
Keesokannya Arne kembali bekerja seperti biasanya. Dan dirinya mendapat banyak sekali ucapan selamat dari beberapa rekannya yg tak bisa hadir karena sedang ada tugas jaga. Arne pun tak mempermasalahkan hal itu dan hanya tersenyum menanggapinya. Bukan hanya ucapan, tapi ada beberapa yg memberinya hadiah lagi. Arne pun hanya bisa mengucapkan terimakasih atas pemberian dan ucapan dari mereka semua.
Sementara Tony hanya menatapnya dari kejauhan, melihat Arne bahagia setelah menikah dengan Anderson. Dirinya pun harus menerima kenyataannya kalau memang Arne bukanlah jodohnya.
Arne pun bekerja seperti biasanya, dan pulang dijemput oleh Anderson yg sudah menunggunya sejak 30 menit yg lalu.
"Dia perhatian sekali, aku iri padamu." ucap Kenzi.
"Sudahlah, nanti kalian juga akan begitu." ucap Arne.
"Hehe.. Semoga ya.." ucap Kenzi.
"Oke, sampai jumpa lagi Ken." ucap Arne.
"Ya.." ucap Kenzi.
Arne pun menghampiri Anderson yg tersenyum kepadanya. Bahkan beberapa rekan mereka terkejut melihat Anderson tersenyum. Pria dingin dan kaku yg sangat jarang sekali tersenyum, tapi menjadi pria yg ramah setelah menikah.
"Kau sudah lama menunggu?" tanya Arne.
"Belum kok, ayo kita pergi." ucap Anderson.
Anderson pun membukakan pintu mobilnya untuk istrinya dan mereka pergi menuju ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika tiba disana, Arne langsung menuju ke area bahan makanan dengan keranjang belanja besar.
"Sayang tugasmu adalah mendorong keranjang belanja ini." ucap Arne.
"Baiklah aku siap." ucap Anderson.
Arne pun membeli banyak bahan makanan, mulai dari sayuran, buah, daging dan ikan. Arne juga membeli beberapa bumbu-bumbu dapur dan keperluan lainnya. Hingga tak sadar keranjang belanja mereka sudah penuh.
"Sayang ini sudah penuh." ucap Anderson.
"Sabarlah sedikit lagi." ucap Arne.
Anderson pun hanya mengikuti istrinya kemanapun dan tanpa protes tentang apapun barang yg akan diambil oleh istrinya. Hingga akhirnya Anderson mengambil keranjang belanja baru dan Arne pun bisa kembali mengambil barang keperluan mereka.
Dan saat mereka membayar, mereka cukup lama berada di kasir karena banyaknya barang. Kemudian setelah itu, Anderson dan Arne pun menyusun barang belanjaan mereka di dalam mobil.
"Sudah malam, lebih baik kita cari makan." ucap Anderson.
"Oke.. Cari yg terdekat saja aku sudah lapar." ucap Arne.
"Baiklah di dekat sini ada resto sepertinya, kita kesana saja." ucap Anderson.
Arne pun menurut saja dan mereka makan di resto terdekat. Dan mereka menikmati setiap waktu bersama seperti sedang berkencan. Dan tak hampir tak ada perdebatan diantara keduanya. Mereka saling mengalah satu sama lain.
Hingga Anderson pergi ke toilet dan Arne sendirian di mejanya menikmati hidangan penutup. Datanglah seorang pria ke mejanya dan meminta nomor teleponnya.
"Permisi nona, bolehkan aku minta nomor teleponmu." pintanya.
"Maaf aku sudah menikah." ucap Arne.
"Kau tidak sedang berbohong kan?" balasnya lagi.
__ADS_1
Dan Anderson pun tiba-tiba sudah berada di belakang pria tersebut.
"Permisi, apa yg kau lakukan disini?" tanya Anderson dengan tatapan tajam.
"Sayang siapa dia?" tanya Anderson.
"Aku juga tidak mengenalnya, dia meminta nomor teleponku." ucap Arne.
"Anu..Anu.. Maaf.." ucap pria itu.
"Jangan ganggu istriku..!" ucap Anderson kesal.
"Maaf aku tidak tahu dia istrimu.. Sungguh." ucapnya lalu kabur karena tatapan dingin Anderson.
"Bagus.. Pergilah dasar pengganggu." ucap Anderson.
"Kau datang tepat waktu, dia begitu gigih mengira aku berbohong kalau sudah menikah." ucap Arne.
"Sepertinya aku tak bisa membiarkanmu sendirian." ucap Anderson.
"Mungkin hanya kebetulan." ucap Arne.
"Kalau begitu, lebih baik kita pulang." ucap Anderson.
"Ya.. aku sudah lelah." ucap Arne.
Akhirnya mereka pun pulang ke apartemen dan tentunya pekerjaan Arne tetap ada di rumah untuk membereskan belanjaannya. Meski lelah Arne tetap harus melakukannya. Dan Anderson yg melihat istrinya yg lelah membereskan belanjaan, dirinya pun membersihkan apartemen.
Arne pun hanya tersenyum melihat Anderson membantunya beres-beres apartemen.
"Ya.. Mana mungkin aku membiarkanmu mengerjakan semuanya sepulang bekerja. Atau kita pakai jasa ART??" tanya Anderson.
"Kita jarang ada dirumah, lebih baik kerjakan semuanya sendiri." ucap Arne.
"Mungkin bisa menyewa pekerja lepas, yg hanya datang satu minggu sekali untuk membereskan semuanya." ucap Anderson.
"Baiklah.." ucap Arne.
Begitulah mereka pun lelah sepulang bekerja pergi belanja, lalu harus membereskan apartemen lagi.Tapi mungkin akan sulit jika harus menyewa Art karena mereka jarang ada di apartemen.
Mereka pun memilih beristirahat karena sudah sangat lelah. Keduanya pun tidur sambil berpelukan. Hingga pagi menjelang, dan Anderson tak mau melepaskan istrinya.
"Sayang, nanti.. Sebentar lagi." ucap Anderson.
"Ya.. 5 menit lagi." ucap Arne.
5 Menit kemudian, Arne pun mulai bergerak, sementara Anderson tetap menahannya.
"Sayang aku mau siap-siap, aku belum menyiapkan sarapan, aku juga harus bekerja pagi ini." ucap Arne.
"Sebentar lagi saja." ucap Anderson.
Arne pun mengeluarjan jurus emak-emak yg suka mengomel di pagi hari. Dan Anderson pun terdiam tak mampu menjawabnya.
__ADS_1
"Anderson..! Kau itu jangan seperti anak kecil, kita mau bekerja, dan butuh sarapan juga. Aku juga harus mandi agar tidak terlambat bekerja.." Arne pun mengomeli suaminya.
"Baiklah.. Maaf." ucap Anderson.
Arne pun meninggalkannya dan segera ke dapur untuk memasak sarapan. Dan Anderson memilih mandi daripada diomeli lagi. Selesai Arne masak, Arne pun mandi bergantian dengan Anderson.
Kemudian mereka berdua berkumpul di meja makan.
"Arne kau masih marah?" tanya Anderson.
"Tidak, maaf ya aku sedikit keras tadi." ucap Arne.
"Ya.. Itu bagus.." ucap Anderson.
"Bagus?" tanya Arne.
"Seperti kalau punya kita punya anak, mereka akan menurutimu." ucap Anderson.
"Ya.. Aku akan keras pada mereka agar tidak manja." ucap Arne.
"Baiklah, selamat makan istriku." ucap Arne.
"Iya.." ucap Arne tersenyum membuat Anderson lega Arne tak marah padanya.
Dan Anderson pun tak mengijinkan Arne membawa mobilnya sendirian, dirinya selalu mengantar dan menjemput istri tercintanya tersebut kemanapun. Arne pun senang karena tak harus selalu mengemudi dan bisa bersantai di dalam mobil.
....
Anderson kini telah membuka kantornya di Jakarta agar memudahkannya bekerja dan memisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaannya. Dan tentunya agar orang-orang yg menemuinya lebih mudah jika memiliki kantor resmi.
Hari ini partnernya dari negara X pun tiba, seorang wanita cantik berambut pirang bernama Angel. Wanita dewasa yg cukup pintar berbisnis ini pun sudah setahun terakhir menjalin hubungan sebagai partner Anderson.
"Selamat datang Angel." ucap Anderson.
"Jadi ini kantor barumu?" tanya Angel.
"Begitulah, aku belum menemukan gedung yg bagus." ucap Anderson.
"Lumayan, ayo kita bicarakan produk terbaru kita." ucap Angel.
Mereka pun berdiskusi secara online dengan para peneliti yg bertugas membuat robot-robot tersebut. Dan cukup lama mereka mengadakan rapat membahas beberapa kelemahan produk lama mereka yg dikeluhkan beberapa dokter.
"Jadi aku berniat untuk menyempurnakannya dengan semua saran yg masuk." ucap Anderson.
"Ya.. Aku juga sependapat, jika terus menuai kritik pasti peminatnya akan menurun, dan sebagai pebisnis aku akan dirugikan." ucap Angel.
"Baiklah, kami akan berusaha mengembangkannya." ucap para peneliti.
"Aku akan terjun kesana saat ada waktu." ucap Anderson.
"Tidak perlu buru-buru tuan, anda baru saja menikah." ucap salah seorang peneliti.
"Tak masalah, nanti aku akan mengatur waktunya." ucap Anderson.
__ADS_1
Mendengar kata menikah, Angel pun meremas ujung pakaiannya. Dirinya tak menyangka kalau pria sedingin dan sekaku Anderson punya kekasih lalu menikah.