Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.140 : Asisten Rumah Tangga


__ADS_3

Akhirnya asisten rumah tangga yg akan dipekerjakan oleh Arne pun tiba di rumah mereka. Dan tentunya Anderson tak ada disana karena bekerja. Arne pun memintanya memperkenalkan diri dan menjelaskan yg apa saja yg akan dikerjakan disana.


"Perkenalkanlah dirimu." pinta Arne.


"Nama saya Mia nyonya.. Saya seorang janda tanpa anak, jadi nyonya tak perlu khawatir kalau saya akan sering cuti karena anak." ucap Mia.


"Oke Mia, kurasa kau sudah tahu siapa namaku dan suamiku. Kau bisa melihat foto yg digantung disana, dia adalah suamiku mohon hormati kami sebagai pemilik rumah." ucap Arne.


"Baik nyonya."


"Lalu tugasmu hanya bersih-bersih, itupun sebagian besar sudah dilakukan dengan mesin. Ada vacum, robot pemberisih, mesin cuci, dan alat lainnya. Kau akan memasak sampai tanganku sembuh, setelah sembuh aku yg akan memasak makanan suamiku." ucap Arne.


"Baik nyonya."


"Dan satu lagi, makanan kita sama, kamarmu ada di ujung, tapi kau tetap harus tahu batasanmu jika masih ingin bekerja disini." ucap Arne.


"Baik nyonya, saya mengerti." ucap Mia.


"Silahkan kau bereskan barangmu, dan kuberi kau waktu istirahat dua jam.. Lalu siapkan makan malam." ucap Arne.


Ya, Mia datang pada tengah hari dengan alasan dari kampung. Dan Arne juga sudah makan siang. Semua pekerjaan rumah sudah ia bereskan. Dan kondisi rumah masih bersih. Hingga Mia tinggal memasak saja nanti sore setelah beristirahat..


Meski nampak baik-baik saja, Arne pun tetap waspada pada gerak-gerik Mia. Terlebih lagi banyak beredar kabar kalau ART bisa menjadi ancaman dalam rumah tangga. Untuk itulah Arne akan membatasi gerak-gerik Mia jika berurusan pada Anderson. Dirinya hanya diminta memasak dan menyiapkan makan malam saja nanti.


Arne pun juga beristirahat sejenak di kamarnya. Dirinya hanya memantau Mia dari cctv di layar ponselnya. Nampak Mia belum keluar setelah masuk ke kamar tersebut.


Arne pun ketiduran dan bangun pada sore hari. Dirinya melihat Mia sedang bersih-bersih rumah dan bertanya padanya soal menu makan malam kali ini. Arne pun memberitahunya beserta resep masakan miliknya.


Setelah bersih-bersih, Mia pun mempersiapkan makan malam sesuai perintah Arne. Dan juga dirinya mengikuti resep yg diminta oleh Arne majikan barunya.


Mia pun senang bisa bekerja di rumah ini, selain mewah, majikannya juga terlihat baik dan tak banyak menuntut. Apalagi jika dilihat dari fotonya, suami majikannya sangat tampan. Membuat Mia tak sabar ingin melihatnya secara langsung.


Pada pukul 7 malam, Anderson pun pulang ke rumahnya. Arne pun menyambutnya dengan senyuman. Dan mereka nampak begitu romantis serta serasi. Dari dapur Mia melihat suami majikannya yg memang aslinya sangat tampan. Lalu dirinya mempercepat pekerjaannya agar tak diomeli majikannya.


Semua makanan sudah siap di atas meja dan Mia pun segera masuk ke kamarnya. Arne juga sudah memintanya memisahkan makan malam untuk Mia sendiri.


Malam itu, Arne dan Anderson pun makan malam bersama. Anderson pun makan seperti biasa meski rasa masakannya biasa saja tak seenak buatan istrinya.


"Sayang bagaimana masakannya?" tanya Arne.


"Biasa saja, pasti ini bukan buatanmu." ucap Anderson.

__ADS_1


"Kau benar, memang sedikit berbeda dari biasanya." ucap Arne.


"Apapun itu aku tetap bersyukur pada makanan yg ada di meja makan." ucap Anderson.


"Terimakasih sayang, setelah sembuh nanti aku yg akan memasaknya." ucap Arne.


"Ya, aku merindukan masakan buatanmu." ucap Anderson.


Setelah makan malam, mereka pun makan buah. Dan mereka duduk di ruang tv untuk menonton televisi. Sementara Mia keluar kamar dan membersihkan meja serta piring kotor. Mia pun melihat majikannya sangat mesra dan romantis, apalagi mereka baru saja menikah.


Tentu saja Mia merasa iri karena dirinya ditinggalkan oleh suaminya. Namun, daripada mengingat itu semua Mia memilih untuk bekerja. Dirinya memilih untuk tak banyak bicara daripada mengganggu majikannya yg sedang bermesraan dan bercengkrama.


Lalu Mia kembali masuk ke kamar setelah semua pekerjaannya selesai. Dan Arne melihat sikap Mia yg cukup tahu diri dengan meninggalkan mereka berdua tanpa bicara sedikitpun.


Kemudian, Arne dan Anderson pun masuk ke dalam kamar. Di dalam Anderson bertanya soal ART baru tersebut. Dan Arne menjelaskannya.


"Namanya Mia, dia bilang dia janda tanpa anak, jadi dia takkan tiba-tiba cuti. Untuk sementara semua pekerjaannya baik-baik saja, dan tak banyak bicara." ucap Arne.


"Baiklah, terus awasi dia. Aku masih belum mempercayainya." ucap Anderson.


"Tentu.. Kau tenang saja." ucap Arne.


"Baiklah, lakukanlah sesukamu." ucap Anderson.


"Terimakasih sayang." ucap Arne tersenyum.


"Kau yakin baik-baik saja tidak menjadi dokter lagi?" tanya Anderson.


"Tentunya aku sedih, tapi kondisiku juga tak memungkinkan kembali ke meja operasi." ucap Arne.


"Baiklah sayang, aku akan selalu mendukungmu.. Tapi sampai kapan kau akan bekerja di kantor? Kau butuh banyak penyesuaian." ucap Anderson.


"Aku tak tahu sih, tapi aku masih ingin kembali menjadi dokter." ucap Arne.


"Baiklah, kita lakukan perlahan-lahan.. Aku akan selalu membantu dan mendukungmu." ucap Anderson.


"Iya sayang, aku juga takkan memaksakan diri. Dan dalam waktu dekat akan menghubungi kakek." ucap Arne.


"Kakekmu pasti akan sangat gembira." ucap Anderson.


"Kau juga sudah tahu sifatnya." ucap Arne tersenyum.

__ADS_1


"Saat ini kakekku juga memintaku membantunya." ucap Anderson.


"Kau menerimanya?" tanya Arne.


"Beberapa yg sanggup aku kerjakan aku bantu, sisanya aku angkat tangan." ucap Anderson.


"Ya.. Mereka banyak berharap pada kita." ucap Arne.


"Benar, dan lagi mereka semakin tua." ucap Anderson.


Keduanya pun tertawa dan saling bercerita kegiatan hari ini masing-masing. Lalu mereka istirahat malam itu setelah seharian sibuk dengan kegiatan masing-masing.


...


Esok harinya, mereka pun sarapan pagi bersama dan Mia membersihkan rumah mereka. Arne juga sudah meminta ijin oleh Anderson untuk pergi menemui kakeknya di kantornya.


Bahkan Anderson akan mengantarkannya hari ini. Dan Mia akan ditinggal di rumah mereka sendirian hari ini.


Arne pun berpamitan pada Mia karena akan meninggalkan rumah hari ini dan mungkin akan kembali nanti siang.


"Mia, aku akan pergi hari ini.. Kau jaga rumah, jangan bukakan pintu jika bukan orang tak dikenal." ucap Arne.


"Baik nyonya." ucap Mia.


"Aku pergi dulu.." ucap Arne.


"Iya nyonya." ucap Mia.


Arne pun pergi dengan diantarkan suaminya menuju ke kantor kakeknya. Lalu Anderson pun meninggalkannya setelah mengantarkan Arne ke kantor Jakson karena harus kembali bekerja.


Arne pun menunggu beberapa saat, hingga diantarkan ke ruangan Jakson. Tentunya Jakson pun senang melihat cucunya tiba di kantornya mengantarkan diri untuk membantunya mengurus perusahaannya karena kondisi lengannya yg cedera.


"Arne, cucuku." ucap Jakson tersenyum menyambut cucunya.


"Kakek.. Terimakasih sudah meluangkan waktu." ucap Arne.


"Tentu saja, kau adalah cucuku dan penerusku." ucap Jakson.


Kemudian, Jakson pun menjelaskan pekerjaan yg akan dilakukan Arne. Dan sudah menyiapkan asisten untuk mengajari Arne dan membantunya menyesuaikan diri. Meski Arne sudah bilang kalau suatu saat dirinya akan kembali menjadi dokter tapi Jakson tetap menerima niatan cucunya membantunya.


Lalu Arne pun

__ADS_1


__ADS_2