Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.104 Lamaran


__ADS_3

Setelah serangkaian persiapan yg ada, waktu pun mulai malam. Dan Jeny menunggu Arne yg belum kembali bersama Anderson. Jeny takut keduanya khilaf dan melakukan hal yg tak baik. Jeny pun mondar-mandir di depan kamarnya menunggu Arne kembali.


"Sammy.." ucap Jeny saat melihatnya.


"Kulihat kau bolak-balik di depan pintu, ada apa?" tanya Sammy.


"Arne belum kembali, ini sudah larut malam. Apa yg mereka berdua lakukan?" ucap Jeny khawatir.


"Kau mengkhawatirkan Arne? Dia sudah dewasa." ucap Sammy.


"Sudah dewasa katamu? Dia itu putriku, awas saja jika Anderson macam-macam.." ucap Jeny serius.


"Sisi lain Jeny ternyata sama seperti ibu-ibu pada umumnya.." gumam Sammy dalam hati.


"Ayo kita cari mereka." ucap Sammy.


"Baiklah, aku sudah menghubunginya tapi tak ada jawaban juga." ucap Jeny kesal.


"Yasudah ayo kita cari, pasti mereka ada di sekitar sini." ucap Sammy.


"Awas kau Anderson jika macam-macam pada putriku." ancam Jeny.


"Anderson maafkan aku.." gumam Sammy dalam hati.


Sesuai rencana Sammy pun membawa Jeny ke sekitar tempat yg sudah direncanakan. Lalu Arne mengirim lokasinya pada Jeny agar mereka menuju kesana. Sammy pun terus berjalan bersama Jeny menuju ke tempat yg sudah disiapkan. Dengan perasaan yg sedikit canggung tapi ia coba untuk tetap tenang.


"Bukannya lokasinya disini.. Dimana Arne??" ucap Jeny.


"Coba kulihat." ucap Sammy.


Sammy pun melihat lokasi tersebut dan berpura-pura menunjukkan arahnya.


"Sepertinya kesana." tunjuk Sammy.


"Tempat yg gelap?? ANDERSONN..!! Akan kuhajar dia jika macam-macam pada Arne." ucap Jeny emosi.


" Jeny kau tenang dulu ya.. Jangan pakai emosi apalagi kekerasan." ucap Sammy.


"Tenang bagaimana putriku dibawa ke tempat gelap begitu, pasti otaknya kotor..!" ucap Jeny emosi.


Sammy pun merasa sedikit bersalah karena menjadikan Anderson kambing hitam tanpa sengaja. Dan Sammy berharap kalau acara lamarannya berlangsung dengan benar sesuai ekspektasinya.


"Lihat Samm.. Disini gelap,. Aku akan memanggil Arne." ucap Jeny.


"Arnee..!! kau dimana nak?" teriak Jeny.


"Anderson, kau ada dimana?" sahut Sammy.


Sementara itu keduanya pun tengah bersembunyi bersama tim yg lainnya dan saling pandang.


"Anderson, apa mama berpikiran buruk tentang kita?" tanya Arne.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, sudah jalankan saja misi dari Sammy." ucap Anderson.


"Semoga kau tidak dimarahi ibuku ya." ucap Arne.


"Kalau itu terjadi Sammy akan menerima ganjarannya." balas Anderson mengepalkan tangannya.


Dan akhirnya mereka tiba di lokasi yg telah disediakan. Jeny masih mencari Arne, dan tiba-tiba lambu menyala menuju ke sebuah tempat.


"Eh, apa kita salah jalan?" tanya Jeny.


"Coba kita ikuti saja." ucap Sammy.


"Bagaimana kalau kejutan ini milik orang lain, aku akan sangat bersalah jika melakukannya." ucap Jeny.


"Tidak apa, ada aku.. Ayo kita jalan terus.. Menurut peta tadi di sekitar sini Arne." ucap Sammy.


"Baiklah, aku tidak tanggungjawab ya kalau dimarahi." ucap Jeny.


"Ya aku yg akan bertanggungjawab." ucap Sammy.


Mereka pun mengikuti lampu yg menyala itu menuju ke sebuah tempat. Jeny pun menyadari sesuatu. Dan Arne pun muncul disana.


"Mama, silahkan duduk." ucap Arne.


"Eh, Arne.. Mama mencarimu.." ucap Jeny.


"Aku punya sedikit kejutan untuk mama." ucap Arne.


"Aku disini, aku sudah membawakan makanan spesial untuk kalian berdua." ucap Anderson.


"Arne ini idemu?" tanya Jeny.


"Setengahnya." ucap Arne.


"Samm.." ucap Jeny.


"Ini murni ideku, Arne hanya menyempurnakannya saja." ucap Sammy.


"Mama selamat menikmati.. kami akan ada disana." ucap Arne.


"Hati-hati pada Anderson, pukul saja kepalanya jika macam-macam." ucap Jeny.


"Dan kau Anderson jaga jarak dengan putriku, jangan beralasan khilaf dan sebagainya." ancam Jeny.


"Baiklah nyonya." ucap Anderson.


"Jeny jangan terlalu keras pada mereka aku yg menyuruhnya.. Semua rencanaku dan mereka hanya membantu." ucap Sammy.


"Tapi tetap saja, aku cemas mereka berduaan malam-malam." ucap Jeny.


"Di Jakarta kau santai saja, kenapa disini kau jadi cemas." ucap Sammy.

__ADS_1


"Ini liburan, kalau mereka khilaf bahaya dan aku tak terima." ucap Jeny.


"Oke.. Bagaimana kalau kita nikmati saja hidangannya?" tanya Sammy.


"Baiklah meski aku tak tenang." ucap Jeny.


Dihadapan mereka pun sudah ada piring yg ditutup dengan tudung saji. Dan Jeny pun membukanya begitu juga dengan Sammy. Jeny pun terkejut di dalamnya berisi sebuah cincin dengan tulisan romantis.


"Samm.. Kau ini.." ucap Jeny merona.


"Kau senang kan?" tanyanya.


Bahkan Sammy saja tak tahu rencana dadakan Arne ini. Dan dirinya terkejut dengan apa yg ada di hadapannya.


"Arne.. Kau sangat kreatif." gumam Sammy dalam hati.


"Jadi, maukah kau menikah denganku?" tanya Sammy dengan cincin berlian dihadapannya.


"Haruskah aku menjawab "ya" ?" tanya Jeny.


"Itu jawaban paling sederhana yg kuharapkan." ucap Sammy.


"Ya.." ucap Jeny tersenyum.


"Ya..?" ucap Sammy tak percaya.


"Ya.. Tunggu apalagi?" tanya Jeny.


"Maaf aku hampir tak percaya hari ini tiba juga." ucap Sammy lalu memasangkan cincin di jari manis Jeny.


Jeny pun memasangkan cincin tersebut di jari Sammy. Dan Arne pun memandu timnya untuk menyalakan musik romantis yg sudah disediakan.


"Musiknya.." ucap Jeny..


"Ini ide Arne pasti, tak mungkin Anderson." ucap Sammy.


"Kalian mengerjaiku malam ini rupanya." ucap Jeny.


"Ya aku harus meminta bantuan mereka." ucap Sammy menggaruk kepalanya.


Lalu tak lama, Arne memberi aba-aba untuk membawakan makanan untuk keduanya. Dan keduanya sangat bahagia malam itu. Arne dan Anderson pun menikmati makanan di balik layar. Dan lamaran Anderson yg terkesan kaku itu adalah memory paling indah sekaligus paling lucu dalam hidup mereka.


Acara lamaran Sammy pun sukses besar. Mereka bukan hanya menghabiskan waktu untuk liburan tapi mempererat hubungan. Jeny dan Sammy pun belum membicarakan pernikahan lebih lanjut, tapi pernikahan mereka pasti terjadi dalam waktu dekat. Apalagi Sammy terlihat begitu serius dan takkan menyia-nyiakan kesempatan yg ada.


Setelah malam itu berakhir, Jeny dan Arne pun kembali ke kamar mereka, begitu juga dengan Anderson dan Sammy.


Para pasangan itu sangat bahagia malam ini, dan tujuan mereka tercapai. Walau cara Anderson sangat beda dari lamaran pada umumnya. Bahkan Arne sempat tertawa melihat ekspresinya, tapi pria kaku itupun tak peduli.


Jeny pun tak menyangka kalau Sammy akan benar-benar serius pada hubungan mereka. Hingga sampai melakukan lamaran ini dan meminta bantuan Arne putrinya. Jeny pun sangat bahagia malam ini, dengan semua penderitaannya beberapa tahun kebelakang kini Jeny menemukan sedikit demi sedikit kebahagiaan.


Liburan mereka pun berjalan singkat tapi sangat berkesan bagi mereka. Liburan yg takkan pernah bisa mereka lupakan karena ada banyak memory indah, lucu dan bahagia di dalamnya. Meski Anderson harus dicurigai oleh Jeny karena membawa Arne malam-malam ke tempat yg sepi dan gelap.

__ADS_1


__ADS_2