
Arne pun mendapat undangan pesta pernikahan Nino dan Susi. Seketika, Arne teringat pada Kenzi yg jadi korban atas cinta keduanya. Tapi Arne ingin hadir di acara tersebut menghargai Nino yg masih menganggapnya.
Dan Kenzi pun malas datang ke acara tersebut. Dirinya yakin Susi hanya ingin pamer padanya. Dan membuktikan kalau Nino lebih bahagia bersamanya. Tapi Arne memintanya datang bersamanya.
"Kenzi ayo datang bersamaku." ucap Arne.
"Aku tak punya pasangan." ucap Kenzi.
"Ya itu akan jadi masalah besar sih." ucap Arne.
"Benar kan, apalagi Susi itu masih saja bersikap tak menyenangkan denganku. Pasti dia masih kesal karena kulaporkan atas perzinahan." ucap Kenzi tersenyum mengingatnya.
"Apa tak ada teman pria yg bisa kau ajak?" tanya Arne.
Kenzi pun menggeleng.
"Jadi begitu, yasudah kalau kau tak mau datang." ucap Arne.
"Iya.. Kau wakilkan aku saja ya.. Kebetulan aku ada beberapa hal yg harus diberikan pada Susi." ucap Kenzi.
"Kau mau memberinya apa?" tanya Arne.
Kemudian Kenzi pun membisikkannya sesuatu dan keduanya tersenyum.
"Serahkan padaku, aku siap membantumu." ucap Arne.
Kemudian, Kenzi pamit undur diri untuk pergi bekerja di rumah sakit. Saat Kenzi pergi, Anderson dan asistennya Eddy pun datang. Kenzi pun hanya menyapa seniornya tersebut lalu pergi. Sementara Eddy menatapnya tanpa berkedip.
Anderson pun sampai melempar sapu tangannya ke wajah Eddy.
"Awww.."
"Jaga matamu, dia itu juniorku sekaligus sahabat baik istriku.. Kau itu sudah ada Baby." ucap Anderson.
"Tentu tuan, aku hanya akan mengaguminya saja." ucap Eddy tersenyum.
"Pokoknya awas kalau kau macam-macam, dia jago beladiri.. Salah-salah kau yg berakhir di rumah sakit." ucap Anderson.
Seketika Eddy pun bergidik ngeri jika menatap Kenzi lagi. Dan mereka pun masuk ke rumah. Kebetulan ada beberapa pekerjaan yg ingin diberikan oleh Anderson. Dan Arne langsung menyambut suaminya tersebut. Setelah itu Anderson dan Eddy pun masuk ke ruang kerja.
Satu jam kemudian mereka pun baru saja keluar, dan Arne meminta bantuan suaminya untuk mencarikan teman pria untuk datang ke acara Nino.
"Sayang kita datang kan ke acara Nino?" tanya Arne.
"Ya tentu saja." balas Anderson.
"Apakah Eddy punya waktu pada hari minggu nanti, kebetulan Kenzi belum punya teman untuk kesana." ucap Arne.
"Maaf nyonya, aku sudah punya kekasih." ucap Eddy sebelum tuannya menatapnya tajam.
"Oh begitu,.." ucap Arne lalu menatap Anderson.
"Aku punya seseorang untuk menemani Kenzi ke acara pernikahan mantan suaminya." ucap Anderson.
"Sungguh? Apa dia tampan?" tanya Arne.
"Ck.. Apa aku tak cukup tampan untukmu?" tanya Anderson membuat Eddy tersenyum.
"Ck.. Bukan begitu, aku yg hamil kenapa kau yg sensitif sih." ucap Arne.
"Lalu kenapa?" tanya Anderson.
__ADS_1
"Dia harus tampan dan terlihat lebih hebat dari Nino agar Kenzi tak merasa dipermalukan atau dibandingkan." ucap Arne.
"Ya lumayan lah, dia cukup tegap dibandingkan dengan Nino. Dan dia orang yg rajin berolahraga sehingga memiliki tubuh yg bagus sepertiku." ucap Anderson.
"Bagus, kalau begitu dia bisa menemani Kenzi." ucap Arne.
"Ya.. Itu benar." ucap Anderson tersenyum.
"Tugas yg bagus untuk Axel, sambil menyelam minum air..." gumam Anderson dalam hati.
....
Arne pun menghubungi Kenzi kalau dirinya menemukan teman pria untuk diajak ke acara Nino. Kenzi pun sedikit menolak karena tak bersemangat jika berurusan dengan mantan suaminya itu. Tapi Arne berusaha meyakinkannya kalau teman pria kali ini tampan dan berotot sesuai perkataan Anderson.
Dengan malasnya Kenzi pun menyetujuinya, bahkan dirinya bingung ingin memakai pakaian apa nanti. Haruskah dirinya tampil lebih cantik dari Susi?? Pikiran jahat Kenzi pun melintas di benaknya membuatnya tersenyum. Ditambah lagi pasti kehamilan Susi mulai terlihat hingga wanita itu akan memakai pakaian yg longgar pada bagian perutnya.
"Haruskah aku menyainginya?? " gumam Kenzi dalam hati.
Arne pun meminta Kenzi menemui teman prianya itu di sebuah resto agar mereka saling mengenal terlebih dahulu dan mengatur pakaian yg cocok untuk keduanya agar terlihat serasi.
Kenzi pun menyempatkan waktunya bertemu di jam istirahatnya. Mereka bertemu di sebuah resto yg sudah dijanjikan. Kenzi pun duduk di sebuah meja dan menunggu orang tersebut.
"Apa anda nona Kenzi?" tanya Axel.
"Iya... Kau tuan Axel.." ucap Kenzi tersenyum.
"Ya.. Aku Axel, bolehkah aku duduk?" tanya Axel.
"Silahkan, jangan sungkan." ucap Kenzi.
"Jadi kau kenalan seniorku Anderson?" tanya Kenzi.
"Benar, dan aku juga pengawal yg waktu itu saat kalian ke mall." ucap Axel jujur.
"Aku senang kau paham situasiku. Kuharap kau tak berharap banyak." ucap Axel.
"Tentu aku senang jika kau menjaga sahabatku dengan baik." ucap Kenzi.
"Baguslah.. Tak ada yg perlu dikhawatirkan." ucap Axel.
Kemudian mereka merancang strategi dan Kenzi menuruti semua strategi Axel sebagai penjaga Arne. Dan juga Axel menuruti kemauan Kenzi untuk menyamar sebagai teman prianya di pesta nanti termasuk pakaian yg akan mereka kenakan.
"Pakaiannya nanti aku kirimkan ke unitmu." ucap Kenzi.
"Baik, kuharap kau juga mengingat rencanaku." ucap Axel.
"Tentu, kita harus bekerjasama dengan baik kali ini." ucap Kenzi.
Begitulah mereka pun berpisah karena Kenzi harus kembali bekerja. Dan Axel memercayakan rencananya pada Kenzi untuk menjaga Arne sesuai perintah tuannya. Dan Kenzi masih tak menyangka takdir macam apa yg mempertemukannya dengan pengawal sahabatnya tersebut.
"Oh Tuhan.. Takdir macam apa ini? Meski kuakui dia cukup tampan." gumam Kenzi di dalam mobilnya.
.....
Tibalah di malam hari pesta pernikahan Nino dan Susi. Kenzi dan Axel datang bersama karena apartemen mereka yg bersebelahan. Dan Kenzi naik mobil Axel, mereka datang lebih dulu daripada Arne.
Kenzi pun tampil elegan dengan tubuh indahnya. Dan gaunnya begitu pas dengan porsi tubuhnya. Dan Axel semakin gagah dengan pakaian yg dipilihkan oleh Kenzi. Mereka sudah nampak seperti pasangan, padahal tujuannya adalah menjaga Arne dan menemani Kenzi di acara pernikahan mantan suaminya.
"Bagaimana? Apa nyonya sudah dekat?" tanya Axel.
"Ya.. Mereka hampir sampai. Kau jangan panggil dia nyonya nanti ketahuan." ucap Kenzi.
__ADS_1
"Aku lupa, maaf." ucap Axel.
"Ya.. Perhatikan cara bicaramu, agar tak ketahuan kalau kau itu pengawalnya." ucap Kenzi.
"Terimakasih sudah mengingatkan." ucap Axel.
Mereka pun masuk ke dalam karena Arne sudah hampir tiba. Dan keluarga Nino melihat Kenzi bersama seorang pria. Tapi mereka mencoba bersikap ramah pada Kenzi.
"Terimakasih Kenzi sudah datang.."
"Sama-sama tante, silaturahmi tetap harus berjalan kan." ucap Kenzi tersenyum.
"Kau sepertinya sudah memulai hidup baru ya."
"Tentu saja, sama seperti Nino aku juga harus melakukannya." balas Kenzi tersenyum.
Sampai saat ini pun Axel tak paham kenapa dirinya diminta menemani Kenzi ke acara pernikahan ini. Lalu mereka langsung mengucapkan selamat pada pasangan pengantin tersebut.
"Kenzi.. " ucap Diana ibu Nino.
"Ibu.. Selamat ya.. Semoga kali ini Nino benar-benar bahagia." ucap Kenzi tersenyum.
"Kau wanita yg baik, ibu harap kau juga menemukan kebahagianmu." ucap Diana
"Iya bu." ucap Kenzi lalu beralih ke kedua orang yg menyakitinya beberapa waktu lalu.
"Nino, Susi selamat ya untuk kalian berdua." ucap Kenzi tersenyum.
"Terimakasih Ken kau masih mau datang." ucap Nino.
"Arne juga sebentar lagi datang bersama suaminya." ucap Kenzi.
"Kenzi, apa kau sedang memamerkan kekasihmu.?" tanya Susi.
"Apa urusanmu Susi, bukankah kau sudah bahagia bersama Nino, nikmati saja kebahagiaanmu dan kemenanganmu." ucap Kenzi.
"Susi, sudah hentikan." ucap Nino.
"Jadi dia orang baru?" tanya Nino pada Kenzi.
"Hanya teman yg mau menemaniku kemari.. Dia cukup pengertian." ucap Kenzi.
"Kukira dia kekasih barumu." ucap Nino.
"Jangan bercanda, tak mudah bagiku memercayai orang baru." ucap Kenzi lalu pamit dari tempat mereka.
Axel pun masih bingung hubungan macam apa yg terjadi pada Kenzi dan kedua mempelai.
"Jangan bingung, yg menikah adalah mantan suamiku dan wanitanya tak suka padaku karena dia pelakor dalam rumah tanggaku dulu." ucap Kenzi memperjelas situasinya.
"Sebenarnya kau tak perlu mengatakannya." ucap Axel.
"Biar kau tahu dan tak salah paham, aku juga tak ingin berbohong pada semua orang.. Aku hanya mengakuimu sebagai teman." ucap Kenzi.
"Kau cukup pengertian padahal bisa memanfaatkanku." ucap Axel.
"Untuk apa berbohong?? Tak ada gunanya aku berbohong, siapa yg tahu juga kau sudah punya kekasih atau mungkin istri." ucap Kenzi.
"Aku masih single.. Jadi kau tak perlu khawatir." ucap Axel.
"Ya.. Mari kita tunggu nyonya kita.." ucap Kenzi.
__ADS_1
Axel pun tak menyangka alasannya menemani wanita itu karena yg menikah adalah mantan suaminya dan pelakor rumah tangganya. Meski begitu Kenzi masih tampak tenang bahkan tak memanfaatkannya sama sekali.