Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.117 : Strategi pengusiran pelakor


__ADS_3

Malam itu mereka pergi ke sebuah bar dan Angel minum banyak sekali. Bahkan dirinya enggan pulang meski sudah memasuki dini hari.


"Nona, ayo kita pulang.. Ini sudah dini hari."


"Pulang?? Rumahku jauh dan bukan di negara ini." jawab Angel.


"Maksud kami pulang ke hotel anda, anda terlihat mabuk berat.. Kami tidak bisa meninggalkan anda sendirian disini."


"Kenapa? Berbahaya jika wanita sendirian minum di bar.??" ejek Angel.


"Kalian pergilah.. Aku tahu kalian takut pada Anderson, dan aku terbiasa seperti ini.. " ucap Angel sombong.


"Tapi nona yakin? Tak masalah..?"


"Ya.. Pergilah, sana pergi.. Go..goo.." ucap Angel dengan mabuknya.


"Baiklah kami pulang duluan nona."


Beberapa staf Anderson pun pulang duluan karena sudah dini hari. Mereka juga mengingat pesan Anderson untuk tidak minum berlebihan dan mengemudi mobil. Mereka pulang naik taksi ke rumah masing-masing dan Angel sendirian di bar tersebut, wanita malang itupun meratapi hidupnya yg menyedihkan karena mengharapkan cinta suami orang.


"Hidup ini menyebalkan.. Kenapa aku cinta dia??" gumamnya.


"Permisi nona, bar kami mau tutup.." ucap pegawai yg bekerja.


"Ck.. Memangnya baru jam berapa sekarang.." ucap Angel lalu membayar tagihan dan keluar bar.


Dengan langkah gontainya dirinya pun naik taksi menuju ke hotel tempatnya menginap. Angel pun pulang menjelang subuh dan tidur dengan nyenyak karena minum sangat banyak. Apalagi hari ini dirinya tidak bekerja dan besok harus kembali ke negaranya.


....


Sementara Anderson begitu kesepian di apartemennya karena istrinya bekerja di malam hari. Meski sudah Arne sudah menyiapkan makan malam untuknya tapi tetap saja pria dingin itu merasakan kesepian.


Setelah makan malam, Anderson pun memilih tidur saja dan besok pagi akan menjemput istrinya pulang.


Dan Anderson bangun pagi lebih awal karena niatannya untuk menjemput istrinya. Setelah menghubungi istrinya, Anderson pun bersiap dan langsung pergi ke rumah sakit.


Dengan penuh semangat Anderson pun menjemput Arne ke rumah sakit. Dan tak lupa dirinya membeli bunga untuk istrinya tersebut.


Saat tiba disana, Arne pun langsung menghampirinya.


"Maaf aku sedikit terlambat." ucap Anderson kemudian membukakan kunci pintu.


"Tak apa.." balas Arne lalu masuk.


"Ini ada bunga untukmu.. Aku melihatnya saat lewat kupikir kau akan menyukainya." ucap Anderson.

__ADS_1


"Terimakasih, bunganya cantik sekali." ucap Arne.


"Ya sepertimu." ucap Anderson.


"Ck.. Dia mulai pintar menggombal." ucap Arne tersenyum.


Arne pun diajak ke hotel untuk sarapan. Dan dirinya hanya mengikuti kemauan suaminya tersebut.


"Kau yakin tak apa? Nanti kau terlambat.." tanya Arne.


"Kalau aku terlambat siapa yg akan memarahiku?" balas Anderson.


"Oke, aku mengerti." ucap Arne.


"Aku sudah bilang pada Eddy sekertarisku untuk menghandle semuanya." ucap Anderson.


"Oke, kita bisa sarapan dengan tenang kalau begitu." ucap Arne.


Arne dan Anderson pun sarapan di hotel tersebut, dan keduanya sangat menikmati momen tersebut. Anderson merasa sedikit bersalah pada Arne karena mereka tak bisa berbulan madu karena pekerjaannya. Padahal harusnya mereka pergi ke sebuah tempat tanpa ada yg mengganggu dan menghabiskan banyak waktu berdua.


Arne pun menikmati sarapan paginya meski mengantuk. Bahkan sampai tak sadar kalau bibirnya belepotan. Anderson yg melihatnya pun tak menyia-nyiakan momen tersebut untuk mengusap area bibir istrinya yg terkena saus tomat.


"Akh.." ucap Arne.


"Ada saus disini, aku hanya mengelapnya agar kau tak malu dilihat orang." ucap Anderson.


"Sayang, harusnya kita bisa honeymoon." ucap Anderson.


"Aku jadi merasa bersalah karena tak bisa cuti." ucap Arne.


"Ini terjadi karena aku yg tidak bisa merencanakannya dengan baik. Maafkan aku.." ucap Anderson mencium tangan istrinya.


"Yasudah, tak masalah.. Nanti kita akan pergi saat ada waktu." ucap Arne.


"Aku berjanji saat aku ada waktu kita akan liburan kemanapun kau mau.." ucap Anderson.


"Sungguh?" tanya Arne.


"Ya.. Kemanapun sayang." ucap Anderson.


"Aku ingin ke Maldives.. Disana lautnya cantik." ucap Arne.


"Baiklah, aku akan merencanakannya saat ada waktu, kau hanya perlu mengajukan cuti." ucap Anderson..


Mereka pun sangat serasi dan juga romantis, membuat beberapa orang memerhatikan keduanya sambil tersenyum. Apalagi Anderson yg tak melepaskan tangan Arne sedetikpun saat mereka sedang berjalan.

__ADS_1


Diujung meja lain, ada Angel yg tengah mabuk parah yg sedang mencari sarapan. Angel yg baru bangun pun merasa lapar dan langsung bersiap sarapan setelah mandi. Tapi saat dirinya berada di ruangan tersebut, malah disambut oleh kemesraan Anderson dan Arne. Terlebih momen Anderson mengelap bibir Arne pun disaksikan langsung olehnya.


Angel pun menjadi panas pagi itu, tapi demi memuaskan rasa penasarannya dirinya pun berada di tempat itu sambil berpura-pura menikmati sarapannya. Bahkan setiap gerakan Anderson yg memperlakukan istrinya dengan sangat romantis pun membuatnya mengkhayal kalau dirinya berada di posisi istrinya Anderson.


Hingga saat Angel tersadar, Anderson bersama istrinya pun sudah meninggalkan meja dan pergi sambil bergandengan tangan. Angel pun lagi-lagi menggigit jarinya melihat pemandangan tersebut. Jika dibiarkan dirinya bisa gila jika terus-terusan melihat pemandangan menyebalkan tersebut.


Angel pun memutuskan mempercepat kepulangannya dan segera meninggalkan negara ini. Angel berharap cintanya menghilang setelah dirinya meninggalkan negara ini.


Rasa sakit dan tersiksa ini pun membuatnya tak tahan lagi. Dan semenjak datang ke negara ini, Angel hampir setiap malam selalu minum alkohol dan mabuk-mabukan.


...


Sementara Anderson sengaja mengajak Arne ke hotel tersebut untuk sarapan agar Angel melihat mereka berdua. Anderson tak mau wanita itu terus menempel padanya dan merepotkannya. Bahkan terburuknya membuat Arne istrinya salah paham.


Anderson ingin memperlihatkan pada Angel, kalau kehidupannya bahagia dan sempurna. Bahkan tak ada cela untuk wanita itu masuk ke dalamnya. Lalu menunjukkan kalau istrinya tak kalah cantik dan menarik serta memiliki pekerjaan yg cukup bagus sebagai dokter. Hal itu menjadikan alasan yg cukup kuat bagi Angel untuk langsung menyerah.


Bahkan Anderson menyadari kalau Angel ada di tempat yg sama saat sarapan tadi. Dirinya sekilas melihat Angel memerhatikan keduanya berjalan meninggalkan hotel tersebut.


"Sayang habis ini kau langsung istirahat ya di apartemen, aku akan lanjut ke kantor." ucap Anderson.


"Iya.. Maaf ya merepotkanmu." ucap Arne.


"Tidak sama sekali.. Justru aku sangat merindukanmu." ucap Anderson.


Mereka pun berpegangan tangan di dalam mobil, hingga rasanya Anderson enggan melepasnya saat Arne ingin turun. Tapi Arne mengomelinya untuk segera pergi bekerja dan istrinya juga mengantuk karena lelah bekerja semalaman.


Pelukan dan ciuman hangat pun melepas perpisahan keduanya. Arne beristirahat di apartemen dan Anderson lanjut ke kantornya untuk bekerja. Anderson pun puas pagi ini untuk memanas-manasi Angel agar segera menjauhinya dan kembali ke negaranya.


Dan hal itu nampaknya berhasil, mengingat laporan Eddy kalau Angel pulang lebih awal dan mempercepat keberangkatannya.


"Bagus.. Upayaku mengusirnya berhasil." ucap Anderson pada Eddy.


"Benar tuan, dirinya juga nampak selalu menanyakan anda pada saya, tentang makanan favorit, warna favorit sampai tipe wanita anda." ucap Eddy.


"Ck.. Dasar wanita aneh, padahal sudah tahu aku sudah menikah." ucap Anderson.


"Fenomena ini dinamakan pelakor tuan.." ucap Eddy.


"Pelakor?" tanyanya tak tahu.


"Jadi anda tidak tahu tuan, pelakor itu singkatan dari 'Perebut laki orang' begitu viral dimana-mana banyak wanita yg seperti itu." ucap Eddy.


"Ada-ada saja julukannya, tapi bagiku yg paling cocok adalah wanita gila." ucap Anderson lebih parah lagi menjulukinya.


"Nice tuan." ucap Eddy tersenyum.

__ADS_1


"Yasudah kembali bekerja Edd." ucap Anderson.


__ADS_2