Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.135 : Kerja Sukarela


__ADS_3

Angel pun kabur dari situasi tak mengenakan tersebut. Dirinya merasa gagal sebagai wanita untuk memikat Anderson. Bahkan dengan semua uangnya sekalipun tanpa keberuntungan dan cinta sangat sulit baginya menjangkau Anderson. Terlebih pria itu sangat mencintai istrinya.


Angel pun terdiam dan duduk di sebuah batu. Lalu Michael pun memanggilnya dan meminta bantuannya.


"Nona, bisa bantu aku?" tanya Michael.


"Aku sedang sibuk, cari saja orang lain.." ucap Angel.


"Sibuk?" gumam Michael.


"Iya, kenapa? Aku tak bisa keluar dari negara ini dan terjebak dalam musibah besar. Bagaimana kabar perusahaanku saat aku tak ada? Aku sibuk memikirkannya." ucap Angel.


"Oh begitu, lebih baik bantu aku daripada kau stres memikirkan kapan kembali." ucap Michael.


"Kau itu bodoh ya, aku sibuk..! Jangan diganggu..!" teriak Angel.


"Baiklah, tapi jika kau sibuk kau akan melewatkan makan siangmu." ucap Michael.


"Aku punya banyak uang..!" ucap Angel.


"Uangmu akan percuma karena tak ada yg berjualan makanan disini." ucap Michael.


Michael pun meninggalkannya dan lanjut mengangkut persediaan makanan. Dirinya mengkhawatirkan kondisi keamanan negara ini, dan hanya ini yg bisa ia lakukan. Michael berharap semuanya kembali normal, dan semua persediaan cukup.


Angel yg duduk termenung pun mulai merasa lapar. Sejak kemarin dirinya tidak makan karena menolak makanan sederhana yg ditawarkan. Angel berharap menemukan tempat makan atau resto yg buka. Tapi jangankan tempat makan, bahkan mini market pun hancur parah.


"Arghhhh.." teriaknya membuat semua orang memperhatikannya.


Angel pun berjalan ke arah Michael berharap mendapatkan makanan enak.


"Sini biar aku bantu.." ucap Angel.


"Silahkan, kau angkut itu saja yg ringan." ucap Michael.


"Apa itu?"


"Hanya persediaan obat.. kalau ini makanan dan cukup berat bagi wanita." ucap Michael.


"Biar aku saja aku kuat kok.." ucap Angel ingin mengambil beberapa untuknya.

__ADS_1


Baru saja berapa detik dirinya mengangkatnya, dirinya hampir jatuh ke tanah dan menghancurkan makanan tersebut. Untungnya Michael menangkapnya hingga makanannya aman.


"Hampir saja makanannya hancur." ucap Michael.


"Kau mengkhawatirkan makanan ini daripada aku.??" tanyanya.


"Kalau kau jatuh, paling hanya luka ringan.. Tapi jika makanan ini hancur ada puluhan orang yg tak bisa makan." ucap Michael langsung merebut box makanan tersebut.


Angel pun hanya membantu yg bisa ia angkut. Jika bukan demi makanan Angel takkan mau melakukan hal ini. Angel pun merasakan bagaimana rasanya harus berusaha keras untuk mendapatkan makanan di tengah kesulitan ini. Bahkan uangnya pun tak ada gunanya saat ini.


"Sial.. Bahkan uangku pun bisa tak berguna saat ini." gumam Angel dalam hati.


Setelah itu barulah Angel mendapatkan makanan. Makanan yg sederhana dan terkesan baginya makanan murah. Tapi hanya itu yg bisa didapatkan dan perutnya yg lapar tak bisa mentoleransi lagi.


Alhasil Angel pun mamakannya juga. Dan rasanya cukup enak untuk makanan murah, terlebih dirinya memang lapar membuat makanan itu terasa lebih lezat.


"Kau akan tersedak jika makan tanpa mengambil air minum." ucap Michael memberinya air mineral.


"Terimakasih." ucap Angel.


"Oh iya, apa kau punya ponsel?" tanya Angel.


"Punya tapi tak berfungsi.. " ucap Michael tersenyum.


"Tunggulah beberapa hari sampai jaringan bisa digunakan." ucap Michael.


"Aku sudah tak tahan di tempat ini, aku bahkan tak bisa mandi dan makan dengan benar. Pakaianku sudah kotor, dan hotel tempatku menginap pun hancur dengan barang-barangku di dalamnya." ucap Angel panjang lebar.


"Mengeluh takkan mengubah semuanya." ucap Michael pergi meninggalkan Angel.


Michael sangat tak suka sikap Angel yg tak paham situasi saat ini. Saat semua orang masih ketakutan, dirinya masih memikirkan mandi dan makanan. Bahkan mengeluhkan pakaiannya yg sudah kotor. Padahal hal yg sama juga dialami orang lain.


Daripada memarahinya, Michael akan membuat Angel kerja sukarela di negara ini. Apalagi dirinya cukup beruntung tak mengalami luka parah.


Hari ini Angel pun disuruh melakukan pekerjaan yg biasanya ia perintahkan pada bawahannya. Angel pun diminta mencuci beberapa kain, padahal hal itu sama sekali tak pernah ia lakukan seumur hidupnya.


"Maaf dimana mesin cucinya?" tanya Angel.


"Mesin cuci?? Memangnya kita punya banyak listrik saat ini? Cuci saja dengan tangan." ucap Lisa.

__ADS_1


"Kau sudah gila? Aku ini bos di negaraku, aku tak pernah melakukan ini, kuku ku bisa rusak.." tolak Angel.


"Tapi saat ini kau sama seperti kami, kenapa? Karena uangmu tak berguna di kondisi saat ini. Saat kau pikir hanya dirimu saja yg menderita coba kau tengok pasienku, mereka bahkan kehilangan tangan dan kaki mereka." ucap Lisa kesal.


"Ckk.." ucap Angel.


Angel yg bahkan tak bisa mencuci pun hanya membasahi kain tersebut dengan air, lalu bingung bagaimana nodanya bisa hilang.


"Kenapa tidak kunjung hilang?" gumamnya.


"Tenth saja, kau tidak pakai sabun." ucap seorang ibu-ibu yg juga seorang relawan lalu membantunya.


Angel pun diajari mencuci baju oleh para relawan lain. Meski awalnya dia tidak menyukainya, tapi lama kelamaan Angel mulai bisa sedikit menerima keadaan saat ini.


Tidak cukup dengan mencuci baju, Angep bahkan diminta membantu mereka memasak. Jangankan memasak makanan, merebus air saja dia tak bisa.


"Apa kau tak pernah memasak.?" tanya seorang relawan.


"Tentu saja tidak karena aku sibuk bekerja, dan lagi aku bisa membayar beberapa orang untuk melakukan pekerjaan rumah. " ucap Angel.


"Mungkin ini saatmu untuk belajar, coba potong sayuran ini seperti yg aku contohkan."


"Aku tak suka memegang pisau.." ucap Angel.


"Kau yakin tak mau makan malam." ucap sang ibu memegang pisau membuat Angel ngeri.


"B-baiklah." ucap Angel.


Angel pun mengiris sayuran meski bentuknya berantakan dan berujung dimarahi oleh para ibu-ibu relawan. Hal yg dulu ia lakukan saat menjadi seorang atasan di negaranya. Kini dirinya bak pesuruh yg mengerjakan tugas-tugas ini demi sebuah makanan dan tempat tinggal.


"Kau itu memotong saja salah.. Sudah tinggalkan, sekarang kupas bawang-bawang ini..!"


"Kenapa marah-marah, aku sudah membantu disini. Lihat tanganku tersayat pisau.." tunjuk Angel.


"Itu karena kau bodoh dan tak hati-hati."


Lagi dan lagi Angel mendapat kata-kata kasar yg dulu ia ucapkan pada bawahannya. Dan Angel merasa dirinya sedang menjalani karma atas perbuatannya.


Angel pun mengupas bawang bombai sambil menangis karena matanya perih. Angel juga mulai menyesal mengikuti Anderson dan Arne ke negara ini. Harusnya dirinya hanya sibuk bekerja lalu menghabiskan uangnya dengan kemewahan. Kini dirinya bak pembantu yg tak bisa mengerjakan apapun dan selalu dimarahi.

__ADS_1


"Kenapa nasibku seburuk ini.. Ini gara-gara Anderson..!" umpatnya.


Sementara itu di tempat lain, Arne tengah melihat Angel mengupas bawang sambil menangis. Lisa pun menceritakan tentang wanita angkuh dan sombong yg sedang ia kerjai bersama kakaknya. Dan hari ini Angel harus kerja sukarela demi makanan dan air bersih untuknya minum. Arne pun tersenyum melihat Angel menangis mengupas bawang, hitung-hitung ini adalah hukuman karena telah mengganggunya selama honeymoon.


__ADS_2