mereka pun bersiap berpindah ke negara tetangga. Dan Arne membereskan semua barang bawaannya yg cukup banyak. Dibantu suaminya dan pekerjaannya menjadi lebih ringan.
Anderson juga sudah mendapatkan jadwal penerbangan mereka. Lalu mereka keluar hotel dan langsung menuju bandara. Arne pun menatap ke jendela mobil memandangi lautan yg indah yg akan ia tinggalkan. Arne berharap dirinya bisa kembali nanti bersama suaminya.
"Selamat tinggal Maldives.. Sampai jumpa lagi.." gumam Arne dalam hati.
Setibanya di bandara, mereka menunggu sejenak barulah pesawat mereka berangkat. Dan saat keduanya berangkat, Angel pun tiba di negara ini. Angel dengan penuh percaya diri membawa kopernya yg berisi bikini seksi untuk memikat Anderson.
Dan setibanya Angel di hotel ia diberitahu anak buahnya, ternyata Anderson dan Arne baru saja hari ini keluar. Hal itu membuat Angel murka dan memarahi anak buahnya yg bodoh karena tak memantau situasi dengan baik.
Angel pun menemui mereka dan memarahi mereka.
"Apa yg kalian lakukan?? Sampai-sampai mereka meninggalkan negara ini saja kalian tidak tahu..!" ucap Angel.
"Maaf nona."
__ADS_1
"Maaf.. ?? Sekarang kita kehilangan jejak mereka.." ucap Angel geram.
Mereka pun tak berani membantah karena memang mereka lalai akibat badai kemarin. Lalu Angel meminta mereka mencari lagi Anderson dan Arne.
"Aku tak mau tahu, kalian cari mereka sampai dapat.. Aku mau liburan disini.." ucap Angel pergi.
Alhasil mereka pun harus mencari lagi Anderson dan Arne yg tak tahu sudah berada di negara mana.
Dan Angel dirinya sudah terlanjur tiba di negara ini, mubazir jika dilewatkan begitu saja. Dirinya pergi ke pantai dan bertemu pria asing yg tertarik padanya. Angel pun menjadi semakin heran dengan Anderson yg sama sekali tidak tertarik padanya.
Bahkan pria yg baru ditemuinya saja begitu mengaguminya. Dan mereka menghabiskan waktu bersama dengan minum alkohol dan menghabiskan waktu di ranjang guna melampiaskan hasrat Angel.
Berbeda dengan Anderson yg bahkan bicara saja dingin padanya, pria yg bersamanya kini begitu lembut dan perhatian padanya. Bahkan ingin menjalin hubungan dengannya.
"Angel, maukah kau jadi kekasihku?" tanya Peter.
"No, aku melakukannya karena ingin. Dan aku tak berniat menjalin hubungan dengan siapapun." ucap Angel.
"Aku bisa memberimu apa saja, uang, barang mewah dan juga kepuasan." ucap Peter tersenyum.
"Aku memang puas bersamamu, terimakasih Peter, tapi aku mencintai pria lain. " ucap Angel.
"Siapa dia? Apa lebih tampan dan kaya dariku?"
"Ya dia sangat tampan dimataku, dia juga kaya sepertimu." ucap Angel.
"Kenapa kalian tak bersama?" tanya Peter.
"Dia sudah menikah." jawab Angel langsung memasang ekspresi datar.
"Ow.. Kupikir kau cukup pintar menilai sesuatu, tapi kau sangat aneh jika masih mengharapkannya." ucap Peter.
"Cinta itu memang membuat orang kehilangan kewarasan." ucap Angel.
"Kurasa itu bukan cinta tapi ambisi." ucap Peter.
"Peter kau takkan paham karena kau tak benar-benar cinta seseorang." ucap Angel.
"Anggaplah begitu.. Tapi aku akan ada saat kau butuhkan.. Itupun selagi aku single." ucap Peter tersenyum.
__ADS_1
Begitulah pertemuan Angel dan Peter, mereka menghabiskan waktu bersama dinegara ini. Bahkan sampai sejauh itu meski baru bertemu. Peter pun menyukai Angel tapi Angel hanya bersenang-senang dengan pria itu dan menolak menjadi kekasihnya. Sungguh bodoh bukan?? Menolak yg single mengejar yg sudah menikah.