
Kenzi pun menanti kedatangan Arne dan Anderson bersama Axel. Keduanya nampak akur dan cukup dewasa dalam bersikap. Kenzi yg selalu bersikap tenang dan elegan. Sementara Axel yg juga memiliki sikap tenang dan tak suka keramaian.
Arne pun tiba bersama suaminya, dan Kenzi melihatnya dari kejauhan.
"Sepertinya Arne sudah tiba, kau bersiaplah." ucap Kenzi.
"Aku mengerti." ucap Axel.
Kenzi pun menghampiri sahabatnya tersebut. Dan mereka berdua langsung berbincang.
"Bagaimana Ken? Tampan kan?" tanya Arne.
"Lumayan.." ucap Kenzi tersenyum.
"Reaksi mereka?" tanya Arne.
"Sesuai dugaan, mereka terkejut dan si rubah betina nampak tak suka aku datang." ucap Kenzi.
"Hohoho.. Aku akan datang kesana, kau tunggu aku ya.." ucap Arne.
"Ayo sayang kita ucapkan selamat dulu." ucap Arne.
Arne dan Anderson pun mendatangi mempelai dan mengucapkan selamat sebagai teman Nino. Dan Nino menyambutnya dengan baik.
"Terimakasih Arne, profesor.." ucap Nino.
"Sama-sama, tapi aku bukan profesormu lagi." ucap Anderson.
"Ya.. Semoga kau bahagia." ucap Arne.
"Terimakasih Arne, tuan Anderson." ucap Susi.
"Ya.." ucap Anderson.
"Ya sama-sama kak." ucap Arne.
"Oh iya, bisakah aku meminta tolong padamu?" tanya Susi.
"Apa itu?" tanya Arne.
"Tolong katakan pada Kenzi untuk tidak terlalu membenciku, dia terlihat kesal melihatku." ucap Susi.
"Sejujurnya sulit bagi wanita tidak membenci pelakor rumah tangganya, tapi Kenzi bukan wanita bodoh dengan membuang-buang waktu berharganya hanya untuk hal itu." ucap Arne.
"Susi.. aku sudah bilang jangan bicara yg bukan-bukan." ucap Nino.
"Sepertinya perdebatan bukan hal bagus untuk ibu hamil, kami permisi." ucap Anderson.
"Nanti aku akan kemari lagi sebelum pulang." ucap Arne.
"Wanita itu begitu kurang ajar." ucap Anderson.
"Kau yg pria saja paham, apalagi kami yg wanita." ucap Arne.
"Sudahlah, kau nikmati pesta ini dengan Kenzi, aku mau berbicara dengan beberapa klien disana." ucap Anderson.
Arne pun memilih bersama Kenzi karena suaminya mengobrol dengan beberapa klien. Dan tentunya Axel juga bersama mereka dan tak terlalu banyak bicara.
"Axel, kau tidak makan?" tanya Arne.
"Tidak, aku sudah kenyang." ucap Axel.
__ADS_1
"Kalau begitu, makanlah buah." ucap Kenzi memberinya buah.
"Baiklah." ucap Axel.
Sementara Arne dan Kenzi mencicipi beberapa makanan disana. Mereka juga membicarakan tentang Susi, termasuk cerita saat Arne menemui mereka tadi.
"Kau serius wanita itu bilang begitu?" tanya Kenzi.
"Iya.. Aku serius, dia bilang kau terlalu membencinya dan aku hanya bilang kalau itu wajar." ucap Arne tersenyum.
"Hahaha.. Rasakan.. Dia salah mencari sekutu." ucap Kenzi.
"Benar, lalu Nino mengomelinya." ucap Arne.
"Kukira pria itu lemah pada wanita itu." ucap Kenzi.
"Sudahlah, biarkan saja, saat ini kan kau ada Axel.." goda Arne.
"Kalau ada dia memangnya kenapa?" tanya Kenzi.
"Ya kalian bisa kencan kemana habis itu." ucap Arne.
"Jangan bercanda Arne, aku bukan wanita yg suka memanfaatkan situasi." ucap Kenzi.
"Ya.. Aku mendukungmu." ucap Arne.
"Sudah hentikan." ucap Kenzi.
"Baiklah-baiklah, kau itu harus mencari pria lain yg bisa membuatmu bahagia." ucap Arne.
"Ya.. Nanti aku cari di mall atau pasar malem." ucap Kenzi.
"What the.. Ken.. Pria itu bukan barang.." ucap Arne.
"Ni anak kalau sudah bercanda, nyasarnya kejauhan." ucap Arne.
Axel pun hanya mendengarkan keduanya bicara sambil menikmati makanan. Dan tak lama, mereka pun harus pulang karena Arne tak bisa lama-lama menghadiri acara tersebut.
"Axel, buka mobilmu aku mau ambil hadiahku." ucap Kenzi.
"Oke.. Biar aku ambilkan, kau disini saja." ucap Axel.
"Terimakasih." jawab Kenzi.
"Tuh kan Ken, dia itu gentle.." ucap Arne.
"Ya.. Aku tahu.." ucap Kenzi tersenyum. "Lebih tepatnya dia tak ingin membiarkanmu sendirian." gumam Kenzi dalam hati.
Datanglag Axel dengan sebuah kotak, dan membawanya bersama Kenzi. Lalu Anderson pun datang, dan mereka kompak berpamitan pada pasangan pengantin tersebut.
"Selamat ya Nino, tapi kami harus pulang karena Arne sedang hamil." ucap Anderson.
"Terimakasih senior, dan Arne sudah datang." ucap Nino.
"Terimakasih Arne dan tuan Anderson." ucap Susi.
Arne pun hanya tersenyum. Lalu bergantian, Kenzi pun menyelamati kedua pasangan itu lagi sembari memberikan hadiah.
"Selamat ya Nino, semoga kalian menjadi pasangan yg samawa.. Maaf aku harus pulang ini sudah malam." ucap Kenzi.
"Terimakasih Ken, sudah datang kemari." ucap Nino.
__ADS_1
"Dan ini ada hadiah dari Kenzi untuk kalian." ucap Axel.
"Kau tak seharusnya memberikan hadiah pada kami." ucap Nino.
"Tidak apa, ini memang untuk kalian. Semoga kalian tidak kecewa ya .." ucap Kenzi tersenyum.
Kenzi pun meninggalkan pasangan tersebut dan Nino menerima hadiah yg diberikan oleh Axel. Sementara Kenzi tersenyum, membayangkan ekspresi kesal Susi saat membukanya.
Di dalam mobil, Axel pun melihat Kenzi yg tersenyum-senyum sendiri.
"Apa ada yg lucu?" tanya Axel.
"Aku hanya teringat hadiah yg tadi kau berikan." ucap Kenzi.
"Tunggu, kau tak memberi mereka bom atau ular mainan kan?" tanya Axel.
"Sebenarnya itu lebih pantas untuk mereka , tapi aku tak mau masuk penjara." ucap Kenzi.
"Lalu kau memberu mereka apa? Aku tak mau menanggung dosamu apalagi kesalahanmu." ucap Axel.
"Kau itu serius sekali, yg aku berikan adalah barang-barangku dulu yg pernah di pakai oleh rubah betina itu." ucap Kenzi.
"Aku tak paham wanita." ucap Axel.
"Jadi ceritanya dulu mereka kerap berselingkuh di rumah kami saat aku sedang shift malam. Beberapa barangku seperti, handuk, selimut, pakaian tidur, skincare, kosmetik, sampai perlengkapan mandi pun dipakai oleh si rubah itu. Dan aku tak sudi memakainya barang bekasnya. " ucap Kenzi.
"Ternyata mantan suamimu tak modal." ucap Axel.
"Ya.. Sampai pelakor itu memakai pakaianku. Aku memergokinya lewat cctv. Dan aku sampai melaporkan mereka atas perzinahan." ucap Kenzi.
"Sebagai wanita kau cukup berani." ucap Axel.
"Wanita harus kuat untuk bertahan hidup. Lagipula kami menikah bukan atas dasar cinta tapi perjodohan." ucap Kenzi.
"Meski begitu, pria itu mempermainkan sebuah pernikahan yg suci." ucap Axel.
"Kalau dipikir-pikir, kau ada benarnya." ucap Kenzi.
"Kau tidak menyesal?" tanya Axel.
"Untuk apa? Hidupku masih panjang, mungkin aku akan bertemu orang yg tulus mencintaiku." ucap Kenzi.
"Sekalipun dia abang-abang cilok di pasar malem?" tanya Axel.
"Ck.. Kau menguping pembicaraanku dengan Arne rupanya." ucap Kenzi.
"Kalau bisa jangan abang-abang cilok lah, abang-abang burger atau kebab yg mahalan dikit jualannya." kelakar Kenzi tertawa.
"Wanita memang selalu realistis." ucap Axel.
"Hidup bukan hanya butuh cinta tapi juga uang." ucap Kenzi.
Meski Kenzi bercanda, tapi Axel sama sekali tak tertawa apalagi tersenyum. Sampai Kenzi bingung, apakah Axel selalu serius begini??
"Aku hanya bercanda, tapi kau tidak tertawa sedikitpun." ucap Kenzi.
"Aku memang jarang tersenyum apalagi tertawa.. Aku terbiasa bekerja seperti ini." ucap Axel.
"Pasti hidupmu membosankan." ucap Kenzi.
"Tapi aku menyukainya." ucap Axel.
__ADS_1
Dan mereka pun tiba di apartemen. Keduanya saling mengucapkan terimakasih. Dan Kenzi tak meminta agar pakaian yg dikenakan Axel dikembalikan. Pria itu bisa menyimpannya atau memberikannya pada orang lain jika tak suka.