Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.164 : Karma


__ADS_3

Ketiganya pun menunggu operasi di ruang tunggu. Dan hasilnya pemeriksaannya darah Choki cocok untuk bayi mereka. Kini Nino hanya tinggal menuai karma perbuatannya pada Kenzi.


Siapa yg menyangka kalau orang yg ia cintai dengan tulus justru membohonginya sampai sesakit ini. Berbohong soal kehamilan dan anaknya. Dan parahnya Susi hamil dengan mantan suaminya tapi dirinya yg harus bertangggungjawab.


Nino pun menyadari kebodohannya yg tega menyakiti Kenzi. Kini dirinya sedang menuai hasil perbuatannya. Bayi yg ia nantikan kelahirannya bukanlah anak kandungnya. Apalagi Choki akan menuntut hak asuh atas anak tersebut setelah kejadian ini.


Susi pun hanya menangis dan ketakutan tanpa berkutik sedikitpun. Kebohongannya pun terbongkar dengan sangat cepat. Dan takdirlah yg membuktikan segala kebenarannya. Hingga akhirnya semua orang tahu kalau dirinya telah membohongi Nino dan membuat ibu mertuanya kian tak menyukainya.


Kondisi Nino pun kacau dan tak tahu apa yg harus ia lakukan saat ini. Dirinya hanya menunggu hasil operasi bayi yg sudah jelas bukan darah dagingnya. Lalu Nino mulai berpikir apa yg akan ia lakukan pada Susi yg sudah tega membohonginya dan mengacaukan hidupnya.


Susi membuatnya menjadi pria jahat yg berselingkuh dan dijauhi oleh banyak orang dengan segala kebohongannya. Dan Nino berusaha tenang menghadapi segalanya.


Dokter pun keluar dari ruangan operasi dan menyampaikan kalau operasinya sukses. Ketiganya pun lega, dan Nino yg sedang kacau pun meninggalkan tempat tersebut.


"Nino kau mau kemana?" tanya Susi.


"Bukan urusanmu.. Dan Choki kita selesaikan masalah ini nanti.. Setidaknya bayi itu selamat." ucap Nino lalu pergi.


"Baiklah.. Kau pasti tak kalah kesal denganku." ucap Choki lalu menatap Susi.


Nino pun keluar dan pergi entah kemana. Nino sudah mengajukan cuti karena tak bisa fokus mendengar bayinya sakit parah. Tapi kini bayi yg ia khawatirkan itu ternyata bukan anak kandungnya. Dan Nino mulai memikirkan apa yg akan ia lakukan nantinya.


Selama 2 hari Nino pun menghilang entah kemana, dan Susi sendirian menjaga putrinya. Sementara Choki, dirinya juga harus bekerja dan tak bisa sering datang ke rumah sakit.


Disinilah Susi selalu sendirian, mulai dari melahirkan sampai menjaga bayinya. Kebohongannya membuat suaminya marah besar padanya. Dan mantan suaminya takkan tinggal diam setelah tahu fakta ini.


"Pada akhirnya nasibku memang selalu buruk." gumam Susi dalam hati.


...


Sementara Nino, dirinya pun menghubungi Choki untuk membicarakan masalah ini. Keduanya mengatur waktu untuk bertemu di rumah sakit dan berbicara serius dengan Susi.


Hari yg ditentukan pun telah tiba, dan Nino beserta kedua orang itu berbicara serius di taman rumah sakit.


"Jadi, kita harus menyelesaikan masalah ini." ucap Nino.


"Tentu, aku berhak atas anakku." ucap Choki.


"Aku.." ucap Susi.


"Tugasmu merawat bayi itu, dan kita akan bercerai setelah masa nifasmu selesai." ucap Nino.


"Nino, kau akan meninggalkanku?" tanya Susi.


"Kau sudah membohongiku dan mengecewakan ibuku." ucap Nino.


"Rasakan itu, dulu kau melakukannya padaku." ucap Choki.


"Sisanya selesaikanlah urusan kalian." ucap Nino.

__ADS_1


Susi pun menceritakan segalanya tentang dirinya yg nekat mengonsumsi obat penggugur kandungan. Tapi gagal dan mengakibatkan gangguan pada bayinya saat ini. Lalu Susi bertemu dengan Nino dan meminta bantuannya. Hubungan pun berlanjut setelah Susi bercerai dengan Choki.


Tapi Susi nekat membohongi Nino dan Choki soal kehamilan itu. Dan Choki pun kesal karena Susi tega sekali membohonginya soal anak itu.


"Kenapa kau berbohong padaku dan pada suamimu?" tanya Choki.


"Karena kau selalu memukuliku, aku tak tahan lagi." ucap Susi.


"Harusnya kau menuruti ucapanku untuk tidak berpakaian terbuka.. " ucap Choki.


"Hanya itu masalah kalian, sampai harus terjadi pemukulan?" tanya Nino heran.


"Ya.. Wanita ini berpakaian terbuka dan membuat keluargaku malu.. sudah kunasehati tapi tetap saja dilanggar hingga aku harus memukulnya." ucap Choki.


"Itu.." ucap Susi.


"Hhh.. Sepertinya aku salah menilaimu Susi." ucap Nino menarik nafasnya.


"Aku akan menuntut hak asuh atas anak kandungku. Kau tidak keberatan kan Nino?" tanya Choki.


"Lakukan saja, toh aku bukan ayah kandungnya." ucap Nino.


"Baiklah." ucap Susi.


Susi pun dalam kondisi yg tak bagus. Sudah jelas akan diceraikan dan putrinya akan menjadi rebutan antara dirinya dan Choki. Nino pun tak begitu perduli soal Susi kini. Dan dirinya mulai menyesal keputusannya kembali pada wanita itu.


...


Nino pun bersikap dingin pada Susi, dan Susi kian menyesali semua perbuatannya. Bahkan pria yg mencintainya kini bersikap dingin padanya efek kebohongan yg ia ciptakan.


"Tak bisakah kau bersikap baik sebelum kita berpisah?" tanya Susi.


"Maaf kau sudah membuatku kecewa." ucap Nino lalu pergi.


Nino pun kembali bekerja dan lebih banyak diam dari biasanya. Hingga dirinya melihat Arne dan Kenzi datang ke rumah sakit tersebut bersama seorang pengawal yg selalu menjaga Arne.


"Arne, sabar.. Tahan.. " ucap Kenzi.


"Dr.Reina.." panggil Kenzi.


"Sudah waktunya ya..?"


"Iya.. Tapi suaminya sebentar lagi tiba." ucap Kenzi.


"Baiklah." ucap dr.Reina lalu menyiapkan segalanya.


Nino pun melihat Kenzi dan pria itu menunggu Arne.


"Kenzi.." panggil Nino.

__ADS_1


"Iya.. Arne hendak melahirkan." ucap Kenzi.


"Dimana profesor?" tanya Nino.


"Lagi di jalan, sebentar lagi sampai." ucap Kenzi.


"Begitu.. " ucap Nino.


"Dokter sebaiknya anda menjaga jarak dari Kenzi agar tak terjadi pertengkaran dengan istri anda." ucap Axel.


"Aku mengerti, aku hanya ingin melihat kondisi temanku Arne." ucap Nino.


Nino pun pergi dari sana, dan kembali bekerja. Lalu tak lama Anderson pun tiba disana.


"Bagaimana Arne?" tanya Anderson.


"Sudah di dalam.. Sebaiknya senior bersiap dan masuk ke dalam." ucap Kenzi.


"Baiklah." ucap Anderson.


Anderson pun bersiap dan masuk ke ruangan persalinan istrinya. Anderson pun mendampingi Arne melahirkan anak kembar mereka. Tak berapa lama Jeny dan Sammy pun datang, lalu disusul oleh Jakson dan Romeo.


"Apa bayinya sudah lahir?" tanya Jakson.


"Sepertinya belum tuan." jawab Kenzi.


"Syukurlah, aku ingin melihat kedua cicitku." ucap Jakson.


"Ck.. Lahir saja belum.. kau datang besok pun masih bisa menengoknya." balas Romeo.


"Stop.. Tolong ya ayah tenang." ucap Jeny menenangkan keduanya.


Akhirnya kedua kakek itu pun tenang dan duduk. Lalu tak lama terdengar suara tangisan bayi pertama. Dan beberapa menit kemudian terdengar laginsuara bayi kedua. Orang-orang yg berada diluar pun menunggu bayi-bayi itu keluar dan ingin melihatnya.


Tak lama, kedua bayi itu dibawa keluar dan semua orang bisa melihatnya walau cuma selintas saja. Mereka pun bersyukur Arne melahirkan bayi laki-laki dan perempuan dengan sehat dan normal tak ada kekurangan sedikitpun.


Kenzi pun ikut bahagia dengan kelahiran kedua anak Arne.


"Mereka bayi-bayi yg menggemaskan." ucap Kenzi.


"Semua bayi itu memang menggemaskan." balas Axel.


"Orang yg pendiam dan tenang sepertimu saja berpikiran begitu." balas Kenzi.


"Ya.. Meski aku tampak selalu serius, tapi aku juga menyukai anak-anak." ucap Axel.


"Benarkah, itu sebuah hal tak terduga." ucap Kenzi.


Kenzi pun tersenyum mendengar kata-kata itu dari Axel yg menurutnya agak mustahil. Sementara Axel kesal karena Kenzi tak percaya pada ucapannya. Keakraban antara Kenzi dan pengawal Arne pun terlihat jelas di hadapan Nino yg ingin mengunjungi Arne dan bayinya. Lalu Nino memilih mengurungkan niatnya dan nanti saja mengunjungi sahabatnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2