Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.143 : Mual di pagi hari


__ADS_3

Malam itu, Arne pun menemani Kenzi kemanapun. Terlebih Kenzi habis menghajar penjambret yg ingin mengambil tasnya. Meski semuanya berjalan baik, tapi pasti hati Kenzi saat ini tak baik-baik saja setelah melihat Nino berselingkuh dengan mantannya.


"Ken.. Ayo kita pulang.." ucap Arne.


"Ya Arne." ucap Kenzi.


Mereka pun tiba di hotel dan melihat lagi Nino bersama dengan Susi. Kenzi kembali gerah dan menemui suaminya lalu memukul wajahnya sekuat tenaga.


Buaghh..


"Rasakan itu..!" ucap Kenzi lalu pergi bersama Arne.


Nino pun terdiam tak berkata apa-apa apalagi membalasnya. Susi pun menatapnya kasihan.


"Kau yakin hubungan kalian hanya di atas kertas.?" tanya Susi.


"Ya.. Awalnya begitu." ucap Nino.


"Awalnya? Apa maksudmu?" tanya Susi.


"Nampaknya Kenzi tak suka aku berselingkuh." ucap Nino.


"Apa dia ada rasa denganmu?"


"Entahlah, yg pasti dia marah besar saat ini. Dan mungkin kami akan bertengkar di rumah." ucap Nino.


"Bukannya bagus, agar kalian cepat berpisah." ucap Susi.


"Kita lihat saja nanti, aku hanya butuh harta warisan milikku." ucap Nino.


"Kau serakah juga, tak cukupkah jika kita bisa lebih cepat bersama?" tanya Susi.


"Lebih baik semua sesuai rencana." ucap Nino.


"Kau ingin aku terus menjadi pelakor?" tanya Susi.


"Salahmu sendiri menginginkannya." ucap Nino.


Mereka pun malah saling menyalahkan. Dan Nino terdiam melihat Kenzi sangat marah padanya. Biasanya wanita itu begitu ceria dan semangat. Tapi kini Kenzi sangat murka sampai memukul wajahnya. Nino pun mengakui kesalahannya dan dirinya pantas dipukul karena tak mengikuti perjanjian mereka.


...


Sementara itu, di dalam kamarnya Kenzi langsung tidur tanpa berkata apa-apa pada Arne. Arne pun membiarkannya saja karena mungkin Kenzi butuh waktu untuk menenangkan diri.


Pagi harinya, Arne pun terbangun dengan rasa mual hebat di perutnya. Arne pun berlari ke kamar mandi karena rasa mual tersebut. Hal itu membuat Kenzi terbangun dari tidurnya dan melihat Arne yg sedang muntah-muntah di kamar mandi.


"Arne, kau baik-baik saja?" tanya Kenzi tapi belum ada jawaban.


Hingga Arne keluar kamar mandi dengan wajah pucat.


"Arne kau pucat sekali." ucap Kenzi khawatir.


"Benarkah? Aku merasa tak enak badan." ucap Arne.


"Astaga, kita memang harus pulang hari ini.. Tapi kau istirahat dulu ya.. " ucap Kenzi.

__ADS_1


Kenzi pun membantu Arne berjalan dan membawanya ke tempat tidur. Lalu dirinya meminta air madu hangat pada petugas hotel untuk Arne.


"Arne minumlah ini." ucap Kenzi.


"Terimakasih Kenzi." ucap Arne lalu meminumnya perlahan.


Setelah itu, Kenzi bertanya lagi soal keadaan sahabatnya.


"Arne apa kau sakit??" tanya Kenzi.


"Kemarin aku baik-baik saja, bahkan kita puas berbelanja kesana-kemari dan makan apa saja." ucap Arne.


"Sekarang kau terlihat tak sehat. Kau yakin baik-baik saja." ucap Kenzi.


"Kurasa aku memang sakit." ucap Arne.


"Diamlah, akan aku periksa." ucap Kenzi sembari bertanya keluhan Arne.


Keduanya pun curiga pada satu hal, dan untuk memastikannya mereka pergi ke apotik untuk membeli sesuatu. Lalu kembali ke kamar hotel dan meminta Arne memeriksanya.


Kenzi pun menunggu Arne menggunakan tespack kehamilan, karena menurut mereka yg seorang dokter gejalanya mirip orang yg sedang hamil muda.


"Arne, kau tidak pingsan kan?" tanya Kenzi khawatir karena Arne tak kunjung keluar.


"Sebentar.." ucap Arne.


Arne pun membuka pintu dan Kenzi menatapnya.


"Bagaimana?" tanya Kenzi.


"Kita tunggu sebentar lagi." ucap Kenzi.


Dan Arne mencoba dengan tiga testpack yg berbeda. Setelah beberapa saat, muncullah garis dua yg menandakan kecurigaan mereka benar. Keduanya pun bersorak bahagia atas kehamilan Arne.


"Selamat Arne.." ucap Kenzi.


"Terimakasih Kenzi.." ucap Arne dan mereka pun berpelukan.


Mereka pun sangat bahagia, dan Arne meminta Kenzi merahasiakan ini dari Anderson karena dirinya ingin memberikan kejutan pada suaminya. Kenzi pun mengerti dan dirinya mendukung sepenuhnya keputusan Arne.


Lalu mereka memilih sarapan di hotel dan Kenzi meminta Arne untuk mengisi perutnya.


"Kau harus makan karena kita butuh tenaga untuk pulang." ucap Kenzi.


"Iya-iya.. Kau itu seperti suamiku saja." ucap Arne.


"Arne makan buah-buahan yg segar ini." ucap Kenzi menyiapkannya di piring kecil.


"Oke.. " ucap Arne.


Keduanya pun sarapan, tanpa memedulikan Nino dan Susi yg sedang sarapan juga disana.


"Nino, kau yakin akan baik-baik saja melihat istrimu disana." ucap Susi.


"Diamlah dan makan saja." ucap Nino dingin.

__ADS_1


"Kau itu aneh." ucap Susi.


Sementara Kenzi pura-pura tak melihat Nino dengan Susi. Dirinya sibuk memperhatikan Arne dan segala ucapannya yg seru. Sejak semalam Kenzi memutuskan untuk melepaskan pernikahannya. Dan tak peduli pada warisan orangtuanya. Dirinya masih bisa bekerja menafkahi hidupnya sendiri. Jika beruntung mungkin dirinya akan bertemu pria baik dan memiliki kehidupan bahagia seperti Arne.


Kenzi memilih untuk menatap jauh kedepan dan melupakan pernikahannya dengan Nino yg akan segera ia akhiri. Biarlah Nino bahagia dengan Susi dari pada memaksakan pernikahan tanpa cinta yg hampa ini.


Kini Kenzi fokus pada Arne yg sedang bahagia soal kehamilannya. Arne kini lebih penting dihidupnya daripada Nino yg tak pernah memedulikannya. Dan Arne yg paling peduli padanya sampai mengajaknya hangout ke Singapura. Arne sepertinya memahami isi hatinya tanpa perlu Kenzi mengutarakannya. Bahkan Arne menunggu dirinya berbicara langsung daripada memaksanya bicara terus-menerus.


Dan Kenzi akan menjaga keamanan Arne selama perjalanan nanti, dirinya sudah mengantisipasi mual pada Arne dengan memberinya permen dan obat mual.


"Arne minum ini.." ucap Kenzi.


"Kapan kau membelinya?" tanya Arne.


"Tadi aku membelinya, kita akan segera terbang ke Indonesia. Aku takut kau merasa mual lagi, dan ini ada permen yg kubeli di minimarket juga, kau makan ini juga." ucap Kenzi.


"Terimakasih Kenzi kau sangat perhatian." ucap Arne langsung meminum obat tersebut.


Dan mereka langsung bersiap menuju ke bandara. Saat dipesawat Kenzi juga menjaga Arne dengan baik dan mengantarkan Arne pulang ke rumahnya.


"Kenzi kau tak perlu sampai repot begini." ucap Arne.


"Kau itu sudah seperti saudariku.. Jadi diamlah." ucap Kenzi.


Arne pun menekan pasword rumahnya dan masuk ke dalam bersama Kenzi. Mia pun terkejut dan langsung melihat ke ruang tamu. Dirinya melihat majikannya bersama temannya.


"Mia, bawa koperku ke depan kamar ya.." ucap Arne.


"Baik nyonya." ucap Mia lalu menaruh koper Arne di depan kamar.


Arne pun sangat waspada dan tak mengijinkan Mia untuk masuk ke dalam kamarnya. Dirinya sendiri yg akan merapikan dan membereskan kamarnya. Dan selama dua hari Arne tidak pulang, bahkan Anderson memilih menginap di hotel dan tak ingin tinggal di rumah bersama pembantunya. Anderson takut terjadi fitnah.


Lalu setelah Mia turun, Kenzi memintanya mengambilkan air hangat untuk Arne.


"Mbak.. Tolong ambilkan air hangat satu dan air dingin satu." pinta Kenzi.


"B-baik." ucap Mia.


Mia pun sedikit kesal karena orang lain selain majikannya berani menyuruhnya. Tapi karena di hadapan Arne dirinya menurut saja. Lalu datanglah Mia membawa dua gelas air.


"Arne minumlah dulu." ucap Kenzi.


"Iya." ucap Arne.


Mia pun langsung masuk ke dalam kamarnya. Dan Kenzi agak curiga pada pembantu baru Arne.


"Arne kok dia agak aneh ya?" tanya Kenzi.


"Aneh bagaimana?" tanya Arne.


"Dia menunggu disuruh, padahal harusnya dia memberimu air dan menawarkan makanan. Tapi langsung masuk kamar." ucap Kenzi.


"Aku juga belum memercayainya dan tak mengijinkannya masuk ke kamarku." ucap Arne.


"Bahkan saat aku menyuruhnya tadi, dia sedikit kesal." ucap Kenzi.

__ADS_1


Kenzi pun meminta Arne untuk melihat cctv rumahnya, terlebih suaminya juga enggan pulang sampai Arne pulang ke rumah. Dan Arne memang belum mengeceknya semenjak liburan. Dirinya hanya fokus berkomunikasi dengan suaminya soal kesehariannya selama liburan.


__ADS_2