Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.91 Karma Boy


__ADS_3

Beberapa minggu setelah putus cinta kini Nino mendapatkan undangan pernikahan dari mantan kekasihnya. Sakit di hatinya pun semakin perih karena Susi tega melakukan ini padanya. Harusnya Susi melupakannya dan tak mengundangnya, tapi yg terjadi justru sebaliknya Susi mengundangnya seolah ingin memamerkan pasangannya pada Nino.


"Arggghhhh.. Bre***kk..!!" ucap Nino lalu membuang kertas undangan tersebut ke lantai.


Semua rekannya pun terkejut melihatnya dan tak berani bertanya-tanya lagi.


"Hei, ada apa ini?" tanya Kenzi.


"Kau lihat saja sendiri.." tunjuk Nino pada kertas undangan di lantai.


"Minimal kalau mau dibuang ya ke tong sampah bang." ucap Kenzi lalu memungutnya.


Dalam hatinya Kenzi pun tahu perasaan Nino yg sedang patah hati ditambah lagi menerima undangan pernikahan Susi. Padahal mereka baru saja berpisah tapi Susi sudah menikah dengan pria lain.


Kenzi pun memahami pasti Nino sedang kesulitan memilih untuk pergi atau tidak. Jika pergi hatinya akan sangat hancur, tapi jika tidak harga dirinya sebagai pria yg hancur.


"Tenanglah kawan.. Jangan bawa emosimu, ingat ini di rumah sakit." ucap Kenzi.


"Aku mengerti, aku mau jalan-jalan dulu." ucap Nino lalu pergi ke taman.


Nino pun tengah kacau saat ini, dan Kenzi maupun Arne hanya bisa menasehatinya saat dirinya sudah lebih tenang. Sejujurnya mereka juga tak terima kalau Nino diperlakukan begini, tapi jodoh manusia tak ada yg tahu dan bisa menebaknya.


"Arne, bagaimana menurutmu?" tanya Kenzi memberikan kartu undangan tersebut.


"I-ini sungguhan kak Susi?" tanya Arne.


"Ya.. Dia akan menikah, dan Nino sedang galau berat." ucap Kenzi.


"Kasihan sekali dia, dan aku paham perasaannya." ucap Arne.


Arne pun membaca surat undangan tersebut dengan seksama. Dan siapa yg menduga kalau calon suaminya ternyata adalah Boy. Arne pun mengerutkan dahinya.


"Ken, calon suaminya Boy.. " ucap Arne.


"Eh, kau yakin?" tanya Kenzi.


"Iya, ini nama orang tua Boy.. Jadi Boy berakhir dijodohkan." ucap Arne.


"Wah, ini gila sih namanya." ucap Kenzi.


"Hh.. Ayo ajak Nino bicara setelah dia tenang." ucap Arne.


"Ya.. Kasihan dia, sudah jatuh tertimpa tangga." ucap Kenzi.


"Kasihan lagi kak Susi, kalau ternyata dipaksa menikahi Boy yg tukang selingkuh." ucap Arne.

__ADS_1


Arne dan Kenzi pun mengatur waktu sepulang kerja di pagi hari. Mereka pun berbicara serius dengan Nino masalah calon dari Susi yg ternyata adalah Boy. Dan hal itu benar-benar diluar dugaan.


Dan pada pagi itu, setelah mereka tidur sejenak mereka pun pergi ke sebuah tempat makan. Dan disana Arne dan Kenzi menceritakan semuanya.


"Nino, kau tahu siapa calon kak Susi.?" tanya Arne.


"Namanya Boy, mirip mantanmu kan." balas Nino.


"Bukan cuma mirip tapi tu memang Boy." ucap Arne.


"Apaa?? Bre***k.. Kurang ajar, dia benar-benar lelaki gila.." umpat Nino sampai semua orang memperhatikannya.


"Pelankan suaramu.. Semua orang melihat kita." ucap Kenzi.


"Maaf, aku terbawa suasana." ucap Nino.


"Apa kau yakin mereka dijodohkan?" tanya Arne.


"Ya.. Kak Susi bilang begitu.. katanya calonnya memang duda tapi sudah mapan dan memiliki hubungan dengan orangtuanya." ucap Nino.


"Kau kalah dari seorang duda bre**k seperti Boy." ucap Kenzi.


"Itu semakin membuatku kesal." ucap Nino.


"Mungkin kita bisa memperingati kak Susi, jika dia tetap bersikeras yasudah mungkin sudah takdirnya." ucap Arne.


"Kau benar, tak baik jika kau menemuinya menjelang pernikahannya." ucap Arne.


"Aku dan Kenzi yg akan menemuinya." ucap Arne.


"Baiklah, kumohon kak Susi harus membatalkan pernikahannya.. walaupun bukan denganku tapi jangan dengan si bre***k itu." ucap Nino.


"Baiklah, kami akan melakukannya." ucap Kenzi.


.


.


Arne dan Kenzi pun menemui kak Susi di tempatnya bekerja. Dan Susi terkejut Arne mau menemuinya. Susi berpikir Arne ingin membuatnya kembali pada Nino dan membatalkan pernikahannya. Susi pun mengajak mereka ke kantin dan bicara.


"Ada apa kalian ingin bicara denganku?" tanya Susi.


"Kak, apa kau sudah mengenal calon suamimu?" tanya Arne.


"Sejujurnya aku belum sepenuhnya mengenalnya, apa kalian mengenalnya?" tanya Susi.

__ADS_1


"Bukan hanya mengenal, tapi dia mantan kekasihku dari SMA." ucap Arne.


"Kau tidak berbohong kan?" tanya Susi.


"Untuk apa?? Aku hanya ingin kakak tahu soal calon kakak, aku juga tak berniat membuat kakak kembali pada Nino." ucap Arne.


"Lebih baik kakak dengarkan ucapan Arne." ucap Kenzi.


"Katakanlah." ucap Susi.


Arne pun menceritakan kisahnya dulu dengan Boy yg diselingkuhi dan menikah dengan sahabatnya. Bahkan Aini mantan istri Boy pun menderita karna Boy berselingkuh darinya sejak tahu Aini tak bisa punya anak lagi. Parahnya kondisi Aini saat ini depresi berat. Mendengar hal itu, Susi pun terkejut.


"Arne kau yakin?" tanya Susi.


"Kak, Aini itu saudari tiriku.. Bagaimana aku tidak tahu kisahnya?" balas Arne.


"Bagaimana bisa orangtuaku menjodohkanku dengan pria seperti Boy." ucap Susi.


"Belum terlambat kak, jika ingin membatalkannya." ucap Kenzi.


"Dan temanku bertemu Boy beberapa hari yg lalu dengan wanita lain. Ini fotonya." ucap Arne.


"Apa?? Dasar pria gila.." umpat Susi.


"Pilihan ada ditanganmu kak." ucap Arne.


"Kak, cintai dirimu jangan terlibat dengan pria brengsek seperti Boy." ucap Kenzi.


"Aku akan memikirkannya.. " ucap Susi.


"Lebih baik kakak selidiki dulu Boy, lalu membatalkan pernikahan tersebut dengan bukti yg jelas." ucap Arne.


"Baiklah, terimakasih informasinya." ucap Susi.


Arne dan Kenzi pun berpamitan, sementara Susi mulai resah dengan pernikahannya. Dan mulai menyelidiki Boy. Berdasarkan info dari teman-teman Arne, Boy sering ke sebuah Bar. Dan Susi pun ke bar tersebut guna menyelidikinya.


Disana nampak Boy bersama kekasihnya sedang minum alkohol. Mereka tampak mesra satu sama lain.


"Sayang kau yakin mau menikah?"


"Tidak, itu hanyalah status.. Lagipula calonnya kampungan dan hanya seorang perawat." ucap Boy.


"Oh baguslah, dia akan menutupi kisah kita ini." ucap kekasihnya.


Susi pun merekam percakapan mereka dan memfoto mereka diam-diam. Lalu Susi pergi dari bar tersebut sebelum terjadi hal buruk. Susi pun pergi ke rumah orang tua Boy malam itu dan membeberkan fakta yg sebenarnya. Susi pun tak terima dan ingin membatalkan pernikahannya dengan Boy yg hanya tinggal menghitung hari.

__ADS_1


Leni dan suaminya pun terkejut. Bahkan ayah dari Boy marah besar akan kelakuan putranya. Saat Boy pulang, dirinya bukan hanya dimarahi tapi juga dipukuli oleh ayahnya dan diusir dari rumah karena sudah mempermalukan keluarga mereka. Bahkan Boy bukan cuma diusir tapi dipecat dari perusahaann ayahnya.


Boy pun pergi dari rumah setelah diusir orang tuanya. Dirinya memilih untuk tidur di apartemen miliknya, dan mulai mencari pekerjaan. Bukan hal sulit baginya mendapatkan pekerjaan baru, tapi penghasilannya jauh berbeda dengan saat dirinya masih bekerja dengan ayahnya. Hal itu membuat Boy jadi harus hidup sederhana dan menjual beberapa propertinya untuk bertahan hidup.


__ADS_2