Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.60 Keguguran


__ADS_3

Aini pun dirawat cukup lama di rumah sakit karena kondisinya yg masih lemah. Dan juga dirinya cukup stres selama kehamilan karena Boy yg justru menjauhinya dan mereka sering bertengkar, lalu dirinya selalu merasa iri pada Arne yg bisa mendapatkan segalanya dengan mudah. Apalagi saat ini kakeknya sudah tak menganggapnya cucunya lagi karena dirinya berusaha mencelakai Arne.


Aini pun dirawat selama beberapa hari sampai kondisinya stabil. Bahkan selama di rumah sakit Aini cukup pilih-pilih makanan. Aini suka sekali makanan cepat saji yg tidak baik untuk ibu hamil. Padahal baik ibu mertuanya ataupun dokter sudah memperingatinya tapi Aini sudah kebal dengan ceramah mereka.


Sementara Martha justru malah memberikan semua yg diinginkan putrinya agar putrinya senang. Hal itu bertolakbelakang dengan Leni yg mengkhawatirkan kondisi Aini. Mereka berdua kerap berdebat hingga akhirnya Leni mengalah.


"Martha, ini sudah kesekian kalinya Aini makan makanan begini, ini tidak sehat." ucap Martha.


"Kau itu cerewet sekali sih, Aini kalau sedang sakit memang harus makan apa yg dia mau.. Kalau tidak dia tak selera makan." ucap Martha.


"Tapi kondisi Aini sekarang harus banyak mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi." ucap Leni.


"Halah, memangnya vitamin yg dia minum kurang? Dia kan sudah dapat vitamin dan obat-obatan, makan ini juga tidak bikin dia mati." ucap Martha.


"Ya.. Terserah kau saja aku sudah memperingati." ucap Leni.


"Jangan sombong ya Leni mentang-mentang kau itu ahli gizi." ucap Martha.


Leni pun hanya mengelus dada mendengar ucapan Martha yg terbilang ngeyel tersebut. Lalu daripada kesal Leni memilih pulang, dan dia cukup kecewa karena masakan sehat buatannya justru ditolak oleh Aini dan Martha.


.


.


Siang itu, setelah makan Aini pun mendapatkan pesan teks dari seseorang. Orang itu adalah bos dari orang yg ia suruh untuk mengikuti Arne. Aini pun sontak gemetar ketakutan, dan dirinya berupaya untuk tetap tenang serta mengabaikan pesannya.


Beberapa jam kemudian tak ada lagi pesan masuk yg mengganggu. Dan Aini merasa tenang, tapi justru orang tersebut kini sudah berada di rumah sakit setelah tahu kondisi Aini. Orang tersebut menuntut bayaran karena anak buahnya masuk penjara dan ia harus membebaskannya.


Seorang pria pun datang ke rumah sakit tersebut, setelah tahu ruangan Aini dirinya menunggu hingga orang yg menjaga Aini pergi. Kebetulan saat itu, ibunya sedang pergi untuk cari makanan. Dan pria itu mengambil kesempatan untuk menemui Aini.


Brakk..


"Mama.. Kenapa sudah kembali?" tanya Aini tanpa melihat.


"Hai nona Aini, bagaimana kondisimu?" tanya seorang pria bernama Ben.


"Si-siapa kau?" tanya Aini.


"Siapa aku? Aku yg menghubungimu tadi." balas Ben

__ADS_1


"Kau pasti Ben." ucap Aini.


"Benar, dan aku hanya ingin bicara denganmu." ucap Ben.


"Silahkan." ucap Aini.


"Tapi tak disini.. Ayo ikut aku." ucap Ben.


Aini pun menurutinya karena takut, apalagi Ben memperlihatkan pisaunya. Aini pun dibawa ke tangga darurat dimana jarang digunakan oleh orang lain.


"A-ada apa Ben?" tanya Aini.


"Aku meminta pertanggungjawabanmu.. Bawahanku dipenjara dan aku harus menebusnya agar bebas." ucap Ben.


"Bu-bukankah aku sudah membayar kalian di awal.?" tanya Aini.


"Itu benar, tapi ini kasus yg berbeda dimana bawahanku ditahan." ucap Ben.


"Be-berapa?" tanya Aini.


Ben pun menunjukkan nominal yg tak masuk akal, dan Aini merasa sedang diperas. Aini pun menolak membayar pria tersebut. Dan tentunya pria tersebut tak terima sampai menyerang Aini.


"Aaaa.. Tolong..!" teriak Aini saat Ben mengacungkan pisaunya ke arah Aini.


"Oh bagaimana kalau perutmu saja?" ucap Ben menakut-nakuti.


"Ampuni aku.. Aku akan membayarmu segera, aku butuh waktu untuk mendapatkan uang itu." ucap Aini.


"Tapi aku tak punya waktu, aku butuh saat ini." ucap Ben dengan pisaunya.


Aini pun nekat melawan dan berusaha kabur, dirinya menggigit tangan Ben hingga berdarah. Tapi Ben justru merespon dengan mendorongnya ke bawah hingga jatuh. Aini pun terguling di tangga darurat dan jatuh.


"Aaaaaaaa.. " teriak Aini.


Ben pun tersadar saat melihat Aini sudah di bawah dalam kondisi sudah berlumuran darah. Ben yg takut pun langsung bergegas kabur darisana.


Sementara itu, Arne pun sedang berjalan bersama Anderson. Mereka habis mengecek pasien di sebuah ruangan. Lalu Anderson pergi ke ruangan lain dan Arne mendengar sebuah teriakan di tangga darurat. Arne pun langsung mendekat untuk melihat ada apa yg terjadi di tangga darurat.


Arne pun melihat seseorang jatuh dari tangga dan sudah berlumuran darah.

__ADS_1


"Tolongggg.. Ada yg jatuh di tangga darurat..!" teriak Arne.


Arne pun mendekat lebih dahulu untuk mengecek kondisi wanita tersebut. Terkejutlah Arne saat mendapati wanita itu adalah Aini dan kondisinya sudah berlumuran darah. Arne pun ketakutan karena Aini sedang hamil besar.


Tak berapa lama orang-orang pun berdatangan untuk membantu Arne menolong Aini. Aini langsung membawanya ke ruang operasi setelah diperiksa oleh dokter kandungannya.


Martha yg sedang makan pun terkejut mendapatkan panggilan darurat dari rumah sakit kalau Aini jatuh di tangga dan harus dioperasi. Begitu juga dengan Boy yg langsung menuju ke rumah sakit begitu dikabari.


Martha pun langsung menyetujui tindakan operasi dan tak berapa lama Boy pun tiba di rumah sakit. Dirinya terkejut saat tahu kalau Aini jatuh dari tangga dan mengalami pendarahan.


Richard juga langsung ke rumah sakit begitu di kabari, mereka semua panik saat tahu apa yg terjadi pada Aini.


"Mama apa yg terjadi pada Aini?" tanya Boy.


"Aini jatuh dari tangga darurat.. Mama tak tahu bagaimana dia bisa ada disana." ucap Martha.


"Bagaimana bisa?" gumam Boy cemas.


Lalu Martha bertanya pada perawat siapa yg menemukan Aini pertama kali. Dan Arne adalah orang yg menemukan Aini pertama kali.


"Arne katakan padaku apa yg kau lakukan pada Aini?" tanya Martha penuh curiga.


"Aku sedang lewat dan mendengar teriakan minta tolong, saat aku memeriksanya Aini sudah jatuh dan berlumur darah." ucap Arne.


"Bohong..! Kau pasti yg mendorongnya karena iri padanya." ucap Martha.


"Nyonya, aku hanya menolongnya.. Dan tak tahu apapun kenapa Aini bisa jatuh." ucap Arne.


"Arne kau yakin bukan kau yg mendorong Aini? Kalian tidak bertengkar kan tadi?" tanya Richard mencurigai Arne.


"Sampai kapan papa akan mempercayaiku? Dan apa untungnya buatku mencelakai Aini.?" tanya Arne.


"Arne katakan apa yg sebenarnya?" tanya Boy.


"Kalian ini apa-apaan? Aku hanya menemukannya terjatuh.. Aku tidak mencelakainya." ucap Arne kesal.


"Jangan berbohong kau..!" teriak Martha.


Lalu dokter keluar dari ruang operasi dan menanyakan soal suami pasien. Dan Boy pun mendapatkan kabar buruk kalau Aini keguguran. Artinya calon anaknya sudah tiada, ditambah lagi kondisi Aini kritis.

__ADS_1


Boy pun lemas, begitu juga dengan Martha dan Richard. Sementara Arne dituduh sebagai pelaku padahal Arne hanya mendengar teriakan dan mencoba menolongnya. Martha pun menyerang Arne, tapi ditahan oleh Richard dan Arne ditarik oleh Anderson.


"Ada apa lagi ini?" tanya Anderson.


__ADS_2