Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.126 : Tertangkap


__ADS_3

Angel pun keluar dari area rumah sakit dan langsung ditangkap oleh orang suruhan Anderson. Angel yg terkejut pun mencoba melawan dan berteriak tapi semuanya sia-sia. Dirinya digiring ke kantor Anderson untuk membuat surat pernyataan.


Angel pun tiba di kantor Anderson dan langsung dibawa ke ruangan Anderson.


"Cukup, lepaskan dia." ucap Anderson.


"Baik tuan."


"Apa-apaan ini Anderson?" tanya Angel.


"Kau yg apa-apaan datang kemari hanya untuk menghancurkan rumah tanggaku.. Kau pikir istriku bodoh?" balas Anderson.


"Yah.. karena aku harus melakukan apapun demi mendapatkan yg kuinginkan." ucap Angel.


"Semua bukti kejahatanmu sudah ketahuan.. Lihat ini dan aku sudah menemukan mereka.." ucap Anderson.


"Mereka?" tanya Angel.


"Bawa mereka kemari." perintah Anderson.


Keluarlah orang-orang suruhan Angel untuk mengawasi istrinya.


"Maafkan kami nona.. " ucapnya.


"Dasar tak berguna..!" ucap Angel.


"Jadi bagaimana? Mau lanjut ke jalur hukum? " tanya Anderson.


"Cih.." ucap Angel.


"Eddy jelaskan pada wanita itu jika dirinya menolak bekerjasama." ucap Anderson.


"Baik tuan." ucap Eddy.


Eddy pun membacakan banyak tuntutan pada Angel, mulai dari kasus penguntitan, sampai pembatalan kontrak tanpa alasan yg jelas. Dan semua sanksinya memberatkan Angel.


"Sudah dengar kan? Bukan hanya kau tak boleh ke negara ini lagi tapi perusahaanmu akan sangat dirugikan." ucap Anderson.


"Ck.. Aku tak punya pilihan." ucap Angel pasrah.


Angel pun menandatangani perjanjian tersebut agar posisinya bisa aman. Dan tentunya dirinya gagal merebut Anderson justru malah mendapatkan banyak masalah karena kebodohannya.


Anderson hanya tersenyum melihat Angel menandatangani perjanjian tersebut. Apalagi Arne mendapatkan bukti kuat kalau Angel tidak hamil, melainkan hanya akting saja untuk melancarkan aksinya.


"Bagus, harusnya kau menyerah saja.. Aku juga sudah tahu dari istriku soal kebohonganmu tentang kehamilanmu." ucap Anderson.


"Awas kau Anderson.." ucap Angel.


"Aku sudah bilang kan aku tidak takut." ucap Anderson.


"Cih.. kalau begitu aku boleh pergi kan.?" tanya Angel.


"Silahkan.. Pintunya disana. " ucap Anderson.


Para penguntit pun dibebaskan karena Angel telah menandatangani surat perjanjian. Anderson juga merasa kasihan karena mereka hanyalah orang suruhan.

__ADS_1


"Kalian pergilah, tapi ingat jika macam-macam denganku kalian akan benar-benar masuk penjara." ucap Anderson.


"Baik tuan.. Terimakasih.." ucap mereka seraya berlutut dan bersujud.


"Pergilah, jangan cari masalah." ucap Anderson.


"Baik.. Kami permisi."


Mereka pun pergi, kini tinggal Anderson dan Eddy merencanakan rencana selanjutnya.


"Tuan, satu penyelesaian mampu menyelesaikan banyak masalah." ucap Eddy.


"Itu dinamakan sekali dayung dua tiga pulau terlampaui." balas Anderson.


"Berarti masalah sudah selesai.." ucap Eddy lega.


"Belum tentu, Angel bisa saja membuat masalah kembali." ucap Anderson.


"Aku heran, padahal nona Angel cukup sukses dalam karirnya." ucap Eddy.


"Begitulah jika kau punya ambisi yg berlebihan.. Sementara istriku akan aman." ucap Anderson.


"Ya.. Lagipula nyonya cukup pintar melawan nona Angel." ucap Eddy.


"Tentu saja, istriku memang hebat." ucap Anderson.


"Baiklah tuan, kita bisa pulang.." ucap Eddy.


"Ya Edd.. Mari kita pulang dan istirahatkan pikiran kita dari kegilaan Angel." ucap Anderson.


Anderson pun pulang ke apartemen, begitu juga dengan Eddy yg begitu setia pada Anderson sampai membantunya membereskan masalah yg ditimbulkan Angel.


.....


Esok harinya, Anderson pun menjemput istrinya dan mendengar cerita Arne langsung tentang kedatangan Angel dua kali menemuinya. Tentunya Arne menangani Angel dengan baik, terlebih Angel tak bisa macam-macam pada Arne di negara ini.


"Kau yakin baik-baik saja?" tanya Anderson.


"Ya.. Jika wanita itu datang lagi, aku akan membuatnya semakin kesal." ucap Arne.


Anderson pun mengantar Arne pulang dan dirinya kembali ke kantornya. Anderson pun meminta Eddy mengecek renovasi rumah barunya. Dan Eddy pun harus ekstra sabar dengan tambahan tugas diluar kantor.


"Bagaimana Eddy?" tanya Anderson.


"Tinggal finishing saja tuan, sebentar lagi selesai dan mereka akan menghubungi anda jika sudah selesai." ucap Eddy.


"Baguslah, aku masih khawatir kalau Angel datang lagi ke apartemen atau parahnya menyuruh orang mengganggu istriku.. Hidupku jadi tak tenang." ucap Anderson.


"Tuan, anda harus percaya pada orang yg sudah anda tugaskan menjaga istri anda." ucap Eddy.


"Kau benar.. Aku hanya perlu bersabar saja." ucap Anderson.


.....


Sementara Angel dirinya kesal karena misinya belum selesai tapi harus segera kembali ke negaranya. Parahnya dirinya terpaksa menandatangani perjanjian yg merugikan posisinya karena kebodohannya.

__ADS_1


"AAAaaarggghhh.." teriak Angel di kamar hotelnya.


Angel pun mengeluarkan semua pakaiannya dari lemari dan memasukkannya ke dalam kopernya secara acak. Dirinya pun kesal, tak bisa memiliki Anderson justru malah mendapatkan peringatan keras dari pria itu.


Apalagi istrinya cukup pintar dan mampu membalas semua perbuatannya tanpa harus memakai kekerasan ataupun emosi. Angel pun harus kembali ke negaranya hari ini juga. Dengan semua kegagalan rencananya.


Angel pun berpapasan dengan Tony di bandara, dan pria itu nampak tak begitu mengenalinya.


"Kau pura-pura tak mengenaliku?" tanya Angel.


"Untuk apa? Urusan kita sudah usai." ucap Tony.


"Aku tahu.." ucap Angel malas.


"Kau nampak sering sekali kemari, sepertinya urusanmu dengan Anderson lancar." ucap Tony.


"Kau mengenal pria itu?" tanya Angel.


"Dia pernah bekerja denganku, sebelum membuka kantornya." ucap Tony.


"Kau juga kenal istrinya ??"


"Iya sedikit." ucap Tony.


"Sungguh?" tanya Angel.


"Apa-apaan reaksi ini? Aku tak punya waktu untuk berurusan denganmu.." ucap Tony meninggalkannya.


"Cih.. Sombong sekali.." ucap Angel.


Hingga akhirnya mereka pun naik di satu pesawat, dan bersebelahan kursi. Angel pun hanya sibuk dengan ponselnya.


"Sial.. Kembali lagi bertemu denganmu." ucap Tony.


"Bukannya kita tak ada urusan lagi." ucap Angel lalu memasang kacamata hitamnya.


"Tapi punya minat pada Anderson dan Arne." ucap Tony.


"Benar, aku tak menampiknya.. Dan wanita itu mengganggu masa depanku." ucap Angel.


"Dan pria bernama Anderson itu juga merebut wanita yg kucintai." ucap Tony.


"Kau cukup menyebalkan menghina Anderson." ucap Angel.


"Ya.. Lagipula, Arne juga tidak menyukaiku jadi aku menyerah." ucap Tony.


"Dasar pria bodoh." ucap Angel.


"Dan kau wanita gila yg ingin merebut suami orang." balas Tony lalu tak lagi menanggapi Angel.


"Bagaimana jika kita merebut yg kita mau?" tawar Angel.


"Hei.. Kau mendengarkan aku kan?" tanya Angel.


"Ck.. Lakukan saja yg kau inginkan, jangan ajak aku.. Kau hanya akan menurunkan harga diriku." ucap Tony.

__ADS_1


"Sombong sekali.. Awas kalau kau berubah pikiran." balas Angel.


Tony pun tak menanggapinya, pria itu tahu resikonya jika melawan Anderson lagi. Rahasianya akan terbongkar dan merusak image rumah sakitnya. Dan Tony takkan bisa memimpin rumah sakit lagi.


__ADS_2