Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.134 : Bertemu


__ADS_3

Arne pun banyak membantu tim medis dengan kemampuannya. Dan tentunya pengawalnya juga bekerja keras mengevakuasi para korban yg terluka. Arne menunggu kabar dari suaminya yg berada di tempat lain sembari berharap semuanya baik-baik saja.


Arne juga selalu melihat ke arah papan pengumuman jika saja ada nama suaminya atau fotonya. Walau Arne tak menginginkan hal buruk terjadi pada suaminya.


Sembari terus mengobati para pasien yg terluka bersama tim medis lainnya. Beberapa dokter pun berkenalan dengan Arne agar mereka bisa bekerja sama dengan baik.


"Hai.. Kau dokter relawan yg banyak membantu kami." ucap Lisa salah seorang dokter.


"Ya.. sebagai seorang dokter aku tak bisa melihat mereka yg terluka dan aku juga memahami kondisi kalian." ucap Arne.


"Terimakasih, siapa namamu? Aku Lisa." ucapnya memperkenalkan diri.


"Aku Arne salam kenal.." balas Arne.


"Maaf merepotkan kau pasti sedang berlibur disini.." ucap Lisa.


"Iya, kau benar. Bahkan aku terpisah dari suamiku yg entah bagaimana kabarnya." ucap Arne sedih.


"Siapa nama suamimu? Aku punya kakak yg bekerja di tim evakuasi." ucap Lisa.


"Anderson, tolong Lisa bantu aku menemukannya." ucap Arne.


"Ya.. Kami juga akan membantumu karena kau sudah membantu kami." ucap Lisa.


"Terimakasih Lisa, kuharap dia masih hidup di suatu tempat." ucap Arne.


"Ya.. Nanti aku kabari jika kakakku sudah merespon." ucap Lisa.


Arne pun semakin tenang mendapatkan bantuan informasi dari Lisa yg punya kenalan tim evakuasi. Arne sangat berharap suaminya bisa selamat.


Sementara Anderson menunggu jalan dibuka agar bisa segera mencari istrinya. Dan disisi lain, dirinya juga harus membantu banyak orang yg terluka di tempatnya.


Anderson pun bersama tim evakuasi untuk mencari korban reruntuhan. Dan mereka mendengar seorang wanita meminta tolong. Anderson pun merasa yak asing dengan suara cempreng khas miliknya.


"Jangan-jangan dia Angel." gumam Anderson.


Anderson pun langsung menjauh dan pergi ke lokasi lain. Sementara tim membuka jalan agar korban bisa keluar dari tempat tersebut.


"Apa ada orang selain anda nona?" tanya petugas.


"Tidak, hanya aku sendiri." ucap Angel.


Angel pun keluar dengan selamat, dirinya pun hanya mengalami luka kecil. Tapi wanita itu begitu sombong dan meminta ditandu ke rumah sakit atau tempat medis.


"Apa kalian tak punya tandu atau semacamnya?" tanya Angel.


"Apa masih ada korban lagi nona?" tanya mereka.


"Tidak, rasanya aku tak kuat berjalan." ucap Angel.


"Maaf nona, anda hanya luka ringan dan masih bisa berdiri.. Silahkan keluar lewat jalan ini dan pergi ke tenda medis." ucap petugas sambil tertawa.


"Kau itu jangan malas.. Itu sudah tugasmu." ucap Angel tak terima.


"Maaf nona, tandu kami sudah dipakai untuk mengangkut korban lainnya yg terluka parah." jawab petugas mulai kesal dengan Angel.

__ADS_1


Lalu tak berapa lama mereka lewat mengangkut tandu berisi korban yg terluka parah dan berlumur darah. Angel pun langsung ngeri dan muntah disana.


"Lebih baik nona cepat pergi dari sini jika tak mau melihat yg lebih mengerikan lagi." ucap petugas itu.


Angel pun langsung kabur dari sana dengan rasa mual yg luar biasa. Baru kali ini dirinya melihat orang berlumur darah dengan sangat parah. Hingga Angel merasa lemas dan pusing. Dirinya pun diantarkan ke tenda medis dan diperiksa meski disana juga hampir sama.


Dimana orang-orang terluka dan dibalut dengan perban. Sementara Angel hanya terkena luka ringan.


"Apa aku bisa keluar dari negara ini?" tanya Angel pada petugas medis.


"Jadi nona dari luar negeri ya?" balasnya.


"Benar, aku seorang CEO perusahaan besar. Aku harus kembali bekerja." ucap Angel.


"Maaf nona, aku tak butuh informasi pribadimu. Aku hanya ingin nona mengisi formulir ini jika nona bukan warga kami." ucap petugas medis tersebut.


"Setelah itu aku harus apa?" tanya Angel.


"Anda akan mendapat kabar jika ingin kembali, dan mungkin butuh waktu beberapa hari sampai penerbangan kembali berfungsi."


"Jadi begitu ya.." ucap Angel.


"Lalu aku akan tinggal dimana?" tanya Angel.


"Sementara kita hanya akan tinggal di tenda darurat. Beberapa hotel dan penginapan, rusak parah. Lalu untuk berjaga-jaga jika terjadi gempa susulan."


"Apa tidak ada hotel yg tidak rusak?" tanya Angel lagi.


"Maaf nona, saat ini kondisi sedang kacau, mungkin anda harus bertanya pada orang lain yg tahu." ucap petugas medis mulai jengah dengan tingkah konyol Angel ditengah musibah ini.


Saat ini kondisi masih belum stabil dan BMKG sedang meneliti gempa susulan yg mungkin terjadi. Sampai saat ini status darurat belum diturunkan. Dan orang-orang diminta bersabar mengungsi hingga ada berita baru.


....


Sementara Anderson menanti kabar dari tim evakuasi. Dirinya sudah tak sabar ingin mencari istrinya. Dan pada akhirnya, mobil alat berat pun tiba untuk memperbaiki akses jalan yg tertutup.


Anderson pun melihat pada papan pengumuman jika saja ada nama istrinya atau bahkan fotonya. Tepat di daftar nama pencarian orang dirinya menemukan nama istrinya dan juga namanya. Bahkan usia mereka pun sama persis. Dari info ini Anderson berharap istrinya masih hidup dan berada di tempat yg aman.


"Hei, dokter.." ucap salah seorang.


"Iya ada apa?" tanya Anderson.


"Siapa namamu? Aku Michael dari tim evakuasi." ucap Michael.


"Namaku Anderson." ucapnya.


"Aku mencari pria bernama Anderson juga, kudengar namamu Anderson dari dokter lain." ucap Michael.


"Benarkah? Apa orang itu bernama Arne, dia istriku." ucap Anderson.


"Aku tidak ingat, tapi adikku berkata kalau dokter relawan kenalannya terpisah dari suaminya." ucap Michael.


"Apa kau bisa menghubunginya?" tanya Anderson.


"Kami hanya bisa berbalas pesan, karena jaringannya belum stabil." ucap Michael.

__ADS_1


"Tolong tanyakan, apa orang itu bernama Arne, jika benar katakan padanya aku baik-baik saja dan akan segera menyusulnya." ucap Anderson penuh harap.


"Baiklah, nanti aku akan menemuimu jika sudah ada kabar." ucap Michael.


Anderson pun menunggu kabar dari Michael sampai malam hari. Barulah malam harinya Lisa membalas pesan Michael karena dirinya sibuk merawat pasien. Michael pun langsung mencari Anderson untuk memberitahukannya.


"Anderson.. Ada kabar untukmu." ucap Michael.


"Katakan.." ucap Anderson.


"Wanita yg mencarimu benar istrimu bernama Arne, dia sedang ada di pos 20.." ucap Michael.


"Apa pos 20 jauh dari sini?" tanya Anderson.


"Sebenarnya tidak terlalu jauh, tapi akses jalan belum bisa digunakan." ucap Michael.


"Tapi kondisinya baik-baik saja kan?" tanya Anderson.


"Iya adikku bilang dia baik-baik saja, kau jangan khawatir. " ucap Michael.


"Syukurlah.. " ucap Anderson lega.


Pada malam itu, pekerja pun bekerja keras mengangkut alat reruntuhan dengan alat berat untuk akses jalan. Dan esoknya jalanan sudah bisa digunakan untuk akses ke tempat lain.


Anderson pun diantarkan oleh Michael yg membawa stok makanan dan obat-obatan ke pos lainnya. Anderson pun tak sabar untuk menemui istrinya.


"Kau sudah tak sabar rupanya.." ucap Michael melihat Anderson.


"Kau benar, kami belum lama menikah dan harusnya ini jadi momen bulan madu kami tapi situasi tak terduga muncul." ucap Anderson.


"Aku turut sedih mendengarnya, tapi gempa kali ini juga tak bisa diprediksi karena kami hanyalah negera kecil yg belum maju.." ucap Michael.


Michael pun memberitahu Anderson soal negara ini. Dan mereka terlambat mendeteksi gempa yg mendadak ini yg berakibat cukup fatal. Jika saja mereka punya waktu untuk menyampaikan informasi ini pastilah mereka bisa mengurangi jumlah korban.


Hingga akhirnya tibalah mereka di post 20. Anderson pun keluar dari mobil bersama Muchael dan langsung mencari istrinya di tenda darurat medis.


"Permisi, apa disini ada dokter Arne?" tanya Anderson.


"Oh dokter cantik itu, dia sedang diluar tuan sedang mengikuti tim evakuasi."


"Kemana arah mana mereka?" tanya Anderson.


"Ke gedung ujung sebelah sana."


"Baiklah terimakasih." ucap Anderson langsung berlari.


Di jalanan dirinya melihat istrinya bersama tim evakuasi.


"Arne.." panggil Anderson.


Arne yg melihat suaminya pun tersenyum dan Anderson segera menghampirinya. Anderson pun memeluknya dan bersyukur istrinya baik-baik saja.


"Syukurlah kau baik-baik saja." ucap Anderson.


"Kau juga." ucap Arne terharu.

__ADS_1


Dan Angel yg berada di hadapan mereka secara tak sengaja melihat keduanya berpelukan. Langsung saja hatinya panas dan kesal. Angel pun langsung pergi dari tempat tersebut.


__ADS_2