
Selama seharian Arne dikunci di kamar hotel tersebut. Dan Anderson tak mengijinkannye keluar kamar sama sekali. Segala keinginannya pun dituruti oleh suaminya. Mereka pun hanya makan, mandi lalu berada di tempat tidur.
"Aku bosan.." ucap Arne.
"Sabarlah, besok kita boleh pulang." ucap Anderson.
"Apa tak ada yg bisa kulakukan?" tanya Arne.
"Ada.. Temani aku mandi." ucap Anderson.
"Dasar mesum." ucap Arne.
"Ya.. Daripada kau bengong.." balas Anderson.
"Yg ada kau akan melakukannya lagi dan lagi.. Aku lelah." ucap Arne.
"Kalau begitu tidur saja.." ucap Anderson.
"Ck.. Ayolah kita keluar jalan-jalan." ajak Arne yg bosan.
"Tidak, kau harus istirahat penuh.. Nanti malam kita akan bekerja keras." ucap Anderson.
Bukk..
Sebuah bantal pun mendarat di wajah Anderson. Dan mereka malah perang bantal yg berakhir dengan kekalahan Arne.
"Aku pemenangnya, apa aku bisa mendapatkan hadiahnya?" tanya Anderson.
"Kata siapa ada hadiahnya?"
"Aku layak dapat hadiah.." ucap Anderson tersenyum.
"Ya.. Nanti malam." ucap Arne kabur ke toilet.
Anderson pun tersenyum melihat tingkah istrinya tersebut. Dan Arne sungguh malu, sudah menantang suaminya tapi justru kalah. Dirinya pun memilih mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Saat keluar toilet, Arne pun melihat suaminya sedang fokus bekerja. Hingga Arne hanya bermain ponsel atau menonton televisi. Dirinya pun tak mau mengganggu Anderson yg terlihat sangat fokus tersebut.
Disisi lain, Anderson tengah mendapatkan kabar buruk dari Eddy soal Angel yg membatalkan beberapa kontrak. Mungkin baru beberapa saja karena ada project lain yg berharga tinggi yg pastinya enggan Angel lepas.
Anderson pun mengontrol semuanya dari kamar hotelnya. Dan Eddy bergerak di kantor untuk menyelesaikan beberapa masalah. Setelah semuanya usai, Anderson pun beristirahat. Dirinya mengedarkan pandangan dan melihat istrinya sudah tertidur lelap di tempat tidur.
__ADS_1
Anderson yg lelah pun memilih berbaring di sebelah istrinya. Dirinya bahkan memeluk istrinya sampai Arne tersadar.
"Anderson.." ucap Arne.
"Tidur lagi saja, aku juga lelah." ucap Anderson.
.....
Angel pun sedang mengatur siasat untuk membuat Anderson jatuh ke dalam pelukannya. Dirinya membatalkan beberapa kontrak kecil dan masih mempertahankan kontrak besar. Meski harus membayar denda, tapi wanita itu tak peduli asalkan bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian pria yg dincintainya.
"Sedikit demi sedikit, lama-lama kau akan menyerah padaku Anderson.." gumam Angel.
Angel pun bekerja keras untuk bertahan dan melepas sedikit demi sedikit hubungan kerjasamanya dengan Anderson. Sementara Anderson sudah menyiapkan kartu As-nya yg akan digunakan pada saat-saat penting.
Angel pun menyusun jadwalnya agar bisa kembali ke Indonesia dan bertemu istri dari Anderson. Lalu Angel juga sudah mencaritahu latar belakang Arne. Terlihat dirinya bekerja di rumah sakit Xx, dengan pengalaman yg cukup bagus. Latar belakang pendidikannya juga tak kalah bagus, hal itu membuat Angel semakin kesal.
"Baiklah, jadi namanya Arnetha.. Kenapa kau begitu hebat bahkan di informasi ini.." gumam Angel kesal dan meremas kertas tersebut.
Angel pun semakin penasaran pada Arne hingga mencari tahu latar belakangnya. Dan latar belakang keluarganya sangat dirahasiakan, mengingat yg melakukan itu adalah Jakson demi melindungi cucu kesayangannya. Jakson tak ingin jika sampai Arne menjadi sasaran pesaingnya, apalagi Arne masih menjadi seorang dokter yg tak ada hubungannya dengan bisnisnya.
Dengan semua yg dimiliki oleh Angel, dirinya sampai membayar orang untuk mengikuti Arne kemanapun. Hingga mereka harus tahu jadwal dan keseharian Arne. Angel pun tak ingin melewatkan kesempatan dan ingin menemui Arne serta berbicara empat mata dengannya.
Dengan begitu pula, Angel akan lebih mudah mengadu domba keduanya hingga mereka berpisah. Ditambah lagi Angel akan membuat masalah besar pada perusahaan Anderson. Ledakan yg besar, masalah rumah tangga, pastilah Anderson akan menyerah dan memilih untuk bersamanya.
...
"Sayang jangan cemberut begitu.." ucap Anderson.
"Aku lelah.." ucap Arne dengan tatapan tajam.
"Ya.. Kita akan istirahat di apartemen." jawab Anderson enteng.
"Ya.. Kau tak boleh menggangguku.. dan aku tak mau memasak." ucap Arne mogok masak.
"Y-ya.. kita bisa membeli makanan." ucap Anderson.
Arne pun dibuat lelah oleh suaminya, dan kini dirinya hanya akan beristirahat sebelum jam bekerjanya dimulai. Dan Anderson sangat mengerti kondisinya, pria itu tak mengeluh bahkan memesankan banyak makanan kesukaan istrinya agar Arne tak lagi marah padanya.
Arne juga tak benar-benar marah pada suaminya, dirinya hanya sedikit merajuk agar bisa istirahat. Dan sejujurnya agak kasihan melihat Anderson mengurus makanan mereka. Hingga Arne pun terbangun dari tidurnya dan merapikan meja. Lalu Arne membersihkan piring kotor.
"Sayang, kau tak perlu melakukannya.. Kau kan mau istirahat hari ini." ucap Anderson.
__ADS_1
"Sudahlah, aku sudah baik-baik saja.." ucap Arne melanjutkan pekerjaan rumahnya.
"Kau yakin?" tanya Anderson.
"Iya, sudahlah duduk saja." ucap Arne.
Kemudian mereka duduk bersama sambil menikmati buah di depan televisi. Dan Arne sudah tak tampak marah lagi pada Anderson. Hal itu membuat Anderson senang.
"Nanti aku akan mengantarmu." ucap Anderson.
"Ya. Kau harus mengantarku." ucap Arne.
"Aku juga akan menjemputmu." ucap Anderson.
"Iya.. Tapi pekerjaanmu bagaimana? Kau tinggal lagi?" tanya Arne.
"Sudahlah, semua aman terkendali lagipula takkan ada yg berani memarahiku." ucap Anderson.
"Tapi kau tak bisa terus begini, kau sama saja memberi contoh buruk bagi karyawanmu." ucap Arne.
"Tak masalah, aku baru pulang dari luar negeri.. Aku akan beralasan istirahat." ucap Anderson.
"Baiklah.." ucap Arne.
....
Waktu pun terus berlalu dan tiba saatnya dimana Arne harus bekerja. Anderson pun mengantarnya ke rumah sakit dan mereka berpisah. Tapi Anderson akan kembali lagi untuk mengantarkan makanan untuk istrinya.
Arne pun bekerja seperti biasa, tanpa tahu kalau gerak-geriknya sedang diawasi oleh seseorang. Dan orang tersebut adalah orang sewaan Angel. Angel terus meminta mereka mengikuti Arne. Bahkan Angel tahu kalau Anderson dan Arne menghabiskan waktu 2 malam di hotel mewah.
Mendengar berita itu saja membuat Angel meremas pakaiannya dan menggigit jarinya. Karena pasti mereka menikmati malam di hotel mewah tersebut. Hal yg begitu diinginkan oleh Angel, tapi tak bisa ia raih.
Bahkan setelah ditolak terang-terangan, Angel masih belum mau menyerah. Dan memilih menderita melihat kebahagiaan Anderson dan Arne.
"Sialann..!!!" teriak Angel melempar gelasnya hingga pecah.
Prankk..
"Ada apa nona?" tanya sekertarisnya.
"Tidak ada, panggil orang untuk membersihkan ruanganku.. Aku mau pulang." ucap Angel.
__ADS_1
Angel pun memilih pergi untuk mendinginkan kepalanya. Dan tujuannya adalah ke sebuah bar, dan minum sepuasnya. Disanalah Angel dapat meluapkan isi hatinya. Dan terkadang bersenang-senang dengan pria lain, sambil membayangkan Anderson sedang bersamanya.