Sahabatku Musuhku

Sahabatku Musuhku
Bab.136 : Nilai Kemanusiaan


__ADS_3

Arne dan Anderson pun sudah sepakat untuk membantu para korban disini sampai situasinya mereda dan akan kembali ke negara mereka saat semuanya sudah aman.


Bahkan untuk saat ini komunikasi pun sangat terbatas karena banyak fasilitas yg rusak parah terkena gempa. Hal itu tentunya memutus komunikasinya dengan keluarga mereka.


Setelah memutuskan untuk tetap disini dan menjadi dokter relawan, keduanya sudah siap akan konsekuensi yg mungkin terjadi. Terutama Arne yg jadwal cutinya melebihi yg sudah ditentukan. Pastinya dirinya akan mendapatkan hukuman. Kalau Anderson pasti dirinya akan baik-baik saja karena itu merupakan perusahaannya. Dan Angel menjadi saksi dimana mereka menjadi korban dalam gempa tersebut.


Untuk itulah Anderson berharap semuanya segera membaik dan mereka dapat memberi kabar pada keluarga mereka.


Setiap harinya selalu ditemukan korban baru dan ada juga yg tewas. Hal itu membuat mereka sedih pada para korban yg harus mengalami ini. Pasangan itupun menjadi terkenal karena banyak membantu semua orang. Mereka dijuluki pahlawan oleh warga sekitar karena meskipun bukan warna asli melainkan hanya pelancong tapi mereka punya nilai kemanusiaan yg tinggi. Dan mereka siap menolong siapapun meski di tengah malam sekalipun.


Seperti kali ini, Arne pun mendapatkan pasien di malam hari. Dan pasien tersebut membutuhkan tindakan operasi. Tapi Arne tak mampu melakukannya sendirian. Dia membutuhkan Anderson yg lebih berpengalaman, dan pernah melakukannya.


"Ini diluar kemampuanku." ucap Arne.


"Lalu siapa yg bisa mengoperasinya.." ucap Lisa gelisah.


"Suamiku pasti bisa melakukannya, dia pernah melakukan operasi ini dan berhasil." ucap Arne.


"Baiklah aku akan meminta mereka memanggil suamimu." ucap Lisa.


Begitulah Anderson pun dipanggil malam itu untuk mengoperasi pasien Arne. Arne pun ikut dalam ruang operasi tersebut dan membantu Anderson guna mempelajari cara melakukannya.


Hal ini menjadi pengalaman berharga bagi Arne, selain bertujuan kemanusiaan, ini juga menjadi ilmu yg berharga karena jarang terjadi kasus serupa.


"Kau siap?" tanya Anderson.


"Ya.. " ucap Arne.


Mereka pun melakukan operasi di ruang darurat yg dibuat alakadarnya. Karena rumah sakit cukup jauh dari tempat tersebut. Dan orang-orang harus pergi ke kota lain jika ingin mendapatkan rumah sakit besarm Disana hanya ada klinik kesehatan kecil karena memang disana adalah lokasi wisata. Jika dibangun sebuah rumah sakit takut mengganggu alam yg indah. Dan takut beberapa orang membuang limbah sembarangan.


Beberapa orang yg parah dan harus mendapatkan penanganan intensif dikirim ke kota untuk ditempatkan di rumah sakit.


Setelah beberapa saat, mereka pun keluar dari ruangan operasi dengan perasaan bahagia telah membantu orang yg kesulitan. Lisa dan dokter lain pun bersyukur ada seorang dokter bedah hebat seperti Anderson dan Arne yg datang ke negara ini.


"Terimakasih, kalian memang penyelamat kami.." ucap Lisa.


"Jangan berlebihan, kami hanya membantu sebisa kami." ucap Anderson.


"Ya.. Kami hanya beruntung." ucap Arne.


"Yang lebih penting pasien kita selamat." ucap Lisa.


"Baiklah, aku akan kembali ke pos ku.. Kabari aku jika terjadi hal buruk pada pasiennya." ucap Anderson.

__ADS_1


"Ya.. Tentu.." ucap Lisa.


....


Esok harinya, sedikit demi sedikit sudah mulai ada perbaikan. Status darurat pun dicabut, membuat semua warga bisa tenang dan kembali ke rumah mereka untuk mengecek separah apa kerusakannya dan mencari barang mereka yg berharga.


Akses komunikasi juga sudah bisa digunakan, dan listrik sudah mulai kembali normal. Saat ini, banyak orang mulai mengisi daya ponselnya untuk menghubungi orang terdekat mereka. Begitu pula untuk Arne dan Anderson yg harus mengabari keluarga dan kerabat.


Eddy pun sampai menangis mendengar kabar tuannya terkena bencana alam tersebut. Tapi disisi lain dirinya bersyukur tuannya masih hudup.


"Syukurlah tuan.. Hiks.." ucap Eddy di telepon.


"Ck.. Berhenti menangis atau kau kupecat.." ucap Anderson.


"Anda jahat sekali aku hanya mengkhawatirkan anda dan nyonya." ucap Eddy.


"Aku sudah mengabari keluarga kami, dan mereka sudah tenang. Kau harusnya juga tenang." ucap Anderson.


"Baik tuan.. Hiks." ucap Eddy.


"Sudah ya, aku harus bekerja.." ucap Anderson.


"Bekerja??"


"Anda memang panutanku tuan." ucap Eddy.


"Ya.. Sampai jumpa." ucap Anderson lalu menutup teleponnya.


Begitu juga Arne yg mengabari Jeny dan mendapatkan respon serupa. Bagaimana pun Jeny cukup khawatir pada kondisi putrinya. Dan saat ini jika penerbangan sudah dibuka, Jakson dan Romeo akan mengirimkan pesawat pribadi mereka untuk menjemput cucu kesayangan mereka.


"Mama, tak perlu sampai heboh begitu.." ucap Arne di telepon.


"Mama mengerti, tapi kakekmu itu luar biasa panik." ucap Jeny.


"Jika bisa kirimkan saja makanan kemari, atau pakaian dan bahan yg diperlukan lainnya." ucap Arne.


"Ya, dia sudah menyiapkan semuanya. Kakekmu benar-benar cemas saat ini." ucap Jeny.


"Kakek memang selalu berlebihan.. Tapi aku disini juga sedang membantu mereka dengan menjadi dokter relawan." ucap Arne.


"Mama tahu kau pasti melakukannya, yasudah kau tetap harus hati-hati dan jangan berada di gedung yg mudah roboh." ucap Jeny.


"Baik ma." ucap Arne.

__ADS_1


Begitulah kabar dari Jeny, dan Jakson akan mendatangkan anak buahnya dengan bahan bantuan yg mereka perlukan. Jakson pun tak sendiri, Romeo ikut membantunya. Arne pun hanya bisa tersenyum, mendengar kabar tersebut.


Anderson juga sudah tahu mengenai hal tersebut. Dan mereka harus bersiap pulang jika bantuan mereka tiba.


....


Siang itu, Arne sedang berjalan-jalan menikmati waktu istirahatnya. Dan dirinya menemukan anak-anak yg berteriak meminta pertolongan karena terjebak di rumah mereka yg runtuh. Sepertinya beberapa tetangga mereka sudah mulai melakukan pembersihan dengan alat berat dan tak sengaja menyenggol sisi rumah mereka yg rapuh. Anak-anak tersebut sedang berada di dalam rumah mencari mainan mereka.


"Tolong...!!"


"Kalian ada dimana??" tanya Arne.


"Kami ada disini, tolong kami.." ucap mereka.


Arne pun mencoba berkomunikasi dengan para kuli bangunan untuk berhenti karena ada anak-anak yg terjebak di rumah yg roboh tersebut. Mereka pun membantunya dan Arne turun tangan untuk mengecek apakah ada yg terluka bersama seorang tim evakuasi yg juga dipanggil.


Dan lubang masuk ke rumah tersebut sangat kecil, hingga pria dewasa takkan muat masuk ke dalam. Tapi jika wanita mungkin masih bisa masuk. Untuk itulah Arne masuk ke dalam. Dengan memakai alat pengamanan helm dan rompi Arne pun masuk ke dalam rumah tersebut.


Arne bergerak perlahan dan akhirnya bisa masuk dan menjangkau anak-anak yg berlindung di bawah meja.


"Anak-anak kalian baik-baik saja? Ada yg terluka?" tanya Arne.


"Tolong kami nona.." ucap mereka menangis.


"Sudah jangan menangis, kita harus segera keluar dari sini." ucap Arne.


"Hua.. Kakiku sakit nona.." ucap seorang anak karena kakinya berdarah.


"Kau terluka.. Baiklah karena aku seorang dokter aku akan mengobatinya agar kau bisa berjalan lagi." ucap Arne dengan tenang.


"Apa tidak sakit obatnya..?" tanyanya dengan polos.


"Akan sedikit sakit, tapi pasti membaik.. Tolong tenang ya jangan banyak bergerak." ucap Arne memberihkan lukanya memberi salep lalu menutupnya dengan plester.


"Sudah, sekarang dia takkan terlalu sakit.. Kita harus bergerak." ucap Arne meminta anak-anak tetap tenang.


Tapi disaat yg bersamaan, gempa susulan pun terjadi dan rumah yg rapuh tersebut pun mulai runtuh perlahan. Orang-orang diluar pun panik karena Arne dan anak-anak belum keluar juga.


Sementara Arne melindungi kedua anak tersebut dari reruntuhan. Mereka bersembunyi di balik meja, dan sebuah kayu menimpa meja tersebut cukup keras. Hingga tangan Arne harus terjepit karena melindungi anak-anak tersebut.


"Dokter.. Bangun.. huaa..." teriak anak-anak tersebut.


Sementara diluar mereka bersusah payah masuk untuk menyelamatkan ketiga orang tersebut. Anderson pun diberitahu seseorang dan langsung berlari menuju ke rumah tersebut. Dilihatnya bangunan mulai runtuh dan dirinya nekat berlari mendekat. Tapi orang-orang menariknya dan menenangkannya.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa tenang, di dalam ada istriku.." ucap Anderson.


__ADS_2