Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.111 Season ke-2 : Kehidupan setelah menikah


__ADS_3

Hari pertama Arne menjadi seorang istri pun penuh dengan drama. Dan Anderson sebagai pria kaku pun membantu istrinya dengan pergi ke mini market demi benda yg dinamakan pembalut. Momen memalukan itupun Anderson alami demi istrinya.


Dan saat kembali ke kamar hotel, Arne cukup terkejut melihat banyaknya pembalut yg Anderson beli dari berbagai merek.


"Apa-apaan ini?" tanya Arne.


"Aku tak tahu yg mana, jadi aku beli saja semua merek yg ada agar kau bisa memilihnya." ucap Anderson.


"Terimakasih, lain kali aku yg akan membelinya sendiri agar tak mubazir begini." ucap Arne.


Arne pun membongkar belanjaan Anderson, dan menemukan camilan yg ia minta belikan juga. Tapi ada yg aneh dengan tumpukan pembalut yg dibeli Anderson. Pria dingin itu tanpa sadar mengambil popok bayi. Hal itu membuat Arne tertawa terpingkal-pingkal.


"Apa ini?" tanya Arne.


"Tidak tahu, pokoknya aku asal ambil saja." ucap Anderson.


"Kau tahu, ini popok bayi..hahaha." ucap Arne tertawa.


"Apa? yasudahlah sudah terlanjur." ucap Anderson dengan ekspresi dinginnya.


"Masa aku harus pakai ini.." ucap Arne masih tertawa.


"Sudah hentikan.. " ucap Anderson malu.


"Baiklah, baiklah." ucap Arne langsung menuju ke toilet.


Setelah itu, Anderson pun tertidur di ranjangnya karena kenyataan tak seindah ekspektasinya. Harusnya dirinya bisa merasakan bagaimana indahnya malam pertama, kini harus bersabar dan menahan diri sekamar dengan istrinya.


Arne pun keluar dari toilet dan melihat Anderson tertidur. Arne mengira suaminya tertidur karena kelelahan.


"Kau pasti lelah, tapi terimakasih ya sudah repot-repot ke mini market." gumam Arne tersenyum.


...


Keesokan harinya, mereka pun bangun pagi dan sarapan bersama. Kemesraan pun dirasakan oleh keduanya sebagai pasangan suami istri. Sikap manis dan romantis pun tercipta dengan sendirinya dari Anderson, meski Arne masih tak percaya suaminya yg dingin dan kaku itu melakukannya dengan baik.


"Ayo kita sarapan sayang." ucap Anderson.


"Baiklah." ucap Arne.


"Tak memanggilku sayang juga.?" tanyanya.


"Baiklah sayangku." ucap Arne tersenyum.


"Begitu baru benar, ayo kita turun dan sarapan di bawah atau mau dibawa kesini saja?" tanya Anderson.


"Tidak, sekalian aku mau jalan-jalan." ucap Arne.


Keduanya pun keluar kamar sambil bergandengan tangan. Tanpa rasa canggung keduanya pun sangat mesra dihadapan banyak orang, apalagi mereka sudah resmi menjadi suami istri.

__ADS_1


Selesai sarapan, mereka harus bersiap untuk pindah dari hotel. Sesuai rencana mereka akan tinggal di apartemen Anderson. Jeny dan Sammy pun sudah menyetujuinya. Dan Arne pun tak masalah dengan hal itu.


Siang itu juga mereka langsung menuju ke apartemen Anderson, dan koper Arne sudah tiba di dalam apartemen Anderson. Arne pun terkejut dengan barang-barangnya yg sudah sampai lebih dahulu.


"Wah, koperku sudah tiba." ucap Arne.


"Ya.. Aku sudah meminta orang untuk mengantarkannya pagi ini. " ucap Anderson.


"Terimakasih." ucap Arne.


Arne pun langsung membereskan barang-barangnya dibantu suaminya. Lalu datanglah seorang kurir dengan trolly membawa banyak hadiah pernikahan keduanya.


Anderson pun terkejut mendapatkan hadiah pernikahan sebanyak ini.


"Siapa?" tanya Arne.


"Kurir, dan mereka membawa hadiah pernikahan kita dari tamu undangan." ucap Anderson.


"Sebanyak ini?" tanya Arne.


"Ya.. Ini pertama kalinya aku dapat banyak hadiah." ucap Anderson.


"Nanti kita buka hadiah-hadiahnya." ucap Arne.


"Oke." ucap Anderson merapikannya.


"Aa-apa ini?" tanyanya melhat pakaian menerawang tersebut.


"Kau benar-benar tak tahu?" tanya Arne.


"Iya, memang ini bisa dipakai?" tanya Anderson tak mengerti.


"Aduh, ini adalah pakaian untuk wanita.. Untuk.." ucap Arne malu menyebutkannya.


"Ck, pakaian macam apa seperti jaring ikan begini." ucap Anderson.


"Baguslah.. Aku juga malu memakainya.." ucap Arne.


"Aku takkan menijinkanmu memakainya." ucap Anderson.


"Oke.. Selanjutnya." ucap Arne.


Lagi dan lagi mereka menemukan baju haram tersebut membuat Anderson tak mengerti kenapa orang-orang memberi mereka pakaian tersebut. Bahkan sangking keponya Anderson sampai membuka internet untuk mencari fungsi dan kegunaan dari pakaian-pakaian yg menurutnya mirip jaring ikan tersebut.


"Ini pakaian apa sih?" gumamnya di depan ponselnya.


Beberapa gambar dan penjelasan pun muncul diponselnya dan segera dilihat dan dibaca oleh Anderson. Beberapa model pakaiannya juga terlihat memakainya, membuat pikirannya bertraveling membayangkan istrinya yg memakainya.


"Kalau Arne yg memakainya pasti bagus.." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Lalu sedetik kemudian, dirinya tersadar sudah bicara kalau tak mengijinkan istrinya memakainya. Anderson pun mengutuk kebodohannya yg tak tahu apapun. Dirinya adalah pria polos yg begitu menghormati wanita. Bahkan Maria saja sudah menggodanya mati-matian tapi tak juga dirinya bergeming.


Sementara Arne, tak mengerti kenapa suaminya kesal sendiri melihat ponselnya. Dan dirinya juga masih datang bulan, hingga Anderson tak mungkin menyentuhnya. Arne pun juga masih takut untuk melakukannya pertama kalinya. Sejujurnya, beberapa cerita orang-orang yg membuatnya takut karena mereka berkata menyakitkan.


Dan Arne bisa tenang seminggu ini, tapi minggu depan Anderson pasti akan mengharapkannya. Arne pun agak gugup untuk mempersiapkan diri minggu depan. Tapi apapun itu, sesulit apapun itu, itu adalah kewajiban bagi keduanya sebagai pasangan suami istri.


...


Sementara Anderson dirinya masih mengutuki kebodohannya akan perkataannya. Dan Arne memilih memasak makanan di dapur. Aroma nasi goreng yg wangi pun membuat Anderson tergugah.


"Kau masak apa?" tanya Anderson.


"Hanya nasi goreng, kau pasti sudah lapar." ucap Arne.


"Akhirnya aku bisa menikmati masakan istri.." ucap Anderson.


"Duduklah, aku akan segera menyiapkannya." ucap Arne.


Anderson pun duduk di meja makan menanti Arne menyiapkannya. Tak lama Arne pun datang membawakan dua piring nasi goreng ke meja makan. Lalu mereka pun makan berdua dengan masakan sederhana tersebut.


Anderson pun nampak menikmati masakan sederhana istrinya tersebut. Dan Arne puas kalau masakannya bisa dinikmati oleh suaminya dengan lahap.


"Masakanmu enak.." puji Anderson.


"Terimakasih, tapi hanya ada itu di kulkasmu.. Mungkin besok kita harus berbelanja." ucap Arne.


"Ya.. Belanjalah sesukamu, nanti aku akan memberi kartu untukmu berbelanja." ucap Anderson.


"Tentu saja kau harus memberiku kartu untuk berbelanja." ucap Arne tersenyum.


Anderson pun memberikan Arne kartu hitam miliknya agar Arne bisa puas berbelanja kebutuhannya. Dan Anderson tak akan protes jika Arne menghabiskan semua uangnya karena dirinya sudah sebucin itu pada istrinya.


Arne pun tersenyum menerima kartu hitam tersebut, dan dirinya langsung membuat daftar list belanja di catatan miliknya. Anderson pun terkejut melihat banyaknya list belanjaan Arne.


"Sebanyak itu?" tanya Anderson terkejut.


"Apartemenmu dan terutama dapurmu itu hampir tak ada makanan. Lihat kulkasmu yg kosong melompong hanya ada air, susu dan telur saja." ucap Arne.


"Y-ya itu benar, lakukan saja sesukamu. Kau bebas melakukan apapun, semua milikku menjadi milikmu juga." ucap Anderson tersenyum.


"Ya.. Kau bisa menemaniku?" tanya Arne.


"Kapan?" tanya Anderson.


"Mungkin besok malam sepulang kerja." ucap Arne.


"Ya.. Tentu, dengan sebanyak itu pasti kau akan kesulitan jika sendirian." ucap Anderson.


Begitulah Anderson memperlakukan Arne dengan baik bak ratu di apartemennya. Arne bebas melakukan apapun, dan membelanjakan apapun dengan kartu yg ia berikan.

__ADS_1


__ADS_2