Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.146 : Kesialan Angel


__ADS_3

Angel pun kali ini datang ke Indonesia karena ada hubungan kerjasama dengan perusahaan Jakson. JCompany adalah perusahaan besar milik Jakson yg telah berdiri sejak lama dan banyak bergerak di berbagai bidang. Salah satunya yg terbesar adalah tambang.


Dan JCompany menjadi incaran Angel karena masalah yg ditimbulkan dengan perusahaan Anderson. Mau tak mau Angel harus mencari partner lain agar perusahaannya tidak merugi. Terlebih kontrak Angel dengan perusahaan Anderson sebentar lagi habis.


Wanita gila itu harus menyusun strategi agar bisa kembali ke negara ini menemui Anderson. Jika sudah ditolak aja sampai sejauh ini, bagaimana jika tidak ditolak. Pastinya rumah tangga mereka akan hancur jika Angel sampai masuk.


Angel pun tiba di Indonesia dan langsung ke hotel tempatnya menginap. Dirinya bertekad kali ini harus berhasil menjalin kontrak dengan perusahaan besar ini agar keuntungannya juga besar.


Belum lagi ambisinya untuk bersama Anderson masih besar. Dan ingin menyingkirkan istrinya dengan cara apapun. Angel pun kini kesulitan mencari mata-mata setelah insiden kemarin ketahuan.


Dan saat ini, dirinya tak tahu bagaimana kabar Anderson ataupun istrinya. Jika ada waktu Angel akan mendatangi apartemen mereka lagi. Dan akan memberi pelajaran pada Arne.


...


Esoknya, tibalah Angel di kantor Jakson. Dirinya dengan bangganya masuk ke kantor tersebut. Terlebih disambut dengan baik oleh staf Jakson. Angel pun dengan angkuhnya berjalan.


Dan mereka akan mengadakan rapat untuk menjalin kontrak kerjasama dan mempelajari kontrak yg mereka ajukan. Jakson pun tentunya mengawal jalannya rapat ini. Meski dirinya harusnya mengajak Arne cucunya, tapi Arne menolak karena merasa belum dalam hal kemampuan.


Rapat pun berjalan baik dan besok mereka akan menandatangani kontrak. Karena masih ada banyak hal yg harus diputuskan. Angel pun keluar dari ruang rapat dan melihat Arne melintas di kantor tersebut.


Kemudian Angel pun mengikuti langkah Arne yg habis dari toilet.


"Apa kau sudah berhenti menjadi dokter? " tanya Angel.


"Apa kau bertanya padaku?" tunjuk Arne pada dirinya sendiri.


"Ck.. Memangnya siapa lagi kalau bukan dirimu." ucap Angel.


"Aku tak merasa dipanggil." ucap Arne.


"Arne, jawab pertanyaanku, apa yg kau lakukan disini?" tanya Angel.


"Menurutmu apa?" balas Arne.


"Ck, jangan membalas pertanyaan dengan pertanyaan." ucap Angel kesal.


"Oho.. Kau mulai kesal, kau sendiri sedang apa disini?" tanya Arne.


"Tentu saja aku sedang menjalin kerjasama di perusahaan ini. Dan biar kutebak kau pasti hanya pegawai magang disini." ucap Angel mencibir.


"Anggaplah begitu, sampai jumpa." ucap Arne.


"Mau kemana kau?" ucap Angel dengan menarik tangan Arne.


"Mau kembali bekerja, ada apa?" tanya Arne.


"Dulu kau menyombongkan statusmu sebagai dokter, sekarang kau hanya pegawai rendahan disini." ucap Angel.


"Ya.. Lalu apa masalahmu?" balas Arne.


"Ck.. Kenapa kau ada disini? Merusak pemandanganku saja." ucap Angel.


"Kenapa tidak kau saja yg pergi, aku disini sedang bekerja." ucap Arne.


"Kau semakin menyebalkan saja ya." ucap Angel.


"Lepaskan tanganku." ucap Arne.


"Kalau aku tidak mau?"

__ADS_1


"Baiklah." ucap Arne lalu menginjak kaki Angel.


Duk..


"Aaww.. Dasar pegawai kurang ajar..!" ucap Angel keras-keras.


"Aku harus kembali bekerja." ucap Arne.


"Aku akan melaporkanmu pada atasanmu agar kau dipecat." ucap Angel.


"Lakukanlah jika kau bisa." ucap Arne santai.


Arne pun kembali bekerja dan saat itu tak ada yg melintas disana jadi tak terjadi kehebohan. Hanya saja Arne justru bahagia bisa membalas semua ucapan wanita gila itu.


"Arne kau lama sekali?" tanya rekannya.


"Maaf.. Tadi ada lalat menyebalkan." ucap Arne.


"Lalat? Bukankah ruangan kita selalu bersih."


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan." ucap Arne.


Sementara itu, Jakson menatap layar komputernya setelah mendapatkan laporan dari tim cctv dimana cucunya terlibat perselisihan dengan Angel. Jakson pun mengepal geram dan meminta beberapa orang menyelidiki siapa Angel sampai berani pada cucunya.


Dan Jakson harus memikirkan ulang jika ingin menjalin kerjasama dengan Angel. Dirinya tak mau menjalin kerjasama dengan orang yg ingin mencelakai cucunya. Untuk itu, penyelidikan tentang Angel diperlukan.


Setelah beberapa jam, orang suruhannya pun melapor. Dan akhirnya Jakson pun tahu kalau Angel menyukai suami Arne, dan selalu ditolak tentunya oleh Anderson. Tapi wanita itu tetap gigih mendekatinya dan terang-terangan mendatangi apartemen cucunya.


Bahkan parahnya, Angel sampai menyusul keduanya saat tengah berbulan madu. Hal itu semakin membuat Jakson geram dengan Angel yg ternyata sangat berani mengganggu kebahagiaan cucunya.


Dan dengan informasi ini sudah dipastikan Angel akan gagal menjalin kontrak kerjasama dengan Jakson. Jakson sudah memberitahu semua stafnya kalau dirinya tak bisa menjalin kontrak dengan Angel karena wanita itu tidak profesional.


...


Esok harinya, Angel pun datang lagi ke perusahaan Jakson dengan bangganya. Angel masih berpikir kalau perusahaannya tak mungkin ditolak oleh perusahaan JCompany.


Saat itu Arne tengah keluar untuk mengambil kiriman makanan dari suaminya. Angel pun mendekatinya dengan sinis.


"Kau masih disini rupanya.. " ucap Angel.


"Tentu saja, aku kan staf disini." balas Arne.


"Staf macam apa yg keluar kantor pada jam kerja.."


"Apa masalahmu? Aku sudah mendapat ijin dan keluar hanya mengambil makananku." ucap Arne.


"Masalahku, aku akan jadi atasanmu. Dan kau akan kupecat hari ini juga." ucap Angel dengan percaya diri.


"Benarkah? Kau sanggup memecatku? Percaya dirimu boleh juga.." ucap Arne tersenyum.


"Kau tidak takut dipecat dan jadi pengangguran.?" tanya Angel.


"Lakukan saja, aku tak peduli.. Dan aku harus kembali." ucap Arne dengan santainya.


"Ck.. Santai sekali wanita itu padahal mau dipecat." gerutu Angel dalam hati.


Angel pun kembali masuk ke dalam dan bersiap menemui Jakson untuk menandatangani persetujuan hubungan kerjasama.


"Senang bertemu dengan anda tuan Jakson." ucap Angel.

__ADS_1


"Ya nona Angel, silahkan duduk." ucap Jakson.


"Aku sangat senang jika kontrak ini berhasil." ucap Angel.


"Apa yg kau inginkan dari perusahaan ini?" tanya Jakson blak-blakkan.


"Tentu saja, aku ingin kita mendapatkan keuntungan besar dari setiap projectnya." ucap Angel.


"Aku juga menginginkannya, tapi kudengar kemarin kau berdebat dengan salah satu stafku, ada masalah apa nona Angel?" tanya Jakson.


"Dia dulu seorang dokter, dan sekarang bekerja dengan anda.. Kudengar dia dipecat karena tidak kompeten." ucap Angel.


"Kurasa itu bukan jawaban dari pertanyaanku.. Yg aku maksud apa kau punya masalah dengan stafku?" tanya Jakson.


"Iya, aku membencinya.. Dia adalah perusak hubunganku dan dia suka menjelek-jelekanku. Jika bisa aku ingin agar kau memecetnya." ucap Angel.


"Memecatnya?"


"Iya, apalagi aku akan menjadi bagian dari perusahaan ini." ucap Angel.


"Sejak kapan? Kita bahkan belum sepakat." ucap Jakson.


"Bukankah kalian menerima proposalku? bahkan memujinya." ucap Angel.


"Itu benar, kuakui kinerjamu baik tapi.." ucap Jakson.


"Tapi apa tuan.?" tanya Angel.


"Pintu keluarnya ada disana." ucap Jakson.


"M-maksud anda?" tanya Angel.


"Kita gagal menjalin hubungan kerjasama, dan lebih baik anda keluar dari ruangan ini." ucap Jakson.


"Gagal? Apa ada masalah tuan? aku rasa kemarin kita baik-baik saja." ucap Angel.


"Kau ingin tahu?" tanya Jakson.


"Tentu agar aku bisa memperbaikinya." balas Angel.


"Karena kau ingin memecat cucuku." ucap Jakson.


"Cucumu?? Tak mungkin kan gadis bodoh yg saat ini jadi pegawai rendahan itu cucumu." cibir Angel.


Brakk...


"Kau sudah kelewatan Angel.. Keluar dari kantorku.. Aku bahkan tak mau menjalin hubungan kerjasama denganmu bahkan untuk kedepannya.." ucap Jakson.


"Baiklah, kau akan menyesal kakek tua. Cucu dan kakek sama saja." ucap Angel lalu pergi.


Dan Jakson pun memanggil penjaga untuk menyeret Angel segera keluar dari kantor ini. Tepat saat Angel keluar dari lift, penjaga itu sudah bersiap untuk menyeretnya keluar.


"Nona silahkan segera meninggalkan tempat ini."


"Ck.. Aku memang hendak keluar." ucap Angel.


Tapi Angel digiring keluar oleh penjaga tersebut dan menjadi tontonan semua staf. Arne yg melihatnya pun hanya tersenyum.


"Memecatku? Jangan bercanda Angel.." gumam Arne dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2