Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.63 Menerima Takdir


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Jakson, Richard pun terdiam di taman rumah Jakson. Dirinya tiba-tiba mengingat masa kecilnya di rumah tersebut. Dan Richard menyadari kalau dirinya sudah melakukan kesalahan besar.


Dirinya sudah tega berselingkuh dari Jeny sampai Martha memiliki Aini. Bahkan sampai merencanakan perceraian untuk Jeny agar bisa bersama Martha dan Aini. Parahnya, Richard langsung mengusir Jeny saat mengatakan cerai dihadapan Martha dan Aini yg ia bawa ke rumahnya. Dan saat itu, Arne yg tak terima malah ia usir juga dari rumahnya.


Perlahan-lahan Richard pun dibayang-bayangi perasaan bersalah setelah tragedi yg menimpa Martha dan Aini. Segalanya bagaikan hukuman karena telah menyakiti Arne dan Jeny. Bahkan langsung mengabaikan Arne saat Aini sudah tinggal bersamanya. Segalanya selalu ia berikan untuk Aini, tak pernah sedikitpun terpikir soal Arne dan kehidupannya.


Richard pun menyadari kesalahannya dan menangis sendirian di taman itu. Dirinya sudah berbuat dosa besar dan bersalah baik pada Jeny maupun Martha. Dan apapun pilihannya, Richard lah yg paling bersalah. Harusnya dirinya teguh pada pendiriannya dan tak menghiraukan godaan Martha. Tapi semuanya sudah terlanjur terjadi.


Dan kini kenyataan pahit bak neraka sedang menghampirinya. Aini masih terbaring di rumah sakit dan Martha masuk penjara usai melaporkan Arne atas kebohongan yg dibuatnya. Saat ini tak ada pilihan lain bagi Martha untuk mengelak dari hukuman, begitu juga dengan kondisi Aini yg belum membaik yg entah siapa yg menyerangnya.


Richard juga gagal mendapat pengampunan Arne serta bantuan Jakson. Kini yg ada hanyalah menerima semua takdir yg sedang terjadi di hidupnya. Dan membiarkan Martha menerima hukumannya agar hal ini tak terulang lagi serta menjadi pelajaran untuk Martha agar tak semena-mena. Meski memiliki harta tak serta merta membuatnya bisa bebas dari hukum.


Richard pun akhirnya pergi ke penjara untuk menjenguk Martha dan memberitahu apa hasil akhir dari semua usahanya.


"Bagaimana sayang?" tanya Martha.


"Aku bisa bebas kan hari ini juga? Disini banyak nyamuk, dan tempatnya kurang bersih." ucap Martha.


"Maaf Martha.." ucap Richard.


"Apa maksudnya meminta maaf?" tanya Martha.


"Aku gagal membujuk Arne dan meminta bantuan ayah.. mereka menolak karena sudah sakit hati oleh sikapmu." ucap Richard.


"Jadi maksudmu aku harus berada disini untuk waktu yg lama?? Kau mau aku jadi tahanan disini dengan fasilitas seadanya begini? Begitu maksudmu?" tanya Martha dengan semua keluhannya.


"Iya, tak ada jalan lain.. Kau harus mengakui perbuatanmu karena upaya diskusi gagal." ucap Richard.


"Lakukan sesuatu Richard, kau mencintaiku kan? Kau mau aku ada disini dan menderita?" tanya Martha.


"Semua ini juga salahmu, kau sudah membuat laporan palsu seenaknya. Dan kini kau menyalahkanku? Harusnya kau itu bersyukur karena hidup dengan nyaman bersamaku bukannya terus berulah." balas Richard kesal selalu disalahkan.


"Jadi kau menyalahkanku? Tega sekali kau padaku." ucap Martha.

__ADS_1


"Ya.. Agar kau sadar dan menebus segala kesalahanmu selama ini. Aku hanya akan menyediakan pengacara kau tinggal menuruti kata-katanya saja." ucap Richard.


"Richard, kau tak bisa begini.. Bebaskan aku.." ucap Martha lalu jam besuknya habis dan Martha dibawa kembali ke tempatnya.


"Ikuti saja saranku jika ingin selamat." ucap Richard.


Richard pun meninggalkan penjara tersebut dan pulang ke rumahnya. Kepalanya sudah sangat berat dengan semua masalah ini. Dan Aini ia serahkan pada Boy sebagai suaminya.


.


.


Di rumah sakit, rumor kalau Arne dan Anderson bertunangan dan akan menikah pun menyebar dengan cepat. Hingga semua orang sedang membicarakannya saat ini. Baik Arne ataupun Anderson tak mampu membantahnya lagi, apalagi ucapan ini keluar dari mulut Anderson yg jarang sekali bercanda dan selalu serius.


"Prof.. Kau ini mau membatalkan pertunangan ini atau tidak sih?" tanya Arne saat mereka sedang berdua.


"Tentu saja. Apa maksudmu bicara begitu?" tanya Anderson.


"Kau tidak tahu seisi rumah sakit sedang membicarakan kita yg bertunangan dan akan menikah?" tanya Arne.


Arne pun menunjuk mulut Anderson.


"Aku?" tanya Anderson.


"Iya kau yg mengatakannya kemarin saat membelaku." ucap Arne menatapnya tajam.


"Aku hanya menyelamatkanmu tahu.." ucap Anderson.


"Tapi gosipnya jadi melebar prof.. Bagaimana jika kakek sudah mendengarnya, bisa-bisa 3 kencan kita di skip dan langsung bertunangan." ucap Arne frustasi.


"Aku akan mencari cara untuk menolaknya, jika perlu aku yg akan pindah bekerja." ucap Anderson.


"Hhh.. Kau itu selalu serius tapi justru membuat kesalahan fatal." ucap Arne.

__ADS_1


"Tenanglah, mungkin kakek kita belum mendengarnya." ucap Anderson.


"Semoga saja ya prof." ucap Arne.


Kemudian, keduanya pun berpisah dan Arne berpapasan dengan Boy. Arne bahkan enggan menyapanya.


"Arne.." panggil Boy.


"Ada apa?" tanya Arne.


"Terimakasih atas info mengenai darah untuk Aini." ucap Boy.


"Aku melakukannya sebagai seorang dokter bukan sebagai Arne. Jika aku jadi Arne yg sesungguhnya maka aku mungkin takkan membantu Aini." ucap Arne.


"Jadi begitu.. Baiklah aku paham, kami sudah seenaknya menuduhmu.. " ucap Boy.


"Pihak berwajib ingin bicara padamu sebagai saksi atas kejadian yg menimpa Aini.. Kumohon bantu kami." ucap Boy menundukkan kepalanya.


"Iya.. Aku akan menemuinya." ucap Arne dingin.


Boy pun semakin tak punya muka untuk menemui Arne, setelah semua tuduhan dilayangkan untuk Arne, tapi Arne masih bisa membantu Aini. Bahkan kini gantian ibu mertuanya yg masuk penjara karena asal melaporkan Arne tanpa bukti.


Boy kembali ke ruangan Aini dan menantinya sadar, tapi kondisi Aini terus menurun dan dokter terus memantau kondisinya. Ternyata terjadi masalah pada rahimnya hingga harus diangkat yg artinya Aini takkan bisa hamil lagi.


Dokter pun membicarakan masalah ini dengan Boy dan Boy semakin lemas mendengarnya. Sementara itu tak ada lagi cara lain lagi agar Aini bisa selamat selain melakukan operasi tersebut. Bak jatuh tertimpa tangga, kini masalah di hidup Boy datang bertubi-tubi. Rasanya baru kemarin dirinya menanti kehadiran anaknya, kini semuanya sudah pupus dan tak ada kesempatan kedua bagi Aini dan Boy.


Boy pun setuju untuk operasi pengangkatan rahim. Dan karena kondisinya yg masih kritis, operasi harus segera dilaksanakan. Richard yg diberi kabar pun ikut hancur hatinya mengetahui apa yg telah terjadi pada Aini. Dirinya pun datang pada operasi tersebut dan menemani Boy bersama Leni.


Arne juga tahu soal hal ini, tapi tak terlalu memedulikannya karena Arne sudah lelah dengan Aini, Boy apalagi papanya. Begitu juga dengan Jakson yg tak peduli sama sekali. Martha yg tahu pun ikutan syok mendengarnya di balik jeruji besi.


Takdir buruk pun tengah mendera keluarga Richard dan Boy. Mereka sebisa mungkin bertahan untuk keutuhan rumah tangga mereka. Boy dengan kondisi Aini yg lemah dan nanti mereka takkan bisa memiliki keturunan. Dan Richard yg akan hidup sendiri setelah Martha ditahan di penjara untuk waktu yg belum ditentukan.


.

__ADS_1


Sementara Arne, memberikan laporannya pada pihak berwajib yg sedang mengejar orang yg sudah menyerang Aini. Arne pun memang tak tahu menahu dan tak melihat pria tersebut, hingga Arne tak dimintai keterangan lanjutannya.


Kini baik Martha maupun Aini harus menerima takdir yg menimpa mereka. Dan semua itu adalah ulah dari perbuatan mereka sendiri.


__ADS_2