
Esok harinya Anderson memiliki jadwal bekerja pada malam hari, dan siang harinya bisa ia pergunakan untuk mencari hadiah terbaik untuk mendapatkan perhatian Arne.
Siang itu, Anderson pun pergi ke toko perhiasan terkenal. Dan pria itu sudah menemukan perhiasan untuk diberikan pada Arne. Sebuah kalung yg mungkin akan disukai Arne. Tapi begitu tiba di toko, Anderson dibuat bingung karena disana ada banyak pilihan.
"Silahkan dipilih tuan.. Semuanya adalah koleksi terbaru kami."
"Ya.. Aku akan berpikir sebentar sebelum memutuskan." ucap Anderson.
Dalam hatinya Anderson pun bingung harus memilih yg mana. Baginya semua perhiasan sama saja, dan awalnya ia berpikir kalau pilihannya yg terbaik. Tapi saat tiba di toko, pegawai toko merayunya dengan banyak produk lain yg katanya bagus dan diminati oleh wanita.
Anderson pun terdiam memikirkan kalung mana yg akan ia beli. Lalu terpikirlah sebuah ide, dirinya memfoto kalung-kalung tersebut dan mengirimkannya pada Arne. Anderson pun memintanya untuk memilih yg bagus dan ia sukai.
Arne yg menerima pesan pun bingung, kenapa Anderson memintanya memilihkan kalung. Arne pun terbersit pemikiran kalau Anderson akan memberikannya pada Maria. Tapi, Arne juga tak berhak untuk menghakimi pilihan Anderson. Akhirnya Arne pun memberikan pilihannya pada sebuah kalung yg menurutnya bagus.
Dan kalung tersebut adalah pilihan pertama Anderson. Saat menerima pesannya Anderson pun tersenyum.
"Bagaimana tuan sudah dapat jawabannya?" tanya si pegawai.
"Aku mau yg ini, pilihan pertamaku memang paling tepat." ucap Anderson.
"Baiklah, mari kita lakukan transaksinya."
Anderson pun membayar dan ditawarkan untuk mengemas kalung tersebut agar tampak menarik. Karena pegawai toko tersebut yakin ini akan diberikan pada pasangannya.
"Tuan, apakah ini hadiah untuk istri anda?" tanya pegawai tersebut tersenyum.
"Lebih tepatnya calon istriku, dan aku ingin membelikan yg sesuai seleranya." ucap Anderson.
"Anda memang terlihat seperti pria yg romantis dari awal.. Jika anda mencari cincin pernikahan aku akan merekomendasikan yg terbaik untuk anda." ucap pegawai tersebut.
"Ya, terimakasih.. Aku minta kemas saja kalungnya dengan rapi." pinta Anderson.
"Baik tuan." ucap pegawai toko tersebut bahagia karena telah menjual perhiasan mahal.
Sementara Anderson cukup puas karena Arne sendiri yg memilih hadiahnya. Tentunya wanita itu pasti menyukainya dan takkan menolaknya. Lalu Anderson berharap kalau Tony langsung tersingkir agar dirinya tak memiliki saingan lagi. Terlebih pria itu begitu mencurigakan dan misterius.
.
.
__ADS_1
Di tempat lain, nampak Tony sedang berada di sebuah toko tas bersama asistennya Boby. Mereka pun meminta pegawai toko memberikan tas yg terpopuler untuk wanita usia 20 an. Tentu saja pegawai toko tersebut tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu untuk menawarkan tas termahal mereka pada pria tersebut.
"Jadi yg mana yg paling bagus?" tanya Tony.
"Semuanya bagus tuan, tapi untuk tas model ini dia limited edition." ucap pegawai toko tersebut.
"Berarti ini barang langka, begitu?" tanya Tony.
"Benar tuan, dan hanya beberapa pengunjung yg dapat melihatnya." ucapnya lagi.
"Kalau begitu aku mau yg ini.." ucap Tony.
"Baik tuan, akan kami siapkan."
"Bob, kau selesaikan transaksinya." ucap Tony lalu pergi dari toko tersebut.
Boby pun membayar tas tersebut dan menyusul tuannya. Sementara Tony harus kembali ke rumah sakit karena ada beberapa berkas yg harus ia tangani. Tony pun memikirkan caranya untuk menyerahkannya pada Arne agar wanita itu menerimanya.
"Bagaimana cara memberikannya?" gumam Tony.
"Anda tinggal memanggilnya saja ke ruangan anda." balas Boby.
"Dia tak suka kalau aku menggunakan kekuasaanku untuk mendekatinya, yg ada aku langsung ditolak lagi." ucap Tony.
"Kau yakin cara itu aman?" tanya Tony.
"Kan anda tinggal menaruhnya saja saat situasi sepi. Nanti aku akan berkoordinasi dengan beberapa staf untuk pengalihan." ucap Boby.
"Baiklah, tolong ya Bob.." ucap Tony.
"Tentu tuan." ucap Boby.
.
.
Sementara Arne, dirinya seharian hanya tidur untuk mengisi tenaganya sebelum bekerja selaman. Arne juga makan makanan yg bergizi agar kesehatannya terjaga. Dan Jeny selalu menyiapkan banyak makanan sehat di lemari pendinginnya.
"Shift malam lagi ya.." gumam Arne.
__ADS_1
Arne pun membuka lemari pendinginnya dan mencari buah-buahan yg segar untuk menyegarkan tubuhnya. Sembari dirinya membuka kembali ponselnya, Arne pun melihat kembali sebuah kalung yg dibeli Anderson tadi. Arne masih berpikir kalau kalung tersebut untuk Maria.
"Apa yg dipikirkan si bodoh ini, sampai membeli kalung mahal ini?? Apa dia kembali tersesat??" gumamnya dalam hati.
Kemudian masuklah pesan dari Anderson untuk mengajaknya makan di resto kemarin dimana mereka mendapatkan kupon voucher makan gratis. Arne pun tersenyum dan bersemangat karena Anderson akhirnya mengajaknya kesana.
"Akhirnya.." gumam Arne.
Arne pun sudah menunggu momen ini, apalagi Anderson sendiri yg bilang tak memperbolehkan Arne makan dengan orang lain selain dirinya. Sekalian Arne ingin menceramahi pria bodoh itu jika masih memikirkan Maria.
.
.
Sore hari pun tiba, Arne pun harus kembali bekerja. Dirinya kembali ke rumah sakit seperti biasanya, dan mulai terbiasa mendapat jadwal malam. Saat dirinya datang, Arne pun terkejut melihat ada tanaman di mejanya.
"Milik siapa ini?" tanya Arne.
"Itu dari prof. Anderson, tunanganmu." ucap temannya.
"Wah, ada apa ini?" gumam Arne.
"Arne, mungkin dia sedang mencoba bersikap romantis padamu."
"Mungkin." balas Arne ragu.
Kemudian Arne pun mendapat pesan dari Anderson kalau tanaman di meja kerjanya memang untuknya agar udara di ruangannya jernih. Anderson juga memberitahu cara merawatnya yg cukup sederhana karena tak harus selalu disiram.
Arne pun merasa heran dengan sikap Anderson yg tiba-tiba berubah. Tapi mungkin baginya ini adalah ucapan terimakasih karena telah memilihkan kalung yg dibeli Anderson entah untuk siapa.
Arne pun bekerja seperti biasa, dan Anderson juga bersikap seperti biasa. Hal itu menandakan memang tanaman tersebut sebagai ucapan terimakasih Anderson padanya. Mereka bekerja semalaman merawat pasien dan berkeliling, tanpa adanya bahasan pribadi seperti biasanya.
Hingga pagi menjelang, dan Arne sangat lelah hingga memutuskan tidur di ruangan yg disediakan setelah jam kerjanya habis. Anderson pun melihatnya memasuki ruangan istirahat dan tahu kalau Arne pasti lelah.
Pria itupun pergi ke mini market untuk membeli sedikit camilan dan roti untuk Arne makan. Kemudian Anderson masuk ke ruangan istirahat Arne dan menaruh camilan tersebut di meja beserta secarik memo tanda makanan itu memang untuk Arne.
Beberapa jam kemudian, Arne terbangun dari tidur nyenyaknya. Dirinya pun merasa lebih baik dan berniat mencari sarapan sebelum pulang ke apartemennya. Lalu Arne menoleh ke meja dan melihat ada kantong makanan di meja tersebut beserta memonya.
Setelah dibaca, ternyata itu adalah makanan dari Anderson. Hal itu membuat Arne merinding dengan perhatian yg diberikan pria dingin tersebut.
__ADS_1
"Apa-apaan pria itu, kemarin sore tanaman sekarang makanan??" gumam Arne dalam hati.
Tapi karena lapar, Arne tetap memakannya juga. Baginya, asalkan itu memang untuknya tak masalah. Mungkin Anderson memang baik padanya karena kakeknya memintanya untuk menjaga Arne.