Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.159 : Sebuah Tanggungjawab


__ADS_3

Axel yg bertanggungjawab atas keamanan Arne pun semakin hari semakin sering terlihat di mata Arne. Dan Arne mulai mencurigainya. Bahkan disaat Kenzi tak ada pun Arne kadang melihatnya.


"Axel, kenapa kau ada disini?" tanya Arne di depan rumahnya.


"Aku hanya sedang berjalan-jalan." ucap Axel.


"Bohong..!" ucap Arne.


"Mana ada jalan-jalan di depan rumah orang." ucap Arne.


"Sungguh aku habis menemui temanku di blok sana.." ucap Axel.


"Aku melihatmu setiap hari.. Jangan berbohong, apa maumu?" tanya Arne.


"Maaf nona Arne, aku hanya kebetulan lewat." ucap Axel.


Hingga Anderson pun keluar melihat istrinya memergoki Axel.


"Sayang.. Bisa kita bicara." ucap Anderson.


"Bicara apa?" tanya Arne.


"Sudah masuk dulu." ucap Anderson.


Anderson pun mengajak istrinya masuk ke dalam rumah untuk bicara dan menjelaskan situasi saat ini. Anderson pun harus mengakui dan berkata sejujur-jujurnya mengenai status Axel.


"Jadi kalian sengaja membohongiku?" tanya Arne.


"Maaf, ini karena kau tak suka ada pengawalan." ucap Anderson.


"Memangnya siapa yg akan menggangguku?" tanya Arne.


"Aku takut Angel datang dan mengganggumu lagi." ucap Anderson.


"Kau bahkan membawa-bawa Kenzi dalam rencanamu.." ucap Arne.


"Sayang maafkan aku, aku melakukan ini demi melindungimu dari bahaya apapun." ucap Anderson.


"Baiklah, karena sudah terlanjur begini.. Sekalian saja Axel suruh masuk, jangan berkeliaran di luar nanti disangka tetangga orang aneh." ucap Arne.


"Terimakasih sayang kau mau mengerti." ucap Anderson.


Lalu Axel pun sudah diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Tapi pria itu lebih banyak menghabiskan waktunya di depan rumah mengawasi situasi di luar. Arne pun merasa tak nyaman selalu diawasi, tapi demi keamanan dirinyalah Anderson sampai melakukan hal ini. Dan Axel sangat menghargai privasinya.


"Untunglah pengawal yg lau pilih tidak menyebalkan." ucap Arne.

__ADS_1


"Ya.. Semua yg terbaik untukmu dan calon anak-anakku." ucap Anderson.


"Kenzi sudah kuberitahu soal Axel, dia pun meminta maaf padaku." ucap Arne.


"Ya nanti aku akan meminta maaf padanya." ucap Anderson.


Begitulah perlahan-lahan keberadaan Axel diketahui oleh Arne. Dan kini Axel dan Kenzi tak perlu berbohonh lagi. Meski keduanya sudah cukup akrab karena selalu bekerjasama menjaga Arne.


Dan Axel bertanggungjawab penuh pada keselamatan Arne terutama saat nyonyanya tersebut keluar rumah. Axel akan menjadi sopir dan menemaninya kemanapun.


....


Suatu hari, Angel pun kembali ke Indonesia karena ada beberapa pekerjaan. Tentunya kesempatan ini akan ia manfaatkan untuk mendekati Anderson. Ya, wanita itu masih belum menyerah meski sudah gagal dan ditolak berulang kali.


Dan kedatangannya kali ini dirinya ingin tahu tentang Anderson dan istrinya. Dirinya berharap pasangan itu segera berpisah. Tapi info yg ia dengar justru malah menyakiti hatinya, dimana Arne saat ini tengah mengandung buah hatinya bersama Anderson.


Semakin hancur sudah perasaan Angel. Dan wanita itu semakin membenci Arne tanpa sebab yg jelas. Angel pun kesulitan menemui Arne, karena tempat tinggalnya yg sudah pindah entah kemana. Ditambah lagi Angel adalah warga asing, yg tentunya sulit melacak seseorang. Terlebih Arne berasal dari keluarga yg cukup hebat dan berpengaruh di negara ini.


Saat itu, Angel sedang mampir ke mall untuk berbelanja dan tak sengaja melihat Arne bersama seorang wanita dan seorang pria. Tapi Angel tak menemukan dimana Anderson. Angel pun tersenyum dan berniat mengikuti ketiganya. Tapi sayang, Axel cukup peka untuk mengetahui kalau mereka diikuti.


"Kenzi, kalian pergilah ke mobil terlebih dahulu.. Aku ada urusan sebentar." ucap Axel.


"Baiklah, jangan lama-lama." ucap Kenzi.


"Dia mau kemana?" tanya Arne.


Sementara Axel, dirinya menemui Angel yg mengikuti mereka bertiga sejak tadi.


"Mau sampai kapan anda mengikuti kami?" tanya Axel dari belakang Angel.


"Si-siapa kau? Siapa yg mengikuti kalian??" tanya Angel.


"Lalu untuk apa anda bersembunyi di samping tiang besar ini?" balas Axel.


"Suka-suka aku, mau aku dimanapun." ucap Angel.


"Jangan macam-macam denganku jika masih ingin selamat.. Apalagi kau terlihat seperti orang asing.. " ucap Axel.


"Apa maumu?" tanya Angel.


"Berhenti mengikuti kami atau kau akan tahu akibatnya." ucap Axel.


"Berikan kartu identitasmu." ucap Axel.


"Kau mau apa?" tanya Angel menolak.

__ADS_1


"Sebagai bukti kalau kau bukan penguntit." ucap Axel.


"Baiklah." ucap Angel tak ada pilihan selain menunjukkan buktinya.


Angel pun agak sedikit takut dengan Axel, selain galak dan tegas, nampak badan pria itu juga besar dan wajahnya menyeramkan saat sedang mengintrogasinya.


Axel pun melihat identitas Angel dan memfotonya, lalu mengembalikannya pada Angel.


"Aku akan mengingat wajahmu, jika kau berada dalam radius ku kau akan dalam masalah." ancam Axel.


"Cih, siapa juga yg mau mengikuti kalian?"balas Angel lalu pergi.


Kemudian, Axel menghubungi Kenzi dan memintanya untuk mengantar Arne pulang dengan mobilnya. Dan Axel harus menyelidiki Angel, karena Anderson pernah mengatakan nama Angel agar Axel berhati-hati.


Kenzi pun pulang dengan Arne, dan Axel mengikuti Angel yg ternyata membuntuti mobil yg membawa Arne. Untuk mengantisipasi situasi, Axel meminta Kenzi membawa Arne ke apartemen mereka. Dan Kenzi pun mengikuti instruksinya sebagai pengawal Arne.


"Arne, sesekali mampirlah ke unit apartemenku.." ucap Kenzi.


"Apa tak masalah?" tanya Arne.


"Ya.. Aku sudah minta ijin Axel." ucap Kenzi.


"Baiklah, ayo kesana.. Aku sudah lama ingin ke rumahmu." ucap Arne.


Kenzi pun membawa mobilnya menuju ke unit apartemennya. Dan Angel mengikutinya sesuai dugaan Axel. Ternyata wanita itu mengerikan, dan Axel segera menghubungi tuannya untuk mengatasi Angel. Anderson pun memintanya memakai cara halus karena wanita itu berbahaya.


Angel pun berhenti di depan apartemen Kenzi dan Axel. Dirinya turun dari dalam mobilnya dan mencari mobil yg ditumpangi Arne.


Axel pun menunggunya di depan mobil Arne, dan Angel mendekat ke mobil tersebut.


"Tidak salah lagi, ini mobilnya." ucap Angel.


Lalu Axel pun keluar dari persembunyian dan menghampiri Angel.


"Kau benar-benar stalker yg mengerikan, apa maumu pada nyonya Arne?" tanya Axel.


"Oh jadi kau bekerja padanya?" tanya Angel.


"Ya, dan tuan Anderson sudah mengkonformasi kalau anda adalah orang yg sering mengganggu istrinya." ucap Axel.


"Kau mau apa?" tanya Angel.


"Membawamu ke kantor polisi.." ucap Axel mengikat Angel.


Angel pun dibawa ke kantor polisi dan berhubungan lagi dengan hukum karena mengikuti Arne seharian. Axel pun punya sejumlah bukti kalau Angel mengikuti Arne. Tentunya Angel tak mampu mengelak lagi, dan dirinya harus membayar denda lagi karena berurusam dengan hukum.

__ADS_1


Setelah tugasnya selesai, Axel pun kembali ke unit apartemennya dan kembali mengawasi nyonyanya sesuai perintah Anderson. Anderson pun puas atas kinerja Axel yg dengan gampangnya menyingkirkan Angel yg hendak mengganggu istrinya.


__ADS_2